HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA
BAB 109. 831 I LOVE YOU


__ADS_3

Keesokan harinya, Stefan membawa nampan yang berisi sarapan pagi ke apartemen Dian, tepat setengah jam sebelum gadis muda itu berangkat kerja.


Dian sudah berpakaian kerja rapi, begitupun juga dengan Stefan sehingga mereka bisa langsung berangkat kerja bersama setelah selesai makan.


Mereka berdua sarapan pagi masakan Stefan di ruang makan Dian. Sarapan pagi yang simpel dan bergizi.


"Dian! Kita berangkat bersama dengan mobilku saja. Selama kamu lembur dan tinggal di apartemen, kita bisa berangkat dan pulang kerja bersamaan," usul Stefan.


"Baiklah," jawab Dian.


Dian tidak menolak usul Stefan karena dirinya juga ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama Stefan.


Kesibukan kerja mereka berdua sebagai CEO perusahaan membuat mereka hanya bisa bertemu dalam waktu singkat.


Lagi pula dirinya hanya tinggal di apartemen selama seminggu. Setelah proyek baru selesai dan tidak memerlukan lembur di kantor, Dian akan pulang ke Mansion Wijaya.


"Fan! Piring kotornya tinggalin di dapur saja. Nanti siang Siti dan Tuti akan datang membersihkan apartemenku," kata Dian.


Siti dan Tuti adalah pelayan Mansion Wijaya, yang bertugas membersihkan apartemen Dian saat gadis muda itu menginap di sana.


"Tidak apa-apa. Aku sudah menyewa ART part time dari apartemen Regal Residence. Setiap hari dia akan datang membersihkan apartemenku," ucap Stefan.


Apartemen Regal Residence memang menyediakan tenaga kerja asisten rumah tangga untuk para pemilik ataupun penyewa apartemen di sana.


"Baiklah. Ayo kita berangkat sekarang," ajak Dian sambil mengambil tas kerja.


"Oke," jawab Stefan. Stefan mengangkat nampan yang berisi piring kotor dan mengikuti Dian dari belakang.


Dian mengunci pintu apartemennya terlebih dahulu, sebelum menyusul Stefan yang sudah menuju apartemennya sendiri untuk meletakkan nampan yang berisi piring kotor di apartemennya.


Dian melihat Stefan memegang nampan dengan tangan kiri. Sementara tangan kanannya menekan sandi pin di depan pintu.


8 3 1 8 3 1


Angka sandi pin pintu apartemen Stefan terlihat jelas oleh Dian. Gadis muda itu berdiri mematung sebentar.


"Tunggu sebentar ya, Dian!" ucap Stefan sambil tersenyum.


Dian menganggukkan kepala dan melihat punggung Stefan yang sudah menghilang di balik pintu. Belum sampai satu menit, Stefan sudah keluar dari apartemen sambil membawa tas kerja dan paper bag di tangan kiri.

__ADS_1


"Yuk!" ajak Stefan dan menggenggam erat tangan Dian dengan tangan kanannya.


Mereka berdua melangkahkan kaki masuk ke dalam lift yang sudah terbuka.


***


Pak Ben membuka pintu belakang mobil mercedes benz hitam. "Selamat pagi Tuan muda Stefan, Nona Dian!" sapa Pak Ben.


"Selamat pagi, Pak Ben!" balas Dian dan Stefan bersamaan.


Pak Ben menutup pintu mobil setelah Dian dan Stefan sudah berada di dalamnya, lalu berlari kecil menuju bagian kemudi.


"Pak Ben! Antar Dian ke Perusahaan Jayanata terlebih dahulu!" perintah Stefan.


"Baik tuan muda Stefan!" jawab Pak Ben.


Mobil mercedes benz hitam melaju dengan kecepatan sedang. Sepasang sejoli yang duduk di kursi penumpang masih saling bergandengan tangan.


"Dian! Ini bekal makan siang untukmu," kata Stefan sambil memberikan tenteng paper bag ke Dian.


Dian meletakkan paper bag itu di samping tas kerja yang berada di kursi mobil. "Fan! Kamu bangun jam berapa tadi?" tanya Dian.


Dian bisa memastikan Stefan bangun sangat pagi untuk menyiapkan breakfast dan lunch di kotak bekal untuknya.


*Aku senang bisa memasak untukmu," jawab Stefan.


Stefan tahu Dian mengkhawatirkan dirinya yang bangun terlalu pagi untuk memasak, tetapi Stefan sama sekali tidak merasa kecapekan ataupun mengantuk. Bahkan Stefan merasa senang karena bisa menyiapkan makanan untuk Dian dan makan pagi bersama.


Hati Dian terasa hangat mendengar perkataan Stefan. Dian merangkul lengan Stefan dan menyandarkan kepalanya di dada atletis pria muda itu. Stefan pun menggunakan kedua tangan memeluk erat gadis muda yang sangat dicintainya.


"Fan! Tadi aku lihat nomor sandi pintu apartemenmu," ucap Dian.


"Iya. Tanggal lahirmu," jawab Stefan dan mengecup puncak kepala Dian satu kali.


Stefan bisa menebak pasti isi pikiran Dian. 8 3 1 yang berarti 31 Agustus dan merupakan tanggal serta bulan kelahiran Dian.


Stefan memang sengaja menjadikan angka itu sebagai nomor sandi pintu apartemennya, bahkan pin handphone nya juga menggunakan nomor yang sama.


"Dian. Kamu tahu tidak arti lain dari angka 831?" tanya Stefan.

__ADS_1


Dian mengangkat kepalanya sehingga saling bertatapan dengan Stefan.


"Apa artinya?" tanya Dian.


"I Love You," jawab Stefan, lalu mencium bibir stroberi Dian.


Dian membalas ciuman lembut Stefan. Mereka berdua bisa merasakan gelembung-gelembung cinta muncul dan berterbangan di dalam mobil.


Pak Ben berusaha keras fokus menyetir mobil hingga sampai tujuan. Pria tua itu menghindari melihat kaca spion mobil yang berada di tengah agar tidak menjadi pengganggu sepasang sejoli yang sedang dimabuk cinta di kursi penumpang.


Dian menghentikan ciumannya dan menatap intens wajah Stefan. "I love you too, Fan!" ucap Dian.


Stefan tersenyum lebar mendengar jawaban Dian. Kedua tangannya menarik pinggang Dian agar merapat ke tubuhnya, tetapi Dian sudah menghalanginya dengan kedua tangannya menahan di depan dada Stefan.


"Fan. Kita sudah tiba di Perusahaan Jayanata," ucap Dian sambil tertawa kecil.


Stefan menoleh ke kaca samping mobil dan melihat bangunan Perusahaan Jayanata yang tinggi dan megah di sana.


Entah sudah berapa lama mobil mercedes benz hitam berhenti di sana. Dian melepaskan tangannya dari pinggang Dian dengan enggan.


"Aku jemput nanti malam," ucap Stefan.


"Oke," jawab Dian.


Dian turun dari mobil Stefan sambil menenteng tas kerja dan paper bag yang berisi kotak bekal makan siang buatan Stefan.


Stefan menurunkan kaca mobil dan melambaikan tangan ke Dian. Dian membalasnya sambil tersenyum lebar.


***


Selamat siang readers tercinta. Author halu lagi kasih bab berisi banyak gula. Semoga readers menyukainya 🥰.


Xi xi xi. Pasti ada readers cek google arti 831 😁. Author juga dapat dari mbah google. Suami gak romantis 😂😂😂


Jangan lupa baca kelanjutannya nanti malam ya. Doain lancar bab pernikahan di Las Vegas 🥰🥰😘


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2