
***Butik Raisa***
Anastasia membuat keributan di lantai satu butik karena termakan hasutan Gisel. Hari ini suasana hati Anastasia sangat senang karena Gisel mendapatkan dua tiket masuk ke private fashion show dan mengundang Anastasia menemaninya ke sana malam ini.
Mereka berdua pun berjanjian untuk membeli gaun pesta baru yang akan dikenakan nanti malam.
Suasana hati Anastasia menjadi buruk saat Gisel memberitahukannya mobil porsche putih yang diparkir di depan Butik Raisa adalah mobil Dian.
Kebencian dan kemarahan Anastasia terhadap Dian sudah mencapai titik maksimal sehingga Anastasia ingin mencari masalah dengan Dian di dalam butik.
Apa lagi keris antik sudah pasti tidak akan dikembalikan oleh Dian sehingga Anastasia tidak perlu berpura-pura berbaikan dengan Dian.
Adik manja itu semakin kesal ketika tidak menemukan Dian di lantai satu dan menduga Dian berada di lantai dua, tetapi pegawai butik melarangnya naik ke lantai dua.
"Maaf nona Sia. Ada tamu VIP di lantai dua sehingga lantai dua closed untuk dua jam ke depan," ucap pegawai butik dengan sopan.
"Aku juga tamu VIP di sini. Aku mau ke lantai dua sekarang!" ujar Anastasia dengan ketus.
Anastasia mendorong pegawai butik dengan kasar dan berlari kecil menaiki tangga. Gisel mengikutinya dari belakang sambil tersenyum samar.
Pegawai dan manajer butik pun ikut berlari naik ke lantai dua. "Maaf nona Rina," ujar pegawai dan manajer butik secara bersamaan.
Mereka berdua takut disalahkan oleh Sherina karena tidak berhasil mencegah Anastasia. Selama ini Sherina selalu low profile sehingga tidak banyak orang yang tahu dirinya adalah putri Raisa dan Adrian.
"Tidak apa-apa," jawab Sherina dengan tenang, lalu melihat ke arah Anastasia yang sedang menatap tajam Dian.
"Bukan rahasia lagi nona Sia tidak mendapat pelajaran tata krama di keluarga Bramasta," sindir Sherina.
Wajah Anastasia merah padam mendengar sindiran Sherina. Terlebih lagi Dian bersikap acuh sejak dirinya berada di lantai dua.
"Sia. Kita sama-sama tamu VIP Butik Raisa. Dian pasti tidak keberatan kita bergabung untuk menonton peragaan pakaian yang dijual di butik," kata Gisel.
__ADS_1
"Kak Gisel terlalu baik hati sama dia!" tukas Anastasia.
"Aku keberatan kalian bergabung," tolak Dian dengan tegas.
Sherina memberi isyarat mata ke manajer butik sehingga manajer butik berjalan menghampiri Anastasia.
"Maaf nona Sia. Peraturan di butik, pelanggan VIP pertama akan dilayani terlebih dahulu. Mohon nona Sia dan nona Gisel menunggu di lantai satu," kata manajer butik.
Wajah Anastasia dan Gisel menjadi pucat seperti warna kertas. Mereka berdua tidak menyangka manajer butik berani menyinggung mereka demi Dian.
Tentu saja Anastasia tidak mau mendengar permintaan manajer butik. Harga diri nya yang terlalu tinggi tidak memperbolehkan dirinya dipermalukan di depan Dian.
"Aku tidak mau turun! Aku bisa membeli semua pakaian yang sudah dipilih olehnya! Dia yang harus pergi!" ujar Anastasia sambil menunjuk Dian.
Manajer butik serba salah melihat Anastasia, Dian, dan Sherina bergantian. Tepat saat Sherina ingin menegur Anastasia lagi, Dian memegang tangannya dan tersenyum kecil.
"Kamu benaran mau membeli pakaian yang sudah aku pilih?" tanya Dian sambil mengangkat sebuah kertas yang berisi daftar pakaian yang sudah dipilih olehnya tadi.
"Tentu saja!" jawab Anastasia yakin.
Gisel tersenyum lebar melihat Anastasia berhasil mempermalukan Dian. Pelakor itu menunggu reaksi balasan Dian terhadap Anastasia dengan antusias.
Pelajaran yang didapatkan Gisel di ballroom sebulan yang lalu membuatnya yakin Dian bukanlah gadis yang mudah ditindas.
"Ayo cepat bungkus! Aku masih harus ke salon untuk perawatan manicure pedicure," kata Anastasia sambil memberikan kertas itu ke manajer butik.
Sekali lagi manajer butik membisu serta menatap Anastasia, Dian, dan Sherina bersamaan dengan wajah tegang. Manajer butik merasa serba salah.
"Karena nona Sia sangat menyukai pakaian yang sudah aku pilih, dibungkus saja untuknya," kata Dian ke manajer butik.
Mata Sherina berbinar-binar karena mengerti maksud perkataan Dian sehingga Sherina pun menganggukkan kepala ke manajer butik.
__ADS_1
Manajer butik menarik napas lega. "Susi. Tolong dibungkus semua pakaian milik nona Sia," perintah manajer butik ke salah satu pegawai.
Anastasia mengangkat dagu dan menatap Dian dengan sombong seterlah mendengar perkataan manajer butik. Dian berdiri dari tempat duduk dan menarik tangan Sherina.
"Ayo kita pergi, Kak Rina!" ajak Dian.
"Oke," jawab Sherina.
"Tahu diri juga lu, gak berani melawanku!" kata Anastasia dengan suara keras saat Dian dan Sherina menuruni anak tangga.
Dian dan Sherina mengacuhkan sindiran Anastasia. Sementara Gisel berfirasat buruk karena sikap Dian yang mengalah terhadap Anastasia kali ini.
"Kak Gisel, kita tunggu di sini saja. Nanti Kak Gisel bisa pilih salah satu gaunnya untuk ke private fashion show malam ini," kata Anastasia dengan senang.
"Terima kasih Sia," ucap Gisel dengan suara lembut.
Mereka berdua pun duduk di sofa yang dipakai oleh Dian dan Sherina sebelumnya.
Beberapa saat kemudian Susi dan dua pegawai butik menenteng dua paper bag di tangan masing-masing.
Manajer butik menyerahkan strruk ke tangan Anastasia. "Nona Sia. Total semuanya tujuh puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah. Bayar tunai atau kartu kredit?" tanya manajer butik.
"Apa?" teriak Anastasia dan Gisel bersamaan.
***
🤣🤣🤣 Sia ada uang untuk bayar atau gak ya? Main tebak-tebakan yuk. Siapa yang akan membayar semua pakaian itu?
Jawabannya di bab malam 🤗.
TERIMA KASIH
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE