HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA
BAB 72. Permintaan Jackson


__ADS_3

***Kamar VVIP lounge hotel***


Tiga puluh menit kemudian Jackson, Dian, dan Chandra masuk ke dalam kamar VVIP lounge hotel. Mereka tiba di sana setelah para tamu undangan sudah pulang semuanya.


Selama tiga puluh menit menunggu, Adi berpikir keras alasan Jackson ingin bertemu dengan dirinya dan anggota keluarga Bramasta setelah identitas Dian terungkap.


Adi menduga Jackson ingin meminta keadilan akan perlakuan buruk mereka terhadap Dian selama pernikahan sebelas bulan itu.


Stefan pun sepemikiran dengan Adi, tetapi dirinya tidak merasa tertekan melainkan ingin meminta maaf setulus-tulusnya terhadap Dian atas semua kesalahan yang telah diperbuat olehnya.


Bukan karena Dian adalah putri Jackson, tetapi dikarenakan hati kecil Stefan memang tulus ingin meminta maaf ke Dian setelah perceraian. Walaupun selama ini Dian terlihat jelas tidak peduli dengan permintaan maaf darinya.


"Maaf menunggu lama!" kata Jackson dan duduk tepat di hadapan Adi. Dian dan Chandra duduk di sisi kiri dan kanan Jackson.


Jackson memang sengaja hanya membawa Dian dan Chandra menemui keluarga Bramasta. Sementara Rossy dan Sherina masih berada di ballroom hotel. Mereka berkumpul bersama pasangan Adrian-Raisa dan Felix-Michelle. Tentu saja Kelvin, Leon, dan Natasha masih ada di sana.


"Jackson! Keluarga Bramasta tidak tahu Dian adalah putrimu karena Dian menyembunyikan identitasnya sejak awal!" ujar Adi.


Adi merasa dirinya harus menyalahkan Dian terlebih dahulu agar Jackson tidak mempunyai kesempatan untuk menyalahkan Keluarga Bramasta.


Jackson dan Chandra tersenyum sinis bersamaan karena ucapan Adi, sedangkan Dian bersikap acuh terhadap tuduhan Adi.


"Maksudmu Dian pantas mendapatkan hinaan dari keluargamu karena menyembunyikan identitasnya?" tanya Jackson.


Adi mengepalkan kedua tangannya dengan erat dan tidak bisa membalas pertanyaan Jackson yang memang benar sepenuhnya.


Adi mengakui dalam hati kecilnya, jika sejak awal identitas Dian sebagai putri Jackson diketahui olehnya maka bisa dipastikan dirinya tidak akan membiarkan Laura dan Anastasia menindas Dian serta memperlakukannya seperti pembantu.


Dian sebagai putri Jackson sangat pantas bersanding dan sepadan dengan Stefan. Cucu menantu idaman Adi haruslah memiliki background keluarga hebat seperti keluarga Wijaya. Akan tetapi, nasi sudah menjadi bubur.


Keluarga Bramasta sendirilah yang telah membuat cucu menantu idaman pergi jauh.


Stefan berdiri dari kursi dan membungkukkan badan sembilan puluh derajat menghadap ke arah Jackson.


"Tuan Jackson! Aku mewakili diriku sendiri, kakek, mama, dan Sia meminta maaf kepada Dian. Dian gadis yang baik. Semua salahku mengabaikan dan tidak menghargai Dian selama ini!" ucap Stefan dengan sungguh-sungguh sambil menundukkan kepala.


Jackson dan Chandra menatap Stefan dengan saksama. Mereka berdua tidak menyangka Stefan bisa mengambil sikap tegas untuk meminta maaf terlebih dahulu.

__ADS_1


Walaupun sebelumnya Jackson, Chandra, dan Dian tidak menaruh harapan besar anggota keluarga Bramasta akan meminta maaf.


Jackson sengaja menghalangi kepulangan keluarga Bramasta karena ingin memberi pelajaran ke Adi agar tidak menganggap remeh keluarga Wijaya dan bersikap sombong sesuka hati di kemudian hari.


Sementara Laura dan Anastasia menundukkan kepala mereka dengan cepat dan tidak berani menatap Adi. Mereka berdua tidak mau mengikuti Stefan meminta maaf ke Dian.


Tentu saja Dian menyadari hal itu. Dian pun tidak mau menerima permintaan maaf palsu dari Laura dan Anastasia. Dian memberi isyarat mata ke Chandra.


"Silakan duduk dulu CEO Stefan!" ujar Chandra.


Stefan mengangkat kepala dan melihat ke arah Chandra. Stefan bisa merasakan Chandra belum menerima permintaan maaf darinya, tetapi dirinya menuruti permintaan Chandra untuk duduk kembali ke kursi semula.


Adi menghela napas panjang, lalu menatap Jackson. "Jackson! Jika ada yang salah dengan apa yang telah dilakukan oleh Keluarga Bramasta terhadap Dian, tetapi perceraian sudah terjadi. Jadi tidak perlu membesarkan masalah ini lagi kan?" tanya Adi.


"Benar! Benar!" teriak Laura dan Anastasia di dalam hati mereka berdua.


Stefan ikut menghela napas panjang melihat keegoan Adi yang sangat tinggi. Stefan ingin sekali Adi mendapatkan pelajaran yang berharga kali ini agar tidak bersikap angkuh dan bertindak sesuka hati di kemudian hari.


Stefan berfirasat Jackson mempunyai cara ampuh untuk menghadapi Adi. Pengalaman kepemimpinan Jackson selama puluhan tahun lah yang membuat Perusahaan Wijaya tumbuh pesat seperti sekarang ini.


"Pak Adi. Pernikahanku dengan Stefan memang sudah berakhir dan akulah yang mengakhiri pernikahan gagal itu. Perceraian adalah jalan yang benar menuju masa depan yang lebih baik dan cerah," ucap Dian dengan suara yang lantang.


"Jadi tidak ada masalah lagi bukan?" tanya Adi dengan tidak sabaran.


"Aku ingin pak Adi mengklarifikasi isu yang merugikan dan merusak nama baik Dian!" jawab Jackson dengan wajah dingin tanpa ekspresi.


Walaupun identitas Dian sebagai putri bungsu keluarga Wijaya sudah cukup membersihkan semua fitnah yang dibuat oleh Adi, tetapi Jackson sengaja mendesak Adi untuk membuat pernyataan. Dengan kata lain keluarga Bramasta mengakui kesalahan mereka terhadap Dian ke khalayak umum.


Tentu saja pria tua itu mengerti maksud Jackson. Harga diri dan egonya yang tinggi membuat Adi tidak ingin mengabulkan permintaan Jackson.


Jackson tertawa sinis melihat sikap angkuh Adi sehingga memutuskan melancarkan jurus terakhir terhadap pria tua di hadapannya.


"Aku mengharapkan pak Adi menunjukkan itikad baik dan ketulusan hati menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, Perusahaan Wijaya akan memutuskan semua hubungan kerja sama dengan Perusahaan Bramasta. Aku akan menarik semua modal untuk saham, dana, dan proyek investasi yang sedang berjalan. Untuk kedepannya, Perusahaan Bramasta akan di blacklist dari daftar rekan bisnis Perusahaan Wijaya!" ujar Jackson.


Puluhan tahun yang lalu Perusahaan Bramasta sudah kalah bersaing dari Perusahaan Wijaya. Bisa dikatakan saat ini kekuatan Perusahaan Bramasta hanya sebanding dengan Perusahaan Jayanata, yang merupakan anak Perusahaan Wijaya.


Walaupun Perusahaan Bramasta tidak kekurangan uang, tetapi Perusahaan Wijaya lebih tidak kekurangan uang lagi. Perusahaan Bramasta harus menanggung cash outflow yang cukup tinggi untuk menanggung biaya pemutusan kerja sama bahkan bisa mengalami kerugian yang besar.

__ADS_1


"Aku yakin Perusahaan Saputra pun akan bertindak seperti Perusahaan Wijaya!" ujar Chandra sambil menatap tajam Adi Bramasta.


Wajah Adi menjadi pucat seketika. Pria tua itu hampir saja melupakan fakta bahwa dirinya juga melibatkan Sherina, putri Adrian dalam isu mencemarkan nama baik Dian.


"Pak Adi. Aku memberimu waktu satu hari untuk mempertimbangkannya!" ujar Jackson, lalu berdiri dari kursi.


Dian dan Chandra pun ikut berdiri dan mengikuti Jackson dari belakang. Mereka akan meninggalkan kamar VVIP lounge hotel, dimana masih ada anggota keluarga Bramasta yang terdiam membisu di sana.


Pada saat pintu kamar VVIP lounge akan tertutup rapat, Dian menahannya dan berdiri tegak sambil menatap ke arah Adi.


"Pak Adi! Jangan lupa sering-sering ke museum mengunjungi keris antik," ucap Dian dengan riang.


Perkataan Dian bagaikan pisau tajam yang menanc*p tepat di jantung Adi. Tubuh Adi gemetaran menahan amarah. Dian tersenyum lebar dan menutup rapat pintu kamar VVIP lounge.


Jackson dan Chandra yang menunggu Dian di depan pintu, ikut tersenyum lebar karena mereka berdua mendengar jelas perkataan Dian.


"Dasar nakal!" ucap Chandra sambil mencubit gemas hidung Dian.


Dian tertawa kecil dan merangkul lengan Jackson serta Chandra di sisi kiri kanan. Mereka bertiga menuju ballroom hotel untuk berkumpul bersama yang lainnya.


Bagaskara serta para bodyguard pun membubarkan diri dari depan pintu kamar VVIP lounge hotel. Mereka mengikuti Jackson menuju ballroom hotel.


***


Selamat malam readers. Terima kasih banyak semua dukungan positifnya ya🤗. Author senang membaca setiap komentar dan dukungan readers tercinta. Bagaikan booster semangat untuk menulis. Love sekebon deh 🥰🥰🥰


Sabar ya semua komentarnya pasti akan dibalas nantinya 🤗 karena harus membagi waktu antara reallife dan mengetik naskah untuk di up. Jadinya balas komentar ketika ada waktu luang 🥰🥰🥰. Semuanya dibaca koq 😍😍


Maaf kalau ada tulisan yang typo ya😅😅. dikomen saja, nanti author revisi naskahnya. Soalnya ketik melalui handphone doang, gak ada laptop 😂😂😂


Ditunggu kelanjutan ceritanya besok ya. Simpan vote untuk novel ini juga 🤭🤭🥰


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2