Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
Terkepung


__ADS_3

Dor … Dor … Dor …


Gio, Craig, dan anak buah Gio yang lain memberi pertahanan dengan menahan pasukan Gomes dari gangster lain untuk menduduki rumah itu.


Gio membidik senjatanya tepat mengenai beberapa lawan di sana. Ia juga mengerahkan olu beladiri saat hal itu harus ia gunakan ketika musuh mulai mendekat dan menyerang tanpa senjata.


“Si*l.” Gio kehabisan peluru. Ia pun terpaksa harus berduel dengan mengadu tenaga.


Bugh … Bugh …


Gio memukul menendang dan memelintir satu tangan lawan hingga tersungkur.


“Bos, ambil ini!” Craig memberikan pistol baru pada Gio.


Gio pun langsung menangkap benda itu dan menembak ke arah lawan tepat di dadanya.


“Craig. Tetap amankan di sini! Aku akan cek bagian belakang!”


Gio memerintahkan orang kepercayaannya untuk tetap berjaga-jaga di bagian depan rumahnya. Lalu, ia beralih ke bagian belakang rumah, ke arah keluar yang tidak diketahui orang. Namun, ia melihat Keanu dan Jihan sedang dihadang dua orang yang sampai di sana.


Bugh … Bugh … Bugh …


Keanu memasang kuda-kuda dan memukul dua orang berbadan besar dengan keahlian bela dirinya. Lalu, Jihan ikut membantu ketika satu orang ikut datang. Jihan menendang senjata yang di pegang pria itu hingga pria itu ikut tersungkur.


“Luna, bawa ayahku dan Nancy ke dalam mobil. Cepat!” pinta Jihan pada Luna.


Wanita itu patuh dan langsung mendorong kursi roda Wiliam menuju mobil yang di siapkan Keanu.


“Jihan, Awas!”


Bugh


Keanu mendapat pukulan. Pukulan yang seharusnya ditujukan pada Jihan. Namun dengan cepat Keanu menutupi tubuh Jihan dengan tubuhnya.


“Kean, kau tidak apa-apa?” tanya Jihan khawatir.


“Tidak. Tidak apa-apa. Kamu pergilah ke mobil. Biar mereka aku yang urus,” ucap Keanu.


Jihan menggeleng ketika ada satu orang pria lagi ikut datang dan ingin melumpuhkan mereka. Di sisi lain, Gio yang ingin melindungi Jihan dan Keanu terhalang oleh beberapa orang.


“Kita habisi mereka bersama,” ujar Jihan.

__ADS_1


Keanu menggeleng. “Setelah ini aku ingin menghabisimu.”


Jihan menatap Keanu malas. “Ini bukan waktunya untuk mesum.”


Wanita itu langsung memasang kuda-kuda di punggung Keanu. Keanu tersenyum. ia pun ikut memasang kuda-kuda, sehingga posisi keduanya saling memunggungi dan bersiap untuk melumpuhkan lawan.


"Ha ..."


Jihan dan Keanu bekerjasama. Keduanya kompak memberi perlawanan pada empat pria besar itu sekaligus.


“Aaa …” teriak satu pria yang berhasil dilumpuhkan oleh Keanu dengan mematahkan lengannya.


“Aaa …” satu pria lagi berhasil Keanu lumpuhkan dengan mematahkan kakinya.


Keanu memegang pinggang Jihan dan mengangkat tubuh itu hingga kedua kaki Jihan dapat menedang kencang ke dada dan leher lawan.


Bugh


Satu lagi tersungkur, menyisakan satu orang yang ternyata menemukan senjata yang tergeletak di bawah sana. Pria itu langsung menodongkan senjatanya ke arah Jihan. Sontak, Keanu langsung menghalangi tubuh Jihan dengan tubuhnya.


“Kean. Tidak!” Jihan sangat takut. “Jangan!”


Dor


Jihan membuka mata dan melihat pria yang menodongkan senjati tadi tersungkur ke tanah. Lalu, ia melihat Gio berdiri di belakang pria yang tersungkur itu.


“Pergilah! Bawa Papa bersamamu,” teriak Gio kepada Jihan setelah berhasil melumpuhkan oria yang hendak menodongkan senjata ke arah sang adik.


Lalu, Gio menatap Keanu. “Bawalah adik dan Papaku ke negaramu. Segera, Kean!”


