Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
Bercinta dengan wanita yang dicinta


__ADS_3

Rachel gugup saat Fabio menatap tajam matanya. Tenggorokannya pun terasa tercekat. Padahal ia sudah memastikan bahwa semua orang di tempat ini sudah pulang. Sedari tadi, Rachel menunggu tempat ini sepi dan sedikit memberi pelajaran pada Keanu karena telah membuangnya begitu saja dengan membuat sedikit masalah pada motor kesayangan yang biasa Keanu gunakan.


“Apa yang kau lakukan pada motor itu?” tanya Fabio.


“Kau belum pulang? Aku kira semua orang di sini sudah pulang.” Rachel balik bertanya dan memberi pernyataan se tenang mungkin untuk menghilangkan kecurigaan Fabio.


“Kau menunggu semua orang pulang agar bisa mencelakai Keanu?” tanya Fabio kesal. Pria itu cukup lama mengenal Rachel, bahkan ia sempat mengagumi wanita cantik yang pintar memperbaiki motornya.


Rachel terdiam dan kedua mata Fabio terus menatap wanita cantik yang sexy dan proporsi itu. Bentuk badan Rachel memang seimbang dengan tingginya. Apalagi saat ini ia hanya menggunakan tang top bertali kecil yang dimasukkan ke dalam celana jeans-nya. Lekuk tubuh yang sempurna itu terlihat jelas. Namun, ia tetap tidak pernah bisa menggoda Keanu dengan bentuk tubuh itu. justru Fabio yang kerap tergoda, hanya saja pria itu sadar diri karena yang digoda Rachel bukan dirinya melainkan Keanu.


“Apa kau begitu frustrasi karena tidak mendapatkan cinta Keanu?” tanya Fabio lagi.


Rachel terdiam dan menundukkan keplala. Lalu, ia berani menatap wajah Fabio. “Kau tidak mengerti, Fabio. Aku sakit hati,” ujarnya.


“Aku mengerti perasaanmu, Rachel. Aku juga pernah berada di posisi itu, tapi apa yang kau lakukan ini adalah sebuah kriminal. Apa kau tidak takut di hukum jika terjadi apa-apa pada Keanu?”


Tiba-tiba Rachel terisak. Ia pun menangis. Dengan cepat, Fabio menarik tubuh itu dan membiarkan Rachel menangis di dadanya.


Semula Rachel menurut. Ia pun menangis sebentar di dada itu. namun, ia sadar dan mendorong dada Fabio. “Aku tidak mau dikasihani.”


Fabio tetap memaksa. Pria itu manarik tangan Rachel dan memagut bibirnya. Rachel terkejut dan tidak menerima pagutan itu. Namun, Fabio tidak menyerah. Pria itu berusaha membuat Rachel menerima ciumannya. Dan benar saja, ciuman lembut itu membuat Rachel terhanyut. Wanita itu akhirnya membuka mulutnya dan membiarkan Fabio memainkan lidahnya di sana.


Kedua tangan Fabio yang semula berada di pinggang Rachel, kini beralih ke kedua bongkahan padat bagian belakang tubuh Rachel. Dengan pagutan yang tak terlepas, Fabio meremas b*k*ng itu.


“Mmpphh …” Rachel melenguh.


Fabio melepas pagutan itu. “Mulai sekarang lihatlah aku!”


Rachel bingung. Ia hanya menatap kedua bola mata Fabio yang tengah menatapnya. Selama ini, ia tidak pernah tahu bahwa diam-diam Fabio menyukainya.


“Tapi, aku …’


Cup


Fabio kembali ******* bibir itu. Rachel dipaksa untuk menerima ciuman yang berubah menjadi liar. Rachel memang dikenal tidak pernah dekat dengan pria mana pun kecuali Keanu. Wanita itu memang tidak mudah membuka hati pada pria dan hanya Keanu yang membuat dirinya nyaman. Tapi ternyata, Keanu tidak menganggapnya sama. Pria yang kini menjadi suami Jihan hanya menganggapnya sebagai teman dan ciuman panas mereka juga hanya sebagai selingan atau pelampiasan saja.


Fabio mengangkat tubuh Rachel. Ia menggendong Rachel seperti koala dengan bibir yang masih berpagutan. Rachel pun mengikuti instingnya. Wanita itu mengalungkan sendiri kedua tangannya pada leher Fabio.


Kaki Fabio bergerak menuju ruangan tertutup yang ada di sana. Ruangan dilengkapi dengan jejeran sofa empuk, home teather dan karpet berbulu halus itu akan menjadi tempat Fabio melampiaskan hasratnya pada wanita ini. Ruangan itu adalah ruangan yang biasa menjadi tempat rehat para pembalap sembari menikmati makan dan menonton film.


Hasrat Fabio semakin memuncak. Kedau tangannya dengan aktif membuka kaos tangtop yang Rachel kenakan. Ia pun dengn terburu-buru membuka pakaiannya sendiri dan yang terakhir ia membuka jeans yang masih melekat di tubuh Rachel.


“Kau tahu, aku sudah menunggu saat-saat seperti ini sejak lama.” Fabio menindih tubuh Rachel yang ia baringkan di atas sofa.


“Kenapa?” tanya Rachel bingung.

__ADS_1


“Karena aku menyukaimu. Tapi sayang, aku tidak pernah dilihat karena kau sibuk memberi perhatian pada Keanu.”


Sontak, Rachel terdiam. Sungguh ia tidak menyangka bahwa selama ini Fabio menyukainya.


“Tapi kau memiliki banyak wanita,” ucap Rachel.


“Keanu juga memiliki banyak wanita, bahkan dia memiliki pacar. Tapi kau tetap menyukainya,” sahut Fabio.


Rachel terdiam.


Fabio menjepit dagu Rachel dan kembali berkata, “jadilah milikku dan aku akan tinggalkan semua wanita yang dekat denganku.”


Tanpa meminta izin, sebenarnya Rachel juga sudah siap untuk menjadi milik Fabio. Pasalnya keadaan mereka memang sudah siap untuk bercinta. Namun, Fabio menegaskan kembali karena kali ini ia memang ingin serius dengan wanita ini. Ia juga ingin memiliki satu wanita saja, seperti Keanu.


“Ah,” rintih Rachel saat sesuatu menembus bagian sensitif itu. “Aku belum menjawab, tapi kau sudah melakukannya?”


Fabio tersenyum. “Tidak perlu menunggu jawaban karena pasti kau akan emnganggukkan kepala bukan?”


“Ah, si*L.” Rachel memukul dada Fabio dengan wajah memerah karena malu.


Kedua orang itu kini tengah bergumul. Akhirnya, Fabio bercinta dengan wanita yang cinta. Rasanya memang berbeda, ternyata apa yang dikatakan Keanu benar. Pantas Keanu bersikeras hanya ingin bercinta dengan wanita yang dicinta karena sensasinya memang jauh berbeda.


****


Tring


Ponsel Keanu berbunyi menampilkan pesan dari Fabio.


“Akhirnya, wanita ini jatuh juga ke tanganku. Terima kasih karena kau telah membuatnya sakit hati, jadi aku bisa memilikinya.”


Sudut bibir Keanu tersenyum membaca pesan itu.


“Dia memang milikmu. Aku tahu itu. Makanya aku tidak pernah berbuat apa-apa padanya kecuali berciuman.”


“Kalau begitu, gantinya. Aku akan mencium istrimu,” ledek Fabio.


“Boleh saja, asal kau sudah bosan hidup,” jawab Keanu.


Fabio menjawab dengan emot tertawa. Kedua pria itu saling bertukar pesan dan bercengkerama lewat benda pintar itu.


Jihan melirik ke arah suaminya yang sedang asyik bermain gadget. “Seru banget sih, ampe ketawa sendiri. Siapa sih?” tanyanya.


“Fabio,” jawab Keanu sembari melirik ke arah sang istri yang masih menatapnya. “Dai berhasil menaklukkan Rachel.”


Jihan terlihat antusias. Ia pun mendekati sang suami dan melihat chat itu. “Mereka?”

__ADS_1


Keanu mengangguk. “sebenarnya aku tahu, Fabio itu menyukai Rachel. Tapi Rachel justru selalu mendekatiku.”


“Dan sekarang dia sakit hati, terus Fabio datang mengobati sakit itu. Eum … so sweet,” sahut Jihan dengan kembali duduk di posisinya, berhadapan dengan laptop.


Keanu meletakkan ponselnya. “Aku juga sweet.”


Pria itu mendekati sang istri.


“Ya, kamu juga sweet. Sangat sweet.” Jihan menangkup wajah Keanu yang kini mendekap tubuhnya dari samping dan menempelkan kepala di bahu itu.


Jihan kembali dengan pekerjaannya yang tinggal sedikt lagi. Namun, pekerjaan itu sedikit terganggu karena tangan jahil sang suami.


Tangan Keanu mulai mengerayangi dua gunung dan lembah yang belum basah.


“Kean …” Jihan mulai merasa tidak nyaman, hingga mulai tidak fokus lagi pada pekerjaannya yang hampir selesai.


Sementara Keanu tetap asyik memainkan jarinya diiringi dengan mulutnya yang menelusuri bahu serta dan leher Jihan.


“Ah, Kean. tangan kamu. Lepas! Aku belum selesai.” Jihan melayangkan protes semabri memukul lengan kekar Keanu yang berada di atas pahanya.


Namun, pria mesum itu tetap mengabaikan protes Jihan. Ia justru menikmati ketidakberdayaan sang istri.


“Ah, Kean … Please, Jangan!”


“Jangan berhenti maksudnya?” tanya Keanu meledek karena perkataan Jihan tidak sesuai dengan tubuhnya yang kini menggelinjang akibat terjangan ombak yang memaksa untuk terlepas dari tubuh itu.


Keanu tertawa sembari memperlihatkan jarinya. “Bajir banget, Sayang.”


Jihan malu. Pipinya merah dan langsung memukul lengan Keanu. “Kamu rese. Kesel tahu ngga.”


Keanu kembali tertawa dan menutup laptop itu. lalu menggendong Jihn ke kamar untuk melanjutkan kenikmatan itu.


“Kean aku belum selesai. Tadi tinggal kirim email ke pusat,” rengek Jihan yang saat ini sudah berada dalam gendongan Keanu. Ia hanya bisa melihat laptopnya menjauh.


“Nanti dikerjakan lagi. Pekerjaan bisa ditunda tapi rudalku tidak mau menunda. Ia ingin lepas landas, Sayang.”


Jihan tertawa dan memukul manja lengan Keanu lagi.


Tring


Fabio mengirim pesan lagi pada Keanu.


“Jangan kau gunakan motor lamamu! Pakai saja motor cadangan yang direkomemdasi Leon.”


Keanu belum membaca pesan itu, karena saat ini ada hal yang lebih penting sari itu, yaitu bercinta dengan istri tercinta.

__ADS_1


__ADS_2