HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA
Bab 94. Kelvin&Dian


__ADS_3

Mobil mercedes benz hitam Stefan mengikuti mobil porsche putih Dian dari belakang dengan jarak dekat.


Kelvin yang menyetir mobil Dian, memicingkan matanya menatap mobil di belakang melalui kaca spion, sedangkan Dian duduk tenang di sampingnya.


"Dian! Kenapa mobil Stefan mengikuti kita sejak dari hotel?" tanya Kelvin.


"Stefan ingin memastikan aku pulang ke mansion," jawab Dian dengan jujur.


Stefan sudah mengirim sms memberitahukan Dian terlebih dahulu agar gadis muda itu tidak merasa bingung dan terganggu.


"Posesif banget! Dia takut kamu pulang ke mana kalau gak ke mansion?" tanya Kelvin.


"Pulang ke apartemen bersama Kak Kelvin," jawab Dian.


"Kita ke apartemen berdua, apa urusan dengannya?" tanya Kelvin lagi.


"Stefan kan tidak tahu identitas asli Kak Kelvin. Sama seperti dua nenek sihir tadi," jawab Dian.


"Pantas saja. Biarin dia cemburu," ucap Kelvin dengan acuh.


Dian tertawa kecil mendengar perkataan Kelvin. Walaupun hati kecilnya mulai terbuka untuk menerima Stefan, tetapi Stefan harus berusaha lebih keras untuk mengambil hati ketiga pria yang menyayanginya selama ini.


Dian ingin melihat sejauh mana usaha Stefan untuk membuktikan ketulusan cintanya. Apa lagi ada Adi Bramasta yang mulai berulah saat ini.


Penolakan tegas Stefan akan pernikahan bisnis yang diatur oleh Adi membuat Dian tenang. Hanya saja baik Dian maupun Stefan sadar, di hari hari berikutnya pasti akan muncul Ellen yang lain sehingga Stefan harus bersikap tegas terhadap Adi secepatnya.


Beberapa saat kemudian, mobil porsche putih tiba di Mansion Wijaya. Stefan pun meminta sopir mengemudikan mobil menuju Mansion Bramasta.


Hati kecil Stefan merasa lega karena Dian mempercayai perkataannya malam ini dan juga Dian tidak pulang ke apartemen bersama Kelvin.


Stefan mengambil handphone dari saku jas kerja saat mendengar suara notifikasi sms. Stefan tersenyum tipis membaca sms yang dikirim oleh Dian.


"Good night Fan."


"Good night Dian," balas Stefan melalui sms.


Senyuman di sudut bibir Stefan menghilang seketika setelah membalas sms Dian. Ada hal penting yang harus di kerjakannya sekarang.


Stefan menelepon Luis. "Selamat malam CEO Stefan," sapa Luis saat menerima panggilan telepon.


"Luis. Besok aku mau semua data mengenai perusahaan Jayakencana dan siapa saja yang dihubungi kakek dalam dua bulan terakhir ini!" perintah Stefan.

__ADS_1


"Baik, CEO Stefan!" jawab Luis dengan patuh.


***Mansion Wijaya***


Pagi hari Dian sudah berpakaian rapi untuk berangkat bekerja. Dian berjalan menuju ruang makan untuk sarapan pagi bersama Jackson, Rossy, dan Kelvin.


Beberapa hari ini Jackson mewakili Chandra ke Perusahaan Wijaya karena Chandra masih berada di Jepang bersama Sherina untuk sesi pemotretan pre-wedding mereka.


Ketika Dian tiba di ruang makan, gadis muda itu merasakan suasana ruang makan sangat berbeda dengan biasanya. Wajah Jackson dan Kelvin terlihat tegang. Mereka berdua sedang membicarakan sesuatu dengan serius.


"Good morning daddy, mommy, Kak Kelvin," sapa Dian sambil duduk di kursinya.


"Morning Dian," jawab Rossy.


"Morning Dian," jawab Jackson dan Kelvin bersamaan, setelah menghentikan pembicaraan serius tadi.


Dian mengambil satu lembar roti tawar dan mengoleskan selai stroberi di atasnya, lalu menoleh sekilas ke arah ipad mini yang berada di hadapan Jackson.


"Ada berita apa, daddy?" tanya Dian.


Dian berfirasat ada hot gosip hari ini berhubungan dengannya sehingga wajah Jackson dan Kelvin terlihat tegang.


"Hot gosip hari ini berhubungan dengan Kelvin juga," ujar Rossy sambil tertawa kecil.


"Model terkenal Kelvin menjadi simpanan Dian, si janda kaya."


Dian tidak bisa menahan diri untuk tertawa setelah membaca hot gosip yang beredar di internet sehingga wajah Kelvin menjadi semakin hitam.


Jackson yang melihat istri dan putri kesayangannya tertawa gembira, berusaha keras menahan diri agar tidak terpengaruh.


"Aku sudah meminta Bagaskara mencari dalangnya! Orang itu harus bertanggung jawab secara hukum atas pencemaran nama baik," ujar Jackson.


Biasanya masalah seperti ini diurus oleh Chandra ataupun bantuan dari Leon karena Leon memiliki koneksi baik dengan dunia entertainment, tetapi karena keduanya sedang di Jepang maka Jackson turun tangan sendiri.


"Pasti kerjaan dua wanita gila semalam atau kakek Stefan," duga Kelvin.


Dian sepemikiran dengan Kelvin. "Daddy! Aku rasa cara terbaik menyingkirkan gosip buruk itu dengan mengungkapkan identitas Kak Kelvin," usul Dian.


"Aku setuju usul Dian," kata Kelvin.


"Baiklah. Kelvin, kamu ikut daddy ke Perusahaan Wijaya hari ini dan bantu follow up pekerjaan Chandra hingga dia kembali dari Jepang," ucap Jackson.

__ADS_1


Wajah Kelvin menjadi lesu karena harus bekerja di kantor. Walaupun Kelvin sama pintarnya dengan Chandra dan memiliki IQ tinggi, Kelvin lebih suka bekerja bebas sebagai model.


"Kelvin bantu daddy satu minggu saja. Chandra sudah pulang minggu depan," bujuk Raisa dengan suara lembut. Rossy mengetahui isi hati Kelvin.


"Baik mommy," jawab Kelvin dengan patuh.


***


Naomi dan Ellen tertawa gembira membaca komentar para netizen yang menghina dan mengumpat Dian. Dugaan Dian dan Kelvin tepat karena hot gosip pagi ini sengaja disebarkan oleh mereka berdua.


Ellen membayar sejumlah uang ke penerbit majalah yang dekat dengan agensinya untuk menjelekkan nama baik Dian di internet. Bahkan berita Dian tinggal seapartemen dengan Kelvin pun disebarkan.


Ellen melampiaskan semua kemarahan akan dipermalukan oleh Stefan semalam ke Dian karena Dian lah membuat Stefan menolaknya di depan umum.


Padahal menurut Ellen, kehidupan pribadi Dian sangatlah buruk dan hanya dikarenakan Dian adalah putri Jackson Wijaya membuat orang tidak berani mempergunjingkan Dian sejak identitasnya terungkap.


Ellen tidak takut Keluarga Wijaya akan mencari perhitungan dengannya karena Ellen yakin semua hot gosip yang disebarkan olehnya benar dan bukan kebohongan.


"Ellen. Hot gosip itu membuat Kelvin juga di umpat oleh netizen," kata Naomi.


Naomi hanya ingin merusak reputasi Dian dan tidak ingin karier Kelvin terancam oleh berita yang disebarkan oleh Ellen.


"Tenang saja Naomi. Aku kenal dekat dengan penerbit majalahnya. Mereka tahu bagaimana berita itu ditujukan khusus untuk Dian seorang saja. Kelvin juga korban dari Dian. Para netizen pasti akan merasa simpati ke Kelvin nantinya," kata Ellen dengan yakin.


"Benar juga," jawab Naomi.


Ellen dan Naomi sudah bisa membayangkan kehancuran citra sempurna Dian dalam waktu dekat.


Tepat saat berita di internet semakin panas selama satu jam, departemen PR Perusahaan Wijaya mengeluarkan pernyataan tertulis untuk klarifikasi serta mengirimkan surat pengacara untuk meminta pertanggung jawaban pencemaran nama baik Kelvin dan Dian.


Mata Ellen dan Naomi membulat besar membaca surat pernyataan tertulis itu. Keduanya saling berpandangan satu sama lain.


"Bagaimana mungkin?" pekik Ellen.


"Kel…kelvin saudara kembar CEO Chandra dan kakak kandung Dian?" ucap Naomi terbata-bata.


***


Selamat sore readers tercinta. Bumbu masako sudah ready 🤭. Hasil masakannya di bab malam ya.


TERIMA KASIH

__ADS_1


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2