Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
Kenan murka


__ADS_3

Keanu dan Jihan sampai di rumah besar Kenan. Di dalam sana, sang ayah sudah menunggu tepat di ruang kerja.


“Lihat, anakmu datang,” ujar Rasti dengan tatapan yang tak bersahabat.


Rasti memang terlihat lebih menyayangi Kevin, karena Kevin dan pekerja keras, sama seperti Kenan muda yang tak penah menghabiskan banyak masa mudanya dengan bersenang-senang. Apalagi Kevin juga tidak pernah berurusan dengan yang namanya percintaan. Kehidupan Kevin lebih flat dan lurus-lurus saja, berbanding terbalik dengan sang adik yang suka bersenang-senang, pacaran, dan memiliki banyak wanita. Keanu lebih mengeksplore diri. Pria itu selalu melakukan apa yang ia inginkan termasuk menjadi pembalap, profesi yang tidak digeluti keluarga Adhitama sebelumnya.


Rasti berdiri di dalam jendela sembari menyedekapkan kedua tangannya di dada. Ia melihat mobil Kevin yang membawa Keanu dan Jihan tiba di pekarangan.


“Keanu juga cucu Mami,” sahut Hanin.


“Ya, tapi dia urakan. Mungkin jiwanya mengambil darimu,” kata Rasti sembari meninggalkan Hanin yang masih berdiri di sana.


Hanin hanya bisa mengelus dada. Selama ini ia tetap menganggap Rasti baik, karena pada dasarnya wanita itu memang baik, hanya terkadang sedikit ketus dan Hanin memaklumi itu. Rasti tiak pernah berbuat yang berlebihan hingga ia pun tidak masalah ketika Rasti lebih sering memilih tinggal di rumahnya di banding rumah anak perempuannya sendiri.


Hanin segera keluar rumah untuk menyambut kedatangan Keanu dan Jihan. Keanu dan Jihan pun keluar dari mobil setelah sang sopir memarkirkan sempurna kendaraan itu.


“Mama …” teriak Keanu saat keluar dari mobil dan melihat sang ibu sudah berdiri di teras.


Jihan pun tersenyum ke arah Hanin yang sudah membentangkan kedua tangannya. Keanu langsung mengambil tangan istrnya untuk segera menghampiri Hanin.


“Mama.”


“Keanu.”


Ibu dan anak itu saling berpelukan. Keanu terus menciumi wajah ibunya setelah mencium punggung tangan itu.


“Kean, kangen Mama.”


“Sama, Mama juga kangen kamu.”


Keduanya kembali berpelukan erat. Jihan tersenyum melihat pemandangan bahagia itu. Lalu, Hanin melonggarkan pelukan dan mengarahkan matanya pada Jihan.


“Jihan,” panggilnya.


Keanu pun melepas pelukan itu dan membiarkan Hanin memeluk istrinya.


“Mama.” Jihan mendekati ibu mertuanya dan memeluk. “Maafkan Jihan, Ma,” ucapnya lirih di sela pelukan itu.


Hanin melonggarkan pelukan dan menatap sang menantu. “Maaf untuk apa?”


“Maaf karena Jihan melanggar janji. Bukannya menjauhi Keanu tapi malah …”

__ADS_1


“Ssstt … Jangan bilang seperti itu!” Hanin langsung menutup bibir Jihan dengan jari telunjuknya. “Mama tahu kamu pasti dipaksa anak nakal ini kan?”


Keanu tertawa saat sang ibu memukul lengannya.


“Jika tidak dipaksa, Keanu tidak akan mendapatkan Jihan, Ma.” Keanu mengarahkan matanya pada sang istri dan Jihan pun hanya memonyongkan bibir.


Hanin tertawa menatap kedua insan saling cinta itu bergantian.


“Kau memang mirip Papamu.” Hanin kembali memukul lengan Keanu pelan. “Tapi sayangnya, Papamu tidak menyadari itu.”


Tawa Keanu pun berubah menjadi senyum tipis saat sang ibu menyebut nama sang ayah. “Oh, ya ngomong-ngomong Papa. Apa Papa sudah pulang?”


Hanin mengangguk. “Sudah. Dia sudah di ruang kerja, menunggumu.”


Keanu mengangguk. Lalu, Hanin mengajak Jihan masuk ke dalam rumah. Sedangkan Keanu berjalan di belakang kedua wanita yang ia sayangi itu.


Di dalam, Rasti sudah duduk di sofa ruang tengah. Keanu, Jihan, dan Hanin berjalan menuju tempat Rasti duduk.


“Oma,” panggil Keanu yang langsung bersimpuh di lutut sang nenek.


Rasti menatap tajam ke arah Jihan, hingga Keanu pun kembali berdiri dan merangkul Jihan untuk sama-sama berjongkok di depan Rasti.


“Oma, maafkan Jihan.” Jihan menyesal karena telah melanggar janji.


Jihan mencoba mengambil tangan kanan Rasti yang berada di atas pangkuan wanita itu sendiri. Namun, Rasti menyembunyikan tangannya agar Jihan tidak dapat mencium punggung tangan itu.


