
***Ballroom hotel jamuan makan malam***
"Hei! Jangan pergi! Kalian yang gila! Lepaskan aku, Rizky!" teriak Anastasia seperti orang kesurupan dan meronta-ronta.
Plak!
Satu tamparan keras mendarat di pipi Anastasia. Gadis manja itu tertegun sambil memegang pipinya yang bengkak.
Rizky dan para tamu undangan terkejut. Mereka menatap ke arah Stefan bersamaan. Bahkan Rizky melepaskan pelukannya dari tubuh Anastasia secara tidak sadar.
"Sia! Jangan uji kesabaranku! Bersiaplah menerima hukuman dari kakek jika saham perusahaan anjlok besok!" ujar Stefan dengan wajah dingin tanpa ekspresi.
Wajah Anastasia memucat dan tubuhnya semakin gemetaran, tetapi tidak ada seorang pun yang merasa iba terhadapnya. Mereka semua merasa tamparan dari Stefan itu sangat tepat sehingga mereka tidak perlu mendengar jeritan dan makian Anastasia yang sangat meresahkan hati.
Stefan membalikkan tubuhnya dan berlari meninggalkan ballroom. Pria muda itu ingin mengejar Dian yang berada tidak jauh di depannya.
***
"Dian!"panggil Stefan.
Dian, Chandra, dan Billy menghentikan langkah kaki mereka dan menoleh ke belakang.
Stefan berusaha mengatur napasnya yang tidak beraturan karena berlari cepat.
"CEO Candra, CEO Billy. Bolehkah aku berbicara sebentar dengan Dian?" tanya Stefan.
Kedua pria yang dipanggil Stefan menatap Dian bersamaan.
"Dian mau bicara dengannya?"
"Princess mau bicara dengannya?"
Stefan tertegun sejenak melihat sikap kedua pria dihadapannya sangat menghargai dan menghormati keputusan Dian, bukan berbuat sesuka hati.
Dian menganggukkan kepala. "Lima menit saja!" kata Dian ke Stefan.
"Aku dan Billy tunggu di lobi hotel," kata Chandra dan merangkul pundak Billy meninggalkan Dian.
Billy masih menoleh ke belakang sesekali dengan tatapan khawatir.
"Biarkan Dian bicara sejelas-jelasnya dengan Stefan," ujar Chandra.
__ADS_1
"Baik kak Chandra," jawab Billy dengan lesu dan tidak melanjutkan gerakan kecilnya menoleh ke belakang lagi.
***
Dian mengambil handphone dan menyetel alarm lima menit, lalu menatap Stefan.
"Apa yang mau kamu bicarakan CEO Stefan?" tanya Dian dengan nada datar.
Suara tanpa perasaan senang, sedih, maupun gembira itu membuat hati Stefan menjadi dingin. Dirinya bagaikan orang asing di hadapan Dian.
"Dian, kenapa tidak kasih tahu aku jika ibu dan Sia menindasmu di mansion?" tanya Stefan.
Stefan yakin dirinya pasti akan mencegah Laura dan Anastasia memperlakukan Dian dengan buruk jika Dian memberitahukannya sejak awal.
"Semua sudah berlalu. Lagi pula kita sudah bercerai. Aku tidak mau mengungkitnya lagi," jawab Dian dengan tenang.
"Aku ingin tahu apa penyebab utama kamu tiba-tiba ingin bercerai tanpa sebab? Apakah karena perlakuan keluarga Bramasta? Atau foto yang dikirim Gisel? Aku tidak berselingkuh dengan Gisel," ujar Stefan.
Dian menatap mata Stefan dan bisa menilai pria itu tidak berbohong temtang hubungannya dengan Gisel, tetapi semuanya sudah terlambat sekarang.
Foto rekayasa Gisel hanyalah faktor tambahan yang menyebabkan Dian memutuskan bercerai sebelum satu tahun. Dirinya tidak ingin menyia-nyiakan masa mudanya berada di sisi pria yang mengacuhkannya selama pernikahan.
"Stefan! Kamu kira jika aku beritahu perlakuan buruk keluargamu, maka kita tidak mungkin bercerai. Benar kan?" tanya Dian.
"Stefan. Selama sebelas bulan pernikahan, apakah kita pernah bersama secara pribadi? Kamu pernah memberiku kesempatan untuk bertemu denganmu?" tanya Dian sambil menatap tajam Stefan.
