
***Bali***
Rombongan Chandra pulang dari Las Vegas dan makan malam bersama di Mansion Wijaya. Acara makan malam berlangsung menyenangkan.
Rossy sangat gembira karena Chandra, Kelvin, dan Dian menikah di hari yang sama serta mendapatkan pasangan yang saling mencintai.
Rossy bergabung bersama ketiga gadis muda itu untuk mendengarkan cerita tentang lamaran Stefan dan juga pengalaman menyenangkan mereka bertiga di Las Vegas.
Sementara Jackson mengadakan meeting spesial dengan Chandra, Kelvin, dan Stefan di ruang kerjanya yang berada di Mansion Wijaya.
Ketiga pria muda dan tampan itu duduk dengan wajah serius di hadapan Jackson.
"Chandra! Gaun pengantin kalian sudah oke?" tanya Jackson.
"Sudah, daddy. Ketiga pakaian pengantin wanita rancangan dari Aunty Raisa, sedangkan jas pengantin pria dari Butik Athena," jawab Chandra.
"Fan! Tempat pernikahan kalian sudah deal dengan mereka?" tanya Jackson.
"Sudah, daddy. Aku sudah membayar uang muka 50% untuk tempat resepsi pernikahan dan juga hotel di Singapura. Sisa pembayaran setelah mendapat kepastian jumlah tamu undangan yang bisa hadir," jawab Stefan.
Stefan sudah sah dan resmi menjadi suami Dian sehingga memanggil Jackson dengan panggilan daddy.
Jackson tersenyum puas dengan jawaban Stefan. Sejak awal Jackson setuju dan tertarik dengan ide Stefan untuk mengadakan resepsi pernikahan bersama Chandra dan Kelvin di tempat yang spesial. Jackson yakin Dian, Sherina, dan Natasha pasti menjadi pengantin yang paling bahagia.
"Kelvin! Bagaimana dengan undangan pernikahan kalian bertiga?" tanya Jackson.
"Besok aku dan Leon akan mengirimkan undangan pernikahan digital ke keluarga, teman, serta rekan bisnis. Mereka hanya perlu mengisi hadir atau tidak di undangan digital itu sehingga kita bisa mengetahui totalan jumlah tamu undangan yang bisa datang dalam waktu singkat," jawab Kelvin.
"Kalian bekerja sangat bagus. Aku tetapkan hari pernikahan kalian dua minggu lagi," ucap Jackson.
"Terima kasih daddy," jawab Chandra, Kelvin, dan Stefan bersamaan.
"Chandra, Kelvin. Kalian bisa beristirahat dulu. Daddy ingin bicara berdua dengan Stefan," ucap Jackson.
"Oke daddy!"
__ADS_1
***
"Fan! Kamu mau mengundang keluarga Bramasta datang ke resepsi pernikahanmu dan Dian?" tanya Jackson tanpa basa-basi.
"Iya, daddy. Aku sudah menyewa bodyguard untuk mengawasi mereka dan menjaga Dian selama acara resepsi. Mereka bertiga tidak mungkin bisa menyakiti Dian lagi," jawab Stefan.
Bagaimanapun juga Adi, Laura, dan Anastasia adalah anggota keluarganya sehingga Stefan harus mengundang mereka.
"Mereka tidak akan berani macam-macam. Lagi pula Bagaskara dan anak buahnya juga stand by di sana," ujar Jackson.
"Iya daddy," jawab Stefan.
"Fan! Kamu sudah menjadi bagian dari Keluarga Wijaya. Pintu Mansion Wijaya selalu terbuka untukmu," kata Jackson.
Selama ini Jackson sudah menilai kepribadian Stefan dan tahu pria muda itu anak yang baik, hormat pada orang tua, pintar, dan mempunyai jiwa kepemimpinan yang bagus.
Selama Stefan mencintai dan menyayangi Dian dengan tulus, Jackson dan keluarga besar Wijaya pasti akan menerima dan memperlakukan Stefan seperti keluarga sendiri.
"Terima kasih, daddy. Setelah resepsi pernikahan, aku dan Dian akan menetap di rumah baru. Setiap akhir pekan, kita berdua akan menginap di Mansion Wijaya. Pada saat Dian hamil, kita akan tinggal di sini hingga kelahiran bayinya," kata Stefan.
Pada saat Dian hamil nanti, Stefan merasa khawatir meninggalkannya sendirian di rumah sehingga Mansion Wijaya adalah pilihan yang tepat.
"Ide yang bagus. Tidak lama lagi Mansion Wijaya akan penuh dengan suara tawa bayi," kata Jackson sambil tersenyum tipis.
Kedua pria beda generasi itu terhanyut dalam pikiran masing-masing. Jackson sudah membayangkan bayi Chandra, Kelvin, dan Dian berkumpul menarik tangannya dan memanggilnya kakek.
Sementara pikiran Stefan membayangkan putri kecil, dengan perpaduan wajah dirinya dan Dian, berada dalam gendongannya dan memanggilnya papa.
***Pelabuhan Benoa***
Sebuah kapal pesiar mewah Dream Cruises bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali.
Para tamu undangan dengan pakaian pesta naik ke atas kapal pesiar, setelah scan barcode dari handphone mereka, yang merupakan akses masuk ke acara resepsi pernikahan tiga pasangan sejoli.
Resepsi pernikahan Chandra-Sherina, Kelvin-Natasha, dan Stefan-Dian diadakan di atas kapal pesiar mewah dengan berat mencapai 151 ribu ton, panjang 335 meter, lebar 40 meter, dan tinggi mencapai 18 dek.
__ADS_1
Kapal pesiar mewah itu akan berlayar menuju Singapura. Di mulai dari resepsi acara pernikahan malam ini. Setelah selesai, para tamu undangan akan beristirahat di dalam kamar-kamar yang dilengkapi dengan balkon pribadi sehingga bisa menatap langsung ke laut.
Kemudian saat kapal pesiar tiba di Singapura besok siang, tamu undangan bebas jalan-jalan di sana hingga malam hari menginap di hotel bintang lima yang sudah di booking dan makan malam bersama ketiga pasangan pengantin.
Keesokan harinya, mereka semua akan pulang ke Bali dengan kapal pesiar mewah sambil menikmati semua fasilitas di dalamnya gratis.
Fasilitas kapal pesiar mewah sama seperti hotel bintang lima. Ada puluhan restoran khas manca negara, bar, spa, dan salon. Bahkan ada area kebugaran seperti lapangan golf mini, kawasan panjat tebing, dan bowling.
***
Kapal pesiar mewah Dream Cruises berangkat tepat waktu meninggalkan Pelabuhan Benoa. Para tamu undangan sudah berkumpul di aula besar dan megah, tempat resepsi pernikahan diadakan.
Prosesi acara dimulai dengan tarian bali mengiringi keluarga mempelai berjalan menuju panggung.
Jackson dan Rossy berada di barisan paling depan, diikuti oleh pasangan Adrian dan Raisa, kemudian ibu Natasha serta yang terakhir ada Kasan dan Adi.
Pada awalnya Adi merasa senang mendapat undangan dari Stefan, tetapi pria paruh baya itu merasa malu jika harus hadir sendirian sehingga memaksa Kasan untuk menemaninya. Tentu saja Kasan tidak menolak karena dirinya senang menghadiri pesta pernikahan putra sulungnya.
Sementara Laura dan Anastasia berdiri di pojokan ruangan sambil diawasi oleh dua orang bodyguard. Mereka berdua merasa minder membaur dengan tamu undangan lainnya karena gaun pesta yang mereka pakai sangat biasa dan tidak mewah.
Semua gaun pesta mewah, tas branded dan barang berharg mereka sudah dijual agar tidak perlu bekerja, tetapi lama kelamaan uang dari hasil penjualan itu tidaklah cukup sehingga mereka berdua terpaksa harus bekerja.
Mereka berdua mendapatkan pekerjaan sebagai karyawan toko sepatu, yang mengharuskan mereka membantu memilih dan memakaikan sepatu untuk pelanggan.
Ketika Laura dan Anastasia mendapat undangan untuk menghadiri pernikahan Stefan, mereka mengira Stefan akan menyiapkan gaun mewah serta tas dan sepatu cantik untuk menghadiri acara itu. Akan tetapi, harapan mereka sia-sia belaka sehingga mereka hadir dengan gaun pesta biasa malam ini.
***
Halo readers tercinta. Masih ada satu bab lagi ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1