Gairah Cinta Sang Pembalap

Gairah Cinta Sang Pembalap
Percayalah padaku


__ADS_3

“Sss … Ah.” Keanu merintih kesakitan akibat pukulan Gio.


“Maafin Kak Gio ya,” kata Jihan sembari mengobati sudut bibir Keanu yang robek.


“Kenapa kamu yang minta maaf?” tanya Gio kesal. “Kau sakit kan karena dia. Jadi pria brengs*k ini harus diberi pelajaran.”


“Iya, tapi tidak seperti ini, Kak.” Jihan masih saja membela Keanu.


“Sebagai seorang kakak, aku membelamu,” ujar Gio yang kembali kesal dengan sikap Jihan yang terlalu membela Keanu. Padahal pria itu sudah membuatnya sakit.


Gio melirik ke arah Keanu yang hanya menyungging senyum. Ia merasa menang karena selalu mendapat pembelaan dari Jihan.


“Beruntung sekali kau mendapat cinta dari adikku sebegitu besar,” ucap Gio lagi.


“Ya, karena aku juga mencintainya dengan sebegitu besar,” jawab Keanu dengan tatapn memuja ke arah Jihan.


“Hah, cinta memang mengalahkan logika.” Gio mengglengkan kepalanya melihat kedua orang yang sedang dimabuk cinta itu.


Jihan memberikan antiseptik pada sudut bibir itu dengan wajah merona. Keduanya duduk dengan dekat. Bahkan Keanu memanfaatkan kedekatan itu dengan memeluk pinggang Jihan.


Gio melihat posisi itu. ia tambah kesal dengan Keanu. “Ekhem … bisakah kau tidak memanfaatkan keadaan, Kean?”


Keanu melirik ke arah Gio dan Gio mengisyaratkan mata, agar Keanu tidak memanfaatkan kedekatan itu.


“Dasar playboy!” Gio kembali menggerutu.


Keanu nyengir, sedangkan Jihan hanya tertawa.


“Gio, kau tidak pulang? Ini sudah larut malam,” ucap Keanu.


“Hei, harusnya itu pertanyaanku,” jawab Gio. “Kau pulanglah, biar aku yang menjaga adikku.”


“Tidak.” Keanu menggeleng. “Aku akan menjaga Jihan. Dia sakit karena aku. Jadi aku akan bertanggung jawab untuk itu.”


Gio tersenyum tipis. “Bilang saja kau ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan. Kalau begitu aku akan tetap di sini untuk menjaga adikku dari pria playboy sepertimu.”


JIhan menarik nafasnya kasar. “Sudah, sudah. Mengapa kalian terus bertengkar?”


“Karena aku tahu pria seperti apa dia,” jawab Gio.


Keanu tersenyum. “Aku tidak seburuk itu, Gio.”


Gio memang tahu betul jejak kehidupan seorang pembalap. Mereka tidak pernah lepas dari para wanita cantik, termasuk Keanu. Keanu pun seperti itu, tapi pria itu memiliki sisi baik sedikit. Bahwa dia tidak pernah melakukan one night stand dengan wanita saat mengunjungi clubnya.


Keanu dan Gio menunggu Jihan tidur. Kedua pria itu berada di kamar ini untuk menjaga wanita itu. beruntung Jihan memiliki dua pria yang siap menjaganya kapanpun. Gio dan Keanu. Walau rasa cinta keduanya berbeda. Ternyata ada hikmah dibalik misi itu. Jihan mendapatkan kasih sayang dari ayah dan kakak yang tidak pernah ia dapatkan sejak kecil. Ia juga mendapatkan cinta yang begitu besar dari keanu, itu terbukti dari caranya membantu n melindunginya saat ia kesusahan.


Keanu meninggalkan Jihan yang sudah tertidur lelap di atas tempat tidur. Sedangkan Gio tidur di atas sofa panjang. Lalu, Keanu mengambil ponselnya dan menekan nomor Kevin, sang kakak.


Keanu berdiri di balkon. Ia menunggu Kevin menjawab panggilan teleponnya. Berulang kali Keanu mendial nomor itu, akhirnya diangkat juga.

__ADS_1


“Halo.”


“Ck. Lama sekali kau mengangkat teleponku,” ucap Keanu kesal.


“Kau menelepon di waktu yang tidak tepat, Brother,”


“Kau sedang bercinta?” tanya Keanu pada sang kakak.


“Tentu saja. itulah enaknya punya istri.”


“Sombong,” ucap Keanu lagi dengan nada kesal.


Kevin tertawa. “Ada apa telepon aku malam-malam?”


“Aku mau meminta tolong padamu, suruh anak buahmu untuk mengambil mobilku di hotel xxx. Aku akaan ke Surabaya besok.”


“Surabaya?” tanya Kevin bingung.


“Ya, aku akan menikahi Jihan di sana.”


Kevin di sana terkejut. “Apa? Apa kau sudah gila?”


“Ini keputusanku, Kak. Aku akan menikahi wanita yang aku cintai.”


“Lalu Chintya?”


“Sebenarnya kami sudah lama putus, tapi dia tidak mau mengakui itu.”


“Aku akan meminta izin pada Mama melalui telepon nanti. Tapi aku tidak meminta izin pada Papa.”


“Kau gila,” ujar Kevin.


“Terserah. Tapi keputusanku sudah bulat,” jawab Keanu. “Oh ya. Jangan lupa ambil mobilku di sini! karena aku akan pergi bersama Gio.”


Kevin menggeleng. Ia mengerti bahwa sang adik sangat mencintai putri Lastri itu. sejuurnya, Kevin tidak mempermasalahkan. Demi kebahagiaan sang adik, ia akan mendukung.


“Kau akan mendukungku?” tanya Keanu pada sang kakak.


“Ya, mau bagaimana lagi? Jika itu sudah keputusanmu. Aku akan mendukungmu.”


“Jangan beritahu hal ini pada Papa! Hanya kau dan Mama yang aku beritahu pernikahanku nanti.”


“Baiklah, kabari harinya. Jika tidak ada halangan. Aku akan datang ke pernikahanmu,” ucap Kevin.


“Benarkah?”


Kevin mengangguk. “Ya, tentu saja. walau kita sering bertengkar, tapi kau adikku satu-satunya. Kebahagianmu juga kebahagianku.”


Keanu terharu. “Terima kasih, Kev. Ayesha beruntung memiliki suami baik sepertimu.”

__ADS_1


“Panggil aku kakak,” seru Kevin.


“Dasar gila hormat,” gerutu Keanu.


Lalu sambungan telepon itu pun selesai. Keanu tersenyum karena ternyata sang kakak mendukungnya. Semoga nanti saat hari itu tiba, sang ibu pun merestui.


****


Hari ini, Jihan sudah lebih baik. kondisi kesehatannya jauh lebih baik dari sebelumnya. Ia pun sudah mulai beraktifitas. Keanu mengantar Gio ke kantor, lalu mengantar Jihan ke badan narkotika nasional. Jihan menyerahkan surat pengunduran diri sebagai dokter yang memebri penyuluhan pada pasien-pasien ketergantungan obat.


Di BNN, jihan menjadi pusat pembicaraan saat Keanu mengantarnya.


“Ji, dia bukannya anak gubernur itu kan?” tanya rekan Jihan di sana sembari melirik ke arah Keanu yang duduk santai di lobby.


Jihan mengangguk. “Kau memiliki affair? Pembalap itu bukannya sudah punya tunangan?”


“Tunangan?”


“Ya, belum lama ini, aku melihat infotainment, model itu diwawancarai dan katanya mereka sudah tunangan.”


Jihan terdiam. Ia menatap Keanu yang juga sedang menatapnya. Keanu tersenyum pada wanita itu.


“Ah, dia keren sekali, Ji,” ujar rekan Jihan di tempat itu.


JIhan masih menatap Keanu dan tersenyum pada pria itu dengan berbagai macam pikiran di kepalanya.


Setelah Aktifitas Jihan dan Gio selesai, mereka pun bergerak menuju bandara Soekarno Hatta. Mereka akan berangkat ke Surabaya. Keanu senang, ia bersemangat menuju kota yang dijuluki dengan kota pahlawan. Ia membayangkan pernikahannya bersama Jihan, tapi sayang wanita itu justru diam sedari tadi.


“Kamu kenapa?” tanya Keanu sembari meraba tangan Jihan dan menggenggamnya saat mereka berjalan beriringan. Sedangkan Gio berjalan di belakang mereka sembari menarik kopernya.


Jihan menggeleng. “Tidak apa-apa.”


“Ayo lah! Cerita padaku. Sejak keluar dari gedung pusat narkotika itu, kau tampak tidak bicara. Apa aku berbuat salah?”


Jihan kembali menggeleng. Lalu menatap Keanu. “Apa benar kamu akan menikahiku?”


“Tentu saja,” jawab Keanu yakin.


Pembicaraan mereka terputus, karena mereka sudah memasuki kabin pesawat. Keanu sengaja menyuruh Jihan untuk jalan di depannya. Pria itu dengan sigap meletakkan koper Jihan di atasnya. Gerakan Keanu diikuti Gio. Lalu, Keanu duduk di sebelah Jihan, sementara Gio di sampingnya.


“Apa aku pelakor? Aku merebutmu dari Chintya,” ucap Jihan ketika mereka sudah duduk, membuat Keanu tertawa.


“Kita kenal jauh sebelum aku mengenal Chintya. Jadi, jangan sebut dirimu seperti itu!”


Jihan tersenyum tipis dan menoleh ke arah jendela. Kemudian, Keanu memeluk wanita itu dari samping dengan menaruh dagunya pada bahu Jihan.


“Percayalah padaku, semua akan baik-baik saja.”


Jihan pun terdiam dan mengeratkan pelukan itu. Ya, ia percaya pada pria ini, pria yang dikenal sebagai playboy dan dikejar banyak wanita.

__ADS_1


Visual Keanu pas lagi ke bandara ya guys.



__ADS_2