
Arya dna Afika terjebak di gudang itu..mereka hanya di beri makan sebungkus roti masing-masing dan sebotol air kemasan 1 liter yang ahnay cukup untuk beberapa waktu saja.
Sudah 2 hari Afika dan Arya terkurung di gudang itu..mereka mencari cara agar dapat keluar dari sana namun naas tidak ada satupun celah agar mereka bisa keluar dari sana.
"Ibu..hiks..ibu..Afika takut bu" tangis Afika yang sudah ketakutan.
"Hey jangan menangis.. sebentar lagi pasti ayahku akan menyelamatkan kita..nanti kau juga akan selamat bersama ku" ucap Arya menenangkan Afika yang masih menangis.
"Kau janji hiks..tapi kapan..aku rindu dengan ibu hiks"
"Iya sebentar lagi pasti kita keluar dari sini"
Akhirnya Afika diam..dia tak mau membuat Arya juga susah karena dia yang hanya bisa menangis.
Arya berteriak-teriak meminta di lepaskan namun bukannya di lepaskan tapi Arya di hajar habis-habisan oleh orang itu hingga seluruh tubuh nya kesakitan.
"Lepaskan kamiiiii brengsekkkkk"
Bughhhhh...
Bughhhhh...
Bughhhhh...
"Arghhhh.." teriak Arya merasakan sakit di tubuhnya.
Arya membuat para orang itu kesal dengan teriakannya..orang itu tak segan-segan memukul Arya hingga babak belur.
"Aku bilang diam maka diamlah" ucap salah seorang penculik itu.
__ADS_1
Bughhhhh....
Di saat para penculik itu akan menghajar Arya lagi..Afika menghadang mereka dan memeluk Arya yang sudah tak berdaya.
"Tolong berhenti nanti dia bisa mati..tolong hentikan hiks..jangan pukuli dia lagi..aku mohon hiks kami akan diam..jadi aku mohon hentikan hiks"Afika memohon pada orang-orang itu agar tidak memukuli Arya lagi yang sudah hampir tak berdaya.
"Ingat jika kalian amsih berisik lagi maka akan ku habisi kalian di sini..mengerti?"
"Iya mengerti hiks"
Orang itu meninggalkan Afika dan Arya kemudian mengunci pintu nya lagi..Afika membantu membersihkan luka di wajah Arya dan mengompresnya.. dia kasihan melihat Arya satu-satunya temannya tak berdaya seperti itu.
"Aku mohon bangunlah hiks..jangan mati hiks hika..Afika nggak mau sendirian..ka Arya jangan mati"
Setelah selesai Afika membaringkan tubuh Arya di atas kardus bekas yang ada di sana..dia merawat Arya hingga dia mendengar gemelutuk gigi Arya yang beradu tanda menggigil.
Afika menyentuh kulit Arya dan merasakan panas di tubuh Arya..astaga apakah sekarang Arya demam..Afika mencoba meminta obat pada para penculik itu namun tak ada sahutan dari luar.
Sebenarnya Afika tidak mau melakukan ini tapi mau bagaimana lagi hanya Arya harapan satu-satunya yang dia punya agar bisa keluar dari tempat itu..tidak apa-apa toh Arya juga tak sadarkan diri.
"Ka Arya harus sembuh..jangan tinggalin Fika" ucap Afika sambil memeluk tubuh Arya.
Pagi menjelang sudah hampir 4 hari mereka di sekap di gudang itu..hanya ada sepotong roti dan juga setengah botol air minum..Arya bangun dan merasakan sesuatu tengah merengkuhnya..dia membuka matanya dan terkejut melihat tubuh telanjang Afika.
"Astaga..apa yang terjadi..kenapa Afika..aku..tidak memakai pakaian"
Arya melepas switer yang melingkar di lehernya yang ternyata baju Afika..dia memandangi Afika yang tengah tertidur lelap..tak berapa lama Afika mulai membuka matanya..dia melihat Arya tengah memandangi nya.
"Jangan melihatku seperti itu"
__ADS_1
"Kenapa?"
"Aku malu..mana bajuku?"
"Ini.. pakailah"
"Ya"
Di saat Afika hendak memakai pakaian nya Arya menyalakan lampu yang ada di sana seketika dia meouhat tubuh Afika yang telanjang namun hanya bagian atasnya..dengan cepat Afika menutupi aset berharga nya.
"Arghhhh..ka Arya matikan lampu nya..aku mau pakai baju"teriak Afika ketika lampu di nyalakan.
"Pakailah aku tak akan melihatnya" ucap Arya gugup.
Sebagai pria normal dia tentu saja tergoda oleh pemandangan di depannya namun dia masih waras..saat ini mereka tengah di sekap dan tak mungkin dia menerkam Afika.
"Sudah berapa lama aku tak sadarkan diri?"
"Semalaman setelah kau di pukuli lalu kau demam..aku sudah meminta bantuan dari orang-orang itu tapi tak ada yang menyahut"
"Sejak kapan?"
"Kemarin..setelah kau di hajar"
"Benarkah?"
"Iya"
Arya bangun dan melihat keluar pintu lewat lubang kunci dan kosong tak ada sesiapapun di luar sana.. Sial mereka di biarkan mati begitu saja.
__ADS_1
"Mereka sudah pergi" ucap Arya.
"Apaaa"