HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA
BAB 102. Dukungan


__ADS_3

***Mansion Tatum***


Iko Tatum berdiri di atas panggung, di hadapan kue ulang tahun berukuran besar. Billy dan Alisa berada di sisi kiri dan kanan pria paruh baya itu. Senyuman tipis mengembang di sudut bibir mereka bertiga.


Alunan musik ulang tahun diringi penyanyi muda membuat suasana di dalam Mansion Tatum terasa meriah dan menyenangkan.


Para tamu undangan ikut bertepuk tangan meriah saat Iko Tatum meniup lilin ulang tahun. Iko Tatum juga mengumumkan resepsi pernikahan Biily dan Alisa dua minggu lagi.


Iko sangat gembira Billy sudah mendapatkan pasangan hidup. Alisa anak yang baik, sopan, dan lemah lembut. Keluarga besar Tatum sangat menyukai Alisa.


Sementara Stefan yang berdiri di bawah panggung menggenggam erat tangan Dian sepanjang waktu.


Perasaan hati Stefan masih diliputi kegembiraan dan kebahagiaan yang luar biasa karena Dian adalah gadis kecil cinta pertamanya.


Rombongan Chandra dan Stefan masih berkumpul di Mansion Tatum saat acara selesai karena ada hal penting yang ingin disampaikan oleh Chandra.


Chandra memberitahukan akhir tragis Gisel yang harus mendekam di balik jeruji besi karena Yadi meninggal beberapa waktu yang lalu.


Mereka semua yang mendengar berita ini, tidak ada yang merasa iba terhadap Gisel karena wanita jahat itu hampir saja menyebabkan Dian kehilangan nyawa.


Natasha juga memberitahukan keputusannya untuk menetap di Amerika selama setengah tahun setelah menghadiri pesta pernikahan Billy dan Alisa.


Natasha mendapatkan kesempatan emas untuk mengikuti kompetisi perancang busana di Amerika dan harus menjalani proses pelatihan serta karantina di sana.


Sementara Kelvin juga ikut ke Amerika dengan alasan akan menjadi model untuk rancangan busana Natasha nantinya.


Hanya Sherina dan Chandra yang mengetahui alasan sesungguhnya Kelvin ikut ke Amerika.


Sebenarnya Kelvin dan Natasha sudah mulai berpacaran, tetapi mereka tidak mengumumkannya secara umum atas permintaan Natasha.


Natasha merasa dirinya tidak sepadan dengan Kelvin karena latar belakang keluarga Natasha yang bukan berasal dari keluarga kaya. Meskipun Natasha tahu Kelvin tidak pernah mempermasalahkan perbedaan itu.


Label busana 'Tasha' yang sudah mulai terkenal di dalam negeri membuat Natasha semakin ingin mengembangkan bakatnya hingga ke banyak negara lain.


Kompetisi perancang busana kali ini bisa menjadi batu loncatan yang tinggi untuk Natasha jika dirinya berhasil menang sehingga Natasha ingin mencobanya.


Dengan demikian kesenjangan di antara dirinya dan Kelvin tidak akan terlalu jauh. Kelvin mendukung sepenuhnya keinginan Natasha dan mengajukan satu syarat penting yang dikabulkan oleh Natasha.


Menang atau tidaknya Natasha dalam kompetisi ini, gadis muda itu tetaplah juara pertama di hati Kelvin. Kelvin meminta Natasha untuk menjadi pasangan hidupnya saat kompetisi berakhir.


Itulah sebabnya Kelvin mengajukan permintaan kepada Chandra untuk menunda resepsi pernikahannya dengan Sherina selama setengah tahun karena Kelvin ingin menikah di hari yang sama dengan saudara kembarnya.


Sementara Dion yang sudah pergi untuk proyek baru di tempat lain setelah selesai membantu proyek AI Perusahaan Alpha selama sebulan, akan pulang ke Bali untuk menghadiri resepsi pernikahan Billy.


Saat ini Dion dan Vivian sudah berpacaran secara Long Distance Relationship (LDR). Vivian sangat senang bisa bertemu dengan Dion lagi, meskipun kepulangan Dion hanya sebentar untuk menghadiri resepsi pernikahan Billy saja.

__ADS_1


***


Stefan mengantar Dian pulang ke Mansion Wijaya, sedangkan Chandra mengantar Sherina ke Mansion Saputra serta Kelvin mengantar Natasha ke rumah gadis muda itu, sebelum mereka berdua pulang ke Mansion Wijaya.


Stefan masih saja menggenggam erat tangan Dian ketika berada di dalam mobil.


"Fan! Aku dengar banyak pemegang saham lama Perusahaan Bramasta berpihak ke Pak Adi," kata Dian.


Kabar kekacauan di dalam Perusahaan Bramasta sudah beredar keluar, bahkan keinginan Adi untuk menurunkan Stefan dari jabatan CEO sudah diketahui banyak orang. Akan tetapi, Stefan masih bersikap tenang menghadapinya sampai saat ini.


Dian merasa sedikit khawatir dengan keadaan Stefan karena gadis muda itu sangat mengenal sikap arogan dan mau menang sendiri dari Adi selama tinggal di Mansion Bramasta.


"Iya. Kakek sudah tidak sabar lagi dan meminta diadakan meeting intern besok pagi di Perusahaan Bramasta," jawab Stefan dengan jujur.


"Good luck for you," ucap Dian.


Dian yakin Stefan pasti sudah mempunyai persiapan matang untuk menghadapi pertarungan terakhir dengan Adi besok pagi sehingga hal yang bisa dilakukannya hanyalah memberi dukungan dari belakang.