Keanu menganguk. Ia mengajak Jihan untuk segera memasuki mobil yang sudah terisi oleh Wiliam, Luna, dan Nancy. Kemudian, Jihan kembali menoleh ke arah Gio. Biar bagaimana pun Gio adalah kakaknya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada pria itu.


“Tapi bagaimana denganmu?” tanya Jihan pada Gio.


Untuk pertama kalinya, Gio tersenyum pada Jihan. Pria itu senang karena sang adik mengkhawatirkannya.


“Aku akan baik-baik saja,” jawab Gio. “Pergilah!” ia kembali meminta Jihan untuk pergi dan menyelamatkan diri.


Dengan terpaksa Jihan pun pergi bersama Keanu. Keanu memeluk tubuh Jihan untuk segera kelaur dari rumah itu dan memasuki mobil. Ia juga meminta Mark untuk menyiapkan jet pribadi miliknya yang sudah tersedia, karena kebetulan Mark akan terbang ke Paris hari ini. Paling tidak Keanu mengamankan orang-orang yang berada d dalam mobil ini ke sebuah tempat yang aman dan jauh dari Itali.


“Kita akan kemana?” tanya Jihan pada Keanu.

__ADS_1


“Paris. Kebetulan temanku akan berangkat ke Paris hari ini. Dia sudah menyiapkan jet pribadinya.”


“Aku mau ke Paris. Kebetulan aku punya paman di sana,” ujar Luna senang. Ia memang ingin sekali meninggalkan hidup kelamnya di sini.


Keanu mengangguk.


“Bukankah kau seorang pembalap?” tanya Nancy polos. “Aku sering melihatmu ditelevisi. Aku ingin meminta tanda tanganmu.”


“Nancy,” panggil Wiliam memperingatkan karena keadaan mereka masih genting dan apa yang diucapkan Nancy tidaklah penting.


Keanu hanya tersenyum sembari menoleh ke arah Jihan. Jihan pun melakukan yang sama. Walau sebenarnya ia masih khawatir dengan keadaan Gio.


“Ah,” ucap Jihan sembari menepuk jidatnya.


“Ada apa?” tanya Keanu.


“Bagaimana dengan Fiona?” tanya Jihan yang kembali panik mengingat kondisi rekan kerjanya terakhir kali sedang diburu oleh orang-orang Gio.


“Fiona aman. Dia sudah disiapkan pesawat untuk pulang. Sebelumnya dia juga meneleponku dan meminta untuk menitipkanmu agar sampai kembali ke tanah air,” jawab Keanu.


“Dan kamu ke rumah Papa Wil?” Jihan kembali bertanya dan langsung mendapat anggukan serta senyum dari pria tampan itu.


“Aku berhutang banyak padamu, Kean.”


“Jangan khawatir! Cukup membayar dengan tubuhmu.”


Plak


Jihan langsung memukul lengan Keanu yang sedang menyetir.


“Kau harus melewati restu dari keluarga gilamu itu, Kean,” sahut Wiliam dari belakang.


Sontak Keanu pun melihat wiliam dari kaca spion dan tertawa. Jihan pun menengok ke arah sang ayah semabri tersenyum. rasanya hal itu tidak mungkin. Setibanya d tanah air, Jihan akan menganggap hal ini tidak pernah terjadi. Ia dan Keanu akan kembali dengan dunianya masing-masing.


Di rumah mewah Xander, keadaan masih genting. Suara dentuman senjata laras panjang masih terdengar. Suara letusan pun masih terdengar dar, der, dor.


Kedua kubu saling mengeluarkan pasokan senjatanya masing-masing, hingga terdengar sirine dari kejauhan. Puluhan mobil polisi menghampiri kediaman itu. Rumah Wiliam yang semula indah dan mewah, kini luluh lantah oleh kobara api dari senjata laras panjang itu yang mengenai bagian yang mudah terbakar, juga ceceran darah di lantai akibat korban yang tumban karena baku tembak dari kedua kubu.


“Rekanku masih di dalam,” ucap Fiona panik.


Fiona memutar mobilnya saat ia sudah tiba di bandara. Ia mengkhawatirkan Jihan, ia pantang kembali sendirian. ia harus kembali bersama rekannya. namun sayang, Fiona tidak mengetahui bahwa Jihan sudah aman bersama Keanu.

__ADS_1


Kini, Fiona bersama tim kepolisian Itali reserse pemberantas jaringan anti narkotika internasional berada di depan rumah besar Wiliam.


“Hentikan! Kalian di kepung! teriak polisi yang sudah mengepung rumah Wiliam.


__ADS_2