HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA
BAB 38. Salah langkah dansa?


__ADS_3

***Ballroom hotel jamuan makan malam***


Perhatian para tamu undangan tidak terlepas dari sepasang sejoli yang sedang berdansa dengan indah. Bahkan para pemain band pun memusatkan perhatian mereka ke sana.


Dansa pertama yang sempurna mewakili acara jamuan makan malam ini sukses sehingga para pemain band menyesuaikan alunan musik dengan gerakan tubuh Dian dan Stefan di sana.


"Mereka berdua sangat serasi!" ucap Erik spontan.


Beberapa tamu yang berada di dekatnya menganggukkan kepala bersamaan pertanda sepemikiran dengan perkataan Erik.


Walaupun begitu, para tamu undangan bisa merasakan sesuatu yang aneh dari Dian dan Stefan. Gerakan tarian mereka berdua sangat indah dan melengkapi satu sama lain, tetapi keduanya terlihat jelas tidak berinteraksi satu sama lain.


Dansa pertama itu hanyalah formalitas sebagai tanda keberhasilan kerja sama Perusahaan Jayanata dan Bramasta dengan Perusahaan Alpha. Dansa itu bukanlah dansa sepasang sejoli yang masih memiliki rasa cinta satu sama lain.


Hal itu membuat para tamu undangan yakin Dian lebih memilih Chandra dari pada Stefan. Buktinya tadi Dian mau melakukan dansa pertama dengan Stefan juga dikarenakan Chandra mengizinkannya.


Sebagian tamu undangan yang penasaran, tidak bisa menahan diri untuk mencuri pandang ke arah Chandra. Mereka ingin tahu bagaimana reaksi Chandra terhadap Dian dan Stefan yang berdansa di tengah ballroom hotel.


Mata mereka membulat besar dan hampir saja mulut juga ikut terbuka lebar jika tidak mengingat mereka sedang berada di dalam ballroom.


Chandra berdiri dengan tenang menikmati anggur merah di tangannya dan juga tarian di tengah ballroom. Bahkan senyum kecil mengembang di sudut bibir Chandra.


Para tamu undangan tidak habis pikir, kenapa Chandra bisa tersenyum melihat pasangannya melakukan dansa pertama dengan Stefan. Tidak ada ekspresi marah atau pun tidak senang di wajah Chandra.


Mereka tidak akan mengetahui arti senyuman Chandra saat ini. Chandra tersenyum karena mendengar alunan musik yang semakin cepat disebabkan oleh Dian.


Dian sengaja menari dengan gerakan cepat sehingga para pemain band musik pun memainkan musiknya mengikuti gerakan tubuh Dian. Tentu saja karena Dian ingin menyelesaikan dansa pertamanya dengan Stefan secepat mungkin.


Stefan pun menyadari niat tersembunyi Dian, tetapi dirinya tidak mengatakan satu kata pun dan menyeimbangkan gerakan tariannya dengan Dian. Sepasang matanya tidak pernah terlepas dari wajah Dian.


Tepat saat alunan musik akan berhenti, senyuman lebar semakin mekar di sudut bibir Dian karena dirinya bisa terbebas dari perasaan canggung dan tidak nyaman dalam waktu dekat.


Stefan melihat jelas kelegaan di wajah Dian dan membuat perasaan hatinya tidak karuan. Stefan mencondongkan tubuhnya ke depan dan Dian mundur satu langkah mengikuti alunan musik, lalu saat Dian melangkahkan kakinya ke depan, ternyata Stefan tidak mundur sehingga bibir mereka berdua bersentuhan selama dua detik.


Dian refleks memalingkan wajahnya ke samping dengan cepat bersamaan dengan alunan musik berhenti. Suara tepuk tangan menggema di dalam ballroom hotel.


Dian melepaskan tangannya dari bahu dan genggaman tangan Stefan. Pria itu pun melepaskan tangannya dari pinggang ramping Dian.

__ADS_1


Gadis muda itu memberikan tatapan tajam ke Stefan, lalu membalikkan tubuhnya meninggalkan tengah ballroom menuju tempat Chandra berada. Stefan pun berjalan dengan santai menghampiri Erik.


Padahal Stefan bisa merasakan detak jantungnya semakin cepat dan juga aliran listrik menyengat seluruh tubuh melalui bibirnya.


***


Pemain band memainkan musik yang baru sehingga beberapa pasangan mulai berdansa di tengah ballroom. Erik menoleh ke Stefan yang berdiri mematung di sampingnya.


"Fan. Kamu sengaja menciumnya tadi?" tanya Erik dengan suara kecil.


"Aku lupa langkah dansa," bantah Stefan.


Erik tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya mendengar bantahan Stefan. Erik melihat jelas Dian menatap tajam Stefan setelah ciuman tidak sengaja tadi. Terlihat jelas mantan istri Stefan marah dan kesal.


"Kesalahan langkah dansamu akan membuat hot gosip hubungan kalian menyebar lagi," ujar Erik.


Stefan tertegun mendengar perkataan Erik yang benar sepenuhnya. Tindakan gegabahnya malam ini akan membuat Dian menerima kritikan dari netizen lagi.


"Aku akan mengatasinya," kata Stefan.


"Setidaknya kamu bukan mantan yang buruk," ujar Erik sambil bersulang gelas winenya menyentuh gelas wine Stefan. Mereka berdua meneguk habis anggur merah masing-masing.


"Kita bisa pulang sekarang jika kamu tidak ingin berada di sini lagi," kata Chandra.


"Tidak apa-apa Kak Chandra. Jamuan makan malam baru saja dimulai. Kita harus memperlihatkan keseriusan Perusahaan Jayanata akan proyek kerja sama ini," ucap Dian.


"Princess! Kak Chandra!" Billy tiba-tiba muncul di hadapan mereka sambil tersenyum lebar.


Chandra tahu Billy termasuk salah satu teman dekat Dian dan juga menyukai adik kesayangannya selama ini. Tentu saja Sherina yang memberitahukan semuanya ke Chandra.


Chandra ingin memberi kesempatan kepada Billy untuk meluluhkan hati Dian dan melupakan pernikahan pertamanya yang gagal dengan Stefan.


"Kamu mengobrol bersama Billy saja. Aku yang wakilin Perusahaan Jayanata berbincang dengan pengusaha lainnya," kata Chandra.


"Baik kak Chandra," jawab Dian dengan patuh.


Dian tahu Chandra tidak ingin dirinya mendengar pertanyaan dari para tamu undangan tentang hubungannya dengan Stefan apakah akan rujuk atau tidak akibat ciuman tidak sengaja tadi.

__ADS_1


"Tenang saja Kak Chandra. Aku akan menjaga princess dengan baik," ucap Billy.


Billy baru tiba di ballroom hotel sehingga tidak mengetahui kejadian dansa pertama tadi.


"Princess. Ayo kita duduk di sana," ajak Billy sambil menunjuk salah satu meja di sudut ballroom. Tempat yang cocok untuk menghindari keramaian dan gangguan dari tamu undangan lainnya.


***


Billy bisa merasakan suasana hati Dian muram dan berfirasat ada sesuatu yang terjadi sebelum kedatangannya. Lagi pula Billy sempat melihat Stefan juga menghadiri acara ini dan sedang berbincang dengan Erik.


"Dian. Kamu sangat cantik malam ini," puji Billy.


"Tentu saja. Gaun rancangan aunty Raisa selalu pas dan sempurna di tubuhku," jawab Dian.


"Acaranya tidak menarik. Kalau bukan karena kamu ada di sini, aku tidak akan datang," ujar Billy.


Dian hanya tersenyum kecil mendengar perkataan Billy. Suasana hatinya menjadi lebih gembira karena kemunculan Billy.


Sebelum berangkat, Dian sengaja mengirim foto dirinya dengan gaun rancangan Raisa ke grup chat whassapp mereka, sekalian berterima kasih kepada Sherina dan Leon.


Billy semakin terkagum dengan kecantikan Dian sehingga memutuskan ikut hadir di acara ini.


"Bagaimana proyek AI? Siapa yang berhasil bekerja sama dengan Perusahaan Alpha?" tanya Billy.


"Tentu saja Perusahaan Jayanata. Aku yang mendapatkan proyek itu," jawab Dian dengan semangat.


Tiba-tiba raut wajah Dian menjadi dingin ketika melihat tiga orang datang menghampirinya.


***


Selamat siang readers tercinta. Siapakah yang menghampiri Dian dan Billy?


Jawabannya ada di bab malam ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2