"Bagaimana kalau aku kalah besok? Aku akan menjadi pemuda biasa dan miskin," kata Stefan sambil menatap intens Dian.


Dian tersenyum kecil melihat wajah memelas Stefan. Dian tahu pria muda itu meminta perhatian darinya.


"Kalau begitu, kamu jadi sekretaris pribadiku saja. David bisa membantu kak Chandra lagi," jawab Dian.


"Iya. Kamu harus ikut kemana pun aku pergi dan menjadi sopir pribadiku. Pekerjaan yang bagus kan?" Dian bertanya balik ke Stefan.


"Benar juga. Aku bisa bersamamu sepanjang hari. Aku mau lowongan pekerjaan itu!" jawab Stefan dengan sungguh-sungguh.


Kalau saja Stefan tidak harus mempertimbangkan nasib semua karyawan yang sudah berjuang bersamanya selama ini dan menyayangkan kehancuran Perusahaan Bramasta di tangan Adi, Stefan lebih memilih menjadi sekretaris pribadi Dian agar bisa bertemu gadis muda itu setiap hari.


Tentu saja Dian bisa membaca isi hati dan pikiran Stefan saat ini. Dian menyandarkan kepalanya di dada Stefan, lalu memeluk pinggang pria muda itu dengan erat.


"Fan! Perusahaan Bramasta bisa maju pesat karena kepemimpinanmu. Tidak ada orang yang bisa melengserkan mu dari jabatan CEO Bramasta.


Aku yakin kamu akan menang besok!" ucap Dian dengan lembut.


Stefan membalas pelukan erat Dian dan mengecup kening gadis muda itu dalam waktu yang lama. Dukungan Dian menghasilkan kekuatan yang penuh dan hangat di dalam hati Stefan.


Semula Stefan masih merasa ragu dan tidak tega untuk melawan Adi karena bagaimana pun juga pria tua itu adalah kakek kandungnya sehingga ada rasa sakit dan terluka di dalam hati Stefan melawan keluarganya sendiri. Akan tetapi, jika Stefan tidak melawan Adi maka bisa dipastikan ratusan karyawan Perusahaan Bramasta akan menjadi korban kehilangan pekerjaan dalam waktu dekat dan Stefan tidak mungkin membiarkan hal itu terjadi.


"Aku beruntung memilikimu di sisiku!" ucap Stefan, setelah melepaskan bibirnya dari kening Dian.


Dian mengangkat kepalanya sehingga saling bertatapan dengan Stefan.


"Aku juga!" jawab Dian.

__ADS_1


"I love you, Dian!" ucap Stefan sambil menangkupkan tangannya ke wajah Dian serta memberikan ciuman lembut di bibir Dian.


Kali ini tidak ada Chandra maupun Kelvin yang bisa mencegahnya sehingga Stefan tidak mau melewatkan kesempatan emas ini lagi.


Dian memejamkan kedua matanya dan membalas ciuman lembut Stefan. Dian bisa merasakan ciuman Stefan penuh dengan perasaan cinta dan bukan karena dorongan na**u semata.


Beberapa saat kemudian, Stefan menghentikan ciumannya dan menatap wajah Dian yang bersemu merah. Mereka berdua saling tersenyum satu sama lain.


Dian menyandarkan kepalanya ke dada atletis Stefan lagi. Mereka berdua saling berpelukan satu sama lain sambil mendengarkan suara detak jantung masing-masing yang berdegup kencang.


Ciuman yang terasa manis itu masih menyelimuti pikiran mereka berdua. Suasana di dalam mobil bagaikan ada gelembung cinta yang berterbangan di sekeliling Dian dan Stefan hingga mobil mercedes benz hitam itu berhenti di depan Mansion Wijaya.


"Tuan Stefan! Mobil sudah tiba di depan Mansion Wijaya!" ucap sopir dari kursi pengemudi, tanpa berani menoleh ke belakang.


Dian mengangkat kepalanya dari sandaran dada Stefan. Stefan pun terpaksa melepaskan pelukannya dengan perasaan enggan. Stefan masih ingin memeluk tubuh Dian lebih lama.


"Besok kita dinner bersama untuk rayakan kemenanganmu," ucap Dian.


"Iya. Besok sore aku menjemputmu di Perusahaan Jayanata," kata Stefan dengan bersemangat.


Stefan membantu melepas seat belt Dian terlebih dahulu, lalu melepaskan seat belt nya sendiri. Pria muda itu turun dari mobil dengan cepat dan membukakan pintu mobil untuk Dian.


Pak Lesmana sudah berdiri di depan pintu masuk Mansion Wijaya menyambut kedatangan Dian karena sudah mendapatkan laporan dari security sejak mobil Stefan tiba di sana.


"Bye-bye Fan," ucap Dian menatap tangannya yang masih digenggam erat Stefan sejak turun dari mobil.


"Bye-bye Dian," jawab Stefan dan melepaskan tangannya dengan perlahan.


Sepasang mata Stefan menatap terus punggung Dian yang sudah mulai menghilang di balik pintu masuk. Bahkan Pak Lesmana sempat mengangukkan kepalanya ke Stefan sebelum menutup rapat pintu masuk.


Stefan pun naik ke dalam mobilnya dan pak sopir mengemudikan mobil menuju Mansion Bramasta.


***


Selamat siang readers tercinta. Author kasih bab sweet-sweet dulu menjelang tamat dalam waktu dekat 🥰😍.


He he he. Banyak yang sudah tidak sabar dengan si aki nih. Author lanjut ketik untuk bab malam ya 🤗


Harap sabar menunggu readers tercinta. Butuh waktu berjam-jam buat satu bab 😅🙏


TERIMA KASIH PENGERTIANNYA


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2