HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA
BAB 78. Hari dan waktu yang sama


__ADS_3

***Apartemen Regal Residence milik Dian***


Dian menelepon Erik, setibanya di apartemen untuk mengabarkan rencananya membawa dua peneliti, wakil dari Perusahaan Jayanata ke tempat penelitian rahasia karena Erik pernah memberitahukan bahwa produk baru untuk proyek AI akan di rancang di sana.


Erik menerima panggilan masuk dari Dian dengan senang hati dan langsung menyetujui rencana Dian membawa kedua peneliti Perusahaan Jayanata ke tempat penelitian rahasia besok jam 10 pagi.


Hanya saja Erik merasa heran kenapa Stefan dan Dian bisa memilih hari dan waktu yang sama, tetapi Erik tidak mempermasalahkannya karena bukan dirinya yang meminta Dian datang.


Kedua rekan bisnisnya memilih hari yang sama membuat Erik hanya perlu meluangkan waktu satu hari saja bertemu Stefan dan Dian di tempat penelitian rahasia.


Walaupun begitu, pada akhirnya Erik memberitahukan rencana kedatangan Stefan di hari yang sama ke Dian karena Erik takut Dian mencurigainya.


Dian tertegun sebentar saat mendengar hal itu sehingga membuat Erik yang sedang berada di sambungan telepon seberang sana gelisah. Erik menunggu jawaban Dian dengan sabar.


"Tidak apa-apa CEO Erik. Kita semua rekan bisnis dan pastinya menginginkan proyek AI segera dijalankan," jawab Dian setelah berpikir dengan matang.


Dian sama sekali tidak tahu Stefan menguping pembicaraannya dengan Dion di airport sehingga pria muda itu memutuskan membawa kedua peneliti secara langsung ke tempat penelitian rahasia. Stefan berfirasat Dian akan pergi di hari yang sama.


Sementara Dian tidak mengganti hari karena dirinya tidak mungkin menghindari Stefan selamanya. Mereka harus berhubungan disebabkan sebagai rekan bisnis. Dian tidak memungkiri kemungkinan di masa yang akan datang, kedua perusahaan bekerja sama lagi dalam bidang lain.


Selain itu Dian ingin bertemu dengan dua peneliti yang dibawa oleh Stefan. Dian yakin kemampuan peneliti yang dibawa Stefan pasti kalah jauh dengan Dion.


"Baguslah kalau begitu. Jam 10 pagi aku tunggu kedatangan kalian di tempat penelitian rahasia," ucap Erik dengan semangat.


"Oke," jawab Dian.


"Oh iya CEO Dian. Boleh tidak besok membawa Mao Mao juga? Banyak ilmuwan yang rindu Mao Mao," kata Erik.


"Tentu saja boleh. Besok aku bawa Mao Mao ke sana. Sampai jumpa besok pagi," ucap Dian dan menutup sambungan telepon.

__ADS_1


"Besok Mimi mau ke tempat penelitian rahasia?" tanya Mao Mao.


Sejak Dian berbicara melalui sambungan handphone, Mao Mao patuh duduk diatas sofa disamping Dian sehingga panda merah itu mendengar jelas jawaban Dian tentang membawanya ke sana.


"Iya. Besok Mao Mao bisa bertemu Vi, Erik, dan lainnya," kata Dian.


"Hore!" jawab Mao Mao kegirangan.


Sejak identitas Dian terungkap, gadis muda itu lebih sering menginap di Mansion Wijaya kecuali ada pekerjaan yang padat dan membuat Dian memilih menginap di apartemen, yang jaraknya lebih dekat ke Perusahaan Jayanata.


Sementara Kelvin sudah pulang ke Mansion Wijaya sehingga terkadang Mao Mao tinggal sendirian di apartemen saat Dian menginap di mansion. Dian tahu Mao Mao merasa kesepian.


"Mao Mao. Besok setelah dari tempat penelitian rahasia, aku bawa kamu pulang ke mansion ya. Di mansion sangat ramai. Ada daddy, mommy, Kak Chandra, Kak kelvin, Pak Lesmana dan pelayan mansion lainnya. Kamu pasti senang disana. Mau?" tanya Dian.


"Mau!" jawab Mao Mao dengan antusias.


"Ayo cepat beristirahat. Besok kamu ikut aku ke kantor dulu," ucap Dian.


***


Luis mengemudikan mobil porsche putih menuju tempat penelitian rahasia, sedangkan Dian dan Dion duduk di kursi penumpang.


Mao Mao duduk di antara Dian dan Dion. Panda merah itu menatap Dion dengan tatapan berbinar-binar dan rasa kagum yang kuat.


"Hore! Aku bisa bertemu Didi yang hebat! Vi pasti cemburu dengan keberuntunganku!" ujar Mao Mao dengan semangat.


Terlihat jelas Mao Mao sangat menyukai Dion. Dian bisa menduga semuanya disebabkan oleh Vivian yang tergila-gila dan menganggap Dion sebagai dewa ilmuwan fisika yang dipuja olehnya selama ini.


Dian yakin Vivian pasti sudah memasukkan banyak data mengenai Dion ke dalam program Mao Mao sehingga walaupun Dion memberikan ekspresi dingin, Mao Mao tetap menyukainya.

__ADS_1


Mao Mao melompat ke atas pangkuan Dion. Dion memegang kedua kaki depan Mao Mao dan mengamatinya secara saksama.


"Sistem fisika kuantum kelas dunia, kemampuan belajar yang kuat, serta suhu tubuh yang dapat diubah secara cerdas sesuai lingkungan, terbuat dari bahan yang langka," ujar Dion.


"Tentu saja! Aku satu-satunya di dunia dan milik Mimi seorang!" ucap Mao Mao dengan bangga.


Mao Mao menganggap Dion sedang memujinya sehingga menempelkan tubuhnya lebih dekat ke pangkuan Dion. Mao Mao ingin Dion membelai bulu halusnya seperti semua orang yang menyukainya, tetapi harapan Mao Mao kandas karena Dion mengembalikan Mao Mao ke pangkuan Dian.


Dian tertawa kecil melihat ekspresi kecewa di wajah Mao Mao. Gadis muda itu membelai bulu Mao Mao untuk menenangkannya.


"Dion. Bagaimana hubunganmu dengan Vivian? Kata Viivian, kamu membantunya koreksi beberapa rumus nya yang salah," ucap Dian.


Tentu saja Dion tahu siapa Vivian yang dimaksud oleh Dian. Gadis muda bernama Vivian itu memang sangat pintar dalam bidang fisika dan mereka mempunyai hobi yang sama sehingga bisa saling berkomunikasi serta sharing bersama mengenai topik yang sama.


Walaupun begitu Vivian akan menghubunginya setiap hari. Bahkan belakangan ini topik pembicaraan mereka bukan hanya mengenai pekerjaan saja. Vivian sangat perhatian dengan kehidupan pribadi Dion. Apakah pria itu cukup makan, cukup tidur ataupun cukup beristirahat.


Selama ini Dion terkenal sebagai pekerja keras dan menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam laboratorium. Perhatian kecil dari gadis muda selain mommy nya membuat perasaan hati Dion terasa hangat.


Kesibukkan Dion membuatnya jarang membalas sms Vivian, tetapi gadis muda itu tidak marah dan juga tidak menyerah untuk menghubungi Dion setiap hari.


Vivian tahu Dion sangat sibuk dan akan membalasnya di waktu senggang. Selama Dion mau membalas sms nya, Vivian sangat senang. Hubungan mereka berdua terlihat bagaikan fans fanatik dengan idolanya.


***


Selamat siang readers. Bab malam Stefan bertemu Dion. Apakah ada percikan api di antara mereka nantinya? 😆


Ditunggu ya 🤗


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2