
Dret … Dret … Dret …
Baru saja Keanu hendak menaruh ponselnya, tiba-tiba benda itu kembali berbunyi. Keanu segera mengambil ponsel itu dan berharap nomor telepon asing tadi meneleponnya. Tapi ternyata ia salah berharap. Di layar itu tertulis nama Chintya, membuat ia menghelakan nafasnya kasar.
“Halo.”
“Sayang, kamu betah banget sih di Bali. Sudah hampir tiga bulan kamu di sana. Ngga kangen aku?” tanya Chintya manja.
“Memang kamu kangen aku?” tanya Keanu ketus. Pasalnya Chintya pun selalu sibuk dengan pekerjaannya.
“Tentu saja, Sayang. Aku kangen kamu,” jawab Chintya sungguh-sungguh. “Aku ke sana ya. Aku susul kamu ke Bali.”
“Ngga usah. Besok aku pulang kok. Kebetulan aku belum melihat keponakanku.”
“Bener ya?” tanya Chintya meyakinkan. “Besok aku tunggu di Jakarta.”
“Iya,” jawab Keanu malas.
Lalu, sambungan telepon itu pun terputus.
Sudah dua minggu istri dari kakak Keanu, sekaligus adik Vinza, sahabatnya saat SMA melahirkan. Adik vinza yang kini menjadi kakak ipar Keanu itu melahirkan bayi kembar yang lucu. Kevin terlihat marah padanya karena hingga detik ini ia belum melihat dua ponakan lucu nya itu. dan, besok seampianya di Jakarta, ia akan langsung menemui sang kakak dan kedua ponakannya.
****
Akhirnya, Keanu sampai di Jakarta malam hari. Ia langsung ke apartemen sang kakak dan bermalam di sana. Keanu etah bersama kakak dan kakak iparnya yang masih muda itu. karena usia Ayesha masih dibawah Keanu. Kedua pasangan itu terihat harmonis dan manis. Ia membayangkan jika berumah tangga dengan Jihan. Mungkin akan lebih seru dari sang kakak karena Jihan bukan tipe penurut seperti suami kakaknya.
“Halo jagoan. Apa kabar?”
Keanu menoel ujung hidung Kaisar. Sejak keponakannya lahir ke dunia, sang paman baru melihat dua malaikat lucu itu.
“Aku baik, Om,” jawab Ayesha, kakak ipar Keanu dan meniru suara anak kecil.
Keanu menggoyangkan kursi goyang bayi yang ditempati Kaisar dan Kalila di ruang keluarga. Ayesha duduk di sana menemani Keanu, sementara Kevin masih berada di dalam kamar. Ia masih membersihkan diri.
“Kak, makan dulu gih. Bibi udah siapin sarapan,” ajak Ayesha pada Keanu.
Kevin keluar dari kamar dan bergabung di meja makan. Di sana Keanu bercengkerama dengan sang kakak yang sudah cukup lama tidak ia temui. Setelah makan bersama, Keanu beralih ke ruang keluarga bersama kakak ipar dan bayi kembarnya.
Keanu melihat-lihat foto yang terpajang di dinding itu. Keanu meledek sang kakak yang semula tidak bisa dekat dengan wanita akhirnya memiliki istri dan anak.
__ADS_1
“Tadinya, aku kira dia g*y.”
“Apa? Siapa yang g*y?” suara bariton Kevin sambil berjalan menghampiri Keanu dengan menggunakan celana training abu tua dan kaos oblong berwaran abu muda polos.
“Eits, orangnya denger.”
Ayesha tertawa.
“Enak aja, ngatain orang g*y. walau gue ga pernah pacaran dan bercinta, tapi gue tahu bagaimana cara malam pertama,” kata Kevin pada adiknya.
“Oh ya? Di bilik rumah sakit?” tanya Keanu meledek.
“Eh kok lu tahu?” tanya Kevin pada Keanu sembari melirik ke arah Ayesha.
“Ya tahu lah. Hal itu udah jadi rahasia umum keluarga Adhitama.”
“Oma …” teriak Kevin yang meyakini bahwa biang kebocoran ini adalah sang nenek.
Keanu tertawa, begitu juga Ayesha. Keanu tampa tertawa geli hingga memegng perutnya.
“Gue bisa bayangin gimana riwehnya di dalam bilik itu saat kalian bercinta. Atau ranjang rumah sakit patah karena keberingasan lu, Kak.”
“Ck. S*al lu, Kean,” umpat Kevin pada sang adik dan langsung memiting lehernya.
Kevin memang pernah berlatih boxing saat SMA. Ia juga pernah memetahkan kaki teman satu kelas yang suka membully-nya karena ia lebih pendiam.
Keanu mendekati keponakannya yang berada di ruang itu. Ia cukup terhibur bermain dengan dua malaikat kecil yang usianya baru akan genap dua puluh satu hari nanti.
“Udah sana pulang. Udah seharian disini juga,” usir Kevin pada adiknya.
“Ck. Gue ga kesini di bilang adik ga tau diri, keponakannya lahir masih aja seneng-seneng di Bali. Sekarang gue disini, lu usir.”
Kedua kakak beradik itu duduk berdampingan di sofa dengan menyandarkan tubuhnya pada bahu sofa yang empuk itu.
“Kean, lu ga pengen nikah?” tanya Kevin di ruang televisi.
“Pengen lah, siapa sih yang ga pengen bahagia punya keluarga. Seperti lu contohnya," jawab Keanu.
“Terus, kabarnya Chintiya gimana? Lu masih sama dia kan?”
__ADS_1
Keanu mengangguk.
“Ck. Kasian banget sih anak orang di php-in terus. Pasti lu sama dia udah begituan?” Kevin menoleh ke arah sang adik.
“Ngga lah.” Keanu menggeleng.
“Ngga salah lagi.” Kevin meledek
“Ya ada lah sedikit, lumayan seicip dua icip," jawab Keanu asal
Kevin menggeleng. “Edan.”
Keanu pun tertawa. “Ngga lah, Kak. Gue masih waras. Mama bisa ngamuk kalau gue melakukan hal itu sebelum nikah.”
“Ah, ga percaya gue.”
Lalu, mereka terdiam sejenak. Keanu meminum minuman kaleng bersoda yang ia ambil dari lemari es Kevin.
“Tapi Mama ga setuju sama Chintya,” ujarnya.
“Ya, sejujurnya gue juga kurang setuju. Pakaiannya terlalu vulgar,” sahut Kevin.
“Tapi kalau lu bisa ngebilangin dia buat berpakaian lebih sopan dan hanya mengambil job yang tidak terlalu vulgar sih, why not? Terusin aja,” kata Kevin lagi.
“Nah, itu dia. Doi ga bisa dibilangin. Akhir-akhir ini gue dan dia sering berantem gara-gara pekerjaannya. Jujur, gue juga ga suka dia jadi model. Tubuhnya diliat banyak orang."
Kevin mengangguk. "Ya, apalagi saat ini kita bukan lagi orang biasa, walau sejak dulu seperti itu. tapi Papa sekarang adalah public figur, pemimpin kota yang akan selalu ditelisik kehidupannya. Untung aja, gue udah bungkam para media yang bergosip tentang lu dan dia.”
Keanu tertawa. “Ya, gue faham itu.”
Keduanya kembali terdiam, sambil menatap ke arah televisi.
“Kalau anak Bi Lastri, apa kabar?” tanya Keanu pada Kevin, membuat sang kakak terdiam.
Kevin melirik ke arah Keanu dengan mulut membungkam. Sang kakak tahu ke arah mana pertanyaan Keanu. Kevin memang tidak tahu banyak tentang percintaan adiknya dengan anak pembantunya itu, karena saat itu terjadi, ia masih berada di Cambridge dan berkuliah di sana.
Kevin hanya mendengar cerita tentang Keanu dan Jihan dari ayah, ibu, dan oma nya. Terlihat di sana bahwa Rasti sangat menetang hubungan itu.
“Jihan udah nikah, Kean,” ucap Kevin yang tidak tahu perkembangan tentang Jihan saat ini.
__ADS_1
“Uhuk … Uhuk … Uhuk …” Keanu terbatuk.
Lebih tepatnya, Keanu pura-pura terbatuk. Sebenarnya ia tahu itu, hanya saja ia ingin tahu sejauh mana keluarganya mendukungnya, terutama sang kakak, karena ia membutuhkan itu.