Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
Wanita bersegel


__ADS_3

“Ke mana putra bungsumu, Han?” tanya Rasti pada Hanin saat duduk di meja makan untuk menikmati makan malam bersama.


Kenan pun tampak duduk di meja yang sama. Pria itu ikut melirik ke arah istrinya.


“Aku tidak tahu, Ma,” jawab Hanin yang memang tidak tahu di mana sang putra berada.


“Sudah tiga hari dia tidak pulang. Aku hanya lihat dia sebentar di acara Kevin kemarin,” ucap Rasti lagi.


“Pasti dia bersama teman-temannya.” Kenan bantu menjawab pertanyaan sang ibu, agar istrinya tidak terus ditekan.


“Huft. Anakmu yang satu itu, memang sulit di atur.” Rasti menarik nafasnya kasar. “Berbeda sekali dengan Kevin.”


“Kepribadian anak memang tidak semua sama, walau mereka lahir dari rahim yng sama. Tapi, Keanu berprestasi. Bahkan mengharumkan nama negaranya di negara lain.” Hanin membela putra bungsunya.


Rasti dan Kenan terdiam.


“Aku akan mencari anak itu, tenang saja, Ma,” ucap Kenan.


“Mama khawatir dia justru sedang bersama Jihan,” ucap Rasti sambil mengaduk makanannya.


“Tidak. menurut Lastri, Jihan sudah pulang ke Surabaya,” jawab Hanin.


“Siapa tahu, anak itu nekat dan menikahi putrinya Lastri di sana.”


Sontak, Kenan pun menatap sang ibu.


“Tidak mungkin. Putraku tidak senekat itu,” sahut Hanin.


“Ya, siapa tahu. Dia kan anak Kenan. Dulu Papanya juga menikah dengan wanita diam diam.”


Kenan kembali terdiam dan Hanin menatap suaminya yang sedang mengaduk makanan.


Kenan tidak yakin bahwa sang putra akan senekat itu, walau dahulu ia pun nekat menikahi Hanin tanpa persetujuan Rasti.


Setelah makan malam, Kenan menelepon Kevin.


“Iya, Pa.”


“Kev, kau mendapat kabar dari adikmu?” tanya Kenan.


Kevin menggeleng. “Tidak.” ia terpaksa berbohong demi janjinya pada sang adik.


“Ke mana dia? Sudah tiga hari tidak ada kabar. Biasa jika ingin pergi, dia akan meminta izin pada Papa,” ujar Kenan.


“Hmm … mungkin dia have fun dengan teman-temannya,” jawab Kevin.


“Have fun. Have fun terus. Kapan dia membantumu menjalani bisnis.”


“Kami berbeda, Papa. Jangan paksa sesuatu hal yang tidak di sukai Keanu.”

__ADS_1


“Hah, semua orang membelanya,” ucap Kenan. “Baiklah, jika kamu tahu kabar tentang adikmu,


segera hubungi Papa.”


Kevin mengangguk. “Ya, Pa.”


Kenan pun menutup sambungan telepon itu.


“Kamu akan merahasiakan pernikahan, Keanu?” tanya Ayesha, istri Kevin saat suaminya menutup sambungan telepon dan meletakkan benda itu di atas meja kecil di dalam kamar.


Kevin mengangguk. “Ya.”


Kevin mendekati sang istri yang sedang menata pakaian kerjanya di dalam lemari besar itu. Lalu, Kevin memeluk sang istri. “Lusa, aku akan ke Surabaya. Keanu akan menikah di hari itu.”


Ayesha menatap suaminya dan mengangguk.


****


Hari yang di nanti akan tiba. Keanu sudah mempersiapkan pernikahannya dalam dua hari bersama Gio. Ternyata mantan mafia itu bisa diandalkan, semua urusan menjadi mudah karena pria itu. Wiliam pun mendukung rencana Keanu. Walau dahulu, ia benci dengan keluarga Adhitama, tetapi cinta sang putri pada anak muda itu, membuat Wiliam tak mampu menghalangi.


“Hai,” sapa Jihan pada Keanu yang tengah berada di taman belakang sembari menghisap tembakau bermerk itu.


“Hei.” Keanu langsung membuang puntung r*k*k itu dan menginjaknya.


“Kau masih merokok?” tanya Jihan sembari berdiri di samping Keanu.


Selama berada di Surabaya, Keanu memang tinggal di rumah Wiliam bersama Jihan dan Gio. Gio memang selalu mengunjungi sang ayah di sini setiap satu bulan sekali, selama satu bulan. Rumah yang Wiliam beli, cukup besar. Rumah itu juga memiliki banyak kamar sehingga Keanu tidak perlu menginap di hotel.


