
Kenan sudah mengatur jadwalnya. Ia akan menemani sang istri untuk mengantar Bi Lastri ke rumah Wiliam. Rencananya, mereka akan berangkat tepat pukul empat sore.
Di Surabaya, Keanu mengantar sang istri menuju rumah sakit tempat ia dinas sebelum mengambil kedinasannya di Lombok. Jihan sengaja mampir ke tempat itu untuk menyerahkan beberapa berkas yang tertinggal di kamarnya.
“Kamu tunggu di sini ya,” ucap Jihan meminta Keanu untuk tetap berada di dalam mobil.
Keanu menggeleng. “Aku ingin mengantarmu sampai dalam.”
“Tidak usah. Kean. nanti status kita akan tercium publik.”
Keanu menarik nafasnya kasar dan mengalah. Sejujurnya ia tidak suka menikah diam-diam seperti ini, ia ingin dunia tahu bahwa Jihan adalah istrinya. Lalu, Jihan pun keluar dari mobil dan memasuki rumah sakit itu sendiri. Keanu hanya bisa melihat punggung sang istri yang semakin jauh dari balik kaca mobil yang besar. Dan, sebelum memasuki lobby itu, Jihan kembali menoleh ke arah mobil yang berisi suaminya. Wanita itu tampak tersenyum manis untuk mengubah suasana hati Keanu yang kesal karena tidak diperbolehkan mengantarnya ke dalam.
Keanu pun ikut tersenyum. Namun, beberapa menit kemudian senyum di bibir itu pudar, setelah ia melihat sang istri keluar dari gedung itu bersama seorang pria yang menggunakan jas putih. Wajah Keanu semakin tertekuk karena melihat Jihan yang berinteraksi dekat dengan pria itu. pria yang nampak sebaya dengannya.
Jihan pun melambaikan tangan dengan tersenyum manis ke arah pria itu, lalu menghampiri suaminya di dalam mobil.
“Huft, selesai. Ayo kita ke hotel!” ucap Jihan setelah kemali duduk di samping Keanu.
Keanu pun langsung menyalakan mesin mobil dan mengendarainya. Pria itu tak lagi tersenyum seperti saat pertama kal mereka keluar dari rumah.
“Kamu kenapa?” tanya Jihan pada suaminya yang sedang menyetir.
Keanu menggeleng.
Jihan tahu bahwa ada sesuatu yang disembunyikan darinya. Wanita itu pun menggeserkan duduknya untuk menghadap ke arah Keanu. Lalu, menarik dagu pria itu. “Ada apa, hmm?”
Keanu pun menoleh dengan wajah cemberut, membuat jihan tersenyum melihat ekspresi itu.
“Pria tadi siapa?”
“Yang mana?” tanya Jihan bingung.
“Yang tadi mengantarmu keluar gedung.”
Jihan pun tertawa. “Ah, jadi karena itu kamu diam.”
Keanu langsung mencubit p*ting dada Jihan dari balik kemeja yang wanita itu pakai.
“Aww … Kean!” Jihan membulatkan matanya. Ia kesal dengan tangan jahil itu.
Kini, pria itu tersenyum menang. “Jangan sekali-kali tersenyum semanis itu pada pria lain!”
“Ck. Dia itu rekan satu timku, Kean.”
“Siapa pun itu. Pokoknya kamu hanya boleh tersenyum manis sepetrti itu di depanku saja,” jawab Keanu.
Jihan cemberut dan meluruskan posisi duduknya. Kemudian, Keanu memberhentikan mobil tepat di perempatan karena lampu merah yang sepertinya memakan waktu lama.
Tiba-tiba Keanu mendekati wajah sang istri dan menciumnya. Mendapat serangan dadakan, Jihan pun langsung membuka mulutnya. Walau ia cukup was-was karena mereka berada di tengah-tengah jalan. Ciuman Kean turun ke leher dan perut Jihan. Tangan pria itu pun mengelus pahanya, hingga rok sepan itu tersingkap ke atas dan kedua kancing kemeja atas jihan terlepas.
“Kean, sebentar lagi lampu hijau!” Jihan memperingatkan sang suami agar tidak melakukan lebih.
Tapi, bukan Keanu namanya kalau menurut. Bibir pria itu justru sudah sampai ke bagian Inti Jihan. Bodohnya, Jihan malah memberi akses dengan membuka kakinya. Wanita itu menggigit bibirnya ketika Keanu menggigit bagian kecil di bawah sana.
“Keun … berhenti! Udah lampu hijau,” ucap Jihan dengan meremas rambut Keanu dan mata sayu yang tertuju pada lampu lalu lintas.
__ADS_1
Namun, Keanu tidak mendengar. Ia masih asyik dengan aktifitasnya. Kedua tangan itu pun setia berada di dada Jihan.
Tin … Tin .. Tin …
Suara klakson dari belakang mobil menyadarkan Keanu dari kegiatan itu. Ia terpaksa mengakhiri aksinya.
Keanu pun bangkit sembari menggerutu. “Ck. Ganggu aja sih.”
“Kamu nya yang ga liat tempat, Kean.” Jihan kembali merapikan kemeja dan rok nya.
Kain segitiga pengaman yang Jihan gunakan pun sudah basah akibat ulah Kanu tadi. Keanu kembali menjalankan mobilnya dengan senyum menyeringai.
“Kamu sudah sangat basah, Sayang,” ujarnya.
Plak
Jihan memukul lengan kekar yang sedang menyetir itu. “Ya, itu karena kamu. Mesum di tengah jalan.”
Keanu pun tertawa. “Abis aku ga tahan kalau deket kamu.”
Jihan mencibir. “Dasar!”
Keanu tersenyum. Ia senang karena Jihan tidak lagi segalak dulu. Jika dulu, Jihan akan marah-marah dan galak ketika ia berusaha menyentuhnya, tapi sekarang Jihan membiarkan Keanu menyentuh tubuh bagian mana pun yang ia mau dan sebanyak apa pun.
Keanu pun kembali tersenyum sendiri saat mengingat galaknya wanita yang duduk di sebelahnya ini, sehingga ia harus menggunakan banyak trik agar bisa mencium dan menyentuh wanita itu.
“Kenapa senyum-senyum sendiri? Tadi aja, cemberut.” tanya Jihan.
“Ngga apa-apa. Cuma seneng aja karena sekarang mau aku apain aja, kamu ga marah.”
Keanu mengangguk. “Andai sejak dulu, aku nekat seperti ini. Mungkin aku tidak keduluan orang lain,” ujarnya membuat Jihan terdiam dan meluruskan pandangan.
Keanu menoleh ke arah Jihan dan menggenggam tangan jihan, lalu mengecup punggung tangan itu sembari tetap fokus menyetir. Ia khawatir perkataan tadi malah menyinggung perasaan lembut sang istri.
“Tapi aku tetap bahagia. karena yang penting kita bersama, kapan pun itu waktunya. Kamu juga bahagia kan?” tanyanya, membuat jihan menoleh ke arah suaminya dan mengangguk.
Lalu, Kean kembali mencium punggung tangan itu dan tidak melepaskan hingga tiba di lobby hotel. Keanu terpaksa memakai mobil mertua untuk pergi ke sana ke mari.
Di dalam hotel, ia langsung disambut oleh petugas dan mengantarkan ke kamar yang sudah di pesan. Jihan langsung memasuki kamar itu dan tersenyum melihat pemandangan kota dari tengah-tengah. Tak lama kemudian, ia merasakan dua tangan melingkar di pinggangnya. Bahunya pun terasa berat, karena Keanu menempelkan dagunya di sana.
“Suka?”
Jihan mengangguk. “Suka.”
“Akhirnya, kita bisa melewati malam panjang tanpa gangguan.”
Jihan menoleh dan tersenyum ke wajah bergairah yang sejak semalam belum tersalurkan. Kenu pun ikut tersenyum dan memutarkan tubuh itu. Perlahan, kedua tangan Keanu melepas kancing kemeja itu, hingga terpampang dua gunung kembar yang masih terbalut kain. Kemeja itu pun terja terjatuh begitu saja ke lantai. Lalu, tangan itu kembali meraba pinggang Jihan dan mencari pengait rok, hingga kain itu pun terlepas dari tubuh Jihan dan kembali terjatuh di lantai.
Sontak, Jihan menahan lengan Keanu. “Apa kita akan melakukannya sekarang?”
Jihan menatap mata Keanu yang berkabut gairah. Pria itu seperti bukan dirinya. Keanu tidak menjawab, hanya gerakan tangannya saja yang bergerak dan terus melucuti seluruh pakaian yang melekat di tubuh itu. Ia sudah benar-benar tidak bisa menahan gairah ini lagi. Ia ingin segera menyatu dengan tubuh wanita yang ia sangat cintai ini.
“Ini masih siang, Kean,” ucap Jihan lagi sembari menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi dada yang sudah terbuka karena Keanu berhasil melepas kain yang semula menutupi bagian itu.
Namun, Keanu hanya membalas dengan senyum dan menarik lembut kedua tangan Jihan agar tidak menutupi asetnya yang sempurna.
__ADS_1
“Kamu benar-benar indah, Sayang.”
Keanu mendekat dan ******* bibir Jihan. Reflek, kedua tangan Jihan pun melingkar di leher itu, meremas kepala Keanu saat pria itu menerobos lidahnya lebih dalam ke rongga milik sang istri.
Keanu terus menyesap bibir sang istri dengan kedua tangan yang meraba punggung hingga bongkahan bulat di bagian belakang itu. Kedua tangan Keanu menyentuh kulit lembut yang sudah tak lagi dilapisi benang sehelai pun. Ia juga dengan cepat mengangkat kedua kaki Jihan agar melingkar di pinggangnya. Lalu, membawa tubuh itu ke atas tempat tidur dan membaringkan perlahan.
“Mmpphh …” Nafas Jihan terengah, saat pagutan itu terlepas.
Keanu berlutut di atas kedua paha Jihan sambil membuka pakaian dengan gerakan cepat. Setelah semua terlepas, ia kembali menindih Jihan dan menatap mata wanita yang berada di bawah kungkungannya itu dengan penuh cinta.
Jihan memejamkan mata saat Keanu mulai menciumi seluruh wajahnya. Cinta Keanu terasa sampai di hatinya melalui sentuhan itu. Sentuhan yang amat lembut dan memabukkan. Bibir Keanu mulai turun hingga ke kaki. Tidak ada satu bagian tubuh itu yang terlewat dari bibirnya. Lenguhan Jihan terdengar merdu saat Keanu gemas dan menggigit bagian tubuh yang ia telusuri itu.
Keanu mulai merenggangkan kedua paha Jihan untuk memainkan bagian yang akan menjadi pusat favoritnya.
“Kean, Jangan! Itu jorok.” Jihan mencoba menahan apa yang ingin Keanu lakukan pada bagian itu. Ia berusaha ingin bangkit untuk menjauhkan kepala Keanu dari tempat itu, tapi tubuhnya tak kuasa karena Keanu sudah memulai aksinya.
“Hmm … ah. Kean.”
Keanu semakin gemas dan terus memainkan bagian itu hingga menggigitnya kecil. Jihan pun semakin melenguh hingga ia berteriak minta dilepaskan.
“Ke … an. Su .. dah. Ah.”
Keanu menyeringai, ia semakin senang dengan wajah sayu Jihan yang tampil begitu sexy.
“Aaa …” Jihan pun menjerit saat sesuatu meledak untuk pertama kali.
Keanu kembali mensejajarkan wajahnya pada wajah Jihan. Ia tersenyum lebar saat menyaksikan wajah cantik itu tampak sexy karena sedang melepaskan sesuatu.
Nafas Jihan terengah-engah. Jantungnya berdetak kencang hingga dada itu terlihat naik turun.
“Enak?” tanya Keanu.
Jihan mengangguk. Walau ini adalah hal pertama yang Jihan rasakan, tapi ia cukup tahu apa yang terjadi pada dirinya tadi.
“Kamu nakal, Kean.”
Keanu tertawa dan mengusap wajah istrinya. “Aku suka melihat ekspresimu tadi. Kau sangat sexy.”
Jihan tersenyum malu dengan nafas yang masih belum teratur.
“Sekarang giliranku,” ucap Keanu yang mulai menempelkan sesuatu di depan bagian yang meledak tadi.
Sebelumnya, Jihan cukup takut dengan singkong premium sesion tiga itu saat Keanu melepas calananya dan menampilkan benda itu. Namun, Keanu tidak merasa takut bahwa Jihan akan kesakitan, mengingat menurutnya ini bukanlah kali pertama untuk wanita itu.
“Aaaa …” Jihan menjerit, karena Keanu mencoba langsung menerobos lembah itu.
“Hei, Kenapa?” tanya Keanu bingung.
“Pelan-pelan, Kean. Ini sangat sakit.”
Keanu semakin bingung melihat ekspresi Jihan. Namun tanpa bertanya lagi, ia segera memelankan aksinya. Berkali-kali Keanu mencoba, tapi pertahanan Jihan sangat kuat sehingga lembah itu tak mudah diterobos.
“Kau masih ….?” Tanya Keanu menggantung.
JIhan pun mengangguk. “Ya, aku janda yang belum tersentuh.”
__ADS_1
Keanu memejamkan matanya dan memeluk Jihan erat. Ia tidak tahu bahwa ia akan seberuntung ini. Padahal ia tulus menikahi Jihan karena mencintai wanita itu dengan sangat tanpa peduli Jihan mash bersegel atau tidak. Tapi, Tuhan memberikan lain. Ia seperti mendapat jackpot dua kali lipat, karena bukan hanya hati Jihan yang mampu ia miliki tapi juga raganya secara utuh karena dia adalah orang pertama yang menyentuh tubuh itu.