
***Apartemen Regal Residence milik Dian***
Hari minggu, Dian tidak perlu bekerja di Perusahaan Jayanata sehingga gadis muda itu masih tidur pulas di kamarnya. Begitupun juga Kelvin di kamar tamu satunya lagi.
Suara bel pintu yang tanpa henti membuat kakak adik itu terpaksa bangun dan keluar dari kamar masing-masing.
"Siapa sih datang pagi-pagi?" keluh Kelvin sambil merapikan rambut dengan kedua telapak tangan.
Profesi sebagai model membuat Kelvin selalu menjaga penampilannya agar tidak terlihat berantakan.
Dian tertawa kecil mendengar keluhan Kelvin. Saat ini mereka berdua masih memakai baju piyama yang nyaman.
"Mungkin Leon," duga Dian.
Semalam Leon mengantar Sherina pulang ke apartemen dan menginap di sana.
Dian dan Kelvin melihat melalui layar monitor terlebih dahulu sebelum membuka pintu. Dugaan Dian sangat tepat karena Leon berdiri di depan dan juga bersama Sherina.
Dian segera membuka pintu apartemen. "Ada apa kak Rina?" tanya Dian.
Leon mendorong tubuh Sherina masuk ke dalam apartemen dengan cepat, lalu menoleh ke belakang dengan tatapan waspada ke sekeliling sebelum ikut masuk ke dalam.
***
Mereka berempat duduk di sofa ruang tamu. Dian dan Kelvin berfirasat ada sesuatu hal penting yang terjadi karena wajah tegang Sherina dan Leon.
"Ada apa Leon?" Kali ini Kelvin yang mengajukan pertanyaan.
"Pagi ini tiga majalah besar beredar gosip tentang Dian dan juga di internet," jawab Leon.
Leon memberikan handphone miliknya ke Kelvin, begitupun juga dengan Sherina memberikan handphone nya ke Dian.
Mereka berdua pun membaca saksama hot gosip apa yang bisa membuat Sherina dan Leon ikut panik. Kebetulan handphone mereka berdua masih ada di dalam kamar.
Foto berdua Dian dengan Chandra, Billy, Leon, dan Kelvin tersebar. Semuanya disertai topik tulisan yang menjelekkan nama Dian sebagai wanita matre serta suka bergonta-ganti pasangan.
Wajah Dian dan Kelvin muram seketika melihat semua postingan itu. Bahkan ada foto yang paling membuat mereka marah besar yaitu foto Chandra dan Sherina juga ada di sana.
"Dian orang ketiga dalam hubungan CEO Chandra dan nona muda Saputra."
"Dian ibarat pagar makan tanaman, merebut pacar teman baik."
__ADS_1
Kelvin membaca dua topik itu sambil menggertakkan gigi. Pantas saja Leon dan Sherina terlihat tegang karena gosip ini juga membuat Sherina terjerumus ke dalam.
"Aku sudah menghubungi ketiga pemilik majalah itu. Mereka mengaku ada orang yang membayar sejumlah uang besar untuk menjelekkan Dian. Tujuan utamanya membuat nama baik Dian rusak dan hancur," kata Leon.
"Kak Rina. Bagaimana reaksi om Adrian dan aunty Raisa?" tanya Dian.
Dian merasa bersalah terhadap Sherina yang ikut terlibat dan terekspos sekarang. Sherina menyadarinya dan memegang erat kedua tangan Dian.
"Papa mama tidak mempermasalahkan semua gosip itu. Kata papa, om Jackson dan Chandra bisa mengatasinya," jawab Sherina sambil tersenyum menenangkan Dian.
"Aku sarankan Dian dan kak Kelvin jangan keluar dulu dari apartemen hari ini," kata Leon.
"Semua ini pasti kerjaan keluarga Bramasta!" tukas Kelvin.
Dian pun sepemikiran dengan Kelvin. Pada awalnya gadis muda itu menduga Anastasia dalang nya, tetapi kekuataan dan uang adik manja itu tidak akan cukup banyak untuk membayar tiga majalah besar.
Hati kecil Dian yakin bukan Stefan yang melakukannya juga sehingga satu-satunya dalang utama itu pastilah Adi Bramasta.
"Dugaan kak Kelvin benar. Adi Bramasta dalangnya!" kata Leon.
"Pupus sudah harapannya mendapatkan keris antik dariku!" ujar Dian.
Dian membatalkan rencananya untuk mengembalikan keris antik dua minggu kemudian ke Adi. Gadis muda itu akan memikirkan cara yang tepat untuk menghukum Adi melalui keris antik.
"Halo kak Chandra," sapa Dian saat mengangkat sambungan telepon.
"Kamu dan Kelvin sudah tahu kan gosip yang beredar di luar?" tanya Chandra.
"Iya kak Chandra. Perlu aku lakukan sesuatu?" tanya Dian.
Tentu saja Chandra mengerti maksud Dian. Keahlian hacker yang diajarkannya ke Dian bisa digunakan oleh gadis muda itu dengan baik, bahkan Chandra yang lebih ahli bisa mendapatkan bukti untuk memutarbalikkan gosip yang beredar saat ini.
Walaupun begitu, Chandra tidak melakukannya. Chandra dan daddy Jackson mempunyai rencana yang lebih baik untuk menghadapi masalah ini.
"Kamu tidak perlu melakukan apa pun. Daddy dan mommy akan pulang lusa. Identitasmu akan diumumkan di perayaan ulang tahun Perusahaan Wijaya, sesuai rencana daddy semula. Banyak wartawan berkumpul di depan apartemen dan perusahaan, jadi kamu dan Kelvin di apartemen saja. Om Bagaskara sudah mengirim dua pengawal untuk melindungimu. Pak Lesmana akan rutin mengantar makanan dari mansion ke sana," jelas Chandra.
"Oke, kak Chandra. Lusa aku ikut jemput daddy dan mommy di airport," kata Dian.
"Baiklah. Rina ada di tempatmu? Aku mau bicara dengan Rina sebentar," ucap Chandra.
"Kak Chandra tahu saja kak Rina ada di mana," canda Dian sambil memberikan handphone ke Sherima.
__ADS_1
Sherina tersipu malu karena candaan Dian. "Halo Chandra," kata Sherina dengan suara lembut.
"Sejak kapan ya suara kak Rina bisa selembut ini?" ujar Leon spontan dan berakhir dengan terkena lemparan bantal sofa tepat di wajahnya dari Sherina.
Suara tertawa kecil Dian dan Kelvin membuat Leon malu serta menggaruk hidungnya yang tidak gatal.
"Rina! Untuk sementara kamu juga tinggal di apartemen dan jangan keluar dulu. Nanti identitas Dian akan diumumkan di hari perayaan ulang tahun Perusahaan Wijaya. Hubungan kita juga akan diumumkan di hari yang sama," ucap Chandra.
"Baiklah," jawab Sherina. Pipi gadis muda itu sudah semakin merah seperti tomat.
Dian, Kelvin, dan Leon tersenyum kecil sambil menatap Sherina tanpa berkedip sedikit pun.
***Ruang kerja Stefan di Perusahaan Bramasta***
Kemarahan Stefan memuncak saat melihat semua gosip yang menyudutkan Dian sehingga memerintahkan Luis untuk menyelidiki siapa orang yang ingin mencelakai Dian.
Ketika mengetahui Adi Bramasta lah yang menjadi dalang utama, Stefan segera menelepon kakeknya.
Suara sambungan telepon berkali-kali tanpa ada yang mengangkatnya. Stefan menunggu dengan sabar, hingga akhirnya telepon diangkat oleh Adi.
"Fan! Aku tahu kamu mencariku karena masalah Dian. Kamu tidak perlu ikut campur. Batas kesabaranku sudah habis!" ujar Adi.
"Kenapa kakek memfitnah dan merusak nama baik Dian? Bagaimana masa depan Dian nantinya?" tanya Stefan dengan emosional.
Stefan tahu Dian mempunyai hati yang baik dan lembut. Buktinya Dian menolong dirinya yang mabuk di Las Vegas, walaupun mereka belum mengenal satu sama lain.
Mengenai keris antik, Stefan berfirasat Dian akan mengembalikannya dalam waktu dekat dan mungkin saja hubungannya dengan Dian bisa dimulai dari pertemanan biasa. Akan tetapi, perbuatan keji Adi merusak nama baik Dian membuat semuanya hancur.
Stefan yakin Adi tidak akan pernah mendapatkan keris antik lagi selamanya.
"Bukan urusanku masa depannya hancur. Jika dia pintar, dia akan meminta maaf padaku dan mengembalikan keris antik. Aku akan membantu mengklarifikasi sedikit nama baiknya yang sudah rusak. Orang lain percaya atau tidak, itu bukan urusanku lagi!" jawab Adi dengan arogan.
"Dan satu lagi! Jangan harap kamu bisa membantu membersihkan nama Dian! Berita itu tidak akan hilang dalam seminggu kecuali aku yang menarik kembali!" lanjut Adi sebelum memutuskan sambungan telepon.
***
Selamat siang readers tercinta. Ada satu bab lagi ya nanti malam.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE