
Arya memandang Sonya dengan pandangan jijik..dia benar-benar sudah kehilangan kata-kata untuk sekedar membalas perkataan Sonya..Tak habis pikir dengan otak Sonya yang sudah tercemari oleh racun kebodohan.
"Adrian tolong jelaskan pada nona di hadapan saya ini bahwa saya sangat mencintai istri saya juga nak saya..saya tidak akan pernah tertarik dengan wanita lagi selain istri juga anak saya..hati saya hanya untuk istri saya juga anak saya..tolong katakan pada nona yang tidak tau malu ini bahwa lebih baik pergi sebelum saya habis kesabaran" ucap Arya benar-benar geram dengan tingkah Sonya.
"Baik tuan"
Adrian mendekat ke arah Sonya dan berkata.
"Sebaiknya anda keluar dan jangan pernah gangguan kehidupan tuan saya lagi..anda di bandingkan dengan istri tuan Arya sangatlah jauh perbedaannya antara 1/100 yang amat sangat tidak mungkin bagi anda untuk menjangkau tuan saya..silahkan pergi sebelum ada kekerasan"
"Tidak mungkin..saya jauh lebih cantik dari istri tuan Arya..memang seberapa cantiknya istri anda tuan Arya..saya jamin saya jauh lebih dari segalanya di bandingkan istri anda" ucap Sonya sangat PD.
"Hahahha..apakah kau masih virgin?" ucap Arya memandangnya dengan tatapan penuh menelisik.
Sonya bungkam..dia sudah tidak virgin lagi karena keperawanan nya sudah dia serahkan pada kekasihnya..sial bagaimana ini..malu sendiri kan akhirnya.
__ADS_1
"Kenapa anda diam saja nona..jawablah pertanyaan tuan saya" ucap Adrian dengan nada mengejek.
'Sial ternyata memang wanita itu lebih baik dariku..arghhh aku tidak boleh kalah' batin Sonya.
"Saya kehilangan kesucian saya ketika masih remaja dulu..saya di perkossa oleh preman ketika saya pulang dari rumah teman saya taun hiks"
Sonya beralasan semasuk akal mungkin agar Arya percaya bahwa dia benar-benar kehilangan kesuciannya..dia tak mau kehilangan kesempatan untuk menjadi nyonya Dirgantara.
"Hahahaha...kau dengar Adrian..hahahha sangat memukau sepertinya kau cukup pandai dalam berakting nona" ucap Arya dingin.
"Cih..cukup nona..lebih baik anda pergi atau mati" ucap Adrian tak tahan dengan ocehan tak bermutu Sonya.
"Singkirkan perempuan murahan itu Adrian..aku mual" ucap Arya benar-benar risih.
Adrian membawa Sonya keluar dari ruangan Arya.. Sonya meronta-ronta ingin di lepaskan tapi Adrian tak menggubrisnya..dia terus berjalan hingga sampai di lobby perusahaan..dia menyeret Sonya dwngan mencengkram ujung baju kerah bagian belakang Sonya.
__ADS_1
"Lepaskannnnyang sialan.. hey lepaskan aku.. brengsekkkkk"
Sonya dan Adrian amoai di lobby,Adrian masih menyeret Sonya hingga keluar dari gedung Arya..Adrian melempar Sonya hingga tersungkur di aspal.
Brukhhhhh...
"Arkhhhhhh..sialan kau"
Adrian hanya memandangi Sonya tanpa mau membantunya..dia sudah cukup risih dengan sonya..lihat saja nanti bagaimana nasib perusahaan tuan Neureus setelah ini.
"Lihatlah nasib perusahaan tuan Neureus setelah ini..jangan salahkan kami jika perusahaan itu bangkrut dalam sehari" ucap Adrian datar seketika melngkah pergi.
Sonya nampak tidak bergeming.. bagaimana nasib perusahaan tuan Neureus nanti..ah sial dia telah berbuat salah lagi..kali ini dia benar-benar akan habis di tangan tuan Neureus.
"Bagaimana ini..sial kenapa akhirnya begitu bodoh.. arghhhh tamat sudah riwayat ku"
__ADS_1
Sonya mengacak-acak rambut nya..dia bingung harus bagaimana lagi sekarang..nasib perusahaan sudah di ambang kehancuran karena kebodohannya.