
Setelah memutuskan kerjasama dengan klien itu Arya memilih kembali ke rumah karena sudha merindukan istri dan anaknya.
Arya memang semakin sulit membagi waktunya dengan keluarga karena pekerjaan nya benar-benar menumpuk dna tak bisa di tinggalkan begitu saja..sering kali Arya lembut di ruang kerjanya dan menghabiskan separuh waktu malamnya hanya untuk kerja dan berkahir melupakan keluarganya..dia merasa bersalah dengan Afika dan Arika karena sudah jarang sekali bisa berkumpul bersama.
Arya sampai di rumahnya dan langsung mengganti semua pakaian nya kemudian mencari keberadaan istri dan anaknya..dia benar-benar merindukan mereka.
"Afika..kau dimana?" panggil Arya.
Salah satu pelayan mengatakan bahwa Afika sedang ada di halaman belakang bersama Arika juga Bu Ratna..Arya bergegas menghampiri ketiganya dan ikut bergabung bersama.
"Afika, Ibu"
Merasa namanya di panggil Afika dan Bu Ratna menoleh ke sumber suara dan melihat Arya tengah berjalan menghampiri mereka..Arya semakin dekat dan menghambur menggendong Arika dan menciumnya membuat Arika tertawa mendapatkan perlakuan seperti itu dari sang ayah.
"Hey anak papah..papah rindu sekali denganmu nak..maafin papah ya karena papah sibuk seklai akhir-akhir ini" yaco Arya sambil terus menciumi wajah dan perut Arika.
"Apapapapa..apapaaapa..mamamama" ucap Arika menjawab pernyataan Arya.
__ADS_1
"Iya papah nakal maafin papah ya..mamah marah ya sama papah lihat tuh cemberut liatin papah" tunjuk Arya pada Afika yang memasang wajah datar nya.
Sedangkan Bu Ratna memilih masuk kedalam rumah dengan serta membawa Arika karena dia harus membiarkan kedua orang itu menyelesaikan masalahnya dulu.
"Biar ibu masuk dulu sama Arika..kalia selesaikan dulu masalah kalian" ucap Bu Ratna dengan menggendong Arika.
"Terimakasih by.. maaf Arya merepotkan Ibu"
"Tidak apa-apa nak Arya"
Setelah kepergian mertuanya Arya mendekati Afika yang amsih diam dengan wajah datarnya..Arya merasa bersalah karena tidak memperhatikan Afika juga Arika selama beberapa hari ini.. dia selalu pergi pagi pulang malam ketika istri dan anaknya sudah terlelap.
"......"
"Kamu boleh marah sama aku..kamu boleh pukul aku sesuka hati mu..tapi maafkan aku sayang..aku bener-bener sibuk sampai nggak ada waktu buat kalian..maaf aku akan usahakan untuk bisa membagi waktu antara pekerja dengan kalian.. please jangan diamkan aku sayang"
Afika hanya diam tak menjawab..jujur dia tak mau egois tapi moodnya benar-benar tidak bagus untuk saat ini.. dia tak mau membuat suasana menjadi semakin tak terkendali akhirnya Afika memutuskan untuk kembali ke kamarnya namun belum sempat melangkah dia di peluk oleh Arya.
__ADS_1
"Lepas"
"Nggak..sebelum kamu maafin aku"
"Lepas Arya"
"Nggak akan sayang,.jangan diamkan aku Afika"
"Sudahlah kamu urus saja pekerjaan mu itu..tidak usah perduli lagi dengan kami..kami baik-baik saja meski tanpa kamu"
"Maaf..maafkan aku sayang"
"Lepas"
"Nggak akan"
Afika benar-benar sedang malas ribut dengan Arya..selama ini Arya memang selalu mengalah jika sedang marah.. Arya selalu mengerti keadaan Afika jika Afika tengah marah padanya namun kali ini Afika tidak dalam mood yang baik seperti biasanya jadi dia tak mau menyakiti perasaan Arya dengan kata-kata pedasnya.
__ADS_1
"Lebih baik lepaskan sebelum aku kehilangan mood ku Arya..aku tak mau menyakiti perasaan mu dengan kata-kata pedas ku karena pengaruh hormon kehamilan ku yang tak menentu"
Arya tak peduli dia masih tetap memeluk Afika..dia pantas di caci dia pantas di maki dia pantas mendapatkan pelajaran karena sudah melalaikan tugasnya sebagai suami sekaligus ayah yang baik.