HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA
BAB 97. Permintaan maaf


__ADS_3

***Perusahaan Jayanata***


Sopir Anjas menghentikan mobilnya di depan Perusahaan Jayanata. "Ellen. Ayo kita turun dan meminta maaf ke CEO Dian!" ajak Anjas.


Sejak dari Perusahaan Bramasta, Anjas memerintahkan sopir mobil menuju Perusahaan Jayanata untuk mencari Dian.


Anjas memberitahukan semua penolakan Stefan ke Ellen sehingga satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan Ellen saat ini hanyalah Dian.


Anjas yakin dirinya bisa membujuk Dian dengan memperlihatkan ketulusan hatinya melanjutkan proyek real estate Perusahaan Jayanata dengan harga yang lebih murah 10% dari harga pasaran.


Dengan demikian, Dian pasti akan memaafkan kesalahan Ellen dan mencabut gugatan pencemaran nama baik.


Ellen turun dari mobil dengan enggan. Jika bukan karena takut dirinya akan dipenjara dan bujukan dari Anjas, Ellen tidak mau meminta maaf ke Dian.


Resepsionis Perusahaan Jayanata menyambut kedatangan Anjas dengan ramah dan menanyakan maksud kedatangan Anjas. Anjas mengemukakan keinginannya untuk bertemu dengan Dian.


"Silakan tunggu sebentar, Pak Anjas. Saya hubungi sekretaris pribadi CEO Dian terlebih dahulu," ucap resepsionis wanita dengan sopan.


Biasanya rekan bisnis yang ingin bertemu Dian, jika ada janji temu sebelumnya maka resepsionis akan mengantarnya ke ruang tunggu. Akan tetapi, nama Anjas tidak ada dalam daftar janji temu sehingga resepsionis harus menanyakannya ke David.


Beberapa saat kemudian, resepsionis meletakkan kembali gagang telepon ke tempatnya.


"Maaf Pak Anjas. CEO Dian menolak bertemu anda," jawab resepsionis wanita.


"Sombong sekali!" ucap Ellen dengan ketus.


"Diam Ellen!" bentak Anjas sambil melotot ke putrinya yang manja.


Ellen memanyunkan bibirnya karena dibentak oleh Anjas. Gadis manja itu membuang muka ke samping.


"Terima kasih. Aku akan menunggu di luar!" jawab Anjas ke resepsionis wanita.


Anjas menolak untuk menyerah begitu cepat dan memutuskan menunggu Dian di depan Perusahaan Jayanata untuk membuktikan ketulusan hatinya.

__ADS_1


Sementara Ellen memendam kekesalan di dalam hatinya karena takut dengan kemarahan Anjas. Apa lagi Naomi berkali-kali meneleponnya membuat Ellen frustasi dan memblokir nomor handphone Naomi.


Anjas dan Ellen menunggu di dalam mobil hingga hari gelap. Ellen sudah tidak sabaran dan menganggap Dian sengaja mempersulitnya dan Anjas. Akan tetapi, Anjas tidak sepemikiran dengan Ellen. Anjas tahu pekerjaan Dian sebagai CEO sangat banyak.


"Ellen! Kamu harus meminta maaf ke CEO Dian agar dia mau mencabut gugatan," pesan Anjas.


"Baik ayah," jawab Ellen dengan tidak bersemangat.


Beberapa saat kemudian terlihat mobil porsche putih berhenti di depan Perusahaan Jayanata. David turun dari bagian kemudi.


Anjas mengenali David sebagai sekretaris pribadi Dian. "Kita turun sekarang, Ellen!" kata Anjas dan membuka pintu mobil.


Ellen mengikuti Anjas dari belakang sambil mengepalkan erat kedua tangannya karena harus meminta maaf ke Dian. Wajah Anjas menjadi ceria saat melihat David membukakan pintu belakang mobil untuk Dian yang baru saja keluar dari pintu utama Perusahaan Jayanata.


"CEO Dian! Tunggu sebentar!" panggil Anjas sambil mempercepat langkah kakinya.


Dian mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil dan menoleh ke arah Anjas.


"CEO Dian! Ellen datang meminta maaf. Aku harap CEO Dian mau mencabut gugatan," jawab Anjas.


Dian melirik sekilas ke arah Ellen yang berdiri di belakang Anjas. Tidak terlihat raut penyesalan di wajah Ellen sehingga Dian tersenyum kecil.


"Ellen!" panggil Anjas.


'Maaf!" ucap Ellen dengan singkat.


"Aku yakin Pak Anjas tidak pernah mengajari tata krama serta cara meminta maaf yang benar," ujar Dian.


Wajah Anjas menjadi pucat dan merasa kesal karena Ellen masih bersikap angkuh di hadapan Dian.


"Sebagai artis muda, seharusnya dia memberi contoh dengan perbuatan dan kata-kata yang baik. Kali ini harus merepotkan pengacara dan polisi untuk mengajarinya. Lagi pula bukan aku yang menggugatnya," lanjut Dian.


"Ayo kita pergi, David. Pak Komang sudah menunggu kita," kata Dian sambil masuk ke dalam mobil, meninggalkan Anjas dan Ellen di sana.

__ADS_1


"Baim CEO Dian," jawab David.


David ingin menutup pintu mobil belakang, tetapi Anjas menahan pintu mobil dengan kedua tangannya.


"Tunggu sebentar CEO Dian. Ellen putriku satu-satunya. Aku bersedia melanjutkan proyek real estate dengan harga kurang 10% dari harga pasaran. Itu sangat menguntungkan Perusahaan Jayanata," ucap Anjas.


Dian tersenyum sinis mendengar perkataan Anjas yang tidak tahu malu. Pantas saja sifat itu menurun pada Ellen.


"Aku duga Pak Anjas sudah pikun. Sejak anda mengingkari kontrak, proyek real estate Perusahaan Jayanata sudah dikerjakan oleh developer SumberJaya. Jadi Pak Anjas harus menerima kenyataan ini. Bukan hanya gugatan pencemaran nama baik tetap berlanjut, proyek properti Perusahaan Wijaya serta semua anak perusahaan tidak akan menggunakan perusahaan anda lagi!" ucap Dian dengan tegas.


Tubuh Anjas terhuyung ke belakang beberapa langkah kaki karena perkataan Dian. Ellen segera memegang erat lengan Anjas dengan cepat.


Kali ini wajah Ellen sudah pucat seperti warna kertas. Ellen menyadari kenyataan pahit yang terpampang di depan matanya saat ini. Sikap angkuh dan harga diri yang tinggi hilang sekejap mata.


Ellen tahu karier dan reputasinya pasti hancur. Begitu pun juga dengan Perusahaan Jayakencana berada dalam ambang kehancuran dan bangkrut dalam waktu dekat.


Developer SumberJaya merupakan kompetitor Perusahaan Jayakencana selama ini. Anjas bisa pastikan banyak proyeknya akan jatuh ke tangan Perusahaan SumberJaya karena kebodohannya mempercayai janji muluk dari Adi Bramasta sehingga berani menyinggung Dian.


David memanfaatkan kesempatan saat pegangan tangan Anjas terlepas. Sekretaris pribadi itu menutup pintu mobil dengan cepat, lalu masuk ke dalam mobil bagian kemudi untuk mengemudikan mobil.


Mobil porsche putih melaju dengan kecepatan sedang, meninggalkan Anjas dan Ellen yang masih berdiri mematung di sana.


***


Selamat siang readers. Terima kasih semua dukungannya🤗.


Jangan lupa masih ada satu bab lagi nanti malam. Ada kabar terkini mengenai seseorang yang sudah menghilang. Siapakah itu? 🤭


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE

__ADS_1


__ADS_2