Jihan tersenyum. “Janji.” Dan mengangkat jari kelingkingnya.


“Janji.” Keanu ikut tersenyum dan menyematkan jari kelingkingnya pada jari Jihan.


“Kean,” panggil Jihan dengan mengusap kedua tangannya pada tubuhnya.


Keanu menoleh. “Hei, kau kedinginan.” Ia pun langsung membuka jaketnya dan memekaikan pada Jihan.


Jihan kembali tersenyum. “Terima kasih.”


“Kean,” panggil Jihan lagi.


“Ya.”


“Kamu akan tetap menikahiku? Aku janda Kean,” ucap Jihan.


“Lalu kenapa?” Keanu kembali bertanya.


“Aku sudah tidak bersegel,” kata Jihan bohong. Ia hanya ingin melihat sejauh mana keyakinan pria itu padanya. Sejauh mana cinta Keanu untuknya.


Keanu terdiam dan menatap lurus ke depan. Lalu ia menoleh lagi ke arah Jihan. “Apa itu penting?”

__ADS_1


“Maaf, aku mengkhianatimu dan menikah dengan orang lain sebelumnya.”


Keanu merangkul Jihan dari samping. “Aku tahu, kamu pasti punya alasan untuk itu. dan mulai sekarang, Jangan bicara masa lalu lagi! hari hari ke depan hanya ada aku, kamu, dan anak anak kita.”


Jihan tersenyum. Lalu, menaruh kepalanya di dada bidang itu. Keanu memang tidak mengetahui bahwa Jihan masih tersegel. Ia tidak tahu bahwa Jihan adalah janda yang belum tersentuh karena suami sebelumnya langsung masuk rumah sakit tepat di saat mereka selesai melaksanakan resepsi.


"Kata orang, lelaki itu penasaran dengan wanita bersegel. Dan, kamu malah menikahi janda sepertiku.”


“Jihan,” panggil Keanu kesal. “Berhenti membicarakan itu. Aku tidak peduli.”


Jihan kembali tersenyum dan mengeratkan pelukannya. Sekali lagi ia juga ingin egois. Ia ingin memiliki Keanu dan menjadikan pria itu suaminya. Walau di luar sana akan banyak halangan menghadang.


Di dalam sana Wiliam dan Gio melihat dua sejoli itu.


“Bagaimana menurut, Papa? Putrimu akan menikah dengan anak mantan rivalmu dulu,” ucap Gio.


Wiliam masih mengarahkan pandangannya pada Jihan dan Keanu yang sedang berpelukan.


“Jika Keanu mamapu memberi kebahagiaan pada adikmu, maka Papa akan mendukungnya. Sudah saatnya adikmu mendapat kebahagiaan, karena sejak lahir dia tidak bahagia,” ujar Wiliam sedih.


“Apa ibunya tahu bahwa besok Jihan akan menikah?” tanya Gio pada sang ayah.


Wiliam mengangguk. “Ya, dia tahu.”


Jihan memang sudah memberitahu Lastri bahwa besok, ia akan melangsungkan pernikahan dengan Keanu. Tentu saja, Lastri murka. Wanita itu memarahi sang putri. Namun, Jihan hanya mendengar amarah itu tanpa membantahnya.


“Ma, Keanu akan menikah besok dengan Jihan di Surabaya. Restui, Kean ya Ma. Hanya Mama dan Kevin yang aku beritahu.”


Keanu memberi pesan itu pada sang ibu saat ia sudah berada di dalam kamar. Malam semakin larut, penghuni rumah Wiliam sudah berada di kamar masing-masing.


Tring


Pesan itu sampai di ponsel Hanin. Hanin meraih ponselnya dan melihat notifikasi yang tertera nama putra bungsunya. Lalu Hanin membuka pesan itu dan membacanya. Ia pun menganga sembari menutup mulutnya dan melihat ke arah Kenan yang sudah terlelap.


Hanin bangkit dari tempat tidur. Ia beralih ke balkon untuk menelpon sang putra. Keanu langsung tersenyum saat sang ibu menelepon.


“Mama.”


“Kean. Apa mama tidak salah dengar?” tanya Hanin senang.


“Tidak Mama, Kean sudah mempersiapkan semuanya.”


“Tapi Mama tidak bisa hadir,” ucap Hanin sedih. “Mama bingung meminta izin pada Papamu, jika Mama ke sana.”


“Tidak apa, Ma. Yang penting Mama merestui kami.”


“Tentu saja, Mama akan merestuimu, Sayang.”


Keanu tersenyum, hingga suara sang ayah terdengar di sana.

__ADS_1


“Sayang, kamu bicara dengan siapa?” tanya Kenan dari belakang.


__ADS_2