HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA
BAB 75. Lima detik


__ADS_3

***Ruang kantor Dian di Perusahaan Jayanata***


David berjalan menghampiri Dian setelah mendapatkan izin untuk masuk ke dalam ruang kerja gadis muda itu.


"Ada apa David?" tanya Dian.


"Nona Dian. Ini isi surat permintaan maaf dari Perusahaan Bramasta," jawab David sambil memberikan ipad mini yang dipegangnya ke Dian.


Dian membaca isi surat permintaan maaf itu dengan saksama dan tahu surat itu sudah diterbitkan sejak pagi hari.


Dian tidak menyangka Keluarga Bramasta akan begitu cepat menerbitkan surat permintaan maaf. Semula Dian menduga sikap angkuh dan arogan Adi akan membuat pria tua itu menunda dan menggunakan banyak alasan ke Jackson untuk mengulur waktu.


"Nona Dian. Apakah kita perlu membuat tanggapan terhadap surat permintaan maaf ini?" tanya David.


"Tidak perlu membuat pernyataan apapun!' jawab Din singkat.


"Baik nona Dian. CEO Erik menelepon ketika nona Dian sedang meeting tadi," ucap David.


"Apa yang dikatakan CEO Erik?" tanya Dian.


"Penelitian dan pengembangan proyek AI sudah akan dimulai. CEO Erik meminta dua peneliti dari perusahaan kita sudah bisa bergabung di lab mereka minggu ini," jawab David.


Dian mengjngat jelas dirinya lah yang mengusulkan untuk mengirimkan dua orang peneliti untuk ikut dalam penelitian dan pengembangan proyek AI sehingga Perusahaan Bramasta juga akan mengirim dua orang peneliti supaya kerjasama mereka berjalan adil.


Beberapa waktu yang lalu manajer departemen SDM sudah menyerahkan list kandidat yang masuk ke dalam kriteria ke Dian. Dian pun sudah mewawancarai kemampuan mereka secara langsung, tetapi hanya satu peneliti yang lulus seleksi.


"Dua peneliti di minggu ini?" gumam Dian sambil berpikir keras.


"Nona Dian. Perusahaan bisa melakukan rekrutmen di universitas untuk mencari mahasiswa yang berbakat dalam penelitian," usul David.


Usul David sangat bagus. Kandidat pertama yang terpilih pun tamatan universitas teknologi. Dian yakin banyak mahasiswa mahasiswi muda yang berprestasi di sana sehingga Perusahaan Jayanata bisa mendapatkan kandidat kedua.


Suara notifikasi sms masuk di handphone Dian sehingga gadis muda itu mengambil handphone dari saku blazer dan membacanya.


"Lusa aku pulang." Tulisan yang sangat singkat, sesuai kepribadian orang yang mengirimnya.


"Baiklah. Kirim jadwal flight. Aku akan menjemputmu." balas Dian di dalam grup chat whatsapp.


"Oke."

__ADS_1


Dian tersenyum tipis membaca jadwal flight yang muncul di layar handphone, lalu menyimpan kembali handphone ke dalam saku blazer.


"David! Tidak perlu rekrutmen ke universitas. Aku sudah dapat kandidat terbaik," ucap Dian.


"Baik nona Dian," jawab David.


Ketika David berjalan keluar dari ruang kerja Dian, sekretaris pribadi itu membalikkan tubuhnya dan berjalan kembali ke arah meja kerja Dian karena hampir melupakan sesuatu.


"Ada hal lain lagi?" tanya Dian.


"CEO Rizky dari Perusahaan Martin sudah menunggu nona Dian sejak pagi di ruang tunggu," jawab David.


"CEO Rizky? Si mulut ember temannya Stefan," batin Dian setelah mengingat jelas siapa Rizky yang dimaksud oleh David.


"David. Perusahaan Jayanata ada proyek kerja sama dengan Perusahaan Martin?" tanya Dian untuk memastikan dugaannya.


"Sampai saat ini belum ada satu pun kerja sama dengan Perusahaan Martin," jawab David dengan jujur.


David pun merasa heran melihat Rizky duduk didepan meja kerjanya saat dirinya tiba di perusahaan tadi pagi.


Penampilan Rizky sangat rapi dengan jas dan celana kerja kantoran. Bahkan Rizky bersikap sopan saat David memberitahukannya bahwa Dian tidak akan bertemu dengan tamu yang tidak membuat janji temu terlebih dahulu.


Rizky bersedia menunggu di ruang tunggu dengan sabar dan tidak mendesak David untuk segera melaporkan kedatangannya sehingga tadi David hampir saja melupakan keberadaan Rizky di ruang tunggu.


"Baik nona Dian," jawab David.


Jabatan Dian yang berubah menjadi CEO Perusahaan Jayanata membuat sebagian besar proyek yang ditangani oleh Chandra, dilimpahkan ke Dian sehingga gadis muda itu tidak ada waktu meladeni Rizky.


***


Tanpa terasa waktu pulang kerja telah tiba. Malam ini Dian tidak perlu bertemu rekan bisnis sehingga memutuskan pulang makan malam bersama di Mansion Wijaya.


Chandra sudah menunggu di dalam mobil Land Rover Range Rover Velar yang diparkir di depan pintu masuk Perusahaan Jayanata.


Dian menuju ke lantai basement terlebih dahulu untuk mengambil mobil porsche putih miliknya, sebelum bergabung dengan Chandra. Mobil mereka berdua akan beriringan menuju mansion.


Malam ini Dian akan menginap di sana.


"Dian! Dian!"

__ADS_1


Seseorang memanggil namanya sehingga Dian mengurungkan niatnya untuk menekan remote mobil dan menoleh ke belakang.


Rizky berlari tergesa-gesa menghampiri Dian dan berhenti tepat di hadapan gadis muda itu.


"Ada apa?" tanya Dian sambil melipat kedua tangan di depan dada.


Dian tidak menyangka Rizky bisa menunggu dari pagi hingga jam pulang kerja. Jika Dian masih menolak menemuinya, Dian yakin Rizky akan datang besok pagi lagi.


"Dian! Aku minta maaf atas semua perlakuan burukku di masa lalu. Bisakah kamu memaafkanku? Apa pun yang kamu perintahkan, aku pasti kerjakan!" ucap Rizky dengan sungguh-sungguh.


"Kenapa? Kamu takut?" tanya Dian sambil tersenyum samar.


"I…iya! Aku takut," jawab Rizky terbata-bata. Keringat dingin bercucuran di kepala Rizky saat melihat senyum samar di sudut bibir Dian.


"Apa pun perintahku?" tanya Dian.


"Iya, iya," jawab Rizky sambil menganggukkan kepala dengan keras.


"Mulai saat ini, aku tidak mau melihat muka menyebalkan mu! Jika bertemu di mana pun, kamu harus menyingkir dari hadapanku dalam hitungan 5 detik!" ujar Dian.


"Satu!"


"Dua!"


"Tiga!"


Rizky semakin panik saat mendengar Dian mulai menghitung. Rizky pun lari terbirit-birit seolah-olah sedang di kejar hantu sehingga dalam hitungan ketiga, sosok Rizky sudah menghilang dari hadapan Dian.


"Dasar pengecut!" ujar Dian sambil menggelengkan kepala.


Dian masuk ke dalam mobil dan mengemudikannya dengan santai menuju Mansion Wijaya.


***


Selamat siang readers. Hari ini up satu bab saja ya🙏. Kondisi badan kurang fit😭


Tebak yuk! Siapakah yang akan pulang?


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2