Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
Aku percaya padamu


__ADS_3

Setibanya di rumah Wiliam, Keanu dan Jihan masih sama-sama diam. Tak ada suara dari keduanya. Saat di dalam mobil pun mereka hanya berpikir dengan pikiran masing masing.


Keanu tidak akan tinggal diam dengan fitnah itu. Ia merencanakan banyak hal untuk membuat efek jera kepada Chintya. Tanpa di minta, Kevin yang mengetahui rumor itu pun langsung membungkam media agar berita itu tidak muncul ke permukaan. Padahal Chintya telah membayar mahal agar media menyebarkan berita itu besok pagi.


“Kau masih marah padaku?” tanya Keanu pada Jihan saat mereka sampai di kamar Jihan.


Wiliam dan Lastri belum mengetahui kabar fitnah yang dilayangkan mantan kekasih menantunya. Rumor ini hanya diketahui orang-orang tertentu termasuk keluarga Adhitama.


JIhan berdiri di depan jendela sembari melipat kedua tangannya. Kepalanya terus memutar kata-kata yang dilontarkan Chintya di hotel tadi. Namun, ia ingin percaya pada Keanu, karena sejak dulu Keanu adalah satu-satunya pria yang bisa ia percaya.


Jihan menoleh ke arah suaminya yang berdiri tepat di sampingnya.


“Kau tidak percaya padaku?” tanya Keanu lagi dengan nada lirih. Ia butuh kepercayaan dari istrinya.


Jihan menatap ke kedua bola mata inda itu. Tidak ada alasan untuk tidak percaya pada Keanu. Sekian lama ia mengeal pria ini dan Jihan tidak pernah merasa dikecewakan. Justru sebaliknya, Jihan sendiri yang sering mengecewakan Keanu dengan keputusannya yang sepihak.


Keduanya saling bertatapan cukup lama, mencoba mencari kebenaran di dalam bola mata masing-masing. Cinta itu dapat terlihat di sana. Cinta yang begitu tulus.


Jihan pun langsung memeluk Keanu. “Maaf, Maaf kalau aku sempat meragukanmu.”


Keanu dapat bernafas lega. Ia menarik nafasnya kasar dan memeluk tubuh itu erat. “Aku tahu, predikat playboy ku membuatmu sedikit percaya dengan apa yang dikatakan Chintya tadi. Tapi percayalah, aku tidak pernah melakukan hubungan s*x dengan wanita mana pun kecuali kamu. Karena aku hanya ingin bercinta dengan wanita yang aku cinta. Dan itu, kamu.”


Jihan melonggarkan pelukan untuk menatap suaminya lebih dekat dan tersenyum. “Aku percaya padamu, Kean. Aku percaya.”


Jihan mengangguk di dalam pelukan Keanu.


Keanu tersenyum dan memeluk erat lagi tubuh itu “Aku akan menyelesaikan masalah ini. Beri aku waktu untuk menyelesaikannya.”


Jihan mengangguk.


Lalu, Keanu menarik dagu Jihan. “Jangan diamkan aku seperti tadi lagi!”


JIhan kembali menganggukkan kepalanya.


“Apa pun yang terjadi, percaya padaku.”


Jihan kembali mengangguk.


“Aku akan melakukan yang terbaik untuk kita. Tidak ada yang bisa memisahkan kita. Percayalah!” ucap Keanu lagi.


Jihan terharu. Ia pun tersenyum lebar dan memeluk pinggang Keanu, lalu menempelkan kepalanya di dada itu. rasanya semua keraguan yang sempat hinggap, tiba-tiba lenyap. Keanu mampu memberi ketenangan dan keyakinan padanya.


Keanu pun mengeratkan pelukan itu. Ia tahu apa yang harus dilakukan. Lalu, Jihan melonggarkan pelukan dan mendekatkan wajahnya pada wajah Keanu.


Cup


Jihan mengecup bibir Keanu, membuat pria itu terpancing dan kembali memagut bibir sang istri saat Jihan hanya melakukannya sekilas.

__ADS_1


Keanu menekan tengkuk itu untuk memperdalam ciuman. Jihan pun membalasnya dengan senang hati. Kedua tangan Jihan mengalung pada leher sang suami. Keanu terus memakan bibir ranum itu dengan menuntut. Suara kecapan terasa nyaring menggema ruang kamar itu. Mereka pun bergerak menuju tempat tidur dengan pagutan yang tak terlepas dan tubuh Jihan yang digendong ala koala oleh Keanu. Ciuman itu berlangsung lama, hingga pasokan udara di rongga dada masing-masing terasa habis dan pagutan berakhir.


Kini, Jihan duduk di atas pangkuan Keanu yang duduk di tepi ranjang.


“Kau sungguh tidak bisa bercinta dengan wanita lain?” tanya Jihan sembari menatap wajah sayu Keanu.


Keanu menggeleng. “Tidak bisa. Walau Chintya sering bertel*nj*ng di depanku. Aku tetap tidak bisa.”


“Benarkah?” tanya Jihan tak percaya, karena biasanya kucing tidak akan menolak jika diberikan ikan.


Keanu tersenyum dan mengangguk. “Benar. Singkong premiumku tidak bereaksi jika tidak denganmu.”


“Singkong premium?” tanya Jihan tertawa.


“Ya, ini singkong premium kualitas tinggi,” jawab Keanu.


Jihan kembali tertawa. “Kalau begitu aku ingin singkong premium.”


Tangan Jihan menyentuh sesuatu yang mengganjal saat ia duduk di pangkuan itu.


“Hei, jangan memancing!” ucap Keanu tertawa.


“Biarin.” Jihan justru malah semakin menguatkan pegangannya pada benda berdenyut itu.


“Jihan.”


“Kamu harus tanggung jawab.”


Keanu langsung mendorong tubuh Jihan ke tempat tidur dan menindihnya. “Malam ini kamu yang memulai. Bukan aku.”


Jihan masih tertawa dan mengangguk. “Ya, malam ini aku yang memulai.”


Keanu menyeringai. “Jangan salahkan kalau aku tidak ingin berhenti!”


Jihan ikut menyeringai. “Oke. Siapa takut!”


Keanu pun tersenyum lebar. “Dasar liar.”


Jihan memimpin. Ia membalikkan tubuh Keanu hingga posisi terbalik menjadi dirinya yang menindih tubuh kekar itu. Jihan pun melucuti pakaian Keanu dan Keanu tergesa-gesa melucuti pakaian Jihan. Lalu, perlahan Jihan mulai membangkitkan gairah Keanu dengan sentuhannya, sentuhan yang mampu membuat Keanu melenguh merasakan nikmat luar biasa.


“Oh, jihan. Eum …”


Aksi Jihan membuat Keanu melayang. Wanita itu memang luar biasa. Tidak ada yang bisa menggantikan posisinya. Wajar saja jika Keanu tidak bisa menghapus nama dan semua tentang Jihan dari ingatannya, karena Keanu menyukai semua hal yang ada di diri Jihan.


****


Di kediaman Adhitama, Kenan memasuki kamarnya dan melihat sang istri sudah tertidur dengan posisi miring membelakanginya.

__ADS_1


Kenan menghampiri sang istri dan merebahkan tubuhnya tepat di samping tubuh itu.


“Jangan pura-pura tidur, Sayang. Aku tahu kalau kamu dan Kevin tahu tentang pernikahan Keanu dan Jihan,” ucap Keanu.


Hanin masih dengan posisinya dan diam.


“Jadi yang Papa lihat di hotel waktu itu memang benar-benar Keanu, tapi kamu mengalihkannya dan meminta kita pindah hotel. Kamu cerdas, Han.”


Kenan mendekati tubuh sang istri yang membelakanginya dan melihat wajah Hanin. “Sayang, jangan pura-pura tidur! Aku tahu kamu belum tidur.”


Hanin masih diam dan tetap memejamkan matanya. Lalu, Kenan jahil dengan meremas dada sag istri.


“Ah. By apaan sih?” protes Hanin yang tiba-tiba terbangun.


Kenan memasang wajah kesal. “Kamu tahu apa yang Keanu lakukan? Dia menghamili pacarnya dan menikahi anak Wiliam. Lalu, aku dimusuhi Pak Jusung karena perjodohan itu batal.”


“Bagus dong,” jawab Hanin.


“Bagus bagaimana? Anak bikin ulah kok bagus.”


“Bagus, karena akhirnya perjodohan itu batal. Kalau rumor tentang Chintya yang mengaku hamil anak Keanu, aku tidak percaya. Aku kenal putraku, Keanu tidak akan melakukan itu,” jawab Hanin.


“Hei, aku tetap tidak setuju Keanu menikah dengan anak Wiliam.” Kenan menarik lengan istrinya.


“Kenapa?” tanya Hanin dengan menatap sang suami. “Tapi itu tidak penting sekarang. Toh mereka sudah menikah”


“Han. Jangan bantah aku!” ucap Kenan memperingatkan.


“Wiliam sudah tidak lagi menjadi mafia. Dia sudah menjalankan bisnis legalnya. Jadi apa lagi yang membuatmu tidak setuju?” tanya Hanin bingung.


“Tetap ada darah penjahat di sana,” ucap Kenan.


“Kamu juga dulu penjahat,” kata Hanin.


“Tidak.” Kenan menggeleng. “Bisnisku selalu legal dan sesuai hukum.”


“Tapi caramu mendapatkanku juga licik,” ucap Hanin membuat Kenan menatap tajam istrinya.


“Hei, jangan pancing kemarahanku, Sayang!” Kenan memperingatkan lagi istrinya.


Hanin pun tak mau kalah. ia mengangkat jari telunjuknya ke atas. “Hei, jangan memancing kemarahanku, Sayang!"


"huft!' Hanin meniupkan anak rambut yang menutupi sedikit wajahnya. Lalu ia kembali merebahkan tubuhnya membelakangi sang suami.


Hanin membalikkan lagi tubuhnya ke arah Kenan dan berkata, “aku akan mendukung Keanu, walau kamu tidak.”


Kenan memang tidak pernah marah pada istrinya, tapi melihat Hanin yang semakin membangkang dengan keputusannya, sepertinya Kenan pun tidak tinggal diam.

__ADS_1


__ADS_2