Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
Bonchap 6


__ADS_3

Jihan mendampingi suaminya menonton ajang balap motor internasional itu. Biasanya ia menonton sang suminya yang berada di arena sana. Tapi tidak mengapa, semua kejadian pasti ada hikmahnya. Terbukti kini Keanu menjadi anak yang diinginkan sang ayah. Memang sudah waktunya Keanu menjalani hidup sesungguhnya, karena menjadi keturunan Adhitama tidak akan memiliki profesi lain selain pebisnis. Dan masa Keanu bersenang-senang, sudah ia rasakan tuntas.


Jihan menoleh ke arah suami sembari menggandeng lengan yang tidak sakit. “Kamu tidak menyesal mundur di usia dini?” bisiknya.


Keanu ikut menoleh ek wajah sang istri yang tepat berada di samping wajahnya. Ia tersenyum dan menjawab, “aku lebih suka memilihmu.”


Jihan melebarkan senyum dan mengeratkan pelukannya hingga lengan Keanu menempel pada dada Jihan yang terasa kenyal.


“Empuk sekali,” ucap Keanu sembari menggesek lengannya pada dada yang menempel itu.


Sontak, Jihan pun melihat apa yang dilakukan suaminya.


“Kean,” panggil Jihan dengan berteriak pelan dan mimik wajah kesal yang ditahan. “Mesum banget sih kamu.”


Keanu hanya tertawa dan kembali mengarahkan matanya ke lapangan. Lalu, Jihan menarik lengannya, tapi langsung ditahan Keanu.


Petinggi negara yang duduk di samping Keanu pun menoleh ke arah dua insan yang selalu dimabuk cinta dan ia tersenyum. Sontak, Keanu dan Jihan ikut tersenyum. Keisengan Keanu terhadap istrinya memang meresahkan orang di sekitar mereka.


Jihan langsung mecubit pinggang Keanu pelan. “Kamu sih. Malu-malu-in.”


“Aww … sakit, Sayang.”


“Biarin.”


Mereka berinteraksi dengan nada berbisik dan kembali menonton pertandingan.


Sebelum pertandingan di mulai, Keanu sempat menghampiri rekan-rekan tim nya dulu, terutama Fabio dan Mark. Mereka paling menyayangkan pengunduran diri yang dilakukan Keanu, menginga usia Keanu justru jauh lebih muda dibanding Mark dan Fabio.


“Ayo Fabio! Come on!” seru Keanu saat melihat Fabio yang unggul di depan. Sementara di belakang Fabio terdapat pembalap dari tim berbeda dan dibelakangnya lagi, ada Mark.


Pertandingan memasuki pertengahan lap dan hingga lap terakhir, posisi tetap sama, Fabio diurutan pertama, urutan kedua tim lain dan yang ketigaadalah Mark. Biasanya Mark selalu berada di posisi pertama, tapi kali ini Fabio yang unggul. Pertandingan ini adalah pertandingan pertama musim ini.


“Pertahankan, Fabio …” seru Keanu bersamaan dengan para penonton yang lain.


Sedangkan Jihan hanya melihat ekspresi suaminya. ia tahu betul bahwa pria itu sebenarnya masih menginginkan ada di arena itu.


“Three, two, one …”


Fabio berhasil melewati finish lebih dulu. Bendera dan suara di sana menandakan bahwa pertandingan berakhir dan dimenangi oleh Fabio.


Keanu berdiri diikuti oleh beberapa para petingg negara yang mewakili untuk melihat pertandingan ini, mengingat mereka adalah tuan rumah penyelengara.


“Uuuuuuu …” Sorak para tim dan penonton di sana. Fabio sangat senang. Tawanya merekah. Pria itu pun berjalan pelan di atas motornya untuk menyapa para penonton dengan memberi kecupan jarak jauh.


Tepat di kursi tempat Keanu menonton, Fabio pun memberhentikan motornya. Keanu menghampiri sahabatnya itu dan merekasaling berpelukan.


“Congratulation, Bro.”


“Thank you, Kean.”


Fabio mengeratkan pelukannya hingga Keanu pun meringis. “Aww …”


“Ups, Sorry.”


Pelukan Fabio teramat kencang hingga mengenai tangan Keanu yang masih berbalut gips.


“Kau tidak boleh cepat pulang. Kau harus menemui kami di sana.” Fabio menunjuk tempat tim mereka berkumpul.


“Oke.” Keanu mengangkat ibu jarinya ke atas sembari tertawa.


“Kita berbincang di sana. Oke.”


“Oke,” jawab Keanu lagi.

__ADS_1


“Di mana istrimu?” tanya Fabio.


“Di sana.” Keanu menunjuk ke belekang, tempat Jihan duduk. Jihan yang merasa sedang dilihat oleh kedua pria tampan itu pun tersenyum.


“Istrimu semakin cantik, Kean,” ujar Fabio.


“Tentu saja. oleh karena itu aku memilihnya.”


“Ah, si*l.” Fabio pun tertawa.


Akhirnya, pertandingan usai. Para penyorot negeri pun saling mengabadikan peristiwa ini. banyak media yang meliput pertandingan ini, dari media dalam negeri hingga mancanegera. Keanu pun menjadi brand ambasador acara ini. walau ia tidak mengikuti pertandingan tetapi negaranya tetap memberikan apresiasi. Keanu mendampingi petinggi negera itu hingga acara selesai dan pulang.


“Berikan salamku pada Papa-mu,” ucap petinggi negara itu yang memang sangat mengenal Kenan.


“Baik, Pak.” Keanu pun mengangguk hormat.


Petinggi negara itu pun menepuk bahu Keanu dan masuk ke dalam mobil dengan plat R 1.


Jihan sangat baangga bisa dicintai oleh pria seperti Keanu. Pria selengeyan dengan sejuta pesona. Pria itu mapu menempatkan diri dimana pun berada. Ia bisa serius di depan orang penting dan memiliki wawasan yang luas saat berbincang dengan mereka. keanu juga bisa menjadi teman cerita yang hangat dan bercanda tawa dengan rekan sejawatnya. Pria itu juga bisa sangat mesum dan gila bila di depan Jihan.


Jihan terus menatap suami yang baru saja menemani petinggi negara itu. Lalu, Keanu menoleh ke arah sang istri yang ia tahu bahwa Jihan sedang menatapnya.


“Kenapa?” tanya Keanu pada Jihan saat menghampiri wnita itu.


“Tidak apa.” Jihan menggeleng.


“Kau terpesona padaku?” tanya Keanu saat lengannya digandeng sang istri.


“Kalau itu, jangan ditanya! Aku sudah terpesona padamu sejak sepuluh tahun lalu,” jawab Jihan menginngat waktu pertama kali mereka bertemu di sekolah.


Keanu pun tertawa dan mencubit ujung hidung Jihan. “Jangan menggodaku di sini! Nanti saja di rumah.”


Jihan ikut tertawa. “Kalau itu, pasti mau mu.”


“Kean, maaf. karena aku, kamu tidak bisa mengikuti pertandingan musim ini,” ucap Rachel dengan wajah sendu.


Kenu tersenyum. “It’s oke, Rachel. Ini memang sudah jalannya. Sudah saatnya aku pensiun.”


“Tapi usiamu lebih muda dariku, Kean. karirmu juga sedang naik,” sahut Fabio.


“Ketika kau menikah dan menemukan wanita yang tepat. Kau akan sepertiku, Bro,” jawab Keanu sembari menepuk bahu Fabio.


Fabio pun mengangguk setuju. “Mungkin. Jadi jika aku masih ingin menjadi pembalap, aku tidak menikah?”


“Ho ho ho … tidak begitu, Bro. itu pilihanmu nanti.” Keanu tertawa.


Fabio pun ikut tertawa. Sementara Jihan dan Rachel saling melirik. Lalu, sontak Rachel memeluk Jihan.


“Maafkan aku, Ji.”


“It’s oke, Rachel.” Jihan menerima pelukan itu da menepuk pelan bahu Rachel.


Semua sudah terjadi. Keanu dan Jihan pun tidak mempermasalahkan yang sudah terjadi. Mereka yakin bahwa selalu ada hal baik setelahnya dari setiap musibah yang terjadi.


****


Hari ini begitu melelahkan. Jihan baru selesai membersihkan diri dan mencari keberadaan suaminya. Keanu berdiri di depan balkon kamar. Malam ini, merek hanya berdua. Sejak siang, Rasti diajak oleh Ibunya Jihan untuk mengunjungi beberapa tempat menarik di kota itu.


Ngidam Lastri memang sedikit aneh. Ibu dari Jihan itu sudah mengenal dunia glamor sejak dipersunting Wilian, karena pria itu sendiri yang mengenalkan barang-barang branded pada sang istri sehingga ngidam Lastri saat ini berbelanja barang branded dan mengunjungi tempat wisata. Ngidam itu pun sesuai dengan hobby Rasti, hingga hubungan yang tadinya majikan dan pembantu itu menjadi seperti seorang teman. Rasti tidak lagi memandang Lastri rendah, karena secara status sosial, mereka sudah sama.


Grep


Jihan yang asih memakai bathrobe kimono memeluk Keanu dari belakang. Sontak Keanu pun menoleh ke belekang.

__ADS_1


“Hei, sudah selesai?” tanyanya.


Jihan mengangguk. “Sudah. Sekarang giliranmu!”


Keanu mengangguk. Mereka memang bergantian menggunakan kamar mandi. Sebelum beralih ke tempat itu, Keanu mendekatkan tubuhnya pada sang istri dan membelai wajah serta rambut itu.


“Aku tidak menahanmu. Jika kamu masih ingin menjadi pembalap. Aku tidak masalah,” ucap Jihan.


Keanu tersenyum. “Ya, aku tahu. Kamu juga pasti lebih memilih aku dibanding pekerjaan karena kamu sangat mencintaiku.”


Jihan pun tersenyum dan Keanu juga demikian.


“Lalu kenapa tetap berhenti?” tanya Jihan.


“Karena aku keturunan Adhitama. Aku tidak akan mengecewakan Papa dan Kevin. Sejauh mana pun aku mengepakkan sayap, pasti aku harus pulang. Dan sekarang, aku pulang.”


Jihan kembali tersenyum lebar dan memeluk suaminya. Keanu juga mengerakan pelukan. Kemudian, Keanu mengajak istrinya masuk.


“Sayang, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu,” kata Jihan pada suaminya.


“Terima kasih.” Keanu mengusap rambut Jihan sebentar dan berlalu ke kamar mandi.


Setelah memasuki ruangan itu, Keanu membuka pakaianya dan hanya menyisakan celana d*l*mnya saja. Lalu, arah mata Keanu menangkap sebuah kotak yang ia kira adalah kotak perhiasan istrinya.


“Sayang, kamu meletakkan kotak perhiasan sembarangan,” ucap Keanu dengan membuka pintu itu dan menongolkan kepalanya.


Jihan pun menghampiri suaminya.


“Kotak perhiasan?” tanyanya bingung.


“Ya, ini kotak perhiasanmu kan?” tanya Keanu dengan menunjukkan kotak itu.


Jihan menggeleng. “Bukan.”


“Lalu punya siapa?” tanya Keanu lagi.


Jihan mengangkat bahunya. “Tidak tahu. Coba saja kamu buka.”


Keanu pun membuka kotak itu. Lalu ia tercengang dengan isi di dalamnya. Sontak, Keanu melepas kotak itu dan hanya mengambil benda tipis yang panjang itu dan menunjukkan garis dua berwarna merah.


“Kau hamil?” tanya Keanu dengan mata berkca-kaca.


Jihan tersenyum dan mengangguk.


“Aaa …. Sayang.” Keanu langsung memeluk Jihan dan mengangkat tubuh itu ke atas.


“Aaa … lepas, Kean. aku takut jatuh.”


Keanu tetap mengangkat tubuh wanita itu dan mengajaknya berputar.


“Kean.” Jihan tertawa, diiringi tawa bahagia Keanu.


Lalu, Keanu pun menurunkan istrinya. “kapan kamu periksa ini?”


“Dua hari lalu.”


“Dan baru bilang sekarang?”


Jihan mengangguk. “maaf. aku mencari momen yang tepat.”


“Kau memang harus dihukum, Jihan.” Keanu kembali mengangkat tubuh istrinya dan membawa sang istri ke dalam kamar mandi.


“Aaa … Kean jangan! Aku sudah mandi.”

__ADS_1


“Biarin.”


__ADS_2