
***Ballroom hotel tempat perayaan ulang tahun Perusahaan Wijaya***
Stefan tertegun sebentar saat melihat Kelvin juga berada di dalam ballroom hotel. Kelvin berdiri berdampingan dengan Natasha.
Kelvin mengenakan pakaian jas formal, tetapi kacamata hitam tidak terlepas dari wajahnya.
"Kenapa Kelvin meninggalkan Dian sendirian di apartemen?" batin Stefan.
Stefan menduga Kelvin termasuk salah satu selebriti yang diundang ke acara perayaan ulang tahun Perusahaan Wijaya karena memang ada beberapa selebriti lokal yang juga hadir di sana.
Pembawa acara tersenyum lebar melihat semua tamu undangan sudah berkumpul di bawah panggung.
Cahaya lampu yang terang benderang dan berkilau membuat panggung terlihat mewah dan elegan.
Beberapa pelayan hotel membawa nampan yang berisi gelas anggur merah menyebar di sekitar tamu undangan sehingga dalam waktu singkat masing-masing tangan mereka sudah memegang segelas anggur merah.
"Mari kita beri sambutan tepuk tangan meriah untuk tuan Jackson dan nyonya Rossy," ucap pembawa acara dari atas panggung.
Tepuk tangan meriah menggema di dalam ballroom hotel. Jackson berdiri tegak memegang erat tangan Rossy yang merangkul lengannya. Mereka berdua naik ke atas panggung. Pembawa acara memberikan mikrofon ke tangan Jackson.
Suara musik yang mengalun indah pun berhenti secara tiba-tiba untuk memberi jeda kepada Jackson berbicara di atas panggung. Semua tamu undangan tahu puncak acara sudah dimulai sekarang.
"Saya ucapkan terima kasih kepada para tamu undangan yang datang ke perayaan ulang tahun Perusahaan Wijaya. Terima kasih semua dukungan yang membuat Perusahaan Wijaya maju pesat dan memiliki banyak anak perusahaan di dalam negeri maupun luar negeri!" kata Jackson dengan suara yang tegas dan berkharisma.
Suara tepuk tangan yang riuh menggema lagi di dalam ballroom hotel sebagai reaksi atas kata sambutan Jackson.
Pembawa acara menyerahkan segelas anggur merah untuk Jackson. Jackson memegang kaki gelas anggur dan mengangkatnya tinggi.
"Mari kita bersulang bersama di hari baik yang mengesankan ini. Cheers!" ucap Jackson.
"Cheers!" Para tamu undangan mengangkat gelas bersamaan dan meneguk habis anggur di dalamnya.
Jackson tersenyum tipis melihat antusias semua para tamu undangan, lalu menatap ke arah Chandra. Chandra memberi isyarat anggukkan kepala ke Jackson.
"Di hari yang bahagia ini, aku akan mengumumkan dua hal penting!" kata Jackson.
Para tamu undangan saling berpandangan satu sama lain. Mereka penasaran apa yang ingin disampaikan oleh Jackson dan pastinya merupakan kabar besar. Bahkan para wartawan sudah stand by memegang erat kamera masing-masing untuk merekam jelas dua pengumuman penting dari Jackson.
"Chandra, Rina!" panggil Jackson sambil melambaikan tangannya ke sepasang sejoli itu.
Chandra menggandeng tangan Sherina naik ke atas panggung. Mereka berdiri di samping Jackson dan Rossy.
"Kalian semua pasti sudah mengetahui kabar gosip yang beredar belakangan ini. Mereka berdua sudah berpacaran Dua tahun lebih. Hari ini saya secara resmi mengumumkan putraku, Chandra akan bertunangan dengan Sherina, putri tuan Adrian dan nyonya Raisa!" kata Jackson.
Lampu flash kamera para wartawan berkedip, memotret Chandra Dan Sherina. Bahkan ada wartawan yang mengarahkan kamera mereka ke Adrian dan Raisa yang berdiri di bawah panggung. Adrian dan Raisa tersenyum ramah, membiarkan para wartawan mengambil foto mereka.
Laura, Gisel, dan Anastasia sangat gembira dengan pengumuman Jackson. Mereka bertiga sudah membayangkan wajah kesal dan marah Dian saat mengetahui kenyataan ini.
Sementara wajah Stefan menjadi muram. Tangannya memegang gelas anggur dengan erat. "Berpacaran dua tahun lebih? Bagaimana dengan Dian?" batin Stefan.
"Pengumuman kedua adalah mengenai seorang gadis muda bernama Dian. Saya yakin kalian semua sudah mengenalnya dari berita yang menyebar belakangan ini," ucap Jackson sambil menatap tajam ke arah Adi Bramasta sekilas.
__ADS_1
Para tamu undangan terdiam, menunggu kelanjutan ucapan Jackson. Mereka menduga di acara besar dan di hadapan para wartawan, Jackson pasti akan mengklarifikasi skandal yang menimpa Chandra dan tentunya Dian yang menjadi tumbal.
Adi Bramasta tersenyum angkuh dan yakin seratus persen keris antiknya akan dikembalikan oleh Dian setelah kejadian malam ini.
Anastasia dan Gisel mengedarkan pandangannya ke sekeliling ballroom untuk mencari sosok Dian.
Anastasia menarik lengan Laura agar berjalan mundur ke belakang menjauhi Stefan. "Ma! Kenapa Dian belum muncul di atas panggung?" tanya Anastasia dengan suara kecil.
Perkataan Dian di toilet tadi membuat Anastasia yakin Dian akan membuat keributan diatas panggung.
"Mungkin dia sudah diusir keluar oleh bodyguard Keluarga Wijaya. Mereka tidak mungkin membiarkan bom waktu meledak di acara penting ini," jawab Laura, sok bijaksana.
"Benar juga," ucap Anastasia dengan nada kecewa karena tidak ada pertunjukkan menarik lagi.
Sementara Gisel melirik ke arah Stefan. Pria muda itu menatap lurus ke atas panggung dengan wajah yang sangat dingin. Bahkan tubuhnya terlihat tegang.
Gisel menggigit bibir bawahnya spontan karena kesal dengan reaksi Stefan terhadap pengumuman yang berhubungan dengan Dian. Hati kecilnya merasa gelisah dan tidak nyaman.
***
"Dian menjabat wakil CEO Perusahaan Jayanata dan berhasil mendapatkan kerja sama proyek AI dengan Perusahaan Alpha. Kemampuan kerja Dian sangat luar biasa dan hubungannya dengan Chandra, bukanlah hubungan yang beredar diluar sana!" ujar Jackson.
Suasana ballroom menjadi sunyi. Para tamu undangan dan wartawan bertanya-tanya didalam hati apa maksud perkataan Jackson.
"Di hari besar ini, saya akan memperkenalkan Dian kepada kalian semua," lanjut Jackson.
Jackson, Rossy, Chandra dan Sherina menatap ke arah ujung panggung, dimana pintu yang tertutup rapat di sana, terbuka lebar.
Dian mengenakan gaun berlian bertahtakan emas dengan ekor bulu panjang berwarna emas. Kalung permata yang besar dan cantik menghias di leher jenjang gadis muda itu.
Dian berjalan dengan tenang, anggun, dan percaya diri. Saat naik ke atas panggung, Dian mengangkat sedikit roknya dengan mudah dan berjalan menghampiri Jackson.
Chandra dan Sherina menggeser ke samping, menyisihkan tempat untuk Dian berdiri di sisi Jackson. Senyuman kecil menghias di sudut bibir mereka semua yang berada di atas panggung.
Lampu flash dari kamera para wartawan menyala dan saling berlomba untuk mendapatkan foto terbaik karena momen di atas panggung saat ini sangat berbanding terbalik dengan hot gosip yang beredar di luar beberapa hari ini.
Wajah Adi menjadi muram dan berfirasat buruk secara tiba-tiba, sedangkan Stefan tidak mengedipkan mata satu kali pun dan fokus menatap Dian yang berdiri penuh percaya diri di atas panggung.
Hati kecil Stefan gembira melihat keadaan Dian yang sangat baik serta tidak terpengaruh gosip buruk yang beredar di luar sana.
Sementara Laura, Gisel, dan Anastasia mengepalkan kedua tangan dengan erat serta menatap penuh kebencian dan iri hati ke arah Dian.
