Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
Bonchap 7


__ADS_3

Hoek


Hoek


Hoek


Keanu terus mengeluarkan isi makanannya. Padahal baru saja ia menghabiskan makanan kesukaannya itu.


Pagi ini, Jihan sengaja memasak bihun goreng, kesukaan keanu saat masih SMA dulu. Keanu sering sekali membeli bihun goreng di warung yang menyediakan nasi uduk untuk siswa-siswa dan pendidik yang belum sempat sarapan pagi di rumah. Rasa yang Jihan buat pun tak kalah enak dengan si penjual bihun goreng saat di SMA nya dulu. Kebetulan Jihan juga suka membeli makanan itu saat sekolah.


“Ya ampun, Sayang. Kok bisa dimuntahin semua begini?”


Jihan terus memijat tengkung leher Keanu.


Keanu menggeleng. “Ngga tahu. Rasanya ga enak banget. Setiap pagi aku selalu mual. Sepertinya ini terjadi setelah kita pulang dari rumah sakit pas cek kehamilan kamu waktu itu.”


“Apa jangan-jangan aku kesamber setan mual!”


“Hus …” Jihan langsung memukul lengan suaminya. “Kalau ngomong tuh yang bener. Lagian mana ada setan mual.”


“Kan ada namanya setan keder, berarti setan mual juga ada, Sayang.” Keanu mengambil handuk kecil yang diberikan sang istri dan mengusapkannya ke mulut.


Jihan menggelengkan kepala, lalu membantu Keanu keluar kamar. Tubuh pria itu memang terlihat lemas karena sudah satu minggu terakhir Keanu mengalami hal ini dan sulit makan.


Keanu memilih duduk di sofa dan Jihan memberikan teh madu hangat pada suaminya. “Ayo minum dulu! supaya mualmu hilang.”


Keanu mengangguk dan mengambil cangkir yang diberikan istrinya.


Ceklek


Rasti membuka pintu kamar itu dan membawa sebuah mangkuk berisi krim sup. “Ini, oma membuat sup. Siapa tahu bisa masuk ke perutmu.”


Keanu tersenyum. begitu juga dengan Jihan. Jihan menerima mangkuk itu. “Terima kasih Oma.”


“Ya, sepertinya apa yang dialami Kenan waktu itu juga dialami Keanu.”


“Maksud Oma?” tanya Keanu.


“Kamu itu mengalami cauvade syndrome, yaitu kondisi suami yang ngidam dan mual saat istri hamil,” jawab Rasti.


“Oh, ya?’ Keanu melirik ke arah istrinya yang seroang dokter, seolah untuk bertanya. Walau Jihan bukan dokter spesialis kandungan, tapi paling tidak Jihan juga mengetahui itu dari rekan-rekannya di rumah sakit.

__ADS_1


Jihan pun tersenyum dan mengangguk. “Maaf, ya. Aku yang hamil, malah kamu yang repot.” Jihan mengelus bahu suaminya yang sedang duduk di sofa.


Keanu memeluk perut Jihan. “Tidak apa. Malah lebih baik seperti ini. Biar saja aku yang muntah dan tidak makan, dari pada kamu. Nanti anak kita malah tidak mendapat asupan gizi yang baik.”


“Eum …” cibir Rasti pada Keanu. Memang cucunya yang satu ini sangat jauh berbeda dari sebelum menikah. Apalagi sekarang saat akan menjadi ayah, tanggung jawab Keanu semakin kentara.


Rasti mengusap lembut rambut Jihan. “terima kasih ya, Ji.”


“Untuk apa, Oma?”


“Untuk semua yang kamu berikan. Jika mengingat perilaku Oma dulu padamu. Rasanya Oma malu.”


Keanu melepas pelukan diperut sang istri dan kini bergantian Jihan yang memeluk nenek suaminya. sudah hampir satu bulan Rasti tinggal bersama Keanu di sini. Wanita tua itu sangat betah dan kerasan tinggal bersama pasutri muda ini. Selain Keanu yang humoris dan membuat Rasti tertawa, ada Jihan yang perhatian dan selalu mengingatkannya akan kesehatan.


“Jadi, Kean tidak salah kan waktu itu menentang Oma?” tanya Keanu dengan menaikka alisnya.


“Ya … Ya …”


Ketiganya pun tertawa.


Kemudian, Rasti meninggalkan pasangan suami istri ini. ia kembali keluar dari kamar dan melakukan aktifitasnya yang hanya berkebun atau yoga. Dua aktifitas itu yang dilakukan Rasti setiap pagi.


“Sayang, ayo dimakan sup nya sedikit-sedikit!” ucap Jihan.


“Iya, Keanu Putra Adhitama.”


Keanu pun tersenyum. “Terima kasih, Jihan Pramesti.”


Keduanya tertawa dan Jihan mulai menyuapi sup itu ke dalam mulut suaminya.


“Semoga ga dimuntahin lagi ya,” ujar Jihan yang lansung diangguki Keanu.


Tangan Keanu mengelus terus perut rata istrinya sembari menerima suapan itu. sungguh, ia sangat senang karena akan menjadi seorang ayah. Tapi bukan Keanu jika tidak jahil pada istrinya. tangan Keanu yang semula mengusap perut itu justru naik ke atas dan meremas bagian itu.


“Kean,” panggil Jihan kesal karena kejahilan itu.


Keanu nyengir. “Makin gede, Sayang.”


“Iya, ini kan karena ulahmu.”


Keanu tertawa. “Aku suka.”

__ADS_1


Jihan mencibir. “Semua yang ada di tubuhku semakin berkembang karena ulahmu.”


“Ya, semua memang ulahku. Bagian ini bertambah besar karena aku.” Keanu kembali memegang gunung kembar yang membulat itu. “Ini juga semakin tebal karena aku.” Keanu mengusap bibir bawah Jihan yang memang sering disesap dan digigit Keanu.


“Dan, disini ada yang hidup, juga karena ulahku.” Lalu, Keanu mengusap perut Jihan sembari tersenyum senang.


Jihan mengangguk sambil memonyonkan bibir. “Jadi nanti, kalau aku gemuk paska melahirkan. Itu juga karenamu. Jangan protes! Dan jangan mencari wanita lain!”


Sontak Keanu tertawa. “Aku tidak akan ke lain hati, Sayang. Hatiku sudah penuh di isi kamu.”


“Hmm … gombal.”


“Sungguh,” ucap Keanu tersenyum sambil tangannya yang kembali memeluk pinggang istrinya yang duduk di sampingnya tanpa jarak.


“teman-temanku banyak yang cerita kalau suaminya selingkuh saat setelah melahirkan. Masa nifas memang memaksa para suami untuk puasa. Dan di masa itu kesetiaan suami dipertaruhkan.”


“Aku sanggup puasa, demi kamu,” sahut Keanu percaya diri. “Bahkan aku bisa puasa delapan tahun saat kita dipisahkan.


“Oh ya?” Jihan mencibir. “Terus apa kabar Chintya, rachel, Adiba, Silvia, dan hmm … siapa lagi ya?”


Jihan mengetuk-ngetuk dagunya sendiri. Sontak Keanu pun mencium bibir itu.


Cup


“Banyak bicara.”


Jihan tertawa. Lalu, Keanu mengambil mangkuk dari tangan Jihan dan meletakkannya di nakas. Kemudian, Keanu melanjutkan ciuman itu dengan manrik tengkuk Jihan.


“Kean …” teriak Jihan karena saat ini ia seolah sedang dipaksa menerima ciuman sang suami.


Di bandara, Gio baru saja tiba. Gio terlebih dahulu menemui ayahnya, karena saat ini Wiliam dan Lastri juga tinggal di sini. Wiliam memenuhi keinginan Lastri yang ingin dekat dengan putrinya dan menyukai pemandangan kota ini.


Di tempat yang sama, Fiona juga baru tiba. Wanita tangguh nan cantik itu sudah berjanji akan menemui Jihan hari ini. Fiona juga hendak berlibur setelah dua tahun tidak melakukan pelatihan dan satu tahun bertugas tanpa ada cuti.


Bugh


Gio dan Fiona bertabrakan saat keduanya berjalan dengan arah berlainan. Fiona langsung berjngkok untuk membereskan kopernya yang terjatuh akibat ulah si penabrak itu. Si penabrak itu hanya berdiri tersenyum. ia tahu siapa wanita yang sedang ditabraknya ini.


Fiona berdiri setelah kopernya kembali rapi. Lalu, wanita itu menenggak untuk melihat si penabrak yang tidak membantunya membereskan kopernya yang terjatuh. Bahkan si penabrak itu juga tidak meminta maaf.


Seketika netra mereka bertemu.

__ADS_1


“Kamu?”


“Hai, kita bertemu lagi,” ujar si penabrak itu dengan senyum menyeringai.


__ADS_2