Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
"Apa yang kau lakukan dengan motor Keanu?"


__ADS_3

Setelah semua yang terjadi di Jakarta, akhirnya Keanu kembali membawa istrinya ke Lombok, ke istana kecil yang mereka bangun dengan penuh cinta dan kenyamanan. Mereka akan kembali beraktifitas seperti sebelumnya. Jihan dengan profesinya sebagai dokter syaraf dan Keanu dengan profesinya sebagai pembalap internasional.


“Huft.” Jihan mendudukkan tubuhnya di sofa, tepat di samping Keanu duduk.


Sesampainya tiba di bandara Lombok, Jihan langsung diberi kabar untuk segera ke rumah sakit, karena pasien yang biasa Jihan pegang mengalami drop dan meminta Jihan langsung yang menangani. Keanu pun dengan sigap mengantar sang istri dan menunggunya hingga selesai.


Keanu mendekatkan tubuhnya pada tubuh Jihan. “Capek?”


Tangan Keanu langsung bergerak menyentuh punggung Jihan untuk dipijat.


Jihan mengangguk. “Ya, hari ini sangat melelahkan.”


Tangan Keanu masih setia memijat punggung serta bahu Jihan. “Ya, kamu belum istirahat sejak pagi.”


“Eum … enak, Kean. Iya di situ,” ucap Jihan saat jemari keanu dengan kuat memijat bagian tubuh Jihan yang pegal.


“Aku juga bisa membuatmu enak dibagian lain.”


Plak


Jihan langsung memukul paha Keanu. “Jangan mengalihkan pembicaraan!”


Keanu pun tertawa. “Baiklah.”


Cukup lama Keanu memijat bahu dan punggung itu. Keanu sama sekali tidak mengeluh. Bahkan ia senang bisa membantu sedikit mengurangi kelelahan sang istri.


“Sudah, Kean. Nanti tanganmu pegal,” kata Jihan yang meminta Keanu untuk berhenti memijat.


“Tidak apa. Aku pintar memijit, kan?”


Jihan menoleh memutar tubuhnya. “Ya, kamu memang pintar dalam segala hal, tapi asal jangan pintar bohong ya!”


Keanu tertawa dan memeluk erat tubuh Jihan dari samping. Mereka kembali menonton televisi. Di sana tersaji proagram infotainment malam. Berita di dalam televisi itu menampilkan Chintya yang akan menikah dengan pengusaha Jewelery.


“Dia mantan pacarmu kan, Kean?” tanya Jihan sembari menunjuk ke layar televisi.


Keanu menggeleng. “Mantan aku Cuma satu, yaitu kamu.”


“Wee …” Jihan menjulurkan lidahnya. “Bohong banget.”


Keanu kembali tertawa karena Jihan menjulurkan lidahnya sembari tersenyum.”Ih. ga percaya. Kalau itu cuma selingan.”

__ADS_1


“Berarti si Rachel itu juga cuma selingan?” tanya Jihan lagi.


“Kalau itu, selir.”


Plak


Keanu kembali mendapat pukulan di paha kanannya. “Aww… Sayang, kamu senang sekali memukulku.”


Jihan tetawa. “Lagian kelakuannya bikes, bikin kesel.”


Keanu ikut tertawa. Dalam hati, Keanu senang melihat Chintya kini mendapat kebahagiaannya. Walau bagaimana pun Chintya adalah wanita yang pernah sedikit menghibur saat ia terpuruk karena harus berpisah dari Jihan. Dan memang selama mereka berpacaran, Keanu tetap hanya menganggap Chintya teman bukan pacar.


****


Cuaca hari ini cukup cerah, tidak seperti sebelumnya yang mendung diringi curah hujan yang cukup tinggi. Oleh karena itu tim menunda latihan Keanu dan beberapa orang lainnya yang tergabung dalam merk otomotif yang berasal dari Jepang itu dan menggantinya dengan hari ini.


Keanu baru berlatih satu putaran, tapi ia merasa ada sesuatu yang tidak enak dengan motornya. Tidak sperti biasa. Lagipula kendaraan itu nampak tidak bertenaga, apalagi saat jalan lurus setelah menikung, membuatnya harus tertinggal banyak dari teman-temannya yang lain.


Kemudian, Keanu berhenti untuk mengecek kendaraanya di tempat ang tersedia.


“Ada yang tidak beres dengan motorku. Coba cek!” ucap Keanu pada mekanik kepercayaannya.


“Jika motormu ini masih belum memungkin. Kau harus memakai motor cadangan itu untuk pertandingan,” ucap salah satu tim mekanik berjenis kelamin pria yang berusia sekitar empat puluh tahunan.


“Oh, ****. Aku tidak mau. Aku lebih motorku yang ini. Dia sudah menemaniku beberapa kali putaran pertandingan, hingga aku namai dia si Meong.”


Pria mekanik itu pun tertawa. “Kau ini ada-ada saja.”


“Tapi ini untuk performamu, Kean. Motor cadangan itu memiliki spek dan mesin yang lebih baik. Kau tidak akan tertinggal.”


Keanu terdiam dan mengangkat bahunya. “Entahlah. Tapi aku masih berharap bisa memakai motor ini. Aku merasa chemistry ku cukup kuat dengan motor ini.”


Keanu menepuk motor yang kecepatan kilometer perjamnya sekitar seratus tiga puluh untuk dijalan tikungan dan hampir mencapai tiga ratus kilomater perjam jika di jalan lurus saat pertandingan.


Mekanik itu pun tersenyum. “Kau memang setia. Seharusnya predikar playboy tidak cocok untukmu.”


Keanu ikut tertawa. “Sejak dulu, aku memang pria setia. Entah mengapa waktu itu aku di cap playboy.”


Kedua pria itu tertawa sejenak dan mulai kembali dengan aktifitasnya. Tim mekanik lain membanu mengeluarkan motor cadangan itu untuk Keanu latihan. Keanu pun segera menaiki motor baru itu.


“Kau terlihat lebih gagah menggunakan motor ini, Kean,” ucap salah satu mekanik yang lain.

__ADS_1


“Oh ya?” tanya Kenau dengan ekspresi wajah yang sengaja dibuat semakin tampan dan keren. Walau pada dasarnya pria itu sudah terlihat tampan dan keren.


Di sisi lain, Rachel hanya memandang Keanu dari tempat yang tidak dekat dengan Keanu dan keempat pria yang tengah bersamanya. Rachel saat ini sedang membantu mobilitas salah satu pembalap yang lain dengan tetap satu bendera dari tempat Keanu berdiri.


“Cobalah!” ucap pria berusia empat puluh tahunan ini. Mekanik handal yang cukup dekat dengan Keanu. “Kau pasti ketagihan memakainya.”


Keanu tertawa. Kepalanya justru teringat akan hal lain ketika pria itu menyebut kata ketagihan.


“Ya, sama seperti istriku. Setelah mencobanya, aku juga ketagihan,” jawab Keanu ambigu.


Pria itu pun tertawa. “Kau gila, Kean.”


Lalu, Keanu membawa motor itu ke lapangan. Ia kembali memulai latihannya. Keanu mengemudikan motornya sesuai putaran seperti yang ia lakukan saat pertandingan. Terlihat di sana Fabio yang juga sedang asyik latihan. Sementara Mark tidak masuk dalam bendera yang sama seperti Keanu dan Fabio. Mark tidak lagi membawa nama merk otomotif yang sama dengan Keanu dan Fabio lagi. Namun, Fabio dan Keanu tetap berteman baik dengan Mark yang dua tahun lalu pernah bersama di tim ini.


Keanu latihan hingga sore menjelang. Ia menikmati profesinya, karena di sela latihan itu sering terselip canda tawa dari para tim saat beristirahat, kecuali Rachel. Wajah mekanik wanita itu memang tidak seceria dulu saat Keanu belum menikah.


Keanu masih berada di lapangan sembari mengendarai motornya. Ia sudah berada di putaran terakhir untuk mengakhiri latihannya. Dari kejauhan, Keanu melihat wanita melambiakan tangannya dengan senyum yang sering ia lihat saat membuka mata.


Keanu pun langsung membalas lambaian tangan itu seperti saat ia melambaikan tangan pada penggemarnya yang duduk di kursi penonton. Tapi wanita yang saat ini berdiri di kursi penonton bukan penggemarnya, melainkan istrinya. Urusannya di rumah sakit selesai lebih awal, Jihan pun sengaja menyusul suaminya di tempat latihan.


Keanu langsung membawa motor itu ketempatnya. Jihan pun menyusul sang suami ke tempat mekanik.


“Sayang.” Keanu langsung menghampiri Jihan yang juga sedang menghampirinya. Pria itu memeluk dan mencium sang istri, membuat Rachel kembali di dera cemburu.


Fabio pun dapat melihat itu karena kebetulan keduanya sama-sama baru saja menyelesaikan sesi latihan terakhir. Arah mata Fabio melihat kesinisan tatapan Rachel yang tengah terarah pada Keanu dan Jihan.


“Kenapa ke sini? Biar aku yang menjemputmu,” ucap Keanu sembari memberi kecupan ringan di bibir itu.


“Sesekali aku juga ingin menyemangatimu, Sayang.”


“Eum … manis sekali,” jawab Keanu senang.


Keanu tidak memperdulikan sekitar. Ia langsung asyik bersama sang istri dan memilih pamit cepat.


“Kean, hati-hati dengan Rachel,” ucap Jihan saat keduanya sudah tidak lagi berada di sirkuit.


Keanu yang sedang menyetir mobil, menoleh ke arah sang istri dan mengelus rambutnya. “Iya, Sayang. Aku akan hati-hati.”


Sementara di tempat sirkuit, Fabio masih berada di sana. ia belum meninggalkan tempat itu.


“Rachel, apa yang kau lakukan dengan motor Keanu?” tanya Fabio, membuat wanita yang sedang berjongkok di bawah motor itu pun terkejut.

__ADS_1


__ADS_2