
***Ruang meeting Perusahaan Jayanata***
Para pemegang saham dan kepala departemen yang sejak awal tidak puas dengan keputusan Chandra mengangkat Dian sebagai wakil CEO mendengar hasutan Husin sehingga sengaja memperlambat jalannya proyek AI agar Dian mendapat masalah hingga Chandra pulang dari dinas nanti.
Dian duduk tenang mendengar semua alasan yang diberikan oleh setiap departemen, sedangkan David yang duduk dibelakang Dian dan membaca situasi di ruang meeting yang semakin memanas juga ikut diam karena yakin Dian bisa mengatasinya.
Beberapa saat kemudian Husin menatap ke arah Dian sambil tersenyum.
"Wakil CEO Dian masih muda. Walaupun sudah berhasil mendapatkan proyek AI Perusahaan Aplha, tetapi pengalaman kerja di bidang baru ini masih kurang sehingga besar kemungkinan bisa membuat kerugian untuk Perusahaan Jayanata. Jadi tidak ada bagian departemen yang berani mengambil risiko besar ini," ucap Husin.
"Kerugian dan risiko besar? Maksud Pak Husin proyek AI, kerja sama dengan Perusahaan Alpha harus dibatalkan?" tanya Dian.
Husin terkejut mendengar pertanyaan Dian. Tentu saja dirinya tidak berani mengusulkam proyek besar ini dibatalkan dan pastinya akan menerima amarah dari Chandra nantinya.
"Bukan begitu maksudku. CEO Chandra masih dinas ke luar negeri dan semua orang tidak berani mengambil keputusan. Lebih baik tunggu CEO Chandra kembali," ucap Husin.
"Menunda hingga kak Chandra pulang? Dasar rubah licik," batin Dian.
Dian yakin Perusahaan Bramasta sudah mulai menjalankan program rencananya terhadap produk AI Perusahaan Alpha. Jika Perusahaan Jayanata menunda maka pada akhirnya Perusahaan Bramasta lah yang akan mengambil alih semua kesempatan yang ada.
"Jika CEO Chandra memperpanjang masa dinas nya dan belum bisa kembali, kalian semua akan mogok kerja? Kalian berani bertanggung jawab dengan kerugian perusahaan? Apakah perusahan membayar kalian untuk menjadi boneka saja dan harus menunggu CEO Chandra mengambil semua keputusan? " Dian mengajukan berbagai pertanyaan dengan nada tinggi dan tatapan mata tajam.
Para pemegang saham dan kepala departemen yang hadir di ruang meeting terkejut dengan pertanyaan dan sikap tegas Dian. Mereka tidak menyangka gadis muda yang selama ini tersenyum ramah dan terlihat bersifat lemah lembut itu bisa memancarkan aura yang sama seperti Chandra.
"Kalian semua pasti tahu CEO Chandra sudah memberikan wewenang dan tanggung jawab sepenuhnya ke tanganku untuk mengurus Perusahaan Jayanata selama beliau dinas ke luar negeri. Saya yang memimpin proyek kerja sama AI dengan Perusahaan Alpha. Jika kalian tidak mau membantu, silakan tulis surat pengunduran diri ke HRD. Saya yang akan menjelaskan semuanya ke CEO Chandra!" kata Dian.
Suasana ruang meeting menjadi sepi. Para kepala departemen yang tadi membantah dan menolak semua permintaan Dian menundukkan kepala dengan wajah yang pucat. Tentu saja mereka tidak mungkin mengundurkan diri dari Perusahaan Jayanata.
Wajah Husin dan Anggi memerah menahan amarah melihat sikap pengecut para kepala departemen yang takut dengan ancaman Dian. Rencana mereka untuk mempersulit Dian hari ini gagal lagi.
__ADS_1
"Manajer Wayan. Apakah departemen accounting bisa membuat rancangan anggaran yang akan dikeluarkan untuk dua produk AI tadi?" tanya Dian.
Wayan yang dipanggil langsung namanya oleh Dian segera mengangkat kepalanya yang tertunduk.
"Bisa, wakil CEO Dian. Departemen accounting akan segera meeting intern dan memberikan rancangan anggaran siang ini," jawab Wayan dengan yakin.
"Bagaimana dengan departemen yang lain?" tanya Dian sambil mengedarkan tatapan tajam ke beberapa manajer yang menolak permintaannya tadi.
