
***Tempat pelelangan amal***
Pembawa acara pelelangan tersenyum semringah menatap Dian. Walaupun Dian masih memakai pakaian kerja formal berupa blazer hitam lengan panjang dan blus putih berkerah yang dipadu dengan rok span hitam, pembawa acara berfirasat keris antik ini bisa mendapatkan harga tawaran yang lebih tinggi lagi dari Dian.
"Nona cantik ini menawar seratus juta untuk keris antik. Apakah ada penawar lainnya lagi?" tanya pembawa acara sambil melirik ke arah Laura dan Anastasia.
Sepasang ibu dan anak sombong itu yang masih menoleh ke belakang menatap tajam Dian, segera membuang muka dan menghadap ke depan.
Laura mengangkat papan nomor di tangannya. "Seratus lima puluh juta!" ucap Laura.
"Dua ratus juta!" Suara Dian dari belakang menggema dan menusuk ke dalam pikiran Laura serta Anastasia.
Jika saat ini mereka berdua bukan berada di tempat umum dan menjadi pusat perhatian banyak orang, ucapan sumpah serapah dari mulut Laura dan Anastasia pasti sudah berkumandang di ruangan pelelangan amal.
"Kurang ajar! Dian sengaja ingin mempermalukanku!" batin Laura.
"Dasar sampah sialan! Sok kaya! Mana mungkin dia ada dua ratus juta?!" kata hati Anastasia.
Laura dan Anastasia mencurigai Dian hanya omong kosong saja, tetapi beberapa saat kemudian wajah keduanya berubah panik. Mereka ingat Dian mendapatkan uang jajan 50 juta setiap bulan dari Stefan. Jumlah uang jajan yang sama dengan mereka.
Jika dihitung-hitung pernikahan sebelas bulan ini, Dian mempunyai totalan uang jajan 550 juta. Meskipun Stefan pernah mengatakan Dian tidak meminta satu rupiah pun sewaktu bercerai, tetapi mereka tahu Luis selalu tepat waktu mengantar uang jajan berupa tunai ke Dian setiap awal bulan.
Laura dan Anastasia bisa berpikiran mengenai uang jajan dikarenakan pelelangan amal kali ini menggunakan uang jajan Laura yang disisihkannya setiap bulan.
Sementara uang jajan Anastasia sudah habis terpakai setiap bulan. Apa lagi jumlah uang jajannya dipotong oleh Adi Bramasta karena hot gosip mengenai dirinya yang membuat harga saham Perusahaan Bramasta anjlok.
"Dua ratus lima puluh juta!" kata Laura sambil menggertakkan giginya.
"Tiga ratus juta!" ucap Dian dengan santai sambil mengangkat papan nama di tangannya.
Laura menoleh ke arah Dian dan menatapnya tajam, dengan maksud memperingatkan gadis muda itu. Dian membalas dengan senyuman kecil, lalu memberi tatapan berbinar-binar ke keris antik yang berada di atas panggung.
Sikap Dian membuat kemarahan dan kekesalan Laura mencapai ubun-ubun, sedangkan Anastasia memegang tangan Laura dengan erat. Wajah adik tidak tahu diri itu sudah pucat seperti warna kertas.
"Ma! Cepat nawar lagi! Aku bisa di bun*h kakek kalau keris antik hilang," ucap Anastasia dengan suara bergetar.
Semula Anastasia yang membujuk Laura untuk membawa keluar keris antik secara diam-diam ke tempat pelelangan amal tanpa sepengetahuan Adi.
__ADS_1
Rencana mereka seharusnya berjalan sangat lancar dan hanya perlu mengeluarkan lima puluh juta saja untuk membeli keris antik dan juga membersihkan citra buruk Anastasia belakangan ini.
Mereka berdua tidak menyangka Dian akan muncul di pelelangan amal pribadi dan terlihat jelas gadis muda itu sengaja melawan mereka.
"Sia! Uang simpanan mama tinggal seratus juta saja," keluh Laura.
"Ayo ma! Kita tidak boleh kalah sama si sampah itu," ujar Anastasia.
Perkataan Anastasia mengena di hati Laura. Sikap gengsi dan angkuh yang sudah mendarah daging di dalam tubuh Laura membuatnya bertekad kuat mengalahkan Dian.
Laura menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan kepanikan hatinya.
"Empat ratus juta!" teriak Laura dengan suara keras.
Kali ini para tamu undangan dan juga pembawa acara menatap Laura dengan ekspresi terkejut. Mereka tidak menyangka Laura akan membeli kembali barang yang disumbangkan dengan harga 400 juta.
Jika sebelumnya penawaran harga pertama sebesar 50 juta dari Laura masih bisa masuk akal, tetapi sekarang terlihat jelas Laura dan Dian saling menawar untuk mendapatkan keris antik.
"Baiklah. Empat ratus juta! Apakah nona cantik ingin menawar lebih tinggi lagi?" tanya pembawa acara.
"Empat ratus juta satu kali!"
"Empat ratus juta dua kali!"
Laura dan Anastasia menghela napas lega karena mengira badai telah berlalu.
"Lima ratus lima puluh juta!"
Kali ini Laura dan Anastasia tidak lagi menoleh ke belakang karena mereka berdua sudah yakin suara itu berasal dari Dian.
Perasaan kesal, marah, dan panik bercampur aduk di hati Laura dan Anastasia. Tidak ada lagi harapan untuk mereka mendapatkan keris antik karena semua uang simpanan Laura tidak cukup menawar lebih tinggi dari 550 juta.
"Lima ratus lima puluh juta sekali!
"Lima ratus lima puluh juta dua kali!
"Lima ratus lima puluh juta tiga kali!" Suara pembawa acara menggema di ruangan pelelangan disertai ketukan palu di atas meja satu kali pertanda benda sudah berhasil di lelang.
__ADS_1
"Selamat nona cantik nomor 77 berhasil mendapatkan keris antik. Semua uang hasil pelelangan akan disumbangkan ke panti asuhan yang membutuhkan," kata pembawa acara.
***
Billy menoleh ke arah Dian yang tersenyum puas dengan suasana hati yang senang.
"Princess. Lima ratus lima puluh juta untuk keris tua itu? Apakah setimpal?" tanya Billy penasaran.
"Keris itu pusaka turun temurun keluarga Bramasta. Menurutmu setimpal atau tidak?" Dian bertanya balik ke Billy.
Mulut Billy terbuka lebar sejenak karena perkataan Dian, lalu pandangan matanya menuju ke dua wanita sombong di depan sana yang terlihat jelas duduk dengan tidak tenang seolah-olah ada jarum di kursi mereka. Bahkan Laura mengeluarkan handphone dari tas tangan dan menelepon seseorang.
"Mereka berdua bodoh atau tidak punya otak?" tanya Billy spontan.
Billy yakin tidak akan ada orang yang percaya nyonya dan nona muda Bramasta melelang pusaka keluarga hanya untuk memperbaiki reputasi yang buruk di muka umum, tetapi itu memang kenyataan yang dilihatnya sekarang.
"Kedua-duanya!" Dian memberikan jawaban yang pasti akan pertanyaan Billy tadi.
Dian ikut mengamati saksama gerak gerik Laura dan Anastasia. Gadis muda itu yakin kedua wanita sombong itu pasti akan menghalanginya mengambil keris antik itu.
Dian tidak sabar menunggu drama pertunjukkan yang akan muncul dalam waktu dekat.
Dua puluh menit kemudian acara pelelangan amal selesai. Para tamu undangan yang berhasil membeli benda lelang dipersilakan masuk ke dalam ruangan VIP untuk proses administrasi pembayaran dan pengambilan barang.
Billy menemani Dian masuk ke dalam salah satu ruangan VIP yang sudah dipersiapkan. Laura dan Anastasia ikut masuk ke dalam ruangan itu dengan tidak tahu malu.
***
Selamat siang readers tercinta. Camilannya disisihkan untuk dimakan sambil membaca bab malam ya😂. Mudah-mudahan gak gantung lagi ceritanya 😅 karena diketik on the spot, jadi cukup kata langsung up 🤗🙏
Siapakah yan ditelepon Laura?
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
__ADS_1