
Kenan dan Keanu saling menatap. Sejujurnya Keanu tidak peduli dengan hak waris dan nama besar Adhitama. Walau tidak dipungkiri bahwa karirnya yang mendunia itu didukung oleh nama besar itu. Jika bukan keturunan Adhitama, mungkin Keanu tidak akan bisa tampil di ajak balapan internasional itu. Semua memang berkat uang dan pengaruh sang ayah.
“Kean, tidak akan menceraikan Jihan, Pa.”
Kenan yang semula duduk di kursi kebesarannya itu pun berdiri.
Brak
Ia menggebrak meja, hingga suara itu terdengar ke lantai satu karena pintu ruangan itu sedikit terbuka.
Hanin yang sedang membawakan minuman ke ruang tengah pun seidkit terjengat kaget olh suara gebrakan itu. Begitu pun dengan Jihan yang sedang duduk di depan Rasti. Sementara, Rasti hanya diam dan tak bersuara.
“Kamu mau menentang Papa? Hah!” bentak Kenan.
Keanu menggeleng. “Tidak, Pa. Kean tidak ingin menentang Papa. Tapi Kean, sudah janji dihadapan Tuhan untuk menjaga Jihan hingga akhir hayat. Keanu mencintainya, Pa. Keanu tidak bisa hidup tanpanya.”
Kenan terdiam dan kembali duduk semabri meremas rambutnya frustrasi.
“Bisa kah kau mencintai wanita lain, Kean?” tanya Kenan dengan menatap sang putra.
“Bisa kah Papa mencintai wanita lain selain Mama?” Keanu balik bertanya.
“Masalahnya kau menikahi anak mafia, yang sudah merusak banyak generasi bangsa,” ucap Kenan. “Di dalam darah Jihan mengalir darah penjahat.”
“Tapi itu dulu, Pa. Sekarang Papa Wil sudah sadar dan tidak melakukan bisnis haram itu.”
“Ya, tapi tetap saja. Apalagi dulu dia juga pernah mencelakai keluarga kita,” ucap Kenan lagi.
“Itu dulu. Bukankah Papa dan Papa Wil sudah saling memaafkan?”
Kenan menggeleng. “Memaafkan bukan berarti bisa melupakan.”
“Pa, jangan salahkan Jihan karena kesalahan orang tuanya! Dia tidak pernah ingin dilahirkan dari orang tua yang tidak diinginkan. Terlalu kejam jika Papa menyalahkan Jihan atas darah yang mengalir itu,” ucap Keanu membuat Kenan terdiam.
Sesaat keduanya terdiam. Kenan berpikir, Keanu pun demikian. Keanu hanya bisa menunduk dan berharap sang ayah akan luluh dan menerima istrinya.
Kenan kembali menatap putranya. “Keputusan Papa tetap sama. Ceraikan Jihan atau Papa akan mencoret namamu dari daftar keluarga.”
__ADS_1
Keanu menarik nafasnya kasar dan berkata, “keputusan Kean juga sudah bulat. Keanu akan tetap menjadi suami Jihan, Pa.”
Keanu pun pergi meninggalkan sang ayah tanpa kata-kata lagi.
“Si*l. kau benar-benar anak nakal, Kean,” teriak Kenan sembari melemparkan pulpennya ke arah pintu, sesaat setelah sang putra keluar dari ruangan itu.
Keanu bergegas menuruni anak tangga dan meraih tangan Jihan. “Sayang, ayo kita pulang!”
“Loh, kalian mau ke mana?” tanya Hanin bingung.
Keanu mendekati sang ibu dan mencium pipinya. “Maaf Mama, Keanu dan Jihan akan kembali ke Surabaya lagi.”
“Tapi, kalian baru sampai. Perjalanan cukup melelahkan. Istirahatlah dulu. Ajak Jihan menginap di kamarmu!” ucap Hanin menahan putrany untuk tetap tinggal.
“Siapa yang menyuruh anak itu tinggal di sini!” ucap Kenan tiba-tiba. “Aku sudah mengusirnya. Bahkan aku akan mencoret nama itu dari keluarga Adhitama.”
“By …” Hanin memanggil suaminya kesal sembari menatap tajam Kenan. “Apa-apaan kamu, By. Jangan mengambil keputusan di saat emosi.”
Hanin melihat ayah dan anak itu saling bertatapan tajam. Jihan pun melihat perseteruan antara ayah dan anak itu. Sungguh, Jihan tidak menginginkan hal itu.
“Kau lihat Jihan! Ini yang kamu berikan pada kami yang sudah membantumu dan ibu mu selama ini? Huh!” kata Rasti sinis pada Jihan.
“Lihatlah! Keanu membentak Omanya. Kau benar-benar membawa pengaruh buruk, Jihan. Menyesal kami membantumu waktu kalian susah.”
Jihan semakin tertekan. Air mata sudah membasahi pipinya. Sungguh, ia tidak ingin keadaan seperti ini. Apa ia salah menuruti kata hati dan menerima pinangan Keanu waktu itu? Entahlah. Jika akan seperti ini jadinya, mungkin ia tidak akan mau menikah dengan Keanu. Ia tidak ingin Keanu meninggalkan keluarganya hanya demi dirinya saja.
“Ma, jaga diri Mama. selamat tinggal!” Keanu mengecup lagi pipi sang ibu dan mengajak istrinya untuk keluar dari rumah besar itu.
“Keanu, tunggu!” teriak Hanin.
Kenan pun mengejar istrinya. “Sudah, biarkan anak nakal itu menjalani keputusannya. Lihat saja sejauh mana dia bisa berdiri tanpa aku.”
Kenan merasa bahwa Keanu tidak bisa hidup tanpa sokongan dana darinya. Walau ia sudah mendapat uang sendiri dari karirnya yang mendunia serta beberapa iklan dan endorsmen, tetapi terkadang Keanu juga membutuhkan dana besar untuk menunjang performanya di ajang itu.
Hanin menggeleng. Ia melepaskan cekalan tangan Kenan dan tetap berlari menuju Keanu dan Jihan yang kembali memasuki mobil Kevin.
“Keanu …” teriak Hanin.
__ADS_1
Namun, mobil itu sudah melesat keluar dari kediaman mewah itu. setelah melihat mobil itu keluar, muncul sebuah mobil yang sama memasuki pekarangan luas itu.
“Mama, mana Keanu?” tanya Kevin yang baru saja keluar dari mobil yang baru saja terparkir.
Hanin menangis meraung pada putra pertamanya. “Kev, Keanu pergi. Dia tidak akan kembali.”
Kevin mendekati sang ibu yang masih memanggil nama adiknya. Ia juga memeluk sang ibu. Sayang, ia terlambat datang ke rumah ini dan tidak bisa menahan perseteruan antara ayah dan adiknya itu. Lalu, Kevin menatap sang ayah yang berada di dalam rumah bergantian ke arah sang ibu yang sedang menangis sedih.
“Kevin, bawa adikmu pulang. Telepon dia dan suruh kembali ke sini. Ayo cepat!” ucap Hanin pada putra sulungnya.
“Ya, Ma. Kevin akan telepon Keanu.”
Kevin pun mendial nomor telepon Keanu yang tidak aktif. Lalu, Kevin menelepon sopir yang membawa Keanu keluar dari rumah ini tadi.
“Halo, Pak,” jawab sopir Kevin.
“Mana adikku?” tanya kevin di telepon. “Putar lagi mobilnya ke sini!”
“Maaf, Pak. Adik bapak sudah turun di jalan. Sekarang saya sendirian.”
“Ah, si*l,” umpat Kevin yang tidak bisa mencegah sang adik untuk pergi.
Lalu, Kevin kembali memeluk sang ibu yang masih menangis.
“Kevin bawa kembali adikmu!” kata Hanin sambil berada di pelukan Kevin.
“Tidak! Jangan kau lakukan itu, Kev!” ucap Kenan melarang Kevin untuk membawa Keanu ke rumah ini.
“Kamu jahat, By. Aku benci kamu tidak seharusnya kamu memperlakukan putramu seperti itu.” Hanin mendekati suaminya dan memukul dada yang masih tegap itu.
“Itu pilihannya dan dia harus menerima konsekuensinya,” jawab Kenan dingin.
Kevin tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa menatap kedua orang tuanya lemas. Sebagai anak tertua, ia ingin mengembalikan kembali keharmonisan keluarga ini, tapi dengan cara apa dan bagaimana? Kevin akan memikirkannya. Kenan dan Keanu memang mirip dan memiliki karakter yang sama, sehingga tanpa disadari sering terjadi gesekan dan benturan oleh keduanya.
“Pa, kasihan Mama,” ucap Kevin yang melihat Hanin masuk ke dalam rumah dengan langkah gontai.
“Biar Mamamu menjadi urusan Papa. Mulai sekarang jangan kau bantu adikmu! Jika tidak ingin melihat Papa juga marah padamu,” ucap Kenan memperingatkan Kevin.
__ADS_1
Kenan pun masuk ke dalam rumah meninggalkan Kevin yang masih berdiri di teras. Kevin menatap Rasti, lalu sang Oma juga meninggalkannya untuk masuk ke dalam kamar.