Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
Banyak sekali wanita disekelilingmu


__ADS_3

Jihan mencoba menetralkan hatinya. Wanita mana yang tidak kesal ketika seorang wanita menyatakan terang-terangan bahwa dirinya pernah tidur dengan sang suami. Walau ia tahu betul hanya pada dirinyalah pertama kali keperjakaan Keanu dilepaskan. Jihan tidak kenal dengan Keanu sehari dua hari. Sudah banyak yang merek lalui hingga ke tahap ini. Ia juga sudah tahu betul karakter suami mesumnya itu.


“Oh ya? Jadi kau juga pernah tidur dengan suamiku?” tanya Jihan santai sembari menyandarkan tubuhnya di bahu sofa dan melipat kakinya serta kedua tangannya di dada dengan anggun.


Tidak ada wajah kesal atau pun marah dari wajah cantik Jihan. Justru, Jihan malah terlihat tersenyum, membuat Rachel menatapnya dengan tajam.


“Ya kami, hampir setiap akhir pekan menikmati malam bersama,” sahut Rachel.


“Oh, ya? Jadi saat itu, suamiku memiliki pacar dan selir sekaligus?” tanya Jihan tertawa. “Dan, kau adalah selirnya.”


Rahang Rachel mengeras. Niat membuat Jihan kesal dan cemburu, justru Rachel yang dibuat kesal oleh Jihan. Perkataan Jihan seolah melecehkannya.


“Keanu tidak pernah mencintai pacarnya. Wanita gila itu yang selalu mengejar Keanu,” ucap Rachel yang menetralkan diri dengan meneguk minumannya. Mungkin kerongkongannya terasa kering karena pertanyaan-pertanyaa Jihan yang menohok.


Jihan pun dengan elegan meraih minumanya dan meneguknya. Beberapa detik suasana sempat hening. Baik Rachel atau pun Jihan, masing-masing terdiam menanti siapa yang akan memulai pertandingan.


“Ya, aku tahu apa yang suamiku lakukan dulu. Aku menerimanya. Dan, kami memulai semuanya dari awal,” ucap Jihan.


Rachel terdiam. Memang ia sudah kalah, Keanu sudah tidak dapat lagi diraih karena faktanya ia kini sudah menikah dengan wanita yang duduk di depannya ini. Rachel kembali melirik Jihan. Ia mengakui bahwa wanita yang dinikahi Keanu memang cantik.


Tiba-tiba Rachel tertawa, membuat Jihan mengernyitkan dahi.


“Ah, aku jadi ingat sesuatu ketika bersama Keanu. Pria itu sangat manis. Setiap pagi, dia selalu memberiku setangkai bunga mawar putih.”


“Oh, ya? Lalu? Apa lagi yang kalian lakukan saat bersama dulu?” tanya Jihan.


Rachel kembali tertawa. “Kau yakin? Ah tidak, kau nanti pasti akan cemburu.”


“Tidak, Tidak. Aku tidak akan cemburu. Sungguh,” jawab Jihan bohong.


“Keanu itu paling suka espresso buatanku. Katanya espresso yang aku buat adalah espresso paling enak.”


Jihan tersenyum getir. Ia terpaksa ikut menyungging senyum, walau sebenarnya hatinya membatin meneriaknya nama Keanu. “Dasar playboy mesum! Menyebalkan.”


Rachel kembali tertawa. “Kenangan kami sangat banyak.”


“Ya, memang dia pria yang paling bisa meluluhkan wanita, padahal aku sudah berusaha menjauh tapi dia selalu saja mengejarku,” ucap Jihan sombong, membuat Rachel tergugu.


Ketika semua wanita mengejar pembalap itu, maka Jihan memproklamirkan bahwa dirinya lah yang dikejar Keanu dan itu memang faktanya.


“Bahkan aku sudah memiliki pacar, tapi dia tetap saja mengejarku dan memaksaku untuk menikah.” Jihan tertawa, tapi tidak diiringi senyum di bibir Rachel.


Wanita itu memang sudah kalah telak.


Jihan kembali menoleh ke arah Keanu yang masih berbincang dengan teman sejawatnya. Lalu, Keanu pun menoleh ke arah sang istri. Jihan melambaikan tangan dengan genit membuat pria dari kejauhan itu ikut melambaikan tangannya dan tersenyum.


“Setiap pagi, dia selalu memberikanku ciuman di bibir dan kening. Rasanya begitu dicintai,” kata Jihan tertawa tipis dan melanjutkan kembali perkataannya. “Aku memang tidak jago memasak atau membuatkan sesuatu untuknya. Tapi dia yang lebih jago memasak dan terkadanga jika aku kelelahan, dia akan memasak untukku. Sweet, bukan?”


Tenggorokan Rachel semakin tercekat. Namun, ia tetap menyerang Jihan.


“Oh ya, ada satu lagi kebiasaan Keanu saat bersamaku. Dia sangat menyukai payud*r*ku,” ucapnya lagi dengan bangga. “Katanya kenyal dan berisi. Dia layaknya seorang bayi jika berada di dadaku.”


Wanita itu tertawa, membuat dada Jihan sedikit naik turun karena kesal.


“Tahan Jihan, tahan!” ucapnya dalam hati mencoba menetralisir lagi moodnya.


Jihan kembali tersenyum tipis. “Tapi Keanu bilang padaku, dia bukan hanya menyukai payud*r*ku saja, tapi semua yang ada dalam tubuhku katanya nikmat dan menggigit.”

__ADS_1


“Uhuk … Uhuk … Uhuk …” Rachel langsung tersedak.


“Kau tahu, Keanu bisa bercinta seharian tanpa lelah. Dan aku sangat menyukainya. Dia begitu perkasa dan memuaskan. Dia benar-benar selalu menginginkanku,” ucap Jihan bangga dan tertawa sembari menutup mulutnya layaknya tawa seorang ibu-ibu sosialita.


Entah mengapa ia bisa mengatakan itu pada Rachel. Sebenarnya ini gila, tapi wanita di depannya itu lebih gila karena mengatakan semua kemesraan mereka dulu, walau hal itu belum tentu benar. Ia cukup tahu Keanu seperti apa. Meski, Keanu playboy tapi Jihan yakin suaminya tahu batasan.


Keanu kembali tersenyum ke arah istrinya. Pria itu seperti tahu apa yang terjadi antara dirinya dan Rachel. Namun, sepertinya pria itu membiarkan dua wanita itu berbincang.


Rachel pun berdiri dan meletakkan minumannya di meja dengan keras. “Dasar wanita gila!”


Wanita itu segera meninggalkan Jihan dalam keadaan kesal dan Jihan pun tertawa.


“Dih, siapa yang gila? Lu kali yang gila. Jihan di lawan,” sahut Jihan setelah Rachel pergi.


Rachel kembali menoleh ke arah Jihan yang masih melihatnya. Wajah wanita itu terlihat memerah menahan marah. Dan, Jihan justru melambaikan tangannya sembari tersenyum.


“Bye .. Bye …”


Tak lama kemudian, Keanu menghampiri. “Hai, sepertinya perbincangan kalian seru.”


Jihan memutar bola matanya malas. “Sudah selesai kan? Ayo pulang! Sudah larut malam.”


Keanu mengangguk. “Ayo!”


Pria itu meraih pinggang Jihan saat Jihan berdiri dan kembali menyalami teman-temannya di sana.


“Thank you Kean atas pestanya. Sekali lagi selamat atas pernikahanmu,” kata Mark saat Keanu dan Jihan berpamitan.


“Aku juga ucapan selamat sekali lagi. semoga kalian selalu bahagia,” sambung Fabio diiringi dengan ucapan dari teman-teman Keanu yang lain yang ada di sana.


“Terima kasih. Kalau begitu aku pulang duluan.”


Fabio dan Mark mengangguk.


“Aku masih ingin di sini menikmati udara malam dan wanita malam,” jawab Fabio.


“Aku juga,” sahut Mark.


Keanu hanya tertawa. “Baiklah.”


Lalu, Keanu dan Jihan pun pamit. Namun, Fabio kembali memanggil Keanu, membuat pria itu menoleh.


“Jaga istrimu baik-baik, Kean. Dia sangat cantik.”


Keanu tersenyum dan mengangguk. “Tentu saja.”


Pria itu melirik ke arah Jihan dan menggenggam tangan wanita itu lebih erat. Sedangkan Jihan hany tersenyum datar. Jihan masih kesal dengan perbincangannya dengan Rachel yang membicarakan suaminya.