"Kami akan melakukannya sesuai permintaan wakil CEO Dian. Perusahaan Jayanata tidak boleh kalah persiapan dengan Perusahaan Bramasta," ucap salah satu manajer departemen mewakili departemen lainnya.
Dian tersenyum puas mendengar jawaban mereka semua, lalu melirik sekilas ke arah Husin dan Anggi yang tidak bisa memberikan suara bantahan apa pun saat ini.
"CEO Erik Perusahaan Alpha telah menyetujui usulku untuk mengirimkan dua orang peneliti yang akan ikut dalam penelitian dan pengembangan proyek AI. Saya mau kedua kandidat yang terpilih ini harus yang terbaik dan dapat diandalkan. Manajer departemen SDM bisa menyerahkan list nama ke David paling lambat besok pagi. Saya yang akan mewawancarai kemampuan mereka secara langsung," kata Dian.
"Baik wakil CEO Dian," jawab Made, manajer departemen SDM.
Dian sangat puas dengan hasil meeting pagi ini. Bahkan di akhir meeting, semua orang sengaja tinggal untuk mengobrol dengannya.
***Ruang kantor Dian di Perusahaan Jayanata***
Dian menelepon Chandra melaporkan semua kejadian di ruang meeting. Chandra tertawa kecil mendengar ancaman Dian terhadap mereka.
"Dian. Kakak percaya kepada kemampuan dan intuisi mu. Kamu bisa pecat siapa pun yang merugikan Perusahaan Jayanata. Sekarang saatnya mengganti dengan orang yang lebih berkompeten dan bisa membantumu di kemudian hari," ucap Chandra.
"Iya kak Chandra," jawab Dian sambil tersenyum kecil karena Chandra mendukung semua keputusannya.
"Aku sudah menyelidiki Husin secara menyeluruh. Ternyata rubah tua itu sudah menjual sahamnya ke orang lain secara diam-diam," kata Chandra.
"Dasar rubah tua licik. Penyelewengan proyek dan suap yang dilakukan Anggi pasti sebagian besar masuk ke rekening Husin. Apakah di belakang Husin ada dalang yang lain?" tanya Dian.
__ADS_1
"Ada dan pastinya Husin sudah dijanjikan jabatan yang tinggi di sana jika Perusahaan Jayanata berhasil dibuat bangkrut," jawab Chandra dengam tenang.
"Apa rencana kak Chandra?" tanya Dian.
"Saham yang terjual itu sedang dalam proses pembelian dan ambil alih kembali. Aku akan memecat mereka langsung di rapat pemegang saham sepulang dari Amerika sekalian beberapa pemegang saham yang berkomplot dengannya," jawab Chandra.
"Baik kak Chandra. Aku punya bukti rekamanan dan foto busuk Anggi. Aku kirim ke kak Chandra ya," ucap Dian.
"Oke," jawab Chandra.
Chandra akan pulang dalam waktu empat hari ke depan sehingga Dian menyerahkan sepenuhnya urusan Husin dan Anggi ke Chandra, tetapi jika Anggi masih saja mencari masalah dengannya sebelum kepulangan Chandra, Dian sendiri yang akan turun tangan mengurusnya.
***
Selamat siang readers tercinta. Senin waktunya vote. Ditunggu ya vote dan dukungan like, favorit, tips iklan, hadiah, dan komentar positif dari readers tercinta.
Semoga bab hari ini lancar ya, gak ketahan seperti semalam. Nanti malam masih ada satu bab lagi. Laura dan Anastasia akan muncul 😂
Oh iya, author mau klarifikasi dikit ya. Semoga readers berpikir bijak dengan komentar negatif dari readers lain tentang cerita novel ini mirip dengan novel lain. Hal itu membuat author sedih karena tidak dihargai hasil karya yang menghabiskan waktu, pikiran, dan tenaga untuk membuat setiap bab cerita menghibur readers.
Banyak lomba sekarang menetapkan tema yang sama, tetapi isi ceritanya tergantung pada setiap author bagaimana mengembangkannya.
Referensi yang author ambil untuk membuat cerita dari nonton drama, baca manga, dan ditambah halusinasi author.
Author yakin para readers tercinta bisa bersikap bijak dan tidak terpancing kerusuhan😂😂. Jika memang ada jalan ceritanya tidak sesuai keinginan readers, author minta maaf karena setiap orang punya kekurangan.
Pastinya author sudah berusaha yang terbaik menulis cerita ini sampai tamat. Semoga readers setia mengikutinya hingga tamat ya.
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR: LYTIE