Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
Mengembalikan mood wanita yang sedang merajuk


__ADS_3

"Bagaimana keadaannya, Dok?” tanya Keanu pada pria berjas putih yang sedang memeriksa Jihan.


Keanu juga meminta tolong pada sang kakak untuk mengirimkan pakaian wanita untuk Jihan. Kevin pun mengerahkan anak buah untuk membantu sang adik.


“Pasien hanya dehidrasi dan stres,” jawab dokter itu.


Pria berjas putih itu masih memeriksa Jihan. Lalu menuliskan resep dan diberikan kepada Keanu. Keanu pun meminta anak buah yang dikirim Kevin untuk menebus obat itu.


“Terima kasih, Dok.” Keanu berjabat tangan dengan pria itu dan mengantarnya hingga sampai di depan kamar.


“Jaga lah istrimu. Dan, jangan buat dia stres,” ucap dokter itu sebelum pergi.


Keanu hanya tersenyum sembari mengaminkan perkataan sang dokter yang menyebut Jihan itu istrinya. Keanu mengangguk. “Baik, Dok.”


Di kamar ini hanya ada Keanu dan Jihan. Wanita yang terbaring lemah di tempat tidur itu, kini sudah membuka matanya, tapi suaranya belum terbuka. Jihan juga sudah berpakaian lengkap. Keanu memakaikan setelan piyama ke tubuh Jihan sebelum dokter datang. Wanita itu pun tampak tidak menolak, walau tidak bersuara dan tidak menatap Keanu.


Seperti saat ini, jihan masih enggan melihat ke arah Keanu.


Keanu duduk tepat di depan Jihanyang sedang berbaring miring. Melihat Keanu berada di depannya, Jihan pun membalikkan tubuhnya dan miring ke arah yang lain, sehingga memunggungi Keanu.


Keanu tak kehabisan akal untuk mengembalikan mood wanita yang sedang merajuk. Ia mengikuti arah tubuh Jihan. Ia berpindah tempat duduk dan kembali berada di depan wanita itu. Jihan pun kembali membalikkan tubuhnya dan memunggungi Keanu.


Keanu menarik nafasnya kasar. Ia kembali berpindah ke posisi semula. “Masih marah?”


Jihan malas menjawab pertanyaan itu. Ia lebih memilih mengambil selimut dan menutup wajahnya. Keanu tersenyum. Pria itu berpindah duduk dan mendkati tubuh Jihan yang masih berbaring menghadapnya.


“Hei, kamu dengar kata dokte tadi? Kamu dehidrasi, kurang minum, kurang makan juga. Kapan terakhir perutmu ke isi?” tanya Keanu semabri mengambil bubur ayam yang dibawakan oleh pelayan hotel.


“Ayolah, ji! Makan dulu. Aku suapi ya?” Keanu terus emmbujuk wanita yang masih menyelimuti wajahnya.


Keanu mengelus kepala Jihan dari balik selimut. “Sampai kapan kamu mau menghidariku? Mulai hari ini kamu benar-benar tidak bsia menghindar lagi, karena aku tidak akan kemana-mana dan akan tetap di sini.”


Jihan semakin kesal. Ia pun membuka selimut itu. “Kamu pria paling menyebalkan.”


“Memang iya. Bukannya kamu sudah tahu dari dulu,” jawab Keanu santai.


“Dasar, playboy cap botol,” umpat Jihan.


Keanu tertawa. “Cap botol itu merk teh.”


Jihan masih cemberut. “Kalau begitu, cap teri.”


“Teri itu kecil, sedangkan punyaku besar,” jawab Keanu yang langsung diberi lemparan bantal oleh Jihan.

__ADS_1


“Aw …” Keanu meringis karena lemparan itu tepat mengenai wajahnya.


Jihan menahan tawa. “Sukurin.”


Keanu tersenyum melihat wanita itu mulai berinteraksi dengannya. Bahkan bibir Jihan sudah terlihat ingin menyungging walau ia tahan.


“Ayo makan! Badanmu masih panas. Setelah ini minum obat.” Keanu sudah memegang mangkok berisi bubur itu dan hendak menyuapkannya untuk Jihan.


“Sini!” Jihan merampas mangkok bubur itu. “Aku bisa makan sendiri.”


“Lagi sakit aja galak. Apalagi ngga sakit coba,” ledek Keanu.


Jihan masih memsang wajah ketus dan cemberut.


“Jangan cemberut terus! nanti bibirnya aku gigit lagi, mau?”


Jihan membulatkan matanya dengan bibir yang semakin ditekuk.


Tak lama kemudian, pintu kaamar itu pun terketuk.


Tok … Tok … Tok …


Keanu bangkit dan meninggalkan Jihan yang sedang menyuapkan bubur ke mulutnya, lalu membuka pintu itu.


Gio melihat adiknya duduk di atas tempat tidur sambil memegang mangkok bubur.


“Jihan, kau di apakan pria brengs*k ini?” tanya Gio yang langsung mengahmpiri sang adik dan duduk di dekatnya.


"Aku tidak sebrengs*k dirimu, Gio," sahut Keanu.


Kemudian, Jihan menggeleng. “Ngga di apa-apain.”


Keanu melirik ke arah Jihan dan Gio bergantian. Pria itu memasang wajah memelas di depan Gio. “Adikmu aman. Aku tidak akan berani menyentuhnya.”


Jihan melirik ke arah pria yang semalam menyentuhnya dengan brutal. Keanu bohong.


Gio langsung menatap tajam ke arah si pembalap itu. “Bagus, memang begitu semestinya. Jika terjadi apa-apa pada adikku, maka aku sendiri yang akan memenggal kepalamu.”


“Uuuuh, menyeramkam sekali,” jawab Keanu dengan ekspresi pura-pura takut.


Jihan tersenyum. Ia terharu dengan sikap Gio. Ternyata dibalik kesangarannya, pria itu banyak menyimpan segudang kasih sayang. Jihan pun merasakan itu.


Gio mengelus kepala Jihan. “Benar kau tidak di apa-apakan pria ini? Aku tahu dia itu playboy. Walau dia tidak pernah menyewa jasa wanita pekerja s*x di club ku. Tapi dia tetap saja playboy.”

__ADS_1


Keanu tersenyum. Kartunya dibuka oleh Gio. Jihan ikut menatap Keanu saat sang kakak membuka kebiasaan pria itu ketika di Itali. Lalu, ia tersenyum dan sedetik kemudian arah matanya kembali pada sang kakak.


“Tidak.” Jihan menggeleng. “Justru dia yang menjaga saat aku sakit seperti ini.”


Gio melirik ke arah Keanu, tak percaya. “Benarkah?”


Jihan kembali mengangguk dan tersenyum pada sang kakak. “Benar, Kak.”


Beberapa menit kemudian, pintu kamar itu kembali diketuk.


Tok … Tok … Tok …


“Sebentar,” jawab Keanu yang langsung menghampiri pintu dan membukanya. Ia melihat anak buah Kevin berdri di depan pintu itu.


“Pak, ini obat yang tadi diresepkan dokter.”


Keanu mengangguk. “Oke, terima kasih.”


“Ada lagi yang bisa saya bantu?” tanya anak buah Kevin yang khusus didatangkan untuk membantu sang adik.


Keanu menggeleng. “Tidak ada, pulang lah.”


Pria itu mengangguk. “Baik, Pak.” Lalu, pergi.


Keanu kembali menutup pintu kamar dan membawa obat itu ke meja yang berada di samping Jihan. “Setelah makanannya habis. Langsung diminum obat ini.”


Gio melihat kesungguhan Keanu. Ia juga melihat ketulusan itu. “Jadi kau tidak berbuat macam-macam dengan adikku?”


“Jika boleh, aku akan berbuat macam-macam,” ledek Keanu sembari mendudukkan diri di sofa dan menatap Jihan yang juag tengah menatapnya.


Gio melirik ke kedua sejoli yang sedang dimabuk asmara ini. “Ck. Kalian jangan membuatku iri.”


Jihan mengernyitkan dahinya. “Maksudnya?”


“Melihat kalian aku jadi merindukan seseorang,” ujar Gio dengan gayanya yang cool.


“Siapa?” tanya Jihan dan Keanu bersamaan.


“Fiona.”


Sontak Jihan tertawa dan Keanu tersenyum.


“Kau nikahkan dulu aku dengan adikmu. Maka aku akan membantumu dekat dengan Fiona,” ucap Keanu.

__ADS_1


Gio tersenyum cuek. Walau tanpa bantuan Keanu, ia pastikan bahwa ia bisa memiliki Fiona dengan caranya, karena Gio terkenal makhluk paling licik sedunia, hingga dalam usia muda ia bisa meraih beberapa wilayah waktu itu. Sayangnya, saat ini ia tidak lagi berbisnis barang haram itu. Ia lebih menuruti sang ayah dan adik tercinta yang memintanya untuk berhenti menjadi mafia.


__ADS_2