
***Ballroom tempat perayaan ulang tahun Perusahaan Wijaya***
Jackson tersenyum bangga akan ide cemerlang Dian terhadap keris antik pusaka Keluarga Bramasta. Apa lagi saat melihat wajah frustasi Adi memandang punggung Tjokorda, kurator museum pergi dengan membawa keris antik.
Dengan caranya sendiri, Dian membuat Adi Bramasta mengalami kerugian besar dan juga menghancurkan ego serta pikiran pria tua itu.
Semua orang pun tahu jika keris antik jatuh ke tangan orang lain maka Adi pasti bersedia mengeluarkan uang banyak untuk mendapatkan kembali keris antik.
Adi tidak akan pernah menyangka Dian membuat langkah mengejutkan, dengan memberikan keris antik ke museum secara gratis. Bahkan di depan para wartawan.
Bisa dipastikan berita tentang kemurahan hati Dian akan menyebar luas dalam waktu singkat. Selain itu keris antik tidak akan pernah bisa direbut oleh Adi dari pihak museum.
Stefan pun kagum dengan kecerdasan Dian yang membuat Adi kalah telak. Stefan tidak merasa iba terhadap Adi karena pria tua itu bertindak kejam terlebih dahulu dengan memfitnah dan merusak nama baik Dian.
Jika saja Dian bukan putri kaya dari keluarga Wijaya dan hanya gadis biasa maka bisa dipastikan Dian akan kesulitan menjalani kehidupan di masa yang akan datang dan pastinya dipergunjingkan oleh setiap orang.
"Pulang sekarang!' ujar Adi dengan ketus.
Pria tua itu tidak mau berlama-lama di dalam ballroom hotel lagi dan melangkahkan kaki dengan cepat menuju pintu keluar. Stefan, Laura, Anastasia, dan Gisel mengikutinya dari belakang.
Tepat saat rombongan Adi sudah berada di luar pintu ballroom, Bagaskara dan beberapa pria bertubuh besar berdiri berdampingan membentuk barikade yang menghadang jalan rombongan Adi.
"Ada apa?" tanya Stefan. Pria muda itu mengenali kelompok pria di hadapannya adalah bodyguard Jackson yang ditugaskan berjaga di sekitar ballroom hotel.
"Tuan Jackson mengundang semua anggota keluarga Bramasta bertemu di kamar VVIP lounge hotel," jawab Bagaskara dengan wajah datar.
"Kita tidak mau terima undangannya," ujar Laura dengan ketus.
"Kalau begitu, anda tidak bisa meninggalkan hotel ini!" kata Bagaskara dengan yakin.
__ADS_1
Laura merasa takut dengan ancaman Bagaskara sehingga menoleh ke arah Adi. Pria tua itu satu-satunya yang berwenang mewakili Keluarga Bramasta.
"Tunjukkan tempatnya!" ucap Adi setelah berpikir sejenak.
Bagaskara berjalan di depan dan diikuti oleh rombongan Adi, sedangkan para bodyguard lainnya berada di barisan paling belakang.
***
Bagaskara membuka pintu salah satu kamar VVIP lounge hotel. "Silakan Pak Adi!" ucap Bagaskara.
Adi berjalan masuk ke ruangan diikuti oleh Stefan, Laura, dan Anastasia. Akan tetapi, Bagaskara menghadang Gisel yang ingin ikut masuk ke ruangan sehingga membuat gadis tidak tahu malu itu panik dan marah.
"Kenapa kamu menutup jalanku? Aku mau masuk!" ujar Gisel dengan suara yang keras.
Gisel sengaja berbicara keras karena ingin Stefan menyadari dirinya masih tertinggal di luar sehingga akan datang membawanya masuk ke dalam ruangan.
Keinginan Gisel terkabul. Stefan, Laura, dan Anastasia menoleh ke arah pintu masuk, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang bersuara untuk membantunya.
Sementara Stefan ingin tahu alasan Bagaskara menghadang Gisel dan hanya diam menunggu jawaban Bagaskara atas pertanyaan Gisel.
Bagaskara menatap Gisel dengan tenang, seolah-olah teriakan Gisel tidak mempengaruhi suasana hatinya.
"Tuan Jackson hanya mengundang Keluarga Bramasta saja!" jawab Bagaskara.
"Tetapi aku kan datang bersama keluarga Bramasta!" protes Gisel.
"Jika CEO Stefan mengakui nona adalah pasangannya yang akan menjadi anggota keluarga Bramasta, nona bisa masuk!" ujar Bagaskara sambil melihat ke arah Stefan.
"Fan!" panggil Gisel dengan suara memelas, bahkan matanya mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
Gadis muka tembok itu berharap Stefan mau membantunya memberi jawaban yang diinginkan oleh Bagaskara dan pastinya juga keinginan lubuk hatinya sendiri.
Wajah dingin Stefan membuat tubuh Gisel gemetaran. Firasat buruk memenuhi pikiran dan perasaannya.
"Sel! Kamu pulang dulu sama sopir. Aku telepon sopir untuk menjemputmu di lobi sekarang!" ujar Stefan sambil mengambil handphone dari saku celana dan meminta sopir mengemudikan mobil dari tempat parkir ke lobi untuk menjemput Gisel.
Jawaban pasti dari Stefan membuat Bagaskara menutup pintu kamar VVIP lounge hotel dengan cepat, lalu memerintahkan para bodyguard berjaga di depan pintu.
Sementara Bagaskara sendiri berjalan menuju ballroom hotel untuk memberi laporan ke Jackson.
Bagaskara tidak peduli dengan Gisel yang masih berdiri mematung di sana dengan air mata bercucuran deras di kedua pipinya.
Bagaskara yakin ketika Jackson tiba di sana, gadis muka tembok itu sudah pergi jauh. Bisa dikarenakan pergi sendiri ataupun dikeluarkan dengan paksa oleh para bodyguard yang berjaga.
***
Selamat siang readers tercinta. Apa yang ingin dilakukan daddy Jackson? Jawabannya di bab malam ya😊
Oh iya. Author mau curhat sedikit. Ada satu orang yang memberi komen novel ini buruk dan memberi nilai satu bintang. Author sudah memeriksa akun orang itu dan dia tidak pernah memberi like ataupun komentar lainnya di novel ini dan tiba-tiba muncul menghujat serta membuat rating novel ini anjlok.
Sejak awal author sudah bilang author hanyalah penulis amatir yang menuangkan kehaluan serta mencoba ikut lomba di noveltoon. Jika menang, bersyukur bisa membantu ekonomi keluarga. Jika tidak, bisa dianggap sebagai sarana menyalurkan hobi menulis😊
Sangat disayangkan ada saja orang yang iri dan sengaja membuat rating novel ini anjlok. Beberapa teman author yang mengikuti lomba lain juga pernah diperlakukan begitu. Ada orang yang sengaja membuat rating jelek dengan akun tuyul agar novel itu hancur, padahal dirinya sendiri adalah author juga( curhatan dari author lain😔)
Author yakin rejeki setiap orang sudah ditentukan oleh Tuhan dan juga karma akan berlaku bagi orang yang berniat jahat, sama seperti cerita novel ini.
Author mengharapkan para readers setia bijaksana dan tidak terpancing kerusuhan ya. Jika memang cerita ini tidak mengena di hati, boleh ditinggalkan koq. Diharapkan jangan memberi komentar negatif dan rating buruk 🙏. Jika bisa author harap readers mengikuti novel ini sampai tamat 🤗
Sekian curhatan author dan terima kasih pengertiannya.
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE