
Panggilan telepon yang ditunggu oleh Stefan akhirnya datang. Saat layar handphone berkedip dan muncul nama Luis di sana, Stefan segera menekan tombol untuk menerima panggilan.
"Halo Luis. Sudah ada hasilnya?" tanya Stefan.
"Sudah, Pak Stefan. Nyo…nona Dian tinggal di Apartemen Regal Residence milik CEO Chandra," jawab Luis.
"Informasinya akurat?" tanya Stefan sekali lagi untuk memastikan.
"Iya, Pak Stefan. Mobil porsche putih nona Dian sering keluar masuk dari apartemen itu. Informasinya tidak mungkin salah," jawab Luis.
Stefan memutuskan sambungan telepon setelah mendapatkan jawaban yang diinginkan olehnya.
"Apartemen milik Chandra? Selama ini Dian tinggal di sana?" batin Stefan.
Stefan memutuskan mencari Dian untuk memberitahukan tentang perselingkuhan Chandra. Stefan yakin Dian masih belum mengetahui masalah itu karena Dian masih tinggal di apartemen milik Chandra.
Jika Dian tidak ada tempat berteduh, Stefan bersedia membeli satu apartemen untuk ditinggali oleh Dian agar gadis muda itu mempunyai tempat tinggal yang layak.
Walaupun kemungkinan besar Dian akan menolak niat baiknya, Stefan tidak peduli.
Mengenai Kelvin, Stefan menduga Kelvin hanyalah teman Dian dan kebetulan pulang hari ini sehingga Dian menjemputnya di airport. Selama ini Kelvin selalu berpindah dari satu negara ke negara yang lain sehingga tidak mungkin bisa mempunyai hubungan romantis dengan Dian.
"Pak Ben! Ke Apartemen Regal Residence!" perintah Stefan.
"Baik, tuan Stefan!" jawab Pak Ben dan mengemudikan mobil menuju tempat tujuan.
***Di dalam mobil porsche putih milik Dian***
Perjalanan dari airport ke apartemen Dian tidak terlalu macet sehingga mobil Dian sudah memasuki area basement tempat parkir apartemen.
"Kak Kelvin gak bawa koper?" tanya Dian.
"Nanti bodyguard akan mengantar ke lobi apartemen," jawab Kelvin dengan santai.
Kedua bodyguard itu adalah anak buah Bagaskara dan sudah menjadi pengawal Kelvin sejak dirinya mulai debut sebagai model. Ke mana pun Kelvin pergi,kedua bodyguard itu akan ikut dan melindunginya secara diam-diam.
Mereka berdua berjalan menuju lift setelah Dian memarkirkan mobilnya di basement.
"Dian. Tadi aku melihat Stefan dan selingkuhannya di airport?" tanya Kelvin.
Walaupun Kelvin sering ke luar negeri, tetapi dirinya selalu memantau segala sesuatu informasi mengenai Dian. Tentu saja Chandra juga memberitahukan Kelvin tentang perkembangan pernikahan Dian.
"Iya," jawab Dian.
Benar atau tidaknya foto rekayasa Gisel waktu itu, tidaklah menghilangkan kenyataan bahwa Gisel memang mantan kekasih Stefan. Selain itu Stefan masih berhubungan dengan Gisel dan menemuinya di Amerika.
__ADS_1
Hal itu membuat Dian menduga Stefan masih mencintai Gisel sehingga Dian membulatkan tekad bercerai pada waktu itu.
Dian tidak mau mengungkit lagi masa lalu yang menyakitkan hatinya sehingga mengalihkan pembicaraan.
"Kak Kelvin. Foto-foto di airport pasti akan menyebar di media sosial. Apakah perlu aku hubungi Leon untuk membereskannya?" tanya Dian.
"Biarkan saja! Aku ingin semua orang tahu adikku sangat terkenal," jawab Kelvin dengan santai.
Kelvin memang sengaja membiarkan para fans fanatik memotretnya dengan Dian karena ingin membuktikan kepada Stefan bahwa Dian bisa menjalani kehidupan yang lebih baik dan tanpa beban setelah bercerai.
Kebetulan Kelvin melihat Gisel di dalam airport sehingga Kelvin bisa langsung mengenali Gisel sebagai pelakor yang merusak rumah tangga Dian.
Tepat saat Kelvin melihat Stefan menjemput Gisel dan tatapan mata sedih sekilas dari Dian membuat emosi Kelvin meledak sehingga dirinya sengaja memperlihatkan hubungan mesra dengan Dian di depan umum.
Masyarakat umum tidak ada yang tahu hubungan kakak dan adik kandung diantara mereka berdua sehingga rencana Kelvin berjalan lancar dan sempurna.
Dian tersenyum kecil mendengar jawaban Kelvin. Dian sama sekali tidak peduli dengan gosip miring yang beredar di luar tentangnya.
"Nanti aku bisa dicari agensi untuk dijadikan model," kata Dian.
"Adikku sangat cantik. Tentu saja banyak agensi yang tertarik," ucap Kelvin dengan pasti.
Mereka berdua tiba di depan pintu apartemen. Dian menekan nomor sandi dan juga sidik jarinya untuk membuka pintu.
"Om Bagaskara paling hebat membuat sistem keamanan," puji Kelvin.
"Oh iya. Kak Kelvin kan tinggal di sini hingga daddy mommy pulang. Ayo set sidik jari dulu," kata Dian dan memasukkan sidik jari Kelvin di depan pintu masuk agar Kelvin bisa leluasa keluar masuk apartemen.
***Apartemen Dian***
Kelvin mengedarkan pandangannya ke sekeliling apartemen Dian yang terasa nyaman, lalu berjalan mendekati sofa dan duduk di atasnya.
"Sofa ini sangat lembut. Pak Lesmana paling bisa mendekorasi ruangan," puji Kelvin.
Dian pun ikut duduk di samping Kelvin dan memeluk salah satu bantal sofa.
"Kamar tamu sudah bersih dan rapi. Kak Kelvin sudah lapar?" tanya Dian.
"Lumayan," jawab Kelvin sambil menepuk dua kali perut sixpack nya.
"Dian masak spaghetti bolognaise. Kak Kelvin mandi saja dulu," ucap Dian.
"Boleh juga," jawab Kelvin.
Pandangan Kelvin berhenti di sudut sofa. Ada sebuah kasur hewan yang terlihat sangat empuk di sana dan tentu saja seekor hewan mungil berbaring santai di atas nya.
__ADS_1
"Dian. Kamu pelihara kucing?" tanya Kelvin dengan heran.
Dian pun melihat ke arah tempat tidur premium yang sudah dibeli oleh Pak Lesmana atas permintaan Dian semalam. Dian menduga kedua pelayan wanita mansion yang meletakkan kasur itu di samping sofa.
"Mao Mao!" panggil Dian.
Panda merah yang seukuran kucing itu terbangun dari tidur nyenyaknya saat mendengar suara Dian.
"Mimi sudah pulang!" ucap panda merah dengan semangat dan melompat ke pangkuan Dian.
"Kucing yang bisa bicara? Dia robot?" tanya Kelvin.
"Iya. Robot pintar dan limited edition. Hanya aku seorang yang punya," jawab Dian dengan bangga.
Panda merah menatap wajah Kelvin dengan saksama. "Vin Vin tampan," kata panda merah dan melompat ke pangkuan Kelvin.
"Mao Mao. Kenapa kamu bisa tahu nama panggilan kak Kelvin?" tanya Dian penasaran.
"Aku di program mengenali wajah semua pria dan wanita cantik di dunia," jawab Mao Mao.
"Pasti kerjaan Vi," batin Dian.
Kelvin membelai bulu halus Mao Mao. "Kenapa Mao Mao memanggilmu Mimi?" tanya Kelvin.
"Mimi wanita paling cantik sedunia, Pipi pria paling tampan sedunia," jawab Mao Mao spontan.
"Oh ya? Jadi siapa si Pipi?" tanya Kelvin penasaran.
"Pi…."
Dian merebut Mao Mao dari tangan Kelvin dan menutup mulut Mao Mao dengan cepat.
"Kak Kelvin pergi mandi dulu. Aku masak spaghetti sekarang," ujar Dian dan berlari kecil menuju dapur.
"Dian menyembunyikan sesuatu," batin Kelvin sambil berjalan menuju kamar mandi.
***
Selamat malam readers 🤗.
Spoiler bab besok: Stefan bertemu Kelvin dan juga Dian akan bertemu Gisel lagi😆. Jangan lupa siapin vote ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE