Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
Menyelesaikan satu persatu


__ADS_3

“Kamu harus tegas dengan putramu, Ken. Keanu sudah sangat keterlaluan. Untung saja dia memiliki kakak seperti Kevin,” ujar Rasti pada Kenan saat sarapan pagi di meja makan.


Hanin memilih ke dapur dan menyibukkan diri di sana dari pada mendengar kedua orang itu berdebat dan mencari cara untuk menghalangi kebahagiaan putranya.


“Coba kalau Kevin tidak gerak cepat membungkam para media itu. Reputasi keluarga kita sudah hancur. Reputasi karirmu di politik juga ternodai dengan skandal ini. Kau tahu, Ken. Kau public figure sekarang dan keburukan yang terjadi pada anggota keluargamu, itu artinya keburukan kamu karena tidak bisa mengatur,” ucap Rasti lagi membuat Kenan terdiam.


Kenan tetap mendengarkan ocehan sang ibu sembari menyuapkan makanannya ke dalam mulut. Hanin pun datang dari dapur dengan membawa satu hidangan makanan lagi.


“Lalu, apa rencanamu untuk Keanu?” tanya Rasti pada putranya.


“Aku akan menyuruh orang untuk membawa Keanu ke sini,” jawab Kenan sembari melirik ke arah istrinya.


Hanin pun melirik ke arah suaminya.


“Jika Keanu tetap mempertahankan Jihan?” tanya Rasti lagi.


“Aku akan mencoret nama anak itu dari daftar ahli waris,” jawab Kenan tegas dengan tetap menatap Hanin.


Hanin menggeleng. “Itu tidak adil, By.”


“Itu adil, buat anak pembangkang seperti dia. Aku sudah menuruti semua kemauannya, Han. Dan itu cukup. Sekarang dia harus menuruti kemauanku”


Prak


Hanin meletakkan piring ke meja makan itu dengan kasar. “Kamu egois, By.”


Hanin berlari menuju kamar. Kali ini ia benar-benar tidak sejalan dengan suaminya. Ia merasa Kenan berbeda. jika dahulu, Kenan selalu mendengarkan perkataannya dan banyak mengalah demi dirinya. Kini sepertinya tidak lagi.


Rasti menatap Kenan. “Selama ini kau selalu disetir Hanin. Kau tidak pernah menolak keinginan istri tercintamu itu. Sekarang sudah saatnya kau punya keputusan sendiri untuk keutuhan nama baik keluarga Adhitama.”


Kenan diam.

__ADS_1


****


“Aku mengajakmu bertemu untuk membicarakan masalah ini baik-baik,” ucap Keanu pada Chintya.


Siang ini mereka bertemu di sebuah restoran tertutup. Chintya melirik ke arah Gio.


“Kau membawa orang untuk menakut-nakutiku?” tanya Chintya kesal.


Gio menanggapi dengan santai. Pria itu hanya duduk dan menjadi penengah di antara dua orang yang berseteru ini.


“Kau yang membuat ulah lebih dulu. Seharusnya kau tidak memfitnahku. Seharusnya, kau tidak membuat adik pria ini sedih, karena Gio tidak akan bisa melihat adiknya sedih,” ucap Keanu tersenyum melihat Chintya kehilangan nyali saat melihat wajah Gio.


Chintya cukup tahu pria seperti apa dia. “Memangnya, Jihan itu …”


“Ya, istriku adik Gio, anak Wiliam Xander,” jawab Keanu setelah Chintya tercekat dan menggantung perkataannya.


“Tidak mungkin.” Chintya menggelengkan kepala.


“Kalau bukan karena anak Wiliam Xander. Papaku tidak akan melarang pernikahan kami,” jawab Keanu lagi.


“Sebelum bertindak, pikirkan dulu, Chin. Kau sendiri yang akan terjebak oleh ulahmu,” kata Keanu sembari mengirimkan sebuah video ke ponsel Chintya.


Mata Chintya terbelalak saat membuka video itu. “Kau …”


“Jangan dikira aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di belakangku saat aku di Bali!” sahut Keanu. “Kalau kau hamil, minta pertanggung jawaban pada pemilik berlian itu, jangan padaku!”


Chintya semakin tak bisa berkata-kata.


Keanu memajukan tubuhnya dan berkata dengan penuh penekanan. “Mulai sekarang, jangan ganggu aku! Kita tidak ada hubungan apa pun. Tarik semua keinginanmu yang ingin memfitnahku, karena jika itu terjadi, aku akan menghancurkanmu sehancur-hancurnya. Tidak ada karir, tempat tinggal, bahkan tidak ada pria yang mau denganmu nanti.”


“Kau kejam, Kean," sahut Chintya yang ingin menangis.

__ADS_1


“Kau yang membuatku seperti ini. Kau tahu, bahwa sebenarnya aku tidak ingin memperlakukanmu seperti ini. Aku akan tetap menganggapmu teman, jika kau juga begitu. Jadi hiduplah dengan dirimu sendiri dan aku hidup dengan hidupku sendiri. Carilah kebahagiaanmu sendiri, Chin.”


Chintya pun menangis. Ia sesegukan. Ia menangisi semua yang terjadi, bahkan kesempatan yang pernah datang sebelum akhirnya Jihan kembali dalam hidup Keanu.


“Kean.” Chintya masih menangis sesegukan dengan memanggil nama Keanu.


“Sudah selesai?” tanya Gio yang langsung di angguki Keanu.


Keanu menarik nafasnya kasar. “Kau pasti bahagia, Chin. Di luar sana pasti ada pria yang mencintaimu. Dan itu bukan aku.”


Keanu pun mengajak Gio pergi dan meninggalkan Chintya sendiri di ruangan itu.


“Keanu …” panggil Chintya yang masih tidak rela dengan apa yang terjadi. “Keanu …”


Namun, Keanu tidak mendengar panggilan itu. Ia dan kakak iparnya tetap berjalan meninggalkan tempat itu.


Chintya terus memangis, hingga pipinya basah. Tangisan itu terdengar pilu. Ia pun terisak. Ia meratapi kebodohannya. Kebodohan karena saat kesempatan datang, ia tidak mempergunakannya dengan baik. Sekarang, Keanu benar-benar pergi. Bahkan pria itu sudah ada pemiliknya. Chintya harus mengaku kalah pada Jihan, karena ia tidak pernah bisa menggantikan posisi wanita itu sejak dulu. Sekuat apa pun ia menggoda, Keanu tidak pernah tergoda. Kalau pun mereka.pernah bersama, semata-mata hanya sekedar persinggahan sementara Keanu saja.


"Keanu ... Huhuhuhu ... Aku tidak bisa hidup tanpamu."


Chintya masih meraung. Sebenarnya ia tidak sedang hamil. Walau ia pernah tidur dengan pemilik toko perhiasan itu, tapi Chintya cukup pintar untuk tidak membiarkan benih itu tumbuh.


Keanu dan Gio masuk ke dalam mobil. Keanu menyetir mobilnya menuju suatu tempat. Ada untungnya Gio berada di sini. Ia sungguh merasa terbantu dengan keberadaan pria itu.


Keanu mencoba menyelesaikan masalahnya satu persatu dan itu dimulai dari Chintya, biang kerok yang sudah menyebar fitnah tentang dirinya. Setelah itu, ia akan mendatangi sang ayah.


Keanu akan menemui Kenan dengan membawa Jihan ke rumah besar itu untuk meminta restu. Kalau pun restu itu tidak di dapat. Apa boleh buat? Keputusan Keanu sudah bulat. Ia akan tetap mempertahankan Jihan di sisinya. Ia tidak peduli walau hak waris tidak di berikan atau namanya harus dicoret dalam daftar keluarga Adhitama. Ia benar-benar tidak peduli, asalkan ia bisa hidup bersama Jihan dan membina keluarga kecil mereka sendiri.


“Sayang, siapkan dirimu. Besok kita akan konferensi pers,” ucap Keanu pada Jihan di telepon saat ia dan Gio berada di dalam mobil untuk menyelesaikan urusan selanjutnya.


Gio menoleh ke arah Keanu. “Kau berhutang banyak denganku.”

__ADS_1


Keanu menjawab dengan senyum. Ya, ia memang berhutang banyak dengan mantan mafia itu. Mungkin kelak, ia akan membantu Gio untuk mendapatkan cintanya.


Dan, besok akan menjadi hari yang menggemparkan untuk keluarga Adhitama, karena tanpa sepengetahuan keluarga terpandang itu, Keanu akan mengumumkan bahwa putra bungsu Gubernur Kenan Adhitama telah menikah dengan dokter spesialis neurologi Jihan Prameswari tepat di kota itu sekitar satu minggu lebih yang lalu.


__ADS_2