Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 23_I Want You


__ADS_3

Afika keluar dari kamar mandi..matanya sembab.. hidungnya merah..pipinya juga ikut merah..Arya menunggu Afika di sofa kamar..dia ingin membuat mood bumilnya kembali membaik.


"Hey sudah selesai..?"


Afika acuh tak acuh.. moodnya tidak baik..dia tengah kesal dengan Arya..dia tak mau bicara dengan Arya dulu.


"Marah..?"


Arya semakin mendekati Afika..tangannya menyembunyikan sesuatu..dia ingin semoga kejutannya bisa mengembalikan mood bumilnya.


"Awas aku mau tidur..sana temui mantan tunanganmu..tidak usah pedulikan aku dan anakku"


Arya semakin yakin bumilnya itu tidak hanya marah ternyata bumilnya itu sedang cemburu juga..oh bahagianya Arya.. perasaannya terbalaskan.


"Sudah marahnya..ini untukmu.. spesial untuk Afika yang ku cintai dan tidak ada yang lainnya selain anak kita juga"



Arya meneyerahkan sebuket bunga cantik untuk Afika..wajah Afika bersemu..moodnya berubah lagi..dia menjadi seperti sedang kasmaran.


"Apa ini..?" tanya Afika dengan nada juteknya walau wajahnya memerah.


Arya terkekeh..dia gemas..dia cubit pipi dan hidung Afika..dia peluk sebentar lalu melepaskan nya lagi..dia kecup kening bumilnya.


"Kenapa masih marah..kau tak mau bunganya.. baiklah aku buang saja"


"Eh jangan..ini punyaku.."


"Hahaha..sudah tidak marah..?"


"Iya..jangan begitu lagi aku tidak suka"


"Iya maafkan aku..tadi aku hanya mengusir mereka saja..tidak ada percakapan lain".

__ADS_1


"Benarkah..?".


"Iya.. percayalah..aku hanya menginginkan satu wanita dalam hidupku yaitu kamu"


Afika tak bisa menahan diri lagi dia memeluk Arya..dia merasa sangat di cintai oleh Arya..kan dia jadi terbang.


Afika merasa aneh..dia ingin lebih.. bagaimana caranya bicara hal memalukan itu pada Arya..ntahlah sejak hamil dia lebih agresif dan pencemburu.


"Arya.."


"Ada apa..?"


"Em..aku..e.. sebenarnya..em itu"


"Katakanlah..ada apa hm..?"


Afika menarik nafasnya panjang..dia sangat malu tapi dia juga ingin bagaimana ini.. haruskah dia buang urat malunya demi memenuhi keinginannya.


"I want you" bisik Afika di telinga Arya.


"Kau mau..?"


"Iya"


"Baiklah"


"Baik apa..?"


"Melakukan itu"


"Tapi aku malu"


"Tidak usah malu..kita sudah sah.."

__ADS_1


Afika menyembunyikan wajahnya di dada Arya..Arya mengangkat Afika agar duduk di pangkuan nya..Arya mellumat bibir manis Afika.


Permainan bibir mereka masih berlanjut hingga suara horor dari Afika membuat Arya semakin terbakar.


"Enghh"


"Lepaskan sayang jangan di tahan"


" Arya ah.."


Arya suka Afika lepas..dia jadi tau jika Afika menikmati permainan mereka..Arya terus melakukan apa yang seharusnya dia lakukan pada Afika..Afika yang sudah terpancing tak tahan lagi.


Afika membalik posisi mereka..kini Arya terbaring di ranjang..Afika memainkan peran nya..setelah terbuka semua dia tak tahan melihat roti sobek yang menggoda matanya.


"Afika.. kau pintar sayang"


Afika menyusuri dada Arya..tangannya bahkan sudah berhasil bermain di kain pembungkus sesuatunya..tangan Afika nakal..tangannya bermain-main dengan pedang lunak nan keramat.


"Ahh iya sayang..begitu..Afika kau pintar"


"Bolehkah aku melakukannya..?"


"Sure sayang..lakukanlah"


Terimakasih"


Afika selesai melepas semua kain yang melekat..Afika mulai permainan nya..dia naik dan memposisikan dirinya agar nyaman.


Afika mulai meneneggelamkan pedang lunak itu.. perlahan-lahan hingga tenggelam sempurna..Arya merasakan kenikmatan tiada Tara..dia menikmati service dari Afika.


"Bergeraklah sayang"


Afika mulai bergerak mengikuti irama..dia begitu agresif mungkin karena hormon kehamilan nya juga yang membuatnya seperti ini.

__ADS_1


Permainan mereka berlangsung lancar tanpa halangan dan gangguan..mereka benar-benar terbakar akan gairrah masing-masing.


__ADS_2