“Oma,” panggil Keanu lirih. “Terima lah Jihan, Oma. Sekarang Jihan adalah istriku, cucu menantu Oma.”


Rasti tetap memalingkan wajahnya. Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun, hingga sebuah suara bariton terdengar dari arah tangga.


“Keanu,” panggil Kenan membuat semua yang ada di ruang tengah itu menoleh. “Langsung ke ruang kerja, Papa.”


Kenan kembali membalikkan tubuhnya menuju ruang kerja. Sedangkan Keanu langsung berdiri dan hendak menghampiri sang ayah. Jihan pun ikut berdiri. Namun, Keanu meminta Jihan untuk duduk dan tidak ikut bersamanya menghadap sang ayah.


“Kamu tunggu di sini, Sayang,” ucap Keanu.


“Ya, kamu tunggu saja di sini, Ji. Biar Keanu dan ayahnya saling bicara,” sahut Hanin.


Jihan pun tersenyum dan mengangguk. Lalu, Hanin membawa Jihan untuk duduk di sampingnya.


“Ma, titip Jihan ya,” bisik Keanu sebelum menaiki anak tangga menuju ruang kerja sang ayah.

__ADS_1


Hanin mengangguk. “Ya. Sana temui ayahmu dan luluhkan hatinya.”


Keanu pun tersenyum pada sang ibu. “Terima kasih, Ma.”


Hanin mengangguk. Sedangkan Jihan duduk di hadapan Rasti. Setelah melihat Keanu melangkah ke atas, Hanin pun ikut duduk.


“Oh ya, kamu mau dibuatkan minum apa? Hangat atau dingin?” tanya Hanin ramah pada menantunya.


“Tidak usah, Ma. Biar nanti Jihan yang buat minuman sendiri,” jawab Jihan yang dahulu selalu membuatkan minuman untuk Hanin dan Rasti.


“Tidak. kali ini kamu adalah tamu,” sahut Hanin yang sudah berdiri dan hendak membuat sendiri minuman untuk menantunya.


Jihan tersenyum. “Apa saja, Ma. Terima kasih.”


“Baiklah, Mama buatkan minuman dulu untuk kita,” ucap Hanin dengan semangat menuju dapur.


Rasti kembali menatap tajam ke arah Jihan. Sedangkan Jihan hanya menunduk dengan jantung dag dig dug.


“Kau memakai pelet apa hingga Keanu begitu tergila-gila padamu? Huh?” tanya Rasti kesal pada Jihan.


Jihan menggeleng takut. Sungguh, berhadapan dengan Rasti lebih menakutkan dibanding berhadapan dengan Gio saat misi itu dilakukan. Aura Rasti lebih menakutkan dibanding Gio yang seorang mafia. Jika dulu Gio menatap Jihan seperti akan menelanny hidup-hidup, tetapi Rasti slebih ekstrim, sepertinya wanita itu ingin membuat Jihan menghilang seketika. Dan, ya Jihan rasanya ingin memiliki Jin dengan meminta satu permintaan saja, yaitu bisa menghilang dari hadapan Rasti.


“Hei, Aku bertanya padamu,” ucap Rasti lagi. “Apa kau memelet cucuku?”


Jihan langsung menggeleng dengan cepat. “Tidak, Oma. Sama sekali tidak. Jihan juga tidak tahu pelet itu apa?” ucapnya polos.


“Huh, selalu saja wanita sepertimu yang dipilih pria di keluarga Adhitama. Pura-pura polos.” Wanita tua itu masih mengerutu.


Plak


Di ruang kerja, Kenan langsung menampar putranya, saat Keanu mengatakan bahwa dirinya sudah menikahi Jihan di kediaman Wiliam.


“Papa tidak akan melarang kamu menikah dengan siapa saja, asalkan bukan darah daging Wiliam. Kau mengerti!” bentak Kenan dengan rahang mengeras.


Keanu tetap berdiri tenang di depan sang ayah. Ia menerima kemarahan itu. ia juga menerima tamparan keras yang dilayangkan sang ayah ke pipinya, hingga memerah.


“Apa selama ini Papa kurang mendidikmu hingga kau selalu melakukan apa pun yang kau mau? Apa selama ini Papa tidak pernah mendukungmu. Tapi mengapa satu permintaan saja, sulit sekali kau lakukan. Kenapa? Memalukan. Sekarang semua kolega Papa tahu kalau kamu menikah dengan anak mantan mafia.”


Kenan benar-benar murka dan kembali duduk di kursi kerjanya. Sementara Keanu masih berdiri di depan sang ayah dengan wajah menunduk.


“Setelah ini, ceraikan Jihan. Kalau tidak. Papa akan mencoret namamu dari ahli waris dan dari keluarga Adhitama.”

__ADS_1


Sontak, Keanu pun menengadahkan kepalanya dan menatap sang ayah. Kenan ikut menatap putranya yang seolah menantang.


__ADS_2