HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA
Bab 74. Permintaan maaf


__ADS_3

Mobil mercedes benz hitam melaju dari Mansion Bramasta menuju Vallkyrie Club. Rizky yang melihat berita mengejutkan mengenai identitas Dian di internet, segera menelepon Stefan dan mengajaknya ke bar Vallkyrie Club.


Kebetulan malam ini Perusahaan Martin tidak mendapat undangan dari Perusahaan Wijaya sehingga Rizky penasaran apa sebenarnya yang telah terjadi di acara itu dan tentu saja Stefan mengetahui jawabannya.


Di dalam mobil, Stefan menelepon Luis dan memberinya tugas penting untuk segera menghubungi bagian public relation Perusahaan Bramasta agar menerbitkan surat permintaan maaf terhadap Dian besok pagi.


Walaupun Jackson memberi waktu satu hari untuk Adi berpikir baik-baik, tetapi Adi sudah menyerahkan semua keputusan ke tangan Stefan sehingga pria muda itu ingin surat permintaan maaf itu diterbitkan secepat mungkin.


***Vallkyrie Club***


Rizky dan Stefan duduk dimeja panjang yang terletak di hadapan bartender. Rizky melirik ke arah Stefan yang sedang meneguk anggur merah. Sejak Stefan tiba di sana, pria muda itu memesan anggur merah dan meneguknya tanpa berhenti.


Rizky tahu suasana hati Stefan sangat kacau, bahkan suasana hati dirinya sendiri pun tidak karuan. Rizky takut Dian akan balas dendam terhadap perlakuan dan mulut embernya selama ini.


"Fan! Menurutmu aku perlu menemui Dian untuk meminta maaf? Apakah Dian akan memaafkanku?" tanya Rizky.


Perusahaan Martin di mata Perusahaan Wijaya bagaikan seekor semut berhadapan dengan gajah. Rizky yakin Dian bisa dengan mudah membuat Perusahaan Martin bangkrut.


"Jika tahu akan berakhir seperti ini, kenapa kamu melakukannya sejak awal?" gumam Stefan sambil meneguk habis anggur di gelasnya lagi.


Rizky berfirasat perkataan Stefan ditujukan untuknya, tetapi kenapa terkesan ditujukan kepada Stefan sendiri?


"Sudahlah, Fan! Semua salah Dian juga karena dia menyembunyikan identitasnya sejak awal," bujuk Rizky sambil menepuk pundak Stefan.


Stefan menepis tangan Rizky dengan keras dan menatap tajam sahabat baiknya itu. Rizky terkejut dengan reaksi Stefan yang terlihat jelas marah dan Rizky tidak tahu apa kesalahannya.


"Salah Dian?" ujar Stefan sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


"Kalian semua paling pintar melimpahkan kesalahan ke Dian! Dian tidak salah! Yang salah itu aku! Aku yang mengacuhkannya sehingga kalian semua bisa bebas menindasnya!" tukas Stefan.


Rizky terdiam dan tidak membantah perkataan Stefan, yang sangat benar. Rizky yakin Stefan merasa sangat bersalah terhadap Dian saat ini.


Rizky membiarkan Stefan memesan anggur merah lagi dan meneguknya habis. Sampai akhirnya kepala Stefan bersandar di meja bar setelah menghabiskan puluhan gelas anggur merah.


Rizky memapah Stefan keluar menuju mobil mercedes benz hitam yang diparkir di luar Vallkyrie Club. Pak sopir segera masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobil.


Rizky membantu memasangkan seat belt ke tubuh Stefan, lalu menatap wajah pria muda itu. Wajah Stefan sangat dingin tanpa ekspresi.


"Fan! Aku tahu kamu butuh pelampiasan malam ini! Berapa pun alkohol yang masuk ke tubuhmu, tidak akan bisa membalikkan waktu ke masa lalu. Kamu sendiri tahu pasti! Aku dukung semua keputusanmu di masa yang akan datang. Maaf jika selama ini aku bersikap jahat terhadap istrimu," ucap Rizky panjang lebar.


"Mulut embermu harus di lem," kata Stefan.


Rizky tertawa kecil mendengar ucapan Stefan, lalu menutup pintu mobil dan melambaikan tangan saat Pak sopir mengemudikan mobil, meninggalkan Vallkyrie Club.


Rizky sangat bangga kepada dirinya sendiri yang bisa berkata bijak tadi. Namun senyuman menghilang di wajah Rizky dengan cepat dan berubah menjadi wajah murung dan gelisah.


"Aku harus menemui Dian besok dan meminta maaf dengan tulus," batin Rizky.


Rizky rela menurunkan egonya untuk meminta maaf ke Dian agar Perusahaan Martin milik papanya bisa bertahan dan tidak terancam bangkrut.


***


Pagi hari di saat semua orang antusias membahas identitas Dian sebagai putri bungsu Jackson Wijaya, sebuah surat pernyataan dikeluarkan oleh Perusahaan Bramasta.


Surat pernyataan itu berupa surat permintaan maaf terhadap Dian dan mengklarifikasi semua fitnah palsu di internet. Selain itu ada surat permintaan maaf pribadi dari Stefan. Stefan meminta maaf karena tidak menjaga pernikahannya dengan baik.

__ADS_1


Seiring dengan surat permintaan maaf beredar luas, saham Perusahaan Bramasta mengalami gejolak dan anjlok. Stefan sudah memprediksinya sejak awal sehingga melakukan kebijakan perusahaan untuk mencegah penurunan saham yang dratis.


Sementara Dian dan Chandra sedang menghadiri meeting intern dengan para pemegang saham Perusahaan Jayanata.


"Saya yakin para pemegang saham di sini sudah tahu Dian adalah adik kandungku dan juga pemegang saham terbesar di Perusahaan Jayanata sekarang!" kata Chandra dengan suara datar.


Para pemegang saham menganggukkan kepala dengan serentak. Tatapan mata mereka terhadap Dian pun sudah berubah seratus persen.


Jika sebelumnya mereka berperilaku sungkan terhadap Dian karena takut menyinggung Chandra yang dianggap sebagai bekingan Dian selama ini. Akan tetapi, saat ini mereka semua bersikap hormat sepenuh hati karena status gadis muda itu sebagai putri Jackson dan juga pemegang saham terbesar.


"Saya umumkan secara resmi, mulai hari ini Dian adalah CEO Perusahaan Jayanata!" kata Chandra.


Tepuk tangan menggema di dalam ruang meeting. Para pemegang saham mengucapkan selamat ke Dian.


Beberapa saat kemudian Chandra dan Dian meninggalkan ruang meeting. Chandra berangkat ke Perusahaan Wijaya untuk meeting di sana.


Walaupun saat ini Dian sudah menjabat sebagai CEO Perusahaan Jayanata, tetapi Chandra masih akan membimbingnya.


Dian bisa mengambil semua keputusan penting yang menyangkut Perusahaan Jayanata dan akan meminta saran dari Chandra untuk bidang yang tidak diketahui jelas olehnya.


***


Selamat malam readers. Ceritanya akan ada beberapa konflik lagi menuju tamat ya. Diperkirakan akan tamat di bulan oktober, semoga tidak meleset 😅😅🙏


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2