Sepanjang jalan pulang, Jihan hanya diam. Ia masih malas bicara. Walau di depan Rachel ia berusaha untuk baik-baik saja, tapi tidak di depan Keanu. Ia kesal dengan pria playboy ini.


“Sayang, kamu kenapa? Dari tadi kok diam aja?” tanya Keanu sambil memegang tangan Jihan yang berada di atas paha wanita itu sendiri.


Jihan menggeleng dan tetap mengalihkan pandangannya ke jendela. Keanu pun tersenyum, ia tahu apa yang terjadi dengan istrinya.


Sesampainya di rumah, Jihan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaian. Namun saat berada di dalam, ia kesulitan untuk meraih resleting yang ada di belakang tubuhnya.


“Ck.” Jihan kesal. Ia ingin meminta tolong pada Keanu tapi malas. Alhasil, Jihan berdiri di depan marmer wastafel di dalam kamar mandi itu cukup lama.

__ADS_1


Grep


Tiba-tiba sebuah tangan menarik resleting itu. “Kalau mau minta bantuan, bilang.”


Jihan cemberut dan memandang Keanu dari balik cermin.


“Kenapa sih?” tanya Keanu dengan memutar tubuh istrinya.


Keanu juga membantu membuka gaun yang melekat ditubuh itu, hingga gaun itu hampir jatuh ke lantai dan Jihan menahannya di dada.


“Ngga apa-apa,” jawab Jihan dengan ekspresi wajah yang masih sama.


Keanu tersenyum dengan mata bergairah sambil membuka kedua tangan Jihan yang melipat di dada untuk menahan gaunnya agar tidak jatuh. Dan kini, gaun itu pun jatuh hingga tersisa kain yang menutupi dada dan bagian sensitifnya.


“Aku tahu Rachel berkata yang tidak-tidak padamu. Jangan dengarkan dia! Aku tidak pernah tidur dengannya. Dia bohong,” ucap Keanu lirih tepat di telinga Jihan.


Jihan dapat merasakan hembusan panas dari mulut Keanu yang beraroma mint. Kemudian, Jihan memukul dada bidang itu.


“Ish, kenapa banyak sekali wanita disekelilingmu?”


“Karena waktu itu aku kehilangan wanita yang sangat aku cintai. Jadi untuk pelampiasannya, ya … seperti itu,” jawab Keanu. “Tapi sekarang tidak lagi karena aku sudah mendapatkanmu.”


“Bohong,” rengek Jihan.


“Kau tahu, aku bisa bercinta seharian tanpa lelah. Dan kamu sangat menyukainya. Aku begitu perkasa dan memuaskan. Aku benar-benar selalu menginginkanku,” ucap Keanu mengulang kata-kata yang Jihan katakan pada Rachel.


Jihan tersentak. “Kau mendengar pembicaraanku dan Rachel?”


Keanu tersenyum dan mengangguk. “Persis di dekat tempat dudukmu ada cctv. Makanya, aku membiarkan kalian berbicara dan aku tetap memantau dari jauh.”


“Keanu …” teriak Jihan malu dengan wajah yang memerah.


Keanu pun tertawa. “Kamu luar biasa, Sayang. Kamu bisa dengan tenang mematahkan perkataan Rachel. Aku sangat mencintaimu.”


Keanu mengecup leher Jihan. Namun, Jihan berusaha menghindar kecupan itu sembari tertawa.


“Dasar playboy mesum! Semua wanita dicicipi.”


Keanu tertawa. “Tidak semua. Hanya bagian atasnya saja.”


Jihan memukul lengan suaminya. “Sama saja.”


“Tidak sama,” elak Keanu.


“Sama.”


“Beda.”


“Sama.”


“Beda.”


Keduanya beradu argumen hingga beradu kenikmatan saat Keanu mulai mencumbu bibir dan tubuh itu satu persatu.


“Sudah boleh kan?” tanya Keanu setelah membawa Jihan menuju tempat tidur dan merebahkannya perlahan.


Jihan mengangguk, membuat Keanu tersenyum senang. Akhirnya masa penantiannya selesai sudah dan besok hukuman untuk Jihan karena pil itu pun mulai berlaku.

__ADS_1


__ADS_2