Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
Pasukan Gomes datang


__ADS_3

Gio sangat terkejut. Walau ia juga merasakan bahwa dirinya dan Clara memiliki banyak persamaan, hingga kedua bola mata mereka yang berbentuk sama, tapi ia tak berpikir sejauh itu. ia tak menyangka bahwa mereka bersaudara.


Gio tetap menodongkan senjata ke arah Jihan.


“Gio lepaskan senjata itu dari adikmu,” teriak Wiliam. Sementara Gio masih memandang Jihan yang terlihat tak gentar dan membalas menatapnya.


“Apa itu benar?” tanya Gio pada Jihan.


Namun, wanita itu mengangguk diirngi air mata yang turun dari pelupuk matanya. Sungguh ia tidak meminta dilahirkan dari keluarga ini, tapi ia harus menerima takdirnya dan mengajak orang-orang yang ia sayangi untuk kembali pada jalan yang benar.


“Itu benar,” teriak Keanu dengan kedua tangan yang dikunci kebelakang oleh bodyguard Gio.


“Kean,” panggil Jihan lirih saat melihat pria yang dicintai itu datang bak pahlawan untuk kesekian kali. “Apa yang kamu lakukan, Kean?”


“Aku mengkhawatirkanmu. Aku tidak bisa diam saja di rumah seperti orang gila, menunggumu menelepon.”


Arah mata Wiliam langsung tertuju pada Keanu, anak dari musuh bebuyutannya yang menghalangi dirinya untuk mengambil Jihan serta ibunya kala itu. Wiliam tahu betul siapa pembalap dari Indonesia yang masuk ke kancah internasional dan tinggal di sini. Ia sering melihat pertandingan Keanu di televisi.


“Keanu Putra Adhitama,” seru Wiliam menyebut nama si pembalap itu.


“Ya, aku Keanu Putra Adhitama. Anak yang telah memisahkanmu dan putrimu. Dan kini, beliau juga yang memsiahkanku dengan putrimu. Tapi aku tahu, yang Papaku lakukan hanya untuk melindungi orang kepercayaannya, yaitu Lastri, wanita yang kau renggut kehormatannya secara paksa.”


Gio semakin pusing. Semua kacau. Keadaan tidak berjalan seperti yang biasanya berjalan. Ia tidak bisa menghukum Jihan, karena ada ikatan yang membuatnya tidak bisa melakukan itu. Ia juga tidak bisa berhenti dari bisnis ini karena nantinya nyawanya yang akan menjadi taruhan.


Lalu, Gio menurunkan tangannya. Ia tidak bisa menarik pelatuk dan menghunuskan peluru ke kepala Jihan. Tidak bisa.


Di lain sisi. Wiliam terdiam. Ia menyadari bahwa semua kekacauan ini karena ulahnya. Ulahnya di masa lalu yang melahirkan anak seperti Jihan, yang kemudian menjadi penghancur kerajaan bisnisnya kini. Menyesalkah Wiliam? Tidak, dia tidak menyesal. Terlebih saat melihat kecantikan dan kehebatan putrinya. Di tambah kemuliaan dari jiwa sang putri yang dengan senang hati mengobati pria yang membuat hidupnya hancur.

__ADS_1


“Jihan. Jihan prameswari,” ucap Wiliam pada Jihan sembari merentangkan kedua tangannya.


Jihan pun berlari mendekati sang ayah dan masuk ke dalam pelukan itu. Wiliam memeluk sang putri dengan erat.


“Maafkan Papa, Nak. Maaf, Papa tidak bermaksud membuangmu dan ibumu.”


Untuk pertama kalinya Wiliam menangis dan untuk pertama kalinya Gio melihat sang ayah meneteskan air mata. Padahal pria itu pantang menangis, hingga saat kejadian tragedi yang menewaskan istri sekaligus ibu Gio saja, Wiliam tidak menangis. Pria itu hanya diam dan tidak lagi banyak bicara apalagi tersenyum, hingga senyum itu mulai muncul saat kedatangan Clara atau Jihan.


“Lepaskan dia!” pinta Gio lirih pada bodyguard yang mengunci kedua tangan Keanu ke belakang.


Gio merubuhkan tubuhnya di sofa sembari menekan pelipisnya. Sedangkan Keanu tersenyum haru melihat Jihan memeluk ayah biologisnya. Akhirnya, apa yang wanitanya inginkan tercapai juga. Jihan bisa memeluk Wiliam sebagai ayah dan anak, bukan sebagai pasien dengan terapisnya.


“Aku menyayangimu, Nak,” ucap Wiliam yang masih memeluk Jihan. “Kesalahanku padamu dan ibumu memang besar. Bahkan tak termaafkan. Tapi percayalah setiap hari aku meminta amaaf atas apa yang kulakukan pada ibumu dulu.”


Jihan pun masih menangis di dada sang ayah. “Ya, kau memang tidak bisa dimaafkan. Aku membencimu. Tapi aku tidak bisa menghilangkan darahmu dari tubuh ini.”


Wiliam kembali menangis. “Maaf.”


“Sh*t,” umpat Gio kesal.


“Aku akan memabwa Jihan pulang,” ucap Keanu.


Pelukan antara Wiliam dan Jihan pun terlerai. Wiliam menatap Keanu. Ia melihat cinta yang besar di mata pembalap itu untuk putrinya.


“Jangan pisahkan aku dengan putriku lagi!" kata Wiliam.


“Kalau begitu, ikutlah bersama kami,” sahut Keanu.

__ADS_1


Gio tertawa. “Kita tidak mungkin keluar begitu saja dari negara ini, Pa. Gomes pasti sedang menuju ke sini dan akan membunuh kita semua.”


“Jangan khawatir! Kepolisian juga sedang menuju ke sini. Kau akan lebih aman di dalam penjara, Gio,” ucap Keanu lagi.


Gio menatap Keanu. Pilihan Gio hanya dua, dipenjara atau mati. Kalau pun di dalam penjara nanti, ia pasti akan menjadi informan polisi karena mereka akan mencecar banyak pertanyaan untuk menangkap mafia-mafia kelas kakap melalui Gio. Gio pun tidak akan lepas dari kematian karena orang-orang Gomes akan mencari cara untuk menghabisinya agar mata rantai itu terputus, walau ia berada di dalam tahanan.


Wiliam menggeleng dan menatap Gio. “Aku tidak bisa meninggalkan putraku. Dia seperti ini karena aku. Aku ikut andil dari apa yang Gio lakukan sekarang.”


Duar


Terdengar suara tembakan laras panjang yang hendak merusak pintu gerbang dan ingin memasuki rumah besar ini.


“Bos, pasukan Gomes datang,” teriak Craig.


“Sh*t.” Gio kembali mengumpat. Tebakan Gio benar. Kegagalannya hari ini harus dibayar dengan nyawa dan kekuasaan.


“Keanu, selamatkan ayahku dan adikku,” ucap Gio yang langsung berlari keluar bersama Graig dan semua anak buahnya yang berada di dalam.


Dor .. Dor … Dor …


Terdengar suara sahutan tembakan dari dalam rumah. Gio melihat ke arah luar. Ia melihat anak buahnya yang berjaga di luar sana saling baku tembak dengan pasukan Gomes yang hendak memasuki rumah ini.


“Luna, keluar!” pinta Craig pada kekasihnya. Walau mereka berpcaran karena simbiosis mutualismu dan saling menguntungkan, tapi Craig mencintai wanita bodoh itu.


Luna berlari. Lalu, Jihan menarik tangan Luna. “Ikut bersamaku.”


Jihan juga membawa Nancy. Sedangkan Keanu mendorong kursi roda Wiliam. Ia mencoba mencari jalan keluar untuk para wanita dan orang tua ini.

__ADS_1


Jihan dan Keanu berlari beriringan. Keanu mengambil tangan Jihan yang kerap bersentuhan karena kepanikan itu. Lalu, keduanya berpandangan dan tersenyum. Di wajah itu Jihan hendak mengatakan terima kasih, karena lagi-lagi Keanu menolongnya. Entah bagaimana wanita itu membalas semua kebaikan Keanu, karena setelah mereka berhasil dari tragedi menegangkan ini, mereka belum tentu bersatu. Di luar sana ada Chintya dan pria yang menunggu Jihan yang sudah melamar.


Namun, Jihan tidak akan melupakan semua kenangan bersama Keanu di sini, di negara nan jauh dari negara kelahiran mereka, karena di sini mereka sudah dua kali tidur bersama melewati malam, walau hanya dengan pelukan.


__ADS_2