HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA
BAB 61. Butik


__ADS_3

***Apartemen Regal Residence***


Kelvin membantu mencuci semua peralatan makan setelah mereka selesai makan malam.


"Besok Kak Kelvin ada kegiatan dari agensi?" tanya Dian.


"Aku cuti satu bulan. Saatnya keluarga Wijaya berkumpul dengan anggota yang lengkap," jawab Kelvin.


"Iya. Nanti kita sama-sama jemput daddy dan mommy. Mereka pasti senang," ucap Dian.


"Iya," jawab Kelvin.


"Besok kak Kelvin mau ikut ke kantor?" tanya Dian.


"Gak deh. Aku istirahat di apartemen saja. Ada Mao Mao menemaniku di sini," jawab Kelvin.


"Mao Mao sangat mandiri. Kalau kak Kelvin mau keluar sama teman, Mao Mao bisa ditinggal untuk jaga rumah," kata Dian.


"Oke," jawab Kelvin singkat.


Handphone Dian berbunyi sehingga gadis muda itu mengangkatnya.


"Halo Tasha," sapa Dian dengan riang. Dian melihat Kelvin yang sedari tadi sibuk membelai bulu lembut Mao Mao, menghentikan gerakan tangannya secara spontan dan fokus melihat ke arahnya.


"Dian. Jangan lupa private fashion show ku sabtu ini. Kamu dan Rina harus datang," kata Natasha.


"Oke Tasha. Aku akan janjian sama Kak Rina untuk pergi bersama," jawab Dian.


"Kamu dan Rina mau ke mana?" tanya Kelvin secara tiba-tiba.


"Ke private fashion show nya Tasha," jawab Dian.


"Dian. Itu tadi Kak Kelvin?" tanya Tasha dari sambungan telepon di seberang sana.


"Iya. Kak Kelvin baru tiba tadi sore. Bagaimana kalau aku ajak Kak Kelvin juga ke acaramu sabtu ini?" tanya Dian.


"Boleh," jawab Natasha.


"Oke. See you on saturday," ucap Dian.


"See you too," jawab Natasha.


***


"Kak Kelvin mau ikut ke acara Tasha?" tanya Dian sambil tersenyum penuh makna.


"Daddy dan mommy tidak ada di Bali. Aku berkewajiban menjagamu di sana," jawab Kelvin.

__ADS_1


"Bukan karena ingin bertemu Tasha?" tanya Dian.


"Hari sudah malam. Cepatlah istirahat, Dian. Good night," kata Kelvin dan berjalan menuju kamar tamu yang disediakan untuknya.


Senyum di sudut bibir Dian semakin lebar melihat reaksi Kelvin.


***


Dian menemui Vivian di restoran yang lokasinya dekat dengan Perusahaan Jayanata. Semalam Dian mengirim sms ke Vivian untuk mengajaknya bertemu.


Vivian menerima ajakan Dian dan mengusulkan tempat pertemuan di dekat kantor Dian karena Vivian tahu pekerjaan Dian sangat padat sehingga hanya bisa menyisihkan waktu sedikit untuk bertemu.


Penampilan Vivian sangat kasual dan modis, serta membawa tas laptop. Tanpa jas putih andalannya, Vivian terlihat seperti anak kuliahan yang lincah dan bersemangat.


"Dian. Ada apa mencariku? Apakah Mao Mao bermasalah?" tebak Vivian.


"Mao Mao sangat baik, pintar, dan patuh. Hanya saja…kenapa dia memanggil Stefan Pipi?" tanya Dian.


Vivian tertawa kecil mendengar pertanyaan Dian. Pertanyaan yang sudah sering didengarnya dari setiap orang yang bertemu dengan panda merah.


"Mao Mao menjalani proses pembelajaran yang luas untuk mengenali wajah setiap orang dan semakin lama ketertarikannya terhadap wanita cantik dan pria tampan muncul dalam kecerdasaannya sendiri sehingga aku tidak membatasinya," jawab Vivian.


"Tetapi kenapa harus Stefan yang dipanggil Pipi?" tanya Dian spontan.


"Kamu tidak suka Stefan?" tanya Vivian.


"Ternyata begitu," gumam Vivian.


Selama ini Vivian fokus berada di lab sepanjang hari sehingga jarang mengikuti perkembangan gosip yang pernah beredar.


"Vi. Kamu bisa mengubah program Mao Mao?" tanya Dian.


"Aku bisa mengubah pemikiran cerdasnya terhadap Stefan," jawab Vivian.


"Baguslah. Aku akan membawa Mao Mao ke lab mu!" kata Dian dengan antusias.


"Tidak perlu repot. Aku bisa mengubahnya melalui laptop," jawab Vivian.


Vivian membuka laptop dan mengetik keyboardnya beberapa kali, lalu menoleh ke arah Dian.


"Sudah selesai," jawab Vivian.


"Apa? Begitu mudah dan cepat?" tanya Dian refleks.


"Iya. Mao Mao menggunakan teknologi kecerdasan buatan terkini dan semua terhubung dengan laptopku. Aku yakin dia tidak akan memanggil Stefan Pipi lagi," jawab Vivian.


"Bagaimana dengan hubunganmu dan Dion? Kamu sudah mengirim sms ke dia?" tanya Dian penasaran.

__ADS_1


"Tentu saja. Dion memang pantas menjadi idolaku. Dia memberi koreksi untuk beberapa rumus ku yang salah," jawab Vivian dengan bersemangat.


"Mereka memang pasangan ilmuwan serasi. Topik pembicaraan tidak lepas dari rumus," batin Dian.


"Dian. Aku mau nanya sesuatu, tetapi kamu jangan marah ya," ucap Vivian dengan hati-hati.


"Ada apa Vi?" tanya Dian.


"Apa hubunganmu dengan Dion? Kalian sepasang kekasih?" tanya Vivian.


"Aku dan Dion berteman sejak kecil. Hubungan kita seperti keluarga," jawab Dian.


Vivian menarik napas lega secara spontan setelah mendengar jawaban Dian.


"Kalau begitu, aku akan mengejarnya," ucap Vivian dengan yakin.


"Aku mendukungmu seratus persen. Good luck for you," kata Dian.


"Oke," jawab Vivian sambil tersenyum manis.


***Butik Raisa***


Sabtu ini pekerjaan kantor Dian tidak terlalu padat sehingga bisa menyisihkan waktu dua jam di siang hari untuk pergi ke Butik Raisa memilih gaun yang akan dipakai ke acara private fashion show Tasha malam ini. Sherina sudah menunggu Dian di butik.


Beberapa hari ini Sherina sudah banyak membantu meringankan pekerjaan Chandra. Chandra tahu acara malam ini sangat berarti bagi Sherina dan Dian sehingga Chandra memberikan Sherina cuti seharian agar gadis muda yang dicintainya bisa berkumpul bersama Dian dan Natasha malam ini.


Butik Raisa menjual berbagai koleksi fashion dari luar negeri dengan beberapa merek terkenal. Kebetulan Dian sangat menyukai pakaian dari salah satu merek sehingga Sherina mengajak Dian ke lantai dua butik untuk menonton koleksi pakaian dari layar LCD.


Dian hanya perlu memilih pakaian yang disukainya tanpa perlu fitting pakaian itu karena Sherina sudah mengetahui size tubuh Dian dari gaun pesta yang dipesan beberapa waktu yang lalu.


Ketenangan Dian dan Sherina terganggu saat mendengar suara nyaring dari lantai satu butik Raisa sehingga mereka berdua melihat dari atas sekilas.


Gisel dan Anastasia berada di lantai satu. Kebetulan Gisel mendongak ke atas sehingga melihat Dian.


Dian dan Sherina segera mengalihkan perhatian mereka dan mengacuhkan kehadiran Gisel serta Anastasia, sedangkan Gisel tersenyum samar karena dugaannya benar.


Gisel sengaja mengajak Anastasia ke butik Raisa karena melihat mobil porsche putih Dian parkir di depan butik.


Gisel mengenali mobil Dian dari salah satu fans fanatik Kelvin yang memposting foto Dian dan Kelvin duduk di dalam mobil porsche putih saat keluar dari airport.


Gisel ingin menggunakan Anastasia mencari masalah dengan Dian. Adik Stefan yang angkuh itu sangat mudah terpancing emosinya. Gisel ingin hubungan Dian dengan keluarga Bramasta semakin hancur sehingga menutup kesempatan Dian untuk rujuk kembali dengan Stefan di masa yang akan datang.


***


Terima kasih dukungannya 🤗


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2