Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
Seperti buronan


__ADS_3

“The number you are calling is switch off, please try again letter.”


Suara itu terus yang terdengar ketika Chintya menelepon Keanu. Hampir satu minggu ia tidak mendapat kabar dari pria yang masih ia anggap sebagai kekasihnya.


“Kean, kamu ke mana? Mengapa ponselmu tidak pernah aktif?” tanya Chintya di dalam kesendiriannya.


Terkadang Chintya memang bosan dengan sikap sok ketimuran Keanu yang tidak pernah mau bercinta dengannya. Padahal Chintya bukan wanita yang belum pernah bercinta. Lahir dan besar di Cambridge, membuatnya terbiasa akan hal itu.


Namun, Chintya menyesali atas apa yang ia lakukan pada Hans, si pemilik jewelery yang menyewa jasanya sebagai bintang iklan produk terbaru. Sejak Jihan menikh sebenarnya perilaku Keanu padanya mulai berubah. Ya, Keanu memang mulai serius padanya, tapi sayang ia justru tergoda dengan godaan pemilik jewelery itu.


Chintya mengingat saat waktu itu ia bertengkar hebat dengan Keanu. Seharusnya ia senang karena pria itu cemburu padanya, saat ia didekati Hans, tapi Chintya justru malah tidak senang.


#Flash back on


Kean,” panggilnya.


Keanu terpaksa tersenyum dan menghampiri sang kekasih dengan pemilik jewelery itu.


“Kean. Ini Mr. Hans. Pemilik Diamond Jewelery.”


Hans mengulurkan tangannya kepada Kean. “Hans.”


Kean kembali memaksakan bibirnya untuk menyungging. “Keanu.”


“Oh ya, selamat untuk ayahmu yang baru dilantik menjadi gubernur terpilih.”


Keanu tersenyum, padahal ia malas sekali melakukan itu. “Thanks.”


“Ayo, Chin! Kita pulang.” Ajak Keanu.


“Bye, Hans. Senang bekerja sama denganmu,” ucap Chintya pada Hans.


Hans pun tersenyum. “Saya yang senang bekerja sama denganmu, Chin. Terima kasih.”


Hans mengulurkan tangannya pada Chintya dan mencium pipinya di depan Keanu. Parahnya, Chintya malah menerima itu dan seolah biasa saja. Keanu sadar hal itu adalah hal biasa menurut Chintya yang terbiasa tinggal di negara bebas. Tapi untuk Keanu, tidak. Walau pria itu tinggal lama di negara bebas. Namun, darah ketimurannya tetap kental. Itu semua karena ajaran dari sang ibu yang mengedepankan norma-norma itu.


Keanu dan Chintya berjalan beriringan menuju basemen. Keanu tak mengeluarkan sepatah kata pun. Pria itu hanya diam dan membuat suasana menjadi dingin.


“Kamu kenapa sih?” tanya Chintya tepat saat lift itu sampai di basemen.


Keadaan di basement tampak sepi. Keanu melirik jam mahal yang melingkar di pergelangan tangan kanan Chintya. Jam tangan yang ia lihat saat Hans memberikan dan mengenakannya ke tangan itu.


“Sudah lama kerjasama sama dia?” tanya Keanu.

__ADS_1


“Hans maksudmu?”


“Siapa lagi?” Keanu balik bertanya dan hendak kembali berjalan keluar lobby basement.


“Kamu cemburu?” Chintya menarik lengan Keanu.


“Menurutmu?”


“Ayolah, Kean! Dia memberi ini hanya untuk berterima kasih,” ucap Chintya dengan menatap jam tangannya.


“Sekarang tangan kamu yang dicium. Lama kelamaan tubuh kamu yang dicium,” kata Keanu sinis.


“Maksud kamu apa? Aku ga segampangan itu, Kean,” jawab Chintya kesal. “Kalau kamu menilai aku bisa dibeli karena jam tangan ini, kamu salah.”


Chintya membuka jam tangan itu, lalu melemparnya ke lantai hingga benda mahal itu hancur. Ia pun menginjaknya sesaat sebelum memasuki pintu lift yang sudah terbuka. Ia kembali naik ke atas dan meninggalkan Keanu sendiri di basement.


Wanita berparas cantik dan modis itu pun memilih kembali ke lobby dan menaik taksi.


#Flash back off


Ya, saat itu Keanu memang sudah lelah berpetualang. Ditambah gairah cintanya yang hilang karena wanita yang dicintai menikah dengan orang lain. Keanu pun mulai menerima Chintya, tapi sayang Chintya tidak mengambl kesempatan itu hingga Jihan kembali hadir dan membuat gairah cinta itu kembali berkobar.


Kini, Keanu justru tengah memadu kasih bersama sang istri di tempat yang berbeda.


“Kean. Maafin aku.” Chintya menangis sembari mengelus wajah Keanu yang berada di ponselnya. Jujur ia sangat merinduan kekasihnya.


****


“The number you are calling is switch off, please try again letter.”


Kenan juga terus menelepon putranya, tapi selalu suara operator itu yang terdengar. Keanu sudah seperti buronan yang di cari banyak orang.


“Si*l, ke mana sih anak itu?” tanya Kenan menggerutu.


“Ada apa sih, By?” tanya Hanin yang melihat suaminya tampak kesal. “Baru sampai rumah, udah marah-marah.”


“Anak kamu itu ke mana? Sudah hampir satu minggu.”


“Memangnya dia bukan anakmu?” tanya Hanin melirik suaminya. “Kita bikinnya bareng-bareng ya.”


“Ck. Aku lagi ga becanda, Sayang.”


Hanin mendekati suaminya dan mengelus dada yang masih tampak tegap. “Aku juga ga tahu. Kevin juga ga tahu. Ya udah sih, Keanu sudah besar, nanti juga dia pulang.”

__ADS_1


“Tapi Pak Jusung sudah menanyakan terus perjodohan itu,” ucap Kenan.


“By, kamu masih mau menjodohkan Keanu dengan putrinya Pak Jusung?” tanya Hanin tak percaya. Lalu, ia mnejauhkan diri dari suaminya


“Tentu saja.” Kenan menarik sang istri. “Kenapa menjauh?”


“Aku benci kamu,” jawab Hanin dengan menarik lagi lengannya.


“Kenapa?”


“Karena aku semakin ga kenal kamu sekarang. Kamu rela menukar kebahagaan putra kita demi popularitasmu, By. Itu ga benar.”


Kenan menarik nafasnya. “Aku sduah terlanjur janji dengan Pak Jusung.”


“Bilang apa kek sama dia. Bilang saja kalau putra kita sudah menikah. Beres kan?”


“Sudah menikah?” tanya Kenan dengan menyipitkan matanya.


Sontak Hanin menutup mulutnya. Ia merutuki kebodohan mulutnya yang asal bicara.


“Maksudmu apa?” tanya Kenan lagi dengan mendekatkan dirinya pada sang istri.


Hanin menggeleng. “Maksudku itu contoh alasan. Lagi pula, putrinya pak Jusung memang mau menikah dengan pria yang tidak mencintai dia. Memang kamu mau kalau kamu menikah dengan wanita yang ga kamu cintai?”


“Kenapa bawa-bawa aku?” tanya Kenan kesal.


“Ya, karena kamu juga pernah muda, By. Pernah menjadi Keanu sekarang.”


Kenan terdiam dan menatap sang istri. “Pandai bicara kamu sekarang.”


“Karena aku istri politisi, jadi harus pandai bicara,” jawab Hanin sekenanya, membuat Kenan tersenyum dan memeluk sang istri.


“Bicaralah pada rekan politisimu itu untuk mencabut janji perjodohan ini,” ucap Hanin lagi.


Kenan memeluk pinggang sang istri dan menggelayutkan dagunya di bahu itu. “Aku tidak tahu akan berhasil atau tidak, karena aku sudah mengiyakan janji itu sebelumnya.”


Hanin pun menoleh ke wajah sang suami. “Kalau kamu tetap meneruskan perjodohan itu, aku akan pergi.”


“Hei, jangan mengancamku!”


Hanin melepaskan lengan yang melingkar di pinggangnya dan menjauh dari sang suami. “Biar. Aku akan tinggal bersama Keanu saja.”


“Hei.” Kenan hendak meraih lagi tubuh sang istri tapi, Hanin segera menghindar, sehingga ia harus mengejarnya sampai di luar kamar.

__ADS_1


“Bi Lastri, ada apa?” tanya Hanin saat keluar kamar dan menemukan Lastri di sana.


Lastri hendak mengundurkan diri sebagai asisten di rumah ini. Jujur ia takut dengan kemarahan Rasti dan Kenan jika mereka mengetahui bahwa putrinya menikah dengan putra mereka. Namun, langkah Lastri terhenti saat melihat Hanin keluar dari kamar dan dikejar oleh suaminya.


__ADS_2