
Keanu tersenyum saat kedua matanya terbuka dan melihat senyum Jihan merekah. Senyum manis itu menambah hari-harinya menjadi lebih bersemangat.
"Sudah bangun dari tadi?" tanya Keanu sembari mengerjapkan kedua matanya perlahan.
Jihan masih tersenyum manis dan mengangguk. Ia terus menatap suaminya
"Kenapa? Baru sadar kalau aku tampan?" tanya Keanu yang merasa bahwa Jihan terus memperhatikannya.
Jihan tetap senyum, tapi kali ini dengan memperlihatkan jejeran giginya yang rapih sembari menganggukkan kepala.
"Dari dulu ke mana aja? Hm?"
Keanu memiting kepala istrinya, membuat Jihan tertawa. Lalu, Keanu memutar tubuhnya menjadi berada di atas tubuh Jihan. Ia pun dengan gemas mengecup seluruh wajah itu.
"Ampun," ucap Jihan sembari tertawa.
"Ngga ada ampun," jawab Keanu yang juga sembari tertawa.
Keanu menciumi leher serta daerah sensitif yang membuat Jihan kegelian.
"Kean, udah. Geli," rengek Jihan dengan suara manja.
"Biarin. Ini buat wanita sombong yang membuat hidupku jungkir balik."
Jihan tertawa. "Aaa ... Keanu."
Bibir Keanu kini berada di daerah perut dan menggelitiki bagian itu hingga kebawah dengan menggunakan bibirnya.
"Kean, nanti kita terlambat. Katamu kita mau mengadakan konferensi pers." Jihan memperingatkan suaminya untuk segera siap-siap.
"Masih ada dua jam lagi." Keanu melirik jam yang menempel di dinding kamar itu. "Itu artinya masih ada waktu satu jam untuk satu ronde."
"Keanu ..." teriak Jihan sembari menggelengkan kepalanya.
Keanu tertawa puas. "Sorry, tidak ada penolakan."
"Kean ..."
"Apa?"
Jihan masih menahan suaminya yang sudah kembali mensejajarkan kepalanya dengan kepala Jihan.
"Nanti telat."
Keanu menggeleng. "Ngga."
"Kean." Jihan kembali menahan tubuh yamg sudah lapar dan siap memangsa.
"Apa?" tanya Keanu tersenyum gemas melihat ekspresi Jihan yang lucu karena wanita itu memang tidak pernah bisa menolak keinginan Keanu walau sebenarnya ia berat melakukan apa yang pria itu inginkan.
"Kita belum sarapan. Nanti Kak Gio ngetuk kamar kita lagi."
"No, Gio udah balik ke Itali pagi-pagi. Mungkin sekarang dia sudah berangkat," jawab Keanu senang.
"Oh ya? kok aku ga tau?"
Keanu tertawa. "Kemarin dia bilang mendadak harus kembali ke Itali."
Kemudian, Keanu kembali meneruskan aksinya.
"Kean." Lagi-lagi, Jihan menahan dada itu.
"Apalagi?" tanya Keanu yang semakin gemas.
__ADS_1
Jihan menggeleng. "Tidak ada."
Keanu tertawa dan menekan ujung hidung Jihan. "Suka labil."
Jihan ikut tertawa.
"So?" Kini Keanu yang bertanya kesiapan Jihan untuk melayaninya.
"Apalagi? Ayo cepat! Waktu kita cuma satu jam, atau tidak jadi sama sekali," ucap Jihan, membuat Keanu menyeringai.
"Oke."
Keanu bersemangat dan tidak menyia-nyiakan waktu yang hanya diberikan satu jam oleh Jihan.
****
Keanu dan Jihan sudah siap untuk berangkat ke sebuah hotel, tempat pertemuan ia dan para awak media.
Dret ... Dret ... Dret ...
Ponsel Keanu berdering ketika ia sedang menunggu Jihan mempersiapkan diri.
"Halo," ucap Keanu.
"Hei, kau yakin akan melakukan konferensi pers?" tanya Kevin, kakak satu-satunya Keanu.
"Kau tahu dari mana?" Keanu balik bertanya, pasalnya ia tidak memberitahukan rencananya ini pada siapa pun termasuk sang kakak. Walau Kevin selalu membantunya.
"Aku tahu semua. Tidak ada yang luput dari pantauanku termasuk kamu, Kean."
Keanu mengangguk dan tertawa. "Kau benar-benar Sultan, Kev."
"Ck." Kevin berdecak kesal. "Apa kau tidak memikirkan dampak dari yang kau lakukan ini?" tanyanya.
"Bagaimana dengan karir Papa?" tanya Kevin.
"Aku tidak akan menjatuhkan reputasi Papa. Percayalah!" ucap Keanu.
"Aku yakin kau juga akan melakukan hal yang sama sepertiku, jika pada posisiku sekarang," ucap Keanu lagi.
Kevin terdiam. "Baiklah, aku hanya mendukungmu."
"Terima kasih. Itu lebih dari cukup, Kev. Kau memang kakak terbaik," sahut Keanu.
Kevin pun tersenyum dan menyudahi komunikasi itu. Lalu, menarik nafasnya kasar.
Setelah komunikasi dengan sang kakak selesai, Keanu kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celana. Ia mengenakan celana panjang bahan hitam dengan jas yang senada dan kaos putih di balik jas itu. Keanu tampak tampan.
Lalu, Keanu menengadahkan kepalanya dan takjub pada sosok wanita yang sedang berdiri tak jauh darinya. Jihan tampak cantik dan elegan dengan dres berwarna hitam berkerah rendah tapi tidak sampai menampilkan belahan dadanya. Terlihat kalung berlian yang bertengger di leher Jihan. Kalung yang diberikan Keanu sebagai mas kawin, lengkap dengan cincinnya.
Keanu melangkah perlahan mendekati sang istri. "Kamu cantik sekali."
Jihan tersenyum dan menyentuh dada bidang Keanu. "Kamu juga tampan sekali."
Mereka pun tertawa.
"Kau siap?" tanya Keanu sembari memasang lengannya untuk digandeng.
Jihan mengangguk. "Siap." Ia pun menyelipkan lengannya pada lengab Keanu.
"Baiklah. Ayo kita berangkat" ajak Keanu yang langsung diangguki Jihan. "Ayo!"
Keanu dan Jihan keluar kamar. Tak lupa mereka pamit pada Wiliam dan Lastri. Lastri hanya bisa memeluk putrinya, mensupport lewat pelukan. Begitu pun dengan Wiliam yang melakukan hal sama untuk Keanu.
__ADS_1
Setelah konferensi pers selesai, mereka akan langsung terbang ke Jakarta.
Setibanya di hotel xxx, Keanu dan Jihan langsung diserbu para wartawan. Mereka hanya dikawal oleh orang suruhan Gio.
Lampu kerlap kerlip menghiasi wajah Keanu dan Jihan karena cahaya blitz dari kamera para warta yang membidik mereka.
Sepanjang jalan menuju meja konferensi pers itu, Keanu terus memeluk pinggang istrinya, membuat para wanita yang memuja si pembalap itu iri. Apalagi saat sampai di meja itu, Keanu menggsser kursi untuk Jihan duduk. Sontak aksi Keanu pun mendapat teriakan dari para wartawan wanita yang ingin diperlakukan seperti itu.
"Ya ampun Keanu ganteng banget."
"Putra Pak Kenan, keren abis."
Puji para wartawan yang berjenis kelamin wanita saat melihat Keanu duduk di sana. Ya, pria itu memang sangat tampan.
Keanu mulai mengarahkan mic kecil itu pada bibirnya, setelah sebelumnya konferensi pers ini dibuka oleh seseorang yang tak lain adalah pengacara Gio sekaligus kaki tangan yang mengurusi usaha legalnya di negeri ini. Lebih tepatnya, perusahaan Wiliam.
Keanu dipersilahkan bicara. Namun, sebelum itu ia melirik ke arah Jihan sembari tersenyum dan menggenggam tangan itu.
"Selamat siang. Saya mengumpulkan kalian di sini, untuk mengumumkan sesuatu yang penting." Keanu kembali menatap Jihan yang juga menatapnya.
"Wanita di sebelah saya adalah Jihan Prameswari. Dia adalah seorang dokter spesialis neorologi sekaligus adiksi di BNN pusat. Saya mengenalnya sangat lama. Saya juga memujanya, mencintainya," kata Keanu lagi yang langsung mendapat sorakan setelah kalimat terakhir terlontar.
Jihan tersipu malu, hingga menunduk sesaat. Sedangkan Keanu tersenyum tanpa melepas tatapannya pada Jihan.
"Dan saya sudah menikahi wanita dihadapan saya ini tepat di hari Sabtu, tanggal 10 Mei atau sekitar hampir dua minggu lalu."
"Hah ..." Semua orang terkejut.
"Bukankaj anda sudah memiliki kekasih? Bagaimana dengan kekasih anda?" tanya langsung salah satu wartawan itu.
"Kami sudah putus sebelum kami tiba di sini," jawab Keanu.
"Bukankah ada rumor bahwa kekasih anda hamil?" tanya salah satu wartawan pria.
"Mungkin, tapi saya tidak tahu karena kami lost kontak sejak tiga bulan terakhir," jawab Keanu tegas.
"Bagaimana dengan keluarga anda? Mengapa tidak ada resepsi mewah untuk seorang putra Adhitama," celetuk salah satu wartawan yang lain.
Keanu kembali menatap istrinya dan beralih pada media. "Kebetulan semua sibuk sehingga kami memutuskan sendiri acara kami," jawab Keanu tanpa menjatuhkan reputasi sang ayah.
Para wartawan itu pun mengangguk.
Di tempat lain, Kenan mendapat telepon dari sang ibu
"Kau sudah lihat breaking new?" tanya Rasti.
Kenan menggeleng. "Kenan sibuk, Mam. Tidak sempat melihat berita."
"Kau harus lihat, Ken. Putramu membuat ulah lagi."
Kenan langsung menyalakan televisi dan mencari channel yang diperintahkan Rasti.
"Keanu, apalagi yang kau lakukan?" tanya Kenan kesal.
"See! Kau lihat yang dilakukan anak kesayangan Hanin?" Rasti mengompori.
Rahang Kenan mengeras. Kekesalannya semakin diujung tanduk untuk putra bungsunya itu.
"Keanu akan pulang, Mam. Lihat saja apa yang akan Kenan lakukan untuknya," jawab Kenan di telepon.
Rasti mengangguk dan mematikan sambungan telepon itu. Malam ini ia tidak akan pergi ke mana-mana. Rasti ingin bertemu Keanu karena sang cucu pasti akan membawa istrinya. Ia heran pada Jihan yang tak mendengar peringatan darinya. Jihan juga telah melanggar janjinya untuk tidak mendekati Keanu apalagi sampai menikahinya. Tapi kali ini Jihan melanggar janji dan hal itu jelas membuat marah Rasti.
"Kau seperti kacang yang lupa kulit, Jihan," gumam Rasti kesal setelah meletakkan kembali ponselnya saat nada sambung pada Kenan terputus.
__ADS_1