Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
Saling melupakan


__ADS_3

Prang


Keanu menjatuhkan sebuah gelas ketika ia sedang menikmati makan malam bersama Chintya di restoran mewah.


“Oh, sorry.” Keanu menunduk dan meminta maaf pada pelayan yang hendak membersihkan pecahan gelas itu.


Keanu pun menjadi pusat perhatian saat melakukn kesalahan itu.


“Kean, kamu apa-apaan sih? Pakai menjatuhkan gelas segala. Memang tidak lihat kalau di sampingmu ada gelas?” ucap Chintya kesal karena mata semua orang yang ada di restoran itu tertuju pada mereka.


“Aku tidak sengaja, Chin,” sahut Gio yang juga terlihat kesal karena dimarahi Chintya. “Lagian kenapa kamu menaruhnya tepat di samping tanganku.”


“Ck. Kamu tuh. Kamu yang salah malah nyalahin orang. Lagian dari kemarin kamu memang tidak fokus. Ceroboh.”


Keanu kembali menatap kesal Chintya. Ya, memang ia akui beberapa hari terakhir ini hatinya merasa resah, gundah, dan tak menentu. Jika anak remaja menyebutnya galau. Ya, itu yang dirasakan Keanu saat ini. Entah mengapa hatinya galau. Apa ini suatu pertanda yang buruk? Ya, ini pertanda karena sang pujaan hati akan menikah dengan pria lain di sana.


Keanu sudah kembali tinggal di rumah besar sang ayah. ia kini kembali bersama orang tua dan neneknya. Sudah beberapa hari ia tinggal di rumah itu, tapi ia hanya bertemu Lastri sekali. Itu pun dalam keadaan ketika semua orang tengah sibuk termasuk Lastri.


Lastri seolah menghindari Keanu. Dan hari ini, Lastri pun tak terlihat, padahal Keanu sudah mencarinya di kamar belakang.


“Ma,” panggil Keanu pada sang ibu ketika di dapur.


“Ya, sayang.” Hanin menoleh dan tersenyum pada putranya.


Keanu memeluk sang ibu dari samping dan meyandarkan kepalanya di bahu itu.


“Hei, anak Mama kenapa?” tanya Hanin.


“Entahlah. Mungkin karena Kean masih kangen sama Mama.”


“Oh, so sweet,” ucap Hanin sembari mengelus kepala sang putra yang bersandar di bahunya. “Kau tahu, kalau ayahmu melihatmu seperti ini, dia pasti akan marah.”


“Karena cemburu?” tanya Keanu.


Hanin pun mengangguk.


“Posesif Papa tuh ga pernah ilang,” ujar Keanu membuat Hanin tertawa.

__ADS_1


“Dan sekarang tertular ke kakakmu.”


Keanu ikut tertawa. Ya, ia bisa melihat sang kakak yang bernama Kevin Putra Adhitama, yang memiliki karakter dingin sedingin es dan kaku seperti kayu, bisa romantis dan manja sekarang pada istrinya.


“Kalau aku bagaimana, Ma?” tanya Keanu.


“Kamu?” Hanin tertawa dan melepas aktifitasnya. Ia mangkup wajah sang putra. “kamu itu humoris, mudah bergaul, dan manja.”


“Seperti Mama?”


Hanin mengngguk. Lalu, menatap putranya. “Tapi, Mama merasa kamu tidak cocok dengan Chintya.”


“Lalu dengan siapa?” tanya Keanu membuat Hanin terdiam.


Wanita paruh baya itu kembali melanjutkan aktifitasnya. Ingin sekal Hanin mengucap bahwa ia lebih setuju jika Keanu bersama Jihan, anak Lastri, asisten rumah tangga yang sudah mengabdikan dirinya hingga puluhan tahun.


Hanin lebih menyukai wanita sederhana tapi pintar. Apalagi Jihan memliki tata krama yang baik dan sopan. Sedangkan Chintya, wanita itu terlalu kebarat-baratan. Walau Hanin baru bertemu satu kali, tapi kesan itu tampak tidak berkesan.


“Dengan siapa, Ma?” tanya Keanu lagi pada ibunya.


““Yang pasti dengan wanita yang kamu cintai,” jawab Hanin.


Hanin sedih melihat tatapan putranya yang terlihat nelangsa. Ia kembali menangkup wajah Keanu. “Terlambat, Kean. Besok Jihan akan menikah. Lupakan dia, dan cintailah wanita lain.”


Jedar


Seperti tersambar petir, Keanu pun terkejut. “Besok?”


Hanin mengangguk.


“Mengapa Mama tidak bilang?” tanya Keanu kesal.


“Untuk apa? Bi Lastri sudah pulang ke Surabaya tiga hari lalu.”


“Mama akan ke sana?” tanya Keanu lagi pada ibunya.


Hanin mengangguk. “Ya, besok pagi kami berangkat. Itu pun Mama membujuk Papamu dengan susah payah karena di sana nanti ada ayah biologis Jihan.”

__ADS_1


Keanu mmejamkan matanya. Wajah Jihan terus menari-nari di sana.


Hanin turut sedih melihat putranya. “Mama kira kamu sudah menemukan wanita ain di sana. Mama kira Chintya sudah cukup mengisi hatimu.”


Keanu menggeleng. “Dia hanya pelarian, Ma.”


Hanin memeluk putranya erat. Keanu pun melakukan hal yang sama. Sungguh, hatinya luluh lantah mendengar berita bahwa sang pujaan hati akan dimiliki orang lain. Walau Keanu tidak tahu alasan Jihan melakukan itu.


****


JIhan duduk tepat di samping Rayen. Wajah pria itu semakin pucat. Rayen menahan rasa sakit di kepalanya.


“Ray, kamu baik-baik saja?” tanya Jihan.


Rayen tersenyum dan mengangguk. “Ya, aku baik-baik saja.”


“Jika kamu merasa sakit, tunda saja dulu,” ucap Jihan berbisik.


“Tidak. aku tidak mau menundanya. Aku ingin menjadi suamimu, Ji.”


Jihan tersenyum tipis dan kembali menatap ke sekeliling. Ia melihat Wiliam duduk bersama Gio di luar meja akad nikah. Wali untuk Jihan akan diwakilkan oleh Pak penghulu yang sudah berjabat tangan dengan Rayen. Keringat bercucuran di kening Rayen, bukan karena pria itu gugup melainkan karena menahan sakit yang disebabkan dari penyakitnya.


Hanin dan Kenan juga hadir di acara yang diselenggarakan setelah adzan zuhur itu. acara terlihat sederhana, setelah ijab qobul akan langsung diisi dengan resepsi.


Tepat di luar gedung, Keanu hadir di acara itu. ia berdiri melihat wanita yang di cintainya bersanding dengan pria lain.


“Saya terima nikah dan kawinnya ananda Jihan Prameswari binti Sulastri dengan mas kawin tersebut di bayar tunai,” ucap Rayen tegas dengan satu tarikan nafas, membuat Keanu tak kuasa meneteskan air mata.


Keanu masih merasa bahwa ini adalah mimpi. Ini bukan kenyataan. Ia pun membalikkan tubuhnya dan meninggalkan gedung itu. ternyata hatinya tidak setegar yang ia kira. Ia masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat dan ia dengar sendiri. Ini seperti halusinasi.


Jihan menengok ke arah pintu. Ia merasa ada sosok pria yang berdiri di sana. sosok yang ia yakini adalah Keanu. Namun, sosok itu sudah tidak ada.


Kedua mempelai beserta para tamu yang hadir mengusap wajahnya setelah doa dipanjatkan oleh Pak penghulu itu. kini, Jihan resmi menjadi istri Rayen, pria yang di vonis dokter hanya bertahan dua bulan saja. Dan dalam waktu dua bulan itu, Jihan berjanji akan membahagiakan Reyen.


“Maafkan aku, Kean. Maaf aku menerima orang lain,” ucap Jihan dalam hati di sela usapn kedua tangan itu diwajahnya.


“Walau ragaku milik orang lain, tapi hatiku hanya milikmu. Jika aku ditakdirkan untuk lahir kembali, maka aku akan tetap memilihmu. Jika dilahirkan lagi, aku akan tetap memilihmu. Keanu.”

__ADS_1


Jihan menagis dengan wajah tertutup oleh kedua telapak tangannya. Ia menangis bukan sedih karena harus berpisah dari orang tua setelah menikah, tetapi sedih karena harus benar-benar terpisah dari Keanu. Mulai saat ini ia benar-benar akan melupakan pria itu.


Di jalan, Keanu pun berniat yang sama. Mulai saat ini, ia benar-benar akan melupakan wanita itu, Jihan.


__ADS_2