Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
Perdebatan Kenan dan Rasti


__ADS_3

Pagi harinya, Rasti sudah duduk terlebih dahulu di meja makan. Ia sengaja menunggu putra dan menantunya datang dan sarapan bersama.


Pagi ini Kenan dan Hanin memang bangun terlambat. Biasanya Hanin akan bangun lebih awal dari pada Rasti, tapi tidak hari ini mengingat semalam kedua insan itu tidur larut malam. Hal itu bukan disebabkan oleh pergulatan panas atau bercinta yang beronde-ronde karena saat ini stamina Kenan tidak lagi seperti dulu. Faktor usia membuatnya tidak seperti Keanu sekarang.


Semalam Kenan banyak bercerita seputar pekerjaan dan program-program yang akan ia lakukan untuk membangun kota ini. Ia berbagi cerita pada sang istri karena ternyata menjadi pemimpin kota tidak semudah yang dibayangkan.


“Tidak ada morning s*x?” tanya Hanin menggoda, setelah merapikan kemeja seragam keperintahan yang sang suami kenakan.


Kenan tersenyum dan menjepit ujung hidung Hanin. “Dasar penggoda!”


“Hei, aku bukan wanita penggoda!” Hanin mengangkat jari telunjuknya ke atas untuk memberikan Kenan peringatan


“Lalu apa?” tanya Kenan tersenyum “Tau kalau suaminya tidak muda lagi, masih bertanya morning s*x?”


Ia tahu sang istri sedang meeldeknya karena saat ini Kenan memang hanya sanggup bercinta satu ronde saja. Jika malam mereka sudah bercinta, maka paginya Kenan tidak bisa lagi melakukan itu. Dan, Hanin yang juga sebenarnya tidak menginginkan hal itu, sengaja meledek suami saja mengingat Kenan muda sangat mesum dan bertenaga layak kuda.


“Kalau begitu aku akan meminum obat kuat seperti waktu itu,” ucap Kenan.


“Jangan! Jangan! Yang ada kamu akan melukai punyaku,” sahut Hanin takut, membuat Kenan tertawa.


Pasalnya waktu itu Kenan ingin merasakan keperkasaan ketika muda dulu dengan meminum obat kuat dari temannya yang langsung dari China sebagai penambah stamina pria. Hal itu justru membuat Hanin menderita karena membuat singkong premium sesion satu itu tak kunjung tidur walau dengan berbagai macam cara. Alhasil, Hanin pun marah dan mendiamkan suaminya seharian.


Kenan tertawa melihat ekspresi takut sang istri.


“Awas ya! Jangan pernah meminum obat itu lagi!” ujar Hanin.


“Karena kamu menggoda, jadi sepertinya aku akan minum obat itu lagi,” ledek Kenan.

__ADS_1


Hanin yang semula ingin meledek suaminya justru malah berbalik. “Ngga! Kalau kamu minum obat gituan, aku ga akan layani.”


“Baiklah, kalau begitu aku akan cari wanita yang mau melayaniku,” kata Kenan santai sembari hendak melenggang keluar kamar.


Hanin langsung menarik lengan Kenan. “Eits, ngomong apa barusan?”


“Cari wanita lain yang mau melayani a … mmpphh …” Mulut Kenan langsung dibungkam.


“Awas aja kamu melakukan itu. Aku akan pergi sejauh-jauhnya, sampai kamu ga bisa temuin aku. Ngerti!” Hanin melepas bungkaman itu dan pergi.


Kini, tangan wanita itu yang di cekal dan langsung dipeluk. “Hei, kamu adalah wanita penggodaku sejak dulu sampai sekarang. Tidak ada wanita yang bisa menggodaku kecuali kamu.”


“Ken Ken … Jelek.” Hanin pun cemberut membuat Kenan tertawa dan mengecup sekilas bibir itu.


Cukup lama Rasti menunggu di meja makan hingga akhirnya Kenan dan Hanin keluar kamar dan bergabung di tempat itu.


Pria itu menarik kursi di depan sang ibu yang menampilkan raut masam. Sedangkan Hanin langsung ke dapur untuk membuat suaminya teh hangat madu seperti biasa.


Di meja makan, Kenan melirik ke arah sang ibu. “Mami kenapa? Sakit?” tanyanya yang melihat sang ibu hanya diam sembari melipat kedua tangannya di meja.


Rasti menatap putranya, putra kebanggaan yang sangat ia sayangi.


“Apa kamu merestui Keanu dan putrinya Lastri?” tanyanya.


Kenan terdiam dan menunduk sejenak hingga akhirnya ia kembali menatap sang ibu. “Maaf, Mam. Tapi memang sudah waktunya kita melepas dendam.”


“Apa? Apa ini karena istrimu?” tanya Rasti lagi. “Kau memang selalu lemah jika menyangkut Hanin. Kau selalu saja kalah pada istrimu.”

__ADS_1


“Bukan begitu, Mam. Aku tahu istriku hanya ingin keluarganya utuh,” jawab Kenan.


“Tapi ini memalukan, Ken. Seorang cucu keluarga Adhitama menikahi anak pembantu. Hah! Yang benar saja,” ujar Rasti kecewa. “Jika dulu, Mami harus menerima istrimu, Oke, Mami terima karena keluarga Hanin cukup terpandang dan almarhum ayahnya seorang dosen. Tapi tidak untuk Jihan. Dia anak pembantu, bahkan akte kelahirannya saja harus kau yang mengurusnya dengan nama ayah dari orang lain.”


“Mam,” panggil Kenan pada sang ibu agar Rasti memelankan suaranya.


Kenan juga melirik Hanin yang sudah berdiri di belakang Rasti dengan membawa cangkir teh yang akan ia siapkan untuk suaminya. Hanin pun kembali ke dapur untuk menghindari percakapan yang tidak mengenakkan itu.


“Bersikaplah yang logis, Ken. Kamu putra Mami. Putra keluarga Adhitama. Apa kata orang jika tahu latar belakang Jihan? Di sana akan ada trending topik cucu Adhitama menikah dengan anak pembantu, begitu? Untung saja, sekarang Kevin menutup latar belakang Jihan, sehingga media hanya tahu bahwa istri Keanu seorang dokter bukan seorang anak pembantu. Tapi lama-lama orang akan tahu yang sebenarnya.”


Kenan terdiam. Ia membiarkan ibunya marah-marah. Hal itu memang yang membuat Kenan tidak akan menggelar pesta pernikahan mewah untuk putra bungsunya. Walau semalam Hanin merengek untuk meminta acara itu, mengingat sebelumnya mereka mengadakan pesta cukup megah untuk Kevin, walau Kevin tidak mengundang banyak teman-temannya apalagi orang-orang kantor di perusahaannya tapi hampir semua kerabat, saudara, dan teman sejawat sang ayah hadir. Sedangkan saat Keanu menikah kemarin, pria itu hanya seorang diri. Keanu seperti anak sebatang kara, untung saja Kevin datang tepat waktu sehingga ada perwakilan dari keluarganya saat itu.


“Selama ini, Mami sudah mengalah padamu. Kamu tahu kenapa dulu Mami ikut ke London bersama Keanu saat kuliah? Karena Mami muak dengan kebucinanmu pada istrimu. Kamu disetir. Apa pun yang Hanin mau selalu kau turuti.”


“Mam, kecilkan suara Mami. Di dalam ada Hanin, dia pasti mendengar perdebatan kita,” ucap Kenan lembut agar sang ibu juga melakukan hal yang sama.


“Tidak peduli. Mami benar-benar muak. Sekarang Mami tidak bisa lagi memendam ini.”


Brak


Rasti melepaskan kasar alat makan yang baru saja ia pegang. Lalu, wanita tua itu berdiri dan berjalan pelan meninggalkan Kenan yang masih terduduk di kursinya.


Sementara di dapur, Hanin menangis. Ia menangis tanpa suara. Ia sedih karena pengabdiannya selama ini masih belum berarti di mata Rasti. Padahal ia mencoba menyayangi wanita itu. Ia selalu sabar ketika Rasti terkadang berkata ketus saat sesuatu yang dilakukan tidak sesuai dengan keinginannya. Dan, Hanin berusaha menjadi menantu yang diinginkan Rasti, tapi ternyata itu tak cukup untuk Rasti.


Kenan berdiri dan menghampiri istrinya di dapur. Ia memeluk Hanin dari belakang. Ia merasakan isakan tangis yang tak bersuara itu, karena Hanin memelankan suara tangisnya.


“Maafkan Mami, Sayang. Maaf,” ucap Kenan tepat ditelinga Hanin dan wanita itu pun hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Entah nanti Hanin akan sanggup atau tidak dengan situasi ini. Tapi seperti yang pernah terlintas di otaknya, jika ia tidak sanggup, maka kemungkinan ia akan pergi ke Lombok dan tinggal bersama Keanu.


__ADS_2