
***Restoran***
Dian tidak menyangka akan bertemu dengan Stefan dan Rizky di restoran. Walaupun saat ini kebohongannya terbongkar secara jelas, Dian tidak merasa panik ataupun bersalah karena dirinya memang sengaja melakukan semuanya.
Stefan pun terdiam dan menatap wajah gadis muda itu. Hati kecil Stefan ingin mendengar alasan dan pembelaan diri dari Dian.
Rizky tidak tahan dengan sikap acuh Dian terhadap Stefan sehingga membuka mulutnya.
"Dian! Bukankah kamu ada meeting penting seharian sehingga menolak ajakan makan Stefan? Tetapi sekarang bersama Leon. Chandra, Billy, dan sekarang Leon. Pria di sampingmu berbeda setiap hari," sindir Rizky.
Kebetulan Rizky berada di Perusahaan Bramasta dan mendengar perkataan Luis ke Stefan tentang alasan penolakan Dian untuk makan bersama sehingga Rizky merasa Dian telah membohongi Stefan.
"Aku tukar pasangan setiap hari, apakah ada sangkut pautnya denganmu? Jangan-jangan kamu juga ingin ikut mengantri," balas Dian dengan tenang.
"Aku tidak suka tipe wanita sepertimu. Aku punya istri," ujar Rizky dengan ketus.
"Bukannya sudah cerai? Lagi pula aku tidak tertarik dengan tubuh polosmu ditambah wajahmu yang menyebalkan," kata Dian.
Wajah Rizky menjadi pucat karena teringat dengan foto polosnya yang masih berada di tangan Dian. Rizky diam seribu bahasa dan tidak berani mengucapkan satu kata pun lagi.
"Rizky. Fotomu juga ada di tanganku," kata Leon dan menarik tangan Dian, meninggalkan Rizky dan Stefan.
***
"Fan! Mantan istrimu dan temannya menindasku," ujar Rizky.
"Kamu masih mau dinner atau tidak?" tanya Stefan.
"Mau! Aku sudah memesan tempatnya," jawab Rizky.
Mereka berdua pun mengikuti pelayan restoran menuju tempat duduk yang sudah dipesan sebelumnya. Rizky menarik napas lega di dalam hatinya karena tempat duduk mereka jauh dari tempat duduk Dian.
Beberapa saat kemudian makanan yang dipesan dihidangkan di atas meja. Stefan makan dengan tenang tanpa berbicara sepatah kata pun, sedangkan Rizky bercerita panjang lebar mengenai bisnis dan mantan istrinya yang menolak untuk rujuk.
"Oh ya, Fan. Aku dengar keris antik milik kakek dijual oleh aunty Laura dan Sia?" tanya Rizky dengan hati-hati.
Wajah Stefan menjadi semakin dingin setelah mendengar pertanyaan Rizky. Rizky yakin kejadian itu memang benar terjadi dan bukan gosip yang beredar belaka.
"Sia semakin besar semakin sudah diatur. Untung aku tidak punya adik dan anak tunggal satu-satunya. Siapa yang beli keris itu? Kamu bisa membelinya kembali dengan harga yang lebih tinggi," ucap Rizky.
Rizky yakin pembeli keris antik pasti mau menjualnya dengan harga tinggi ke Stefan sehingga bukan masalah besar.
"Dian yang beli," jawab Stefan dengan wajah tanpa ekspresi.
"Uhuk..uhuk…uhuk…"
Rizky tersedak potongan steak sapi karena perkataan Stefan. Rizky mengambil gelas dan meneguknya dengan cepat.
"Kamu bercanda kan?" tanya Rizky.
__ADS_1
"Apakah aku tertawa?" Stefan balas bertanya ke Rizky.
Rizky menundukkan kepala dan melanjutkan mencicipi steak sapi, tanpa berani berkata apa pun lagi karena dirinya yakin Stefan berada dalam masalah besar sekarang.
***Ruang kantor Dian di Perusahaan Jayanata***
"Nona Dian. Aku berhasil mendapatkan bukti Anggi menyebarkan gosip buruk beberapa hari ini ke rekan bisnis dan juga di dalam Perusahaan Jayanata," lapor David.
"Pasti gosip tentangku. Apa isinya?" tanya Dian.
"Gosipnya nona Dian sebelum bercerai sudah mempunyai hubungan istimewa dengan tuan muda Billy. Selain itu menjadi wanita simpanan CEO Chandra dan juga sekarang berhubungan dengan tuan muda Leon sehingga diusir dari Mansion Bramasta dan diceraikan CEO Stefan," jawab David dengan jujur.
"Bagus sekali! Dia sendiri sudah terendam air kotoran yang bau, malahan berani memercikkan air kotoran itu ke tubuhku," ujar Dian.
Malam ini Chandra akan pulang dari dinas luar negeri, tetapi Dian ingin membalas Anggi dengan tangannya sendiri.
"David. Pertemuan dengan Pak Doni nanti malam diganti besok siang!" perintah Dian.
"Baik nona Dian," jawab David dengan patuh.
"Bagaimana rapat pemegang saham besok pagi? Apakah semuanya sudah dipersiapkan dengan baik?" tanya Dian.
"Sudah, nona Dian. Para pemegang saham akan hadir semua. Semua bukti sudah ada. Hanya menunggu CEO Chandra membeberkannya di rapat besok," jawab David.
Beberapa saat kemudian setelah David meninggalkan ruang kerja Dian, gadis muda itu meng hacker data pribadi Anggi untuk mendapatkan beberapa bukti menarik yang mendukung pembalasan darinya terhadap Anggi.
"Anggi. Aku punya hadiah spesial untukmu," gumam Dian sambil tersenyum samar.
***
Belakangan ini Anggi sering menghadiri pesta koktail dan menjalin hubungan dekat dengan para istri pengusaha maupun nona muda untuk meningkatkan statusnya.
Tentu saja gosip mengenai Dian juga disebarkan di sana. Pesta koktail biasanya berlangsung tidak lama, sekitar satu hingga satu setengah jam.
Dian ingin membalas Anggi dengan mempermalukannya di pesta koktail. Acara pesta koktail berjalan santai. Dian mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk mencari tamu istimewa yang akan menjadi pemeran utama dalam pertunjukkan Anggi nanti.
Dian tersenyum lebar ketika melihat tamu istimewa itu sudah berada di dalam ballroom, sedangkan Anggi berada tidak jauh dari tamu istimewa dan terlihat sedang mengobrol dengan dua wanita.
Dian mengeluarkan satu buah usb dari saku blazer dan memberikannya ke David.
"Aku mau semua isi usb muncul di layar LCD panggung lima menit lagi!" perintah Dian.
"Baik nona Dian," jawab David sambil menerima usb dan meninggalkan Dian.
Dian mengambil satu gelas koktail dan berjalan santai menghampiri Anggi. Gadis muda itu menghentikan langkah kakinya ketika mendengar Anggi bercerita dengan semangat kepada dua wanita itu.
"Mantan istri CEO Stefan itu tukang selingkuh. Setiap hari bergonta ganti pasangan. CEO Chandra, Billy, dan juga Leon. Entah besok ganti pria yang mana lagi," ucap Anggi.
"Iya. Aku pernah melihatnya bersama CEO Chandra di jamuan makan malam."
__ADS_1
"Aku melihatnya di restoran Italia bersama CEO Billy."
"Aku yang mendapatkan proyek AI dengan Perusahaan Alpha, tetapi Dian merebutnya dan menjadi pemimpin proyek itu sekarang," ucap Anggi dengan wajah sendu.
"Wanita simpanan itu benar-benar keterlaluan. Padahal Anggi sudah menjadi wanita karier dengan kerja keras, tetapi jabatan wakil CEO direbut darinya!"
"Anggi! Kamu harus memberinya pelajaran supaya dia jera dan tahu siapa yang lebih hebat. Kami percaya kemampuanmu."
"Aku juga ingin tahu manajer Anggi akan memberi pelajaran apa padaku?" tanya Dian.
Ketiga wanita itu terkejut dengan kemunculan Dian secara tiba-tiba, tetapi Anggi bisa menghilangkan rasa terkejutnya dengan cepat.
"Ternyata wakil CEO Dian juga suka hadir di pesta koktail," ucap Anggi.
"Aku sengaja datang mencarimu," jawab Dian dan mengangkat gelas koktail di tangannya, lalu menuangkan semua isinya di atas kepala Anggi.
"Ah! Kamu gila ya!" teriak Anggi sambil melotot ke Dian.
"Itu balasan atas semua fitnah yang kamu sebarkan!" ucap Dian.
"Aku tidak memfitnahmu! Itu semua kenyataan!" ujar Anggi.
"Aku masih ada hadiah spesial untukmu. Kamu pasti akan menyukainya," kata Dian.
"Apa maksudmu? Kamu kira aku takut ancamanmu?" teriak Anggi.
Tiba-tiba terdengar seruan menggema di ballroom sehingga Anggi pun menoleh ke sana.
Wajahnya menjadi pucat seperti warna kertas saat melihat video kemesraannya dengan Husin diputar di layar LCD panggung.
"Nyonya Husin! Pelakor itu di sana!"
Beberapa istri pengusaha lainnya menunjuk ke arah Anggi yang berdiri mematung.
Plak! Plak!
Dua tamparan mendarat di pipi Anggi dengan keras.
"Dasar pelakor! Berani menggoda suamiku! Aku pukul sampai mati!" teriak nyonya Husin sambil menjambak dan melayangkan pukulan bertubi-tubi ke wajah dan tubuh Anggi.
Petugas hotel maupun tamu lainnya tidak ada yang berani maju menolong Anggi. Sementara Anggi sendiri hanya bisa menutupi wajah dan menangis, tanpa berani melawan istri Husin.
***
Selamat malam readers. Besok giliran kakek Stefan muncul nih. Ada percikan api yang baru 😂.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE