Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
Bonchap 5


__ADS_3

“Yang, tolong gosokin punggung aku!” Keanu menyodorkan bath sponge pada Jihan yang baru saja meletakkan handuk kimono tepat di samping bathub yang masih berisikan tubuh Keanu.


Jihan meraih bath sponge tanpa gagang itu dan hendak menggosokkan punggung Keanu. Hampir setiap hari ia melakukan ini. Jihan akan memandikan sang suami dan membantu memakaikan baju. Jihan tidak merasa keberatan sama sekali. Ia senang bisa melayani Keanu disaat kondisi pria itu belum pulih normal.


“Aku sudah membelikan bath sponge yang bergagang supaya kamu mudah menggosok punggumu, Kean,” ucap Jihan sembari duduk di pinggir bathub dan menggosok punggung suaminya.


Keanu menggeleng. “Aku tidak suka memakai itu. Aku lebih memakai bath sponge yang ini.”


Keanu menoleh ke belakang dengan memasang waja mesumnya. “Supaya bisa mandi bareng terus sama kamu.” Tak lupa pria itu berucap sembari menaikturunkan alisnya.


“Ish. Dasar mesum!” Sontak Jihan menyiram busa ari di dalam bathub itu ke kepala Keanu.


Keanu pun tertawa. Sayangnya pagi ini, Jihan sudah lebih dulu dan sudah berpakaian rapi hingga Keanu tidak bisa mandi bersama dengan wanita cantik itu.


Keanu membalas Jihan. Ia juga menyipratkan busa itu ke arah Jihan.


“Kean, jangan! Aku sudah rapi,” rengek Jihan sembari mengusap bajunya yang sedikit basah dan busa yang menempel.


Jihan mengerucutkan bibirnya, membuat Keanu tertawa. “Ayo mandi lagi!”


Jihan menggeleng. “Ngga.”


“Ayo!”


“Ngga. Kean. nanti kita kesiangan.”


“Sebentar.” Keanu menarik lengan istrinya.


“Ngga akan sebentar.” Jihan masih bersikukuh dengan pendiriannya. Sembari tertawa, ia menolak keinginan sang suami.


“Ck. Pelit,” kata Keanu dengan mngerucutkan bibirnya.


Kini, Jihan yang tertawa melihat ekspresi itu. “Biarin.”


Jihan meninggalkan Keanu, setelah selesai menggosok punggung itu, lalu mengguyur lagi kepala Keanu dengan busa. Jihan berlari menjauh dan meledek Keanu dengan menjulurkan lidahnya.


“Jail,” ucap Keanu kesal, walau bibirnya tetap tersenyum. “Awas ya! Nanti aku balas.”


Jihan pun tertawa senang dan keluar dari kamar itu, lalu menutup pintu dengan sempurna. Ia beralih ke dapur, memastikan masakannya sudah matang dan mengajak Rasti untu sarapan bersama.


“Eh, Oma sudah bangun,” sapa Jihan saat melihat Rasti sudah duduk di meja makan.

__ADS_1


“Oma sudah bangun sejak subuh.”


“Tidak tidur lagi, Oma?” tanya Jihan.


“Bagaimana Oma bisa tidur lagi? kalau kalian berisik sekali.”


Ups. Jihan langsung menghentikan aktifitasnya yang hendak menuangkan masakannya ke dalam piring. Sepertinya, Jihan salah bertanya.


“Bisa kah kalian membuat kamar yang kedap suara seperti Kenan? Agar Oma tidak mendengar suara-suara gaib itu.”


Jihan langsung tersenyum. “Maaf, Oma.” Ia ikut duduk di depan nenek suaminya.


“Apa kalian melakukannya sepanjang waktu?” tanya Rasti ambigu.


JIhan pun tercekat dan menggeleng. Lalu, ia merubah kepalanya menjadi mengangguk. “Tidak juga, Oma.”


“Tidak juga, tapi kepalamu mengangguk.”


Rasti benar-benar membuat Jihan kehilangan kata-kata, bahkan kehilangan urat malunya.


“Ternyata, Keanu lebih ganas dari ayahnya. Heran.” Rasti menggelengkan kepala.


Jihan pun tidak menanggapi. Ia pamit pada Rasti untuk melihat Keanu di dalam kamar. “Ji, pamit ke kamar sebentar ya, Oma. Keanu sepertinya butuh bantuan untuk memakai baju.”


“Kalau Oma lapar, Oma makan saja duluan.”


Rasti menggeleng. “Tidak. Oma mau makan bersama kalian.”


Jihan pun tersenyum dan kembali pamit. Wanita sepuh itu memang banyak maunya, tapi Jihan justru senang dengan keberadaan Rasti, karena ia memiliki alasan jika Keanu memang menginginkannya sepanjang waktu.


Jihan membuka pintu kamar dan ia melihat Keanu yang tengah kesusahan memakai kemeja panjang. Pagi ini, mereka memang akan bersiap untuk menghadiri perhelatan ajang balapan dunia di tempat yang tak jauh dari tempat tinggal mereka.


Akhirnya, ajang pertandingan balapan bergengsi itu akan digelar hari ini. Keanu hanya akan menjadi penonton. Ia tidak ikut bersama teman-teman yang lainnya membalap nanti, karena kondisi tubuhnya yang tidak memungkikan. Lagi pula, Keanu sudah resmi mengundurkan diri sejak musim ini.


“Sini, aku bantu!” Jihan langsung meraih lengan kemeja itu dan memakaikan pada lengan Keanu yang masih berblut gips.


Rencananya gips itu akan dibuka lusa, setelah mereka melakukan kontrol untuk yang keempat kalinya.


“Dari tadi ke mana aja sih? Tega banget biarinin aku memakai baju sendiri,” gerutu Keanu.


Jihan tersenyum. “Iya, Maaf. tadi aku bicara sama Oma sebentar.”

__ADS_1


Keanu pun mengangguk. Kemudian, Jihan memakaikan kemeja itu dengan sempurna dan menggulung lengan kemeja yang panjang itu hingga siku. Jihan juga membantu Keanu memakai celana jeans nya yang berwarna hitam.


“Kean, nanti kamar kita dibuat kedap suara ya,” ucap Jihan tiba-tiba membuat kening Keanu mengernyit.


“Memang kenapa? Kok kamu tiba-tiba meminta itu?”


Jihan yang sudah selesai membantu suaminya berpakaian pun berdiri tepat di depan Keanu. Mereka berdiri berhadapan. Keanu juga mengambil pinggang sang istri agar semakin dekat.


“Tidak apa. Aku hanya khawatir kalau bercinta kita di dengar orang,” jawab Jihan lembut sembari mengusap dada Keanu yang menempel pada tubuhnya.


“Memang siapa yang dengar? Di rumah ini hanya ada kita.”


“Ada Oma. Aku malu kalau Oma mendengar sara gaib kita saat bercinta.”


Sontak Keanu tertawa. “Oh itu. biar saja. lagian Oma sudah faham dengan kondisi itu. Kamu dengar kan waktu itu Oma mengatakannya saat di cottege.”


“Kean. tapi tetap saja malu.”


“Tidak apa, Sayang. Justru aku malu, kalau kita sudah berusaha tapi belum juga mendapatkan hasil. Ah, aku malu sudah keduluan Papa Wil.”


Sontak, kini Jihan yang tertawa. “Ya, kamu payah.”


Jihan malah sengaja membuat Keanu berkecil hati. Padahal ia tahu bahwa dirinya sudah dibuahi dan sedang berbadan dua. Hanya saja, Keanu belum mengetahui.


“Eh, ngeledek ya!” kesal Keanu membuat dirinya menggelitiki sang istri.


“Kean, jangan!” Jihan tertawa geli sembari meliuk-liukkan tubuhnya dan berusaha menghindar.


Keanu tertawa. “Lagian nyebelin.”


Jihan kembali tertawa. “Biarin.”


****


Usai menikmati sarapan bersama Rasti, Keanu dan Jihan berangkat untuk menghadiri perhelatan yang dilihat oleh mata dunia. Keanu juga menjadi salah satu tamu kebanggaan dan akan duduk di samping presiden dan petinggi negara lainnya sebagai perwakilan. Sayangnya, sang ayah tidak ikut hadir di sini dan menjadi perwakilan. Kenan tengah berada di luar negeri ditemani oleh sang istri. Pria itu juga sedang berkunjung ke salah satu negara dalam rangka dinas sesuai jadwal dari asistennya.


Setibanya di sana. Keanu yang diantar oleh sopir pun langsung dicegat oleh awak media.


“Mas Kean, bagaimana perasaan anda karena tidak bisa ikut tampil di negeri sendiri?” tanya salah seorang wartawan pada Keanu.


“Sedih pasti. Tapi mau bagaimana lagi? Kita tidak bisa menghindar dari musibah,” jawab Keanu tanpa memberitahu sebab yang terjadi hingga dirinya menjadi seperti ini.

__ADS_1


Dari kejauhan Rachel tampak merasa bersalah. Fabio pun memeluk kekasihnya dari samping. Memang terbesit rasa kecewa di hati kecil Keanu karena tidak bisa menunjukkan performanya di negerinya sendiri. Walau pria itu tidak pernah menunjukkan kecewanya, tapi Jihan bisa melihat itu. oleh karenanya, Jihan sengaja meluangkan aktu hari ini untuk menemani sang suami. Ia juga akan memberi kejutan sepulang dari tempat ini, agar rasa sedih Keanu teralihkan oleh kejutan yang berupa dua garis merah itu.


__ADS_2