"Sialan! Kalung permata bagus itu tidak cocok untuknya!" batin Anastasia.
***
Jackson mengangkat tangan kanannya sehingga para wartawan menghentikan bidikan kamera secara serentak. Hati mereka berdebar-debar dan penasaran akan pengumuman dari mulut Jackson mengenai Dian.
"Saya perkenalkan kepada kalian semua, Dian! Nama lengkapnya Dian Wijaya! Putriku satu-satunya!" kata Jackson dengan suara yang jelas dan tegas.
Suasana ballroom hotel menjadi sunyi. Semua orang yang berada dibawah panggung memiliki ekspresi wajah yang sama yaitu perpaduan terkejut dan ketidakpercayaan.
__ADS_1
Adi Bramasta yang paling syok dengan kenyataan ini, bahkan tubuhnya mundur ke belakang beberapa langkah dan ditahan dengan cepat oleh Stefan yang berdiri di dekatnya.
Walaupun Stefan juga terkejut dengan perkataan Jackson, tetapi dirinya bisa menguasai perasaan hatinya dengan cepat.
Sementara Laura, Anastasia, dan Gisel menjadi gelisah tidak karuan.
Chandra mengambil mikrofon dari tangan Jackson. " Ada satu lagi pengumuman kecil dariku," ucap Chandra sambil menatap ekspresi terkejut lagi dari semua orang yang berada di bawah panggung.
"Semua sahamku di Perusahaan Jayanata dialihkan ke Dian. Mulai malam ini Dian adalah pemegang saham terbesar dan juga CEO Perusahaan Jayanata!" kata Chandra.
"Saya percaya Perusahaan Jayanata akan berkembang pesat seperti Perusahaan Wijaya dibawah kepemimpinan Dian," ujar Jackson.
Suara tepuk tangan meriah menggema di dalam ballroom hotel. Para tamu undangan pun memberikan berbagai macam ucapan selamat kepada Dian.
Semua wartawan sibuk membidikkan kamera ke atas panggung. Bahkan ada beberapa yang sudah memposting ke media sosial berita spektakuler ini.
***
Stefan memapah Adi yang terlihat pucat dan lemas menuju tempat duduk yang tersedia di dalam ballroom hotel. Laura, Anastasia, dan Gisel ikut duduk di sana.
"Sia! Ambil segelas air putih untuk kakek!" perintah Stefan.
Anastasia mengedarkan pandangannya ke sekeliling dengan maksud memanggil pelayan hotel untuk mengantarkan air putih, tetapi tidak ada satu pun pelayan hotel di sekitar mereka.
Para pelayan hotel ikut bergabung dengan kerumuman orang yang berada di bawah panggung.
Anastasia mendengus kesal dan berdiri dari tempat duduk untuk mengambil air putih. Sepasang matanya menatap penuh dendam ke arah Dian yang berdiri di atas panggung dan menjadi pusat perhatian saat ini.
"Fan! Dian kan gadis yatim piatu. Bagaimana mungkin dia putri Jackson Wijaya?" tanya Laura.
"Diam! Apa tidak cukup banyak masalah yang kamu buat?" tegur Adi sambil memegang dadanya yang terasa sakit. Laura menundukkan kepala dan diam seribu bahasa.
Saat ini pria tua itu sadar alasan utama Jackson mengundangnya ke acara perayaan ulang tahun Perusahaan Wijaya, sedangkan Stefan pun mendapatkan jawaban mengapa Jackson dan Chandra bersikap dingin terhadapnya.
Semua karena kesalahannya menyia-nyiakan Dian selama sebelas bulan sehingga dirinya memaklumi kemarahan Jackson dan Chandra terhadapnya.
"Pantas saja Chandra menyayangi Dian karena Dian adik kandungnya," batin Stefan.
***
Selamat malam readers. Semoga semuanya suka dengan kehebohan saat identitas Dian terungkap ya.
Kakek Adi hampir saja sakit jantungan ðŸ¤. Bab ini sudah panjang, hampir satu setengah bab. Kelanjutannya besok lagi ya🤗
Author mau istirahat mencari ilham lagi😆.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1