HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA
BAB 89. Rencana gagal


__ADS_3

***Healing Hands Hospital***


Stefan duduk bersandar di tempat tidur pasien. Dokter Ortopedi dibantu beberapa orang sister sedang melepas gips dengan gergaji khusus yang aman dan tidak akan melukai kulit di bawahnya. Gergaji itu memiliki ujung yang tumpul dan bulat yang bergetar dari sisi ke sisi. Getaran inilah yang cukup kuat untuk menghancurkan plester di bagian kaki Stefan.


Perban tersebut kemudian dibuka dan diangkat. Kemudian dokter akan menggunakan gunting untuk memotong bantalan pelindung dan stockinette di dalamnya.


Dian dan Luis berdiri di samping tempat tidur pasien dan mengamati saksama semua prosedur pelepasan gips yang dilakukan oleh Dokter Ortopedi.


"Pak Stefan. Apakah ada keluhan setelah gips nya dilepas?" tanya Dokter Div, dokter Ortopedi Healing Hands Hospital.


"Ada sedikit rasa nyeri," jawab Stefan jujur.


Walaupun Dian berada di dalam ruangan yang sama, Stefan tidak merasa gengsi untuk menyampaikan keluhan terhadap dokter agar kakinya bisa mendapatkan perawatan secepatnya jika memang rasa nyeri itu bisa memburuk.


"Rasa nyeri yang masih terasa setelah gips dilepas adalah hal yang normal, tetapi kadang ada resiko terjadinya komplikasi, seperti rupture tendon, kekakuan sendi yang berkelanjutan dan yang lainnya sehingga diperlukan fisioterapi," kata Dokter Div.


"Ahli fisioterapi bisa mengidentifikasi dan memeriksa komplikasi apa pun, serta mengobatinya dan membantu memulihkan rentang gerak, kekuatan dan fungsi normal kaki Pak Stefan secepat mungkin," lanjut Dokter Div.


"Biasanya perlu berapa kali fisioterapi, dokter?" tanya Dian.


"Sekitar 3-12 kali. Nanti ahli fisioterapi yang akan menentukannya sesuai kondisi Pak Stefan," jawab Dokter Div.


"Terima kasih dokter," ucap Stefan.


"Sama-sama Pak Stefan," kata Dokter Div.


Luis mendorong kursi roda Stefan menuju ruangan fisioterapi, diikuti oleh Dian.


"Dian! Kamu pulang ke Perusahaan Jayanata saja. Pekerjaanmu pasti masih banyak. Luis bisa menjagaku," ucap Stefan.


"Baiklah. Aku masih ada meeting jam empat nanti. Aku pergi dulu ya," kata Dian.


"Hati-hati di jalan nona Dian," kata Luis.


"Terima kasih Luis," ucap Dian.


***


Ahli fisioterapi menggunakan teknik terapi manual terhadap kaki Stefan yaitu menggunakan tangan untuk memanipulasi, memobilisasi, dan memijat jaringan tubuh.


Proses terapi berlangsung sekitar tiga puluh menit. Stefan bisa merasakan nyeri di kakinya berkurang dibandingkan sebelumnya.

__ADS_1


Ahli fisioterapi memberitahukan kabar baik kepada Stefan bahwa Stefan hanya perlu melakukan fisioterapi sebanyak lima kali untuk kembali ke keadaan normal seperti semula.


Stefan sangat gembira dengan kabar baik itu sehingga menelepon Dian untuk mengabari gadis muda itu ketika dalam perjalanan pulang ke Mansion Bramasta.


Suasana hati Stefan menjadi muram saat tiba di Mansion Bramasta karena melihat Laura berada di ruang tamu.


"Fan! Kamu semakin kurus saja!" kata Laura sambil menatap saksama Stefan yang duduk di atas kursi roda dan didorong oleh Luis.


"Kenapa mama bisa berada di sini?" tanya Stefan dengan wajah tanpa ekspresi. Stefan menoleh ke arah Adi Bramasta, yang juga berada di ruang tamu.


Stefan yakin kepulangan Laura secara tiba-tiba pasti berhubungan dengan Adi dan anehnya Anastasia tidak kelihatan. Entah karena gadis manja itu sedang berada di dalam kamarnya ataupun alasan lain, Stefan tidak peduli.


Yang dipentingkan Stefan saat ini adalah hubungannya dengan Dian yang sudah membaik. Stefan tidak mau kemunculan Laura mengacaukan semuanya.


"Aku yang mengizinkannya pulang!" jawab Adi.


"Apa tujuan kakek?" batin Stefan.


"Fan! Kakek tahu hubunganmu dengan Dian semakin baik dan dekat belakangan ini. Kakek sangat gembira kamu bisa menemukan cinta sejatimu," kata Adi sambil tersenyum semringah.


"Lalu?" tanya Stefan tanpa basa-basi.


"Sabtu ini keluarga Bramasta akan makan malam bersama Keluarga Wijaya. Di malam itu kita akan menetapkan hari baik pernikahan bisnis kamu dan Dian!" jawab Adi dengan tegas.


"Jangan keras kepala! Keluarga Wijaya adalah keluarga terpandang di Bali. Aku yakin mereka akan membalas budi. Sabtu ini kamu ikut atau tidak, bukan masalah besar! Aku dan Laura akan mewakili mu!" kata Adi dengan tegas.


"Aku akan ikut pergi, tetapi aku tidak akan mengubah pendirianku!" ujar Stefan sambil memberi isyarat tangan kepada Luis untuk mendorong kursi roda ke kamar tidur.


Stefan tidak mau berada di dalam ruangan yang sama dengan Adi dan Laura.


Adi tidak merasa tersinggung dengan sikap Stefan. Pria tua arogan itu yakin rencananya berjalan sempurna sabtu ini.


"Laura! Ingat jaga sikapmu saat makan malam sabtu ini! Jika tidak, jangan harap Sia bisa kembali ke Bali lagi!" ancam Adi.


"Baik pa," jawab Laura sambil menunduk.


Adi memang sengaja membiarkan Laura pulang ke Mansion Bramasta karena memerlukan wanita itu untuk berada sepihak dengannya membujuk Jackson agar setuju dengan rencana pernikahan bisnis.


Tentu saja Adi menjadikan Anastasia sebagai ancaman untuk membuat Laura menuruti perintahnya dan tidak bertindak macam-macam saat makan malam sabtu nanti.


Hukuman yang diberikan Adi membuat Laura dan Anastasia hidup menderita selama sebulan di tempat terpencil. Oleh karena itu, Laura tidak berani menyinggung Dian lagi dan menuruti perintah Adi.

__ADS_1


***Restoran***


Makan malam di sabtu malam di salah satu kamar VIP restoran. Keluarga Wijaya dan Keluarga Bramasta tiba tepat waktu sesuai disepakati oleh Jackson dan Adi.


Mereka semua duduk bersama di hadapan meja bundar besar. Semuanya dalam keadaan wajah semringah. Bahkan Laura bersikap ramah luar biasa terhadap Dian.


Beberapa kali Laura mengucapkan pujian terhadap Dian dan Rossy. Mereka berdua membalas dengan senyuman tipis di sudut bibir masing-masing.


Acara makan malam berjalan dengan lancar dan harmonis. Jackson dan Adi mengobrol ringan, membahas tentang masalah bisnis bersama tanpa ada yang menyinggung masalah pribadi.


Sementara Stefan tidak berselera makan dan lebih sering menatap Dian. Dian mengetahuinya dan memberi senyuman tipis ke Stefan. Gerakan kecil Dian terlihat oleh Adi sehingga pria tua itu semakin yakin Dian sudah jatuh cinta kepada Stefan lagi.


Adi tidak akan pernah menyangka Stefan sudah memberitahukan semua rencananya ke Dian, dengan harapan gadis muda itu membujuk Jackson untuk menolak ajakan makan malam bersama sehingga Adi bisa menyerah.


Stefan terkejut saat Dian menolak usulnya dan meminta Stefan juga hadir untuk membuat acara makan malam semakin meriah.


Pada saat acara makan malam sudah selesai dan Adi ingin mengutarakan keinginannya, Chandra memulai pembicaraan terlebih dahulu dengan cepat.


"Stefan! Keluarga Wijaya sangat berterima kasih dengan bantuanmu menyelamatkan Dian beberapa waktu yang lalu. Ini hadiah dan kompensasi kami untuk Keluarga Bramasta!" kata Chandra sambil memberikan satu dokumen file ke Stefan.


Stefan menerimanya dengan bingung dan membuka untuk membaca isinya. Adi pun ikut membaca dokumen file. Sebuah akte tanah seluas tiga hektar dan lokasinya dekat dengan empat hektar tanah milik Perusahaan Bramasta, yang direncanakan untuk membangun kawasan vila mewah.


Belakangan ini Perusahaan Bramasta memang gencar ingin membeli tanah disekitarnya agar proyek kawasan vila mewah bisa dijalankan dan kebetulan tanah yang dibutuhkan sekitar tiga hektar lagi. Angka yang sama dengan tanah yang diberikan Chandra saat ini.


"Kakek mau menerimanya?" tanya Stefan.


"Tentu saja kita harus menerima hadiah dari Jackson atas bantuanmu menyelamatkan Dian," jawab Adi dengan senyum yang dipaksakan.


Adi tidak menyangka Jackson rela mengeluarkan banyak uang sebagai balas budi terhadap Stefan.


Adi akui dirinya terlalu menganggap remeh Jackson sebelumnya. Adi yakin pernikahan bisnis antara Keluarga Bramasta dan Keluarga Wijaya, yang direncanakan olehnya tidak akan pernah terjadi lagi.


"Aku akan menjalankan rencana kedua," batin Adi.


***


Selamat malam readers tercinta.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya🤗🤗


Terima kasih semua dukungannya baik berupa vote, hadiah, tips iklan, dan komentar positif. 🥰🥰🥰

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2