
***Butik Raisa***
Anastasia dan Gisel terkejut mendengar uang yang harus dikeluarkan dari mulut manajer butik. Bagaimana mungkin beberapa gaun baru bisa menghabiskan hampir seratus juta?
"Maksudmu tujuh juta tujuh ratus ribu?" tanya Gisel sambil membaca totalan angka di struk untuk memeriksa lebih saksama.
"Bukan, nona Gisel. Totalnya tujuh puluh tujuh juta lima ratus ribu. Semua pakaian itu koleksi terbaru dari Paris dan baru masuk ke Asia minggu ini," jawab manajer butik.
Gisel melirik ke wajah tegang Anastasia. Saat ini Gisel baru menyadari alasan Dian tidak mau ribut dengan Anastasia tadi.
"Sialan! Dian menang lagi!" batin Gisel.
"Pakaiannya tidak terlalu bagus. Kita mau cancel," ujar Gisel.
"Iya, benar. Selera pakaian Dian sangat buruk. Tidak cocok denganku," kata Anastasia dengan cepat.
"Maaf nona Sia. Pakaiannya tidak bisa di cancel karena nona Sia sudah menandatangani list pembelian tadi," tolak manajer butik dengan tegas.
"Sialan! Aku dijebak Dian!" batin Anastasia.
"Nona Sia mau bayar dengan tunai atau kartu kredit?" tanya manajer butik sekali lagi.
Manajer butik menunggu jawaban Anastasia dengan sabar, sedangkan gadis manja itu merasa kesal dan malu.
Kartu kredit miliknya sudah disita oleh Adi Bramasta. Begitupun juga dengan uang jajannya dipotong habis untuk bulan ini. Anastasia hanya membawa uang tunai sepuluh juta, yang dimintanya dari Laura.
"Sia! Coba hubungi tante Laura," kata Gisel dengan suara kecil.
"Mama sudah berangkat ke Surabaya menghadiri pesta pernikahan anak temannya," jawab Anastasia.
"Bagaimana kalau hubungi Stefan? Aku yang telepon saja," kata Gisel.
Gisel ingin menggunakan kesempatan ini membuat Anastasia merasa berhutang budi terhadap kebaikan hatinya.
"Iya. Kak Gisel bantu telepon kak Stefan, tetapi…"
"Tenang saja, Sia! Stefan tidak akan menyalahkanmu," ucap Gisel dengan yakin.
***
Stefan menerima sambungan telepon saat nama Anastasia muncul di layar handphone. Gisel menggunakan handphone Anastasia untuk menghubungi Stefan.
__ADS_1
"Ada apa Sia?" tanya Stefan tanpa basa basi.
"Fan! Aku dan Sia di butik Raisa. Uang Sia tidak cukup untuk membayar. Bisa kah kamu datang?" tanya Gisel.
"Berapa totalnya?" tanya Stefan dengan nada menyelidiki.
Stefan tahu jelas hukuman Adi terhadap Anastasia dan pastinya adik manja itu memegang uang tunai dari Laura dalam jumlah yang tidak banyak.
Sebodoh apa pun Anastasia, gadis itu tidak akan mungkin berbelanja melebihi uang yang dipegangnya. Stefan sangat yakin akan hal itu.
"Hampir delapan puluh juta. Tadi Dian tidak jadi beli pakaiannya sehingga Sia membelinya," jawab Gisel.
Gisel tahu kepintaran Stefan bisa menebak Dian lah yang menjebak Anastasia untuk membeli semua pakaian itu.
"Luis akan ke sana!" kata Stefan dan menutup sambungan telepon.
Gisel merasa senang karena Stefan terdengar gusar sewaktu menutup sambungan telepon. Gisel menduga Stefan marah terhadap Dian.
"Tenang saja Sia. Luis akan datang sebentar lagi," ucap Gisel.
Anastasia menarik napas lega dan menoleh ke arah manajer butik.
"Sekretaris kakakku akan datang dan membayarnya. Tujuh puluh juta nilai sepele buatku. Aku cuma lupa bawa kartu kredit hari ini," ujar Anastasia dengan sombong.
Anastasia mendengus kasar dan melipat kedua tangannya di depan dada. Manajer butik dan beberapa pegawai butik tetap berada di lantai dua menemani Anastasia dan Gisel.
Walaupun mereka semua terlihat tersenyum ramah dan sopan terhadap dirinya, Anastasia yakin mereka menertawakannya di dalam hati kecil masing-masing.
***Ruang kerja Stefan di Perusahaan Bramasta***
Stefan mengeluarkan salah satu kartu kredit berwarna hitam, yang merupakan versi signature dengan limit maksimal dari dompet. Kemudian memberikannya ke Luis.
"Luis! Tolong pergi ke Butik Raisa bayar belanjaan Sia dan kirim semuanya ke Perusahaan Jayanata untuk Dian!" perintah Stefan.
"Baik pak Stefan," jawab Luis dengan patuh.
Stefan sangat mengenal sifat sombong adik tirinya sehingga yakin Anastasia sengaja merebut pakaian yang akan dibeli oleh Dian di Butik Raisa.
Stefan ingin menepati janjinya kepada Dian bahwa dirinya tidak akan membiarkan Anastasia mengganggu Dian lagi.
Mengirim semua pakaian yang sudah dipilih oleh Dian adalah salah satu bentuk penebusan Stefan akan kesalahan Anastasia terhadap Dian.
__ADS_1
***Butik Raisa***
Tiga puluh menit kemudian, Luis tiba di Butik Raisa. Anastasia dan Gisel segera turun ke lantai satu butik.
"Luis. Kenapa lama sekali?" tanya Anastasia dengan ketus.
"Maaf, nona Sia. Tadi Pak Stefan masih meeting," jawab Luis dengan sopan.
"Kalian semua dengar kan? Kakakku sangat sibuk dan CEO yang sukses. Aku tidak mungkin menunda pembayaran begitu lama," ujar Anastasia sambil menatap satu persatu pegawai Butik Raisa yang mengawasinya selama tiga puluh menit tadi.
Manajer butik dan para pegawai butik membalas dengan senyuman ramah. Mental mereka sudah dilatih keras agar menjadi seperti baja untuk menghadapi nona muda sombong seperti Anastasia.
Luis mengeluarkan kartu kredit Stefan dan membayar dengan cepat.
"Antar semua belanjaanku ke mobil!" perintah Anastasia ke pegawai butik saat Luis sudah menyelesaikan pembayaran.
Mobil BMW merah yang digunakan oleh Anastasia masih parkir di depan butik dengan pak sopir.
"Maaf, nona Sia. Tetapi tuan ini sudah membayar biaya kirim dan ditujukan ke alamat pengiriman Perusahaan Jayanata, atas nama nona Dian," jelas manajer butik sambil membaca tulisan Luis.
"Apa katamu?" teriak Anastasia spontan. Manajer butik menunjuk Luis yang berdiri di sampingnya.
Anastasia pun melotot ke arah Luis. "Kenapa harus kasih Dian? Semua pakaian itu milikku!" pekik Anastasia dengan kesal.
"Tadi Dian yang tidak mau pakaiannya," ujar Gisel.
"Nona Sia. Aku hanya menjalankan perintah dari pak Stefan," jawab Luis dengan tenang.
"Aku pamit dulu. Tugasku sudah selesai," lanjut Luis dan berjalan meninggalkan Butik Raisa.
"Sialan! Hanya bawahan kak Stefan saja, berani mengacuhkanku!" umpat Anastasia dan berlari tergesa-gesa keluar dari butik, lalu masuk ke dalam mobil dan menutup pintu dengan keras.
Gisel menyusul Anastasia dengan wajah muram dan mengepalkan erat kedua tangannya. Sikap baik Stefan terhadap Dian membuat Gisel semakin tidak nyaman.
***
Selamat malam readers. Identitas Dian akan terungkap setelah private fashion show Tasha.
Sampai jumpa besok🤗
TERIMA KASIH SEMUA DUKUNGANNYA 🥰🥰🥰
__ADS_1
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE