
Rasa senang itu tak bisa digambarkan. Keanu memang berharap hari ini berjumpa dengan Jihan, walau kemungkinan itu tipis. Dan, akhirnya doa itu terkabul. Wanita yang Keanu anggap sudah menjadi milik orang lain itu, kini berdiri tepat di depannya. Antara senang dan kesal menjadi satu. Senang karena Tuhan mempertemukannya kembali pada Jihan, kesal karena wanita itu memilih menikah dengan pria lain di tengah ia akan memperjuangkan cintanya.
Semula Keanu memang akan mengajak Chintya ke kota kelahirannya dan memperkenalkan Chintya pada keluarganya. Tapi kejadian yang terjadi di Itali, membuat Keanu yakin untuk memperjuangkan Jihan. Sebelum pulang ke Jakarta, Keanu bertengkar hebat dengan Chintya, dia sudah memutuskan model itu. Namun, Chintya masih bersikeras hingga mengikuti Keanu sampai ke sini dengan alasan pekerjaan. Walau alasan itu memang benar.
Keanu berharap ssesampainya di sini, ia akan menemui Jihan dan memperjuangkan cintanya bersama. Tapi saat mengetahui wanita itu menerima lamaran pria lain dan menikah, Keanu pun patah hati. Lalu, kembali ke pelukan Chintya. Model cantik itu rela menjadi tempat pelampiasan Keanu, walau sebenarnya dia tahu bahwa sang pembalap ini tidak pernah mencintainya.
“Ah.” Jihan terlalu kaget dengan kehadiran Keanu yang berada dekat di punggungnya, hingga ibu jari Jihan menyentuh sedikit alat panggang yang terbuat dari besi itu.
Sontak, Keanu menarik tangan Jihan dan menghisap ibu jari itu. “Kebiasaan. Kamu selalu ceoboh,” ucapnya dan kembali mengemut ibu jari Jihan.
“Kean, lepas. Nanti ada yang lihat,” kata Jihan sembari matanya berjaga-jaga ke arah pintu.
Keanu menggelengkan kepala sambil mengemut ibu jari itu.
“Kean, lapas!” Jihan berusaha menarik tangannya.
Plop
Ibu jari itu pun terlepas dari mulut Keanu. Lalu, Keanu menahan tangan itu dan melihat jari manis Jihan yang tak tersemat cincin kawin.
“Katanya kamu sudah menikah. Mana cincinnya?” tanyanya pura-pura tidak tahu.
“Bukan urusanmu.” Jihan menarik lagi lengannya dengan sedikit bertenaga hingga akhirnya terlepas dari tangan Keanu.
Lalu, ia meletakkan ayam itu ke piring dan membiarkan panggangan itu kosong. Jihan berlari menghindari Keanu, tapi pria itu tetap mengejar.
“Kean, pergilah!” Jihan mengobas tangannya. “Aku ke sini karena menghormati Kakakmu dan istrinya.”
“Jadi kamu ke sini bukan karena aku? Bukan karena merindukanku?” tanya Keanu.
__ADS_1
Jihan tertawa sinis. “Kita sudah memiliki pasangan masing-masing, Kean. Kamu juga sudah punya pacar kan? Hubungan kita hanya cinta monyet.”
Jihan kembali membalikkan tubuhnya setelah menoleh ke arah Keanu yang terus mengejarnya.
“Baiklah, akan kita buktikan. Apakah cinta kita memang hanya cinta monyet?”
Keanu mengambil paksa pergelangan tangan Jihan dan menyeret wanita itu hingga ke gudang belakang.
Gairah Keanu sudah tak terbendung. Rasanya sudah sampai ke ubun-ubun. Ia sungguh merindukan wanita itu. Sekian tahun ia memendam rindu ini dan berusaha untuk menghilangkannya dengan pelarian ke wanita lain,tapi sosok Jihan tetap menghantui. Wanita itu benar-benar misterius. Walau raganya tidak hadir, tapi sosoknya selalu ada di sekelilingnya. Keanu ingat saat di Itali, ia juga pernah bertemu sosok ini, walau dengan penampilan yang sedikit berbeda. Tapi ia yakin bahwa wanita itu adalah wanita yang ia cintai sejak remaja. Namun, sayang wanita yang ia temui di Itali itu bersikeras bahwa namany bukan Jihan.
Keanu membenturkan tubuh Jihan ke dinding, diikuti oleh tubuh Keanu yang mengungkung. Ia menatap lekat kedua bola mata jihan. Wanita itu pun melakukan hal yang sama. Dada jihan kembang kempis. Ia khawatir Keanu akan menciumnya. Dan, benar saja. sebelum Jihan melakukan perlawanan, Keanu sudah lebih dulu menyentuh bibir itu.
Cup
Keanu memakan bibir atas dan bawah Jihan bergantian. Namun, Jihan berontak. Wanita itu memukul dada Keanu.
“Mmpphh …”
Keanu menekan tengkuk Jihan agar ciuman itu tak terlepas. Semakin lama, Jihan pun menyambut ciuman itu. Kedua tangan Jihan yang semula berada di dada Keanu dan memukul, kini berada di pinggang pria itu.
Mereka pun larut dalam ciuman panas dengan durasi yang cukup lama.
Setelah puas, Keanu melepaskan pagutan itu. Dada keduanya naik turun. Nafasnya mereka tersengal-sengal seperti baru saja lari puluhan kilometer.
Jihan baru sadar, ternyata dirinya ikut larut dalam ciuman panas itu, karena ia memang merindukan Keanu. Lalu, Jihan langsung mendorong dada Keanu.
“Pergi, Kean! Jangan ganggu aku!”
Keanu menyeringai sembari mengusap sisa saliva yang menempel di bibirnya.
__ADS_1
“Ck. Dasar pembohong. Aku tahu kamu juga masih menginginkanku kan?”
Jihan tak ingin mendengarkan Keanu dan segera pergi dari hadapan pria itu. Namun, Keanu kembali mencekal tangannya.
“Kean, lepas! Atau aku tendang punyamu.”
Keanu tertawa. “Galakmu itu membuatku rindu setengah mati, Ji.”
“Aku sudah menikah. Bersikaplah yang baik.”
“Oh ya? Tapi aku tidak percaya. Buktinya tidak ada cincin di sini.” Keanu mengangkat tangan Jihan ke atas.
Keanu masih pura-pura tak percaya. Ia tidak peduli jika wanita di depannya ini adalah istri orang.
Lalu, Jihan menarik tangannya. “Terserah kamu percaya apa ngga. Yang jelas kita tidak punya hubungan apa apa lagi sekarang.”
Jihan bergegas lari meninggalkan Keanu dan keluar dari gudang itu.
Keanu masih berdiri di sana menatap punggung Jihan yang semakin jauh. Ia tersenyum sambil memegang bibirnya. Rasanya manis, sama seperti dulu, seperti saat mereka pacaran, seperti ciuman panas yang mereka lakukan di Itali. Bibir itu yang selalu jadi bulan-bulanan Keanu saat gairah itu memuncak.
Dada Keanu naik turun. Ia menahan gairah yang semakin menggila. Belum puas rasanya ia memakan bibir ranum itu.
“Si*l.”
Tiba-tiba Keanu mengumpat sembari menendang barang yang ada di dekatnya saat membayangkan Jihan memagut bibir dengan suaminya.
“Ternyata aku tidak rela kau dimiliki pria lain, Ji. Mengapa kamu harus menikah dengan orang lain?”
Keanu meremas rambutnya dengan tubuh membungkuk. Lalu, kembali berdiri dan menghembuskan nafasnya kasar. Walau ia kesal dengan keputusan Jihan yang menikah dengan orang lain sebelum mereka berusaha untuk memperjuangkan, tapi tetap ia tidak bisa membenci wanita itu. Keanu terlalu mencintai Jihan.
__ADS_1
Di luar gudang, Jihan langsung berlari ke kamar sang ibu, kamar yang berada di paling belakang rumah ini. Jihan menangis sejadi-jadinya. Ia juga merutuki kelemahan dirinya yang membiarkan Keanu melecehkannya tadi. Bahkan ia menerima ciuman itu. padahal ia tahu bahwa Keanu tidak mengetahui statusnya sekarang, Keanu belum tahu bahwa dirinya saat ini sudah berstatus janda karena ditinggal meninggal suaminya tiga bulan lalu.
“Kamu pasti membenciku, Kean. karena aku menikah dengan orang lain. tapi kamu tidak tahu alasanku menikahinya dan kamu juga tidak tahu bahwa dia pun sudah tiada,” gumam Jihan dengan deraian air mata yang masih mengalir di pipinya.