Wajah Stefan pucat seketika karena perkataan Dian yang benar dan menusuk tepat jantungnya. Bagaimana mungkin Dian bisa menceritakan semua kejahatan Laura dan Anastasia jika dirinya bersikap mengacuhkan Dian selama ini.
"A..aku ada alasan rumit mengacuhkanmu waktu itu," jawab Stefan terbata-bata.
"Aku tidak ingin tahu alasan rumit itu dan kamu pun tidak perlu menjelaskan apa pun padaku sekarang. Semuanya sia-sia saja! Kita sudah cerai dan tidak ada hubungan pribadi lagi!" kata Dian dengan suara bergetar.
Semua perkataan Stefan saat ini membuat Dian mengingat kembali sikap bodoh dan naifnya selama sebelas bulan. Dian tidak menyesali keputusan yang diambilnya sejak awal dan siap menerima semua konsekuensinya semenjak memutuskan bercerai.
Hasrat terhadap cinta pertama yang manis bisa berakhir dengan kepahitan sehingga Dian tidak ingin memikirkannya lagi.
Suara alarm di handphone Dian berbunyi. Gadis muda itu mematikan alarm dan membalikkan tubuhnya dengan niat meninggalkan Stefan menuju lobi hotel.
"Dian!" panggil Stefan sambil memegang pergelangan tangan Dian dengan spontan.
"CEO Stefan! Aku harap kamu sadar. Hubungan kita sekarang sebatas rekan bisnis. Bersikaplah profesional!" ucap Dian sambil menepis tangan Stefan dengan keras.
__ADS_1
Stefan berdiri mematung menatap punggung Dian serta mendengar suara high heels yang semakin menjauh.
***Ballroom hotel jamuam makan malam***
"Hidangan buffet makan malam sudah ready. Silakan para tamu undangan menikmatinya." Suara pembawa acara melalui mikrofon bergema di dalam ballroom.
Para tamu undangan pun berpencar meninggalkan sudut ballroom tempat Anastasia berada..Bahkan Ayu dan Indah pun ikut pergi menghindari Anastasia.
Anastasia masih berdiri mematung sambil menundukkan kepala, tetapi kedua tangannya mengepal dengan erat.
"Dian sialan! Awas kamu! Aku akan membalas penghinaan malam ini!" batin Anastasia.
Sementara Rizky berdiri tidak jauh dari sisi Anastasia. Rizky merasa bingung apa yang harus dilakukannya terhadap adik manja Stefan?
Rizky ingin sekali meninggalkan Anastasia di sana, tetapi karena dirinya yang membawa adik manja itu ke acara jamuan makan malam ini maka Rizky mempunyai tanggung jawab untuk mengantar Anastasia pulang.
Erik sebagai penyelenggara acara jamuan makan malam ini berjalan menghampiri Rizky.
"Rizky! Antar nona Anastasia membersihkan diri di toilet. Aku sudah meminta pelayan hotel menyediakan satu set pakaian baru," kata Erik.
Rizky termasuk salah satu orang yang mengetahui Stefan adalah pemegang saham dari Perusahaan Alpha sehingga Rizky mengenal Erik, walaupun mereka berdua tidak mengenal dekat.
"Terima kasih Erik," jawab Rizky.
Rizky menarik napas lega dan menerima usul Erik. Jika Anastasia keluar dari jamuan makan malam dengan keadaan yang menyedihkan maka akan menambah hot gosip untuk besok pagi.
Padahal Perusahaan Alpha baru saja mengumumkan kerja sama tiga pihak dengan Perusahaan Bramasta dan Jayanata.
Seharusnya acara jamuan makan malam ini bisa berjalan lancar dan sangat sukses jika bukan karena kekacauan yang dibuat oleh Anastasia.
Erik memendam kemarahan di dalam hatinya terhadap Anastasia, si biang kerok demi Stefan.
Jika bukan karena dirinya sudah menerima banyak budi baik dari Stefan, Erik pasti akan meminta satpam menyeret Anastasia keluar.
***
Selamat siang readers tercinta. Harap sabar menunggu identitas Dian terkuak ya. Cerita sedang menuju ke sanaπ.
Daddy Jackson yang akan mengumumkan identitas Dian di acara besar dan pastinya keluarga besar Bramasta syok berat. Author sedang kumpulin dulu semua biang kerok ππ. Kurang satu lagi kakek Stefan akan muncul dalam waktu dekat ya.
TERIMA KASIH PENGERTIANNYA
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE