HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA
BAB 92. Tunangan?


__ADS_3

***Jamuan makan malam bisnis***


Dekorasi ballroom hotel bintang lima yang mewah dengan alunan musik merdu membuat suasana terasa menyenangkan dan nyaman.


Dian dan Kelvin tiba di sana beberapa waktu yang lalu. Saat ini Dian duduk sendirian sambil menikmati anggur merah karena Kelvin bergabung dengan beberapa teman model yang ditemuinya di sana.


Sementara Stefan akan tiba terlambat karena pekerjaannya belum selesai. Jika bukan karena ingin melihat Dian, Stefan sudah membatalkan rencananya ke jamuan makan malam ini.


Chandra dan Sherina sedang melakukan sesi foto pre-wedding di Jepang. Leon menggunakan alasan membantu Sherina sehingga mendapatkan izin dari Adrian untuk ikut serta ke Jepang.


Leon juga mengajak Billy. Leon berfirasat Billy akan mengalami patah hati kedua kali lagi sehingga ingin menjodohkan Billy dengan temannya yang tinggal di Jepang.


"Dian!"


Dian menoleh ke sumber suara yang memanggilnya. Seorang wanita dengan penampilan make up tebal, tubuh kurus, dan sepatu high heels tinggi menatap ke arahnya.


Dian merasa dirinya tidak mengenal wanita itu sehingga bersikap acuh dan menikmati anggur merah di tangannya dengan santai.


Wanita itu mendengus kasar dan melangkahkan kakinya menghampiri Dian, lalu duduk berhadapan dengan Dian.


"Dian! Kamu tuli ya? Tadi aku memanggilmu!" ujar wanita itu dengan ketus.


Dian memandang dari atas kepala hingga ujung kaki wanita sombong dan pemarah yang tiba-tiba muncul di hadapannya saat ini.


"Aku tidak mengenalmu!" jawab Dian dengan wajah tanpa ekspresi.


"Aku Naomi! Model terkenal! Aku baru saja ikut Fashion Week di Paris beberapa waktu yang lalu!" ucap Naomi dengan sombong.


"Tidak kenal!" jawab Dian dengan santai.


Naomi semakin marah dan kesal dengan jawaban Dian. Wajah cantik sempurna Dian dan juga background Keluarga Wijaya membuat Naomi iri. Terlebih saat Dian menghadiri acara jamuan makan malam bisnis ini bersama Kelvin.

__ADS_1


"Aku tahu kamu putri bungsu Keluarga Wijaya sehingga sombong, tetapi aku peringatkan kamu jangan melibatkan Kelvin dalam hubungan pribadimu yang tidak jelas. Di luar banyak pria model tampan yang bisa menjadi mainanmu!" kata Naomi.


"Kak Kelvin? Sepertinya wanita gila ini fans fanatik kak Kelvin," batin Dian.


"Apa hubungannya denganmu? Kelvin saja tidak mengeluh apa pun," ucap Dian.


"Aku ini partner Kelvin di Fashion Week Paris. Hubungan kita sangat dekat. Kelvin tidak akan menyukai wanita sepertimu! Kamu memakai uang untuk mengontrolnya!" kata Naomi.


"Hanya partner fashion show saja berani mengaku mempunyai hubungan dengan Kak Kelvin. Bagaimana kalau Kak Kelvin tahu dirinya di cap sebagai pria bayaran?" batin Dian.


Dian tertawa kecil secara spontan membayangkan wajah hitam Kelvin. Suara tawa Dian malahan membuat Naomi menjadi cacing kepanasan karena mengira Dian menghinanya.


"Naomi. Kalian sedang membicarakan apa dengan gembira?"


Seorang wanita berjalan mendekat dengan senyuman ramah. Wanita itu mengenakan gaun rancangan Raisa sehingga membuat penampilannya menonjol di dalam jamuan makan malam ini.


Jamuan makan malam ini hanyalah jamuan makan malam bisnis biasa sehingga Dian yakin wanita itu mengenakan gaun limited edition rancangan Raisa agar menjadi pusat perhatian malam ini.


Wajah gusar Naomi hilang seketika setelah mendengar suara wanita itu. "Ellen. Ayo duduk di sampingku," ajak Naomi.


"Dian! Kamu pasti kenal Ellen kan? Ellen putri satu-satunya Keluarga Jayakencana dan juga artis muda berbakat," ujar Naomi dengan sombong.


Dian tahu banyak putri dari pengusaha yang terjun ke dalam dunia entertainment. Tentu saja karena ada bekingan dari keluarga sehingga menjadi cepat terkenal. 


Leon pun sering bercanda jika Dian ikut terjun ke dalam dunia entertainment, pasti akan terkenal tanpa bekingan dari Keluarga Wijaya. Akan tetapi, Dian tidak tertarik menjadi artis.


"Keluarga Jayakencana? Dia putrinya Anjas," batin Dian.


"Salam kenal, nona Dian!" sapa Ellen dengan ramah sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Dian.


Dian menjawab dengan anggukan kepala dan tidak berniat berjabat tangan dengan Ellen. Sifat arogan Naomi membuat kesan pertama Dian terhadap Ellen pun tidak baik. 

__ADS_1


Ellen menarik kembali tangannya dan pura-pura tidak keberatan dengan penolakan Dian, tetapi hati dengkinya ingin memanfaatkan Naomi membalas Dian.


"Naomi. Nona Dian tidak tahu mengenai keluarga besarku. Selama ini aku menjadi artis dengan kemampuanku sendiri," kata Ellen.


"Aku bangga menjadi temanmu, Ellen. Kamu berusaha sendiri mengejar karier tanpa bekingan keluarga besarmu. Tidak seperti Dian, yang menggunakan dukungan Keluarga Wijaya dan sering bergonta-ganti pasangan," ujar Naomi.


Dian menatap tajam ke Naomi. Penghinaan wanita sombong itu terhadap Keluarga Wijaya, tidak bisa dibiarkan.


"Tentu saja Keluarga Jayakencana tidak sebanding dengan Keluarga Wijaya yang kaya dan berkuasa!" Dian mengucapkan perkataannya dengan mencibir dan memberikan tatapan meremehkan ke Ellen dan Naomi.


Siapa pun tahu Perusahaan Jayakencana hanyalah perusahaan kecil yang tidak bisa dibandingkan dengan Perusahaan Wijaya. Bahkan untuk menjadi saingan Perusahaan Jayanata, Perusahaan Jayakencana tidak memiliki kesempatan dan masih kalah jauh. 


Wajah Ellen menjadi pucat karena perkataan Dian. Bahkan matanya berkaca-kaca seolah-olah Dian telah menghancurkan hati kacanya yang rapuh. Naomi yang menyadari hal itu semakin marah dan bersiap membela Ellen.


"Pantas saja bisa jadi artis berbakat! Aktingnya cukup mampu bisa menipu Naomi yang bodoh!" batin Dian.


"Kamu bangga ada bekingan Keluarga Wijaya? Aku punya berita besar yang pasti membuatmu tergoncang dan cemburu dengan Ellen!" tukas Naomi.


"Aku tidak tertarik!" jawab Dian dengan nada datar.


"Dengar baik-baik ya! Ellen bukan hanya artis muda berbakat dengan karier yang cemerlang. Ellen juga pacar Stefan, mantan suamimu itu! Keluarga Bramasta dan Keluarga Jayakencana akan melakukan pernikahan bisnis dalam waktu dekat," kata Naomi.


"Naomi. Hari pertunangan masih belum ditetapkan. Kamu jangan sebar dulu beritanya," kata Ellen dengan suara lembut.


***


Selamat siang readers tercinta. Dua nenek sihir ngajak Dian gelut nih. Siapa yang menang? 😂😂🤭


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya. Masih dalam proses. Semoga lancar ya🤗


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2