
Keanu masih menikmati liburan di Bali bersama Mark. Sudah hampir tiga bulan ia berada di kota ini. Kota yang konon dikenal dengan sebutan surga dunia. Bahkan mancanegara pun mengakui keindahan alam di kota ini.
“Uuu …” teriak Keanu saat bermain selancar bersama Mark.
Kedua pria tampan itu sudah berada di bibi rmantai. Beberapa detik lagi, mereka pun menepi.
“Waw ..”
Akhirnya, Keduanya sampai di daratan. Mereka pun mendarat sempurna dan langsung memegang papan selancar itu. Dari kejauhan terlihat seorang pria melambaikan tangan.
“Hai guys …” suara Fabio terdengar berteriak, membuat Keanu dan Mark tercengang. Pasalnya, sebelumnya Fabio menolak di ajak untuk berlibur ke sini.
“Wo ho ho … akhirnya kau datang juga, Fabio,” ucap Keanu semabri membenturkan telapak tangannya pada telapak tangan Fabio.
“Tentu. Aku rindu kalian.”
“Cih.” Mark berdecih saat mendengar kata rind dari mulut Fabio.
Sontak, Fabio dan Keanu pun tertawa.
“Dari pada merindukanmu, lebih baik aku merindukan wanita itu,” ucap Mark menunjuk acak wanita yang ada di daerah pantai.
Fabio pun tertawa. “Ternyata benar katamu, Kean. Wanita di sini cantik-cantik.”
“Hah, kemana saja kau. Dari kemarin aku ajak tidak mau,” sahut Keanu kesal.
“Tapi sekarang aku ada di sini. Ayo bersenang-senang lagi.” Fabio tampak bersemangat dan merangkul kedua temannya.
Mark dan Keanu pun menggelengkan kepala. Mereka sudah lama menikmati keindahan kota ini, tapi Fabio malah baru datang.
Usai menikmati laut dengan berselancar dan berjemur, Keanu ingin merehatkan sejenak tubuhnya di kamar hotel. Hampir tiga bulan ia menetap di kota ini. Menghilangkan kepenatan yang terjadi di luar sana, Keanu memilih menepi dan menentramkan diri di sini.
“Hei, kau sendiri? Mana kekasihmu?” tanya Fabio yang tiba-tiba masuk ke kamar Keanu.
“Dia ada di Jakarta.”
“Jakardah? Jadi selama ini kau di sini sendiri? Ah, aku kira kau ditemani kekasihmu.”
Keanu menggeleng sembari mengambil kaos di dalam lemari. Ia tersenyum pada sahabatnya yang obrolannya tidak pernah jauh dari wanita dan s*x.
__ADS_1
“Aku tidak sepertimu.”
“Hah, Kean. Kau payah. Kau belum pernah bercinta? Padahal itu surga dunia.”
Keanu kembali tertawa dan menggelengkan kepala. “Aku akan bercinta dengan wanita yang aku cinta.”
“Memang kau tidak mencintai kekasihmu?” tanya Fabio bingung.
Keanu menggeleng.
“Lalu buat apa kau mempertahankan hubunganmu?” tanya Fabio lagi.
Keanu memakai mengganti kaos yang semula ia pakai ke pantai dengan kaos santai, karena setelah ini ia akan istirahat sejenak di dalam kamar.
“Aku sudah berkali mengakhiri hubungan ini, tapi dia selalu mengancam akan bunuh diri jika aku memutuskannya.”
“Psyco,” ucap Fabio. “Itu hubungan tidak sehat, Kean.”
Keanu mengangguk. “Ya, tapi mungkin memang hanya dia wanita yang benar-benar mencintaiku.”
Keanu berdiri di depan jendela dan menatap langit. “Aku memang tidak pernah mencintai Chintya. Tapi aku tahu dia sangat mencintaiku.”
Kini, Keanu menatap ke arah Fabio. “Mungkin dicintai lebih baik dari pada mencintai.”
“Hei, kau bicara seperti orang putus asa,” sahut Fabio, kemudian duduk di pinggir ranjang dan mendekati Keanu. “Lebih baik sama sama mencintai, bukan hanya dia yang mencintaimu.”
“Tapi dia yang ku cintai pun tidak memperjuangkan cinta kami,” ucap Keanu.
“Jangan pesimis! Yakinkan keadaan akan memihakmu, Boy.”
Keanu tersenyum. “Kau dan Mark paling bisa menghiburku.”
“Tentu saja, karena kita teman,” jawab Fabio dengan senyum diiringi dahinya yang berkerut.
Keanu ikut mengangguk dan tersenyum. Tidak ada satu pun keluarganya yang tahu isi hatinya. Tidak ada satu pun dari mereka yang faham kondisi Keanu, kecuali sang ibu. Tapi Hanin tidak memiliki banyak kekuatan. Kekuatan di rumah besar itu hanya Rasti dan Kenan. Sang kakak, Kevin pun tidak banyak membantunya. Atau bahkan ia tidak tahu apa yang di alami adiknya.
Keanu tahu tentang pernikahan Jihan. Bahkan ia datang ke pernikahan itu, tapi tak satu pun keluarganya yang tahu jika hari itu, ia datang ke Surabaya dan menghadiri pernikahan Jihan. Di hadapan mereka, Ia juga seolah tidak tahu adanya pernikahan itu dan dirinya pun seakan ikut membenarkan bahwa wanita yang dicintainya itu belum menikah. Apa yang ia lihat waktu itu hanya halusinasi. Keanu berharap seperti itu.
Dret … Dret … Dret …
__ADS_1
Baru saja Keanu memejamkan mata, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Keanu tidur menggunakan kaos singlet putih dan boxer hitam dalam keadaan telungkup. Tangannya mencari-cari ponsel yang berdering itu. di kamar ini ia sendiri. Fabio pergi ke kamar sendiri setengah jam sebelum Keanu tidur.
“Halo.”
Keanu menjawab deringan telepon itu.
“…..”
Keanu cukup lama berdiam. Namun, ia tetap tidak mendengar suara lawan bicaranya.
“Halo …” ucap Keanu lagi. tapi di sana masih sunyi.
“Halo. Ini siapa?” tanya Keanu.
Ia memasang telinganya agar mendengar suara di sana. tapi tetap tidak ada, hingga terdengar suara pria yang memanggil nama itu dari kejauhan.
“Jihan, makanannya sudah matang.”
Tut .. Tut … Tut …
Sontak Keanu pun terbangun. Sambungan telepon itu terputus. Lalu, Keanu segera melihat nomor telepon itu. nomor telepon asing yang tidak tercetak namanya di sana. kemudian, Keanu mendial nomor itu.
“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi. Sorry the number …”
“Sh*t.” Keanu langsung mematikan sambungan telepon itu.
Di tempat berbeda, Jihan menonaktifkan sambungan telepon yang ia sambungkan ke nomor Keanu. Saat di Itali, Keanu memberi dua nomor telepon pada Jihan. Nomor aat ia berada di negara itu dan nomor ketika dia berada di negaranya.
Jihan rindu pada Keanu. Ia hanya ingin mendengar suara itu, suara pria yang ia cintai hingga kini. Tapi sayang, Jihan harus mematikan sambungan telepon itu karena suara Wiliam.
“Apa suara Papa tadi di dengar olehnya?” tanya Jihan dalam hati sambil memegang ponselnya.
Jihan sudah mengeluarkan kartu yang ia gunakan untuk menelepon Keanu tadi dari dalam ponselnya. Ia menyimpan nomor itu kembali pada tempatnya. Jihan sengaja membeli nomor baru hanya untuk mendengar suara Keanu.
“Ji, come on. Ibumu sudah menyiapakan makanan untukmu. Besok dia akan kembali ke Jakarta,” ucap Wiliam lagi pada putrinya.
Sudah satu minggu, Lastri menemui putrinya di sini setelah sepeninggal suami putrinya tiga bulan lalu. Jihan kembali dengan aktifitasnya. Dan, beberapa hari terakhir, ia begitu merindukan mantan terindahnya.
Di Bali, Keanu pun memegang ponselnya. “Jihan? Apa itu kamu? Apa kamu juga merindukanku?
__ADS_1
Seutas senyum mengulas bibir Keanu. Ia yakin yang meneleponnya tadi adalah Jihan. Dan, ia yakin suara yang memanggil nama wanitanya itu adalah Wiliam.
“Aku tahu, kau sangat mencintaiku, Ji. Hanya saja kamu terlalu sombong untuk mengakui,” gumam Keanu